 |
| الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ {١} |
1. Alif Iam ra, pembicaraan mengenai huruf muqatha'ah telah dikemukakan di awal surah Al-Baqarah. inilah ayat-ayat kitab yang sempurna, yang telah disempurnakan oleh Allah dan Dia jelaskan kepada hamba-hamba-Nya. |
| أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ {٢} |
2. Apakah manusia menganggap aneh apabila Kami menurunkan wahyu berupa Al-Qur'an kepada salah seorang dari mereka agar memperingatkan mereka tentang hukuman Allah dan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya bahwa mereka akan memperoleh pahala baik lantaran amal shalih yang telah mereka kerjakan? Ketika Rasulullah datang kepada mereka dengan membawa dan membacakan wahyu Allah, orang-orang yang tidak percaya berkata: "Sungguh, Muhammad adalah penyihir, sedangkan yang dibawanya merupakan sihir yang nyata-nyata batil." |
| إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ {٣} |
3. Sungguh, Rabbmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian bersemayam di atas Arsy sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, Dia mengatur urusan makhluk-Nya, tidak ada satu pun yang bisa menentang ketetapan-Nya, dan tidak ada seorang pun yang bisa memberikan syafaat di hadapan-Nya pada Hari Kiamat kecuali setelah Dia izinkan maka beribadahlah kepada Rabb kalian yang menyandang seluruh sifat ini dan murnikanlah ibadah kepada-Nya. Tidakkah kalian mengambil nasihat dan pelajaran dari ayat-ayat dan hujah-hujah ini? |
| إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ {٤} |
4. Tempat kembali kalian semua pada Hari Kiamat adalah kepada Rabb kalian, ini janji Allah yang benar. Dialah yang memulai penciptaan seluruh makhluk, kemudian mengembalikannya setelah mati dengan menghidupkannya seperti semula agar Dia membalas orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih dengan sebaik-baik balasan secara adil. Orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan risalah Rasul-Nya, mereka itu akan mendapat minuman dari air yang sangat panas, yang bisa menghanguskan wajah dan memotong-motong usus, mereka juga akan mendapat adzab yang pedih disebabkan oleh kekafiran dan kesesatan mereka. |
| هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ {٥} |
5. Allah adalah Yang telah menjadikan matahari sebagai sinar, menjadikan bulan sebagai cahaya, dan menetapkan posisi-posisi bulan. Dengan matahari bisa diketahui hari, sedangkan dengan bulan bisa diketahui bulan dan tahun. Allah tidak menciptakan matahari dan bulan kecuali untuk suatu hikmah besar dan sebagai petunjuk mengenai sempurnanya kekuasaan dan ilmu Allah. Dia menjelaskan hujah-hujah dan dalil-dalil bagi orang-orang yang mengetahui hikmah tentang penciptaan makhluk. |
| إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ {٦} |
6. Sungguh, silih bergantinya malam dan siang serta berbagai keajaiban penciptaan, keindahan, dan keteraturan yang diciptakan Allah pada langit dan bumi merupakan bukti-bukti dan hujah-hujah nyata bagi orang-orang yang takut kepada hukuman, kemurkaan, dan adzab Allah. |
| إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ {٧} |
7. Sungguh, orang-orang yang tidak menginginkan perjumpaan dengan Kami di akhirat untuk menghadapi hisab, berikut pembalasan amal yang mengikutinya dikarenakan mereka tidak percaya kepada kebangkitan serta puas dan lebih cenderung kepada kehidupan dunia daripada akhirat, juga orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami yang kauni mupun syar'i. |
| أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {٨} |
8. Mereka itu, tempat tinggal mereka di akhirat adalah Neraka Jahanam sebagai balasan atas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan ketika di dunia. |
| إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ {٩} |
9. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka jalan menuju surga dan taufik kepada amalan yang mengantarkan kepadanya disebabkan oleh keimanan mereka, kemudian Dia memberi mereka balasan berupa masuk surga dan diberi keridhaan-Nya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di surga-surga yang penuh kenikmatan. |
| دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ ۚ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٠} |
10. Doa mereka di surga adalah tasbih (ucapan: subhana-kall'ahumma), sedangkan sapaan yang diucapkan oleh Allah dan para malaikat untuk mereka, serta sapaan di antara mereka adalah: Salam. Sedangkan akhir doa mereka adalah ucapan: rabbil 'alamin," yang bermakna syukur dan pujian bagi Allah Pencipta seluruh makhluk serta Pemeliharanya dengan nikmat-nikmat-Nya. |
| وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ {١١} |
11. Andaikata Allah menyegerakan dikabulkannya doa manusia yang memohon keburukan secepat dikabulkannya doa mereka yang memohon kebaikan, niscaya mereka binasa. Kami akan membiarkan orang-orang yang tidak takut kepada hukuman Kami dan tidak yakin kepada kebangkitan itu dalam keadaan bimbang dan bingung di dalam pembangkangan dan pelanggaran yang mereka lakukan. |
| وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٢} |
12. Apabila manusia ditimpa oleh bencana, niscaya ia memohon keselamatan kepada Kami untuk menghilangkan bencana itu, baik dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri sesuai keadaannya ketika bencana itu menimpanya. Tetapi ketika Kami hilangkan bencana yang menimpanya itu, ia tetap berada di atas jalan hidup semula sebelum ditimpa bencana, lupa akan bencana yang telah menimpanya, serta tidak bersyukur kepada Rabbnya yang telah memberinya jalan keluar dari bencana itu. Sebagaimana manusia ini menganggap baik perbuatannya yang terus ingkar dan menentang setelah dihilangkannya bencana darinya, orang-orang yang melampaui batas dalam kebohongan terhadap Allah dan terhadap para nabi-Nya itu juga menganggap baik kemaksiatan dan kesyirikan kepada Allah yang mereka lakukan. |
| وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا ۙ وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ {١٣} |
13. Wahai orang-orang yang berbuat syirik, Kami telah membinasakan umat-umat yang mendustakan para rasul Allah sebelum kalian karena perbuatan syirik mereka. Mereka telah didatangi oleh para rasul yang membawa mukjizat-mukjizat yang jelas dan hujah-hujah yang menerangkan kebenaran apa yang mereka bawa dari sisi Allah, akan tetapi umat-umat yang Kami binasakan ini tidak memercayai dan tidak mematuhi rasul-rasulnya sehingga mereka berhak dibinasakan. Kebinasaan semacam itulah yang akan Kami jadikan sebagai balasan bagi setiap pelaku dosa yang melanggar batas-batas Allah. |
| ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {١٤} |
14. Kemudian Kami jadikan kalian, wahai manusia, sebagai pengganti (khalifah) di bumi yang menggantikan generasi-generasi yang dibinasakan itu agar Kami lihat bagaimana kalian berbuat: baik ataukah buruk, sehingga Kami beri kalian balasan sesuai dengan perbuatan kalian. |
| وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ ۙ قَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَٰذَا أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٥} |
15. Wahai Rasul, jika dibacakan kepada orang-orang musyrik itu ayat-ayat Allah yang jelas yang Kami turunkan kepadamu, orang-orang yang tidak takut kepada hisab, tidak mengharap pahala, dan tidak beriman kepada Hari Kebangkitan itu berkata: "Datangkanlah Al-Qur'an yang berbeda dari ini atau pengganti Al-Qur'an ini, yang mengubah halal menjadi haram, haram menjadi halal, janji menjadi ancaman, ancaman menjadi janji, serta menghilangkan kandungan yang mencela ilah-ilah Kami dan membodoh-bodohkan pemikiran kami!" Wahai Rasul, jawablah ucapan mereka: "Itu bukan kewena-nganku. Dalam setiap perintah dan larangan yang kusampaikan kepada kalian itu, aku hanya mengikuti apa yang diturunkan dan diperintahkan oleh Rabbku kepadaku. Sungguh, aku takut kepada Allah —jika menyelisihi perintah-Nya— kalau-kalau aku ditimpa adzab pada hari yang agung, yaitu Hari Kiamat." |
| قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {١٦} |
16. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Andaikata Allah menghendaki, tentulah aku tidak membacakan Al-Qur'an ini dan Allah tidak mengajarkannya kepada kalian. Ketahuilah, ia benar-benar merupakan kebenaran dari Allah. Kalian tahu bahwa aku tinggal di tengah-tengah kalian dalam jangka waktu lama sebelum Rabbku mewahyukannya kepadaku dan sebelum aku membacakannya kepada kalian. Tidakkah kalian menggunakan akal untuk merenung dan berfikir?" |
| فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُونَ {١٧} |
17. Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat kebohongan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sungguh, tidak akan beruntung dan tidak akan meraih kesuksesan siapa yang mendustakan nabi-nabi dan rasul-rasul Allah. |
| وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ {١٨} |
18. Orang-orang musyrik itu beribadah kepada ilah selain Allah yang tidak bisa menimpakan mudharat sedikit pun dan tidak bisa memberikan manfaat di dunia dan akhirat, mereka berkata: "Kami beribadah kepada mereka semata-mata agar mereka memberi kami syafaat di sisi Allah." Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Apakah kalian memberitahu Allah tentang keadaan para pemberi syafaat di langit atau di bumi yang tidak diketahui oleh Allah? Andaikata di langit dan bumi itu ada pemberi syafaat bagi kalian di sisi-Nya, tentulah Dia lebih tahu tentang mereka daripada kalian. Allah Tr Mahasuci dari persekutuan ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dengan sesuatu yang tidak bisa menimpakan mudharat maupun manfaat." |
| وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ {١٩} |
19. Dahulu manusia berada di atas satu din, yaitu Islam. Setelah itu, mereka berselisih, sebagian kafir dan sebagian lagi tetap di atas kebenaran. Andaikata tidak ada kalimat (ketetapan) yang telah ditulis terlebih dahulu oleh Allah untuk memberi tenggat waktu bagi para pelaku maksiat dan tidak menyegerakan adzab karena dosa-dosa mereka, tentu telah diselesaikan perselisihan di antara mereka dengan cara dibinasakannya para pelaku kebatilan dan diselamatkannya para pengikut kebenaran. |
| وَيَقُولُونَ لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۖ فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ {٢٠} |
20. Orang-orang kafir yang menentang itu berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu ilmu, bukti, dan mukjizat bersifat materi dari Rabbnya yang dengan itu kami akan mengetahui bahwa ia di atas kebenaran tentang ucapannya?" Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal gaib kecuali Allah, jika Dia berkehendak maka Dia akan melakukan dan jika tidak berkehendak maka Dia tidak akan melakukan. Wahai kaum, tunggulah keputusan Allah terhadap perselisihan kita dengan disegerakannya hukuman bagi siapa di antara kita yang berada di atas kebatilan dan pertolongan bagi siapa yang mengikuti kebenaran, aku pun menunggu hal itu!" |
| وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا ۚ قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ {٢١} |
21. Jika Kami jadikan orang-orang musyrik itu merasakan kemudahan dan kelapangan setelah kesulitan dan bencana yang menimpa mereka, tiba-tiba mereka mendustakan dan mencemooh ayat-ayat Allah. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik yang mencemooh itu: "Tipu muslihat, jebakan, dan sanksi Allah bagi kalian itu lebih cepat. Sungguh, para malaikat penjaga yang Kami utus kepada kalian selalu menulis semua tipu daya kalian terhadap ayat-ayat Kami, kemudian Kami akan menghisab kalian atas hal ituf |
| هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ {٢٢} |
22. Wahai manusia, Dialah yang memperjalankan kalian di daratan di atas hewan tunggangan atau kendaraan lainnya dan memperjalankan kalian di lautan dalam kapal, sehingga ketika kalian sudah berada di dalamnya, ia berlayar dengan tiupan angin yang baik, dan para penumpang kapal bergembira dengan angin yang baik itu, tiba-tiba datanglah angin kencang menerpa kapal itu, datanglah gelombang menerjangnya dari segala penjuru, dan para penumpang sudah yakin bahwa mereka dikepung oleh kebinasaan, mereka pun mengikhlaskan doa kepada Allah saja dan meninggalkan semua yang dulu mereka ibadahi. Mereka berkata: "Jika Kauselamatkan kami dari bencana yang se-dang kami hadapi ini, tentulah kami akan men-jadi orang-orang yang bersyukur kepada-Mu atas nikmat-nikmat-Muf |
| فَلَمَّا أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۖ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٢٣} |
23. Akan tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka dari bencana dan huru-hara, tiba-tiba mereka kembali melakukan kerusakan dan kemaksiatan di bumi. Wahai manusia, akibat buruk perbuatan melampaui batas yang kalian lakukan itu akan kembali kepada diri sendiri. Kalian memperoleh kesenangan dalam kehidupan dunia yang fana ini, kemudian tempat kembali kalian kepada Kami, lalu Kami akan mengabari kalian seluruh amal kalian itu dan menghisab kalian karenanya. |
| إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {٢٤} |
24. Perumpamaan kehidupan dunia serta harta dan perhiasan yang kalian bangga-banggakan di dalamnya itu ibarat hujan yang Kami turunkan dari langit ke bumi, lalu tumbuhlah dengan hujan itu berbagai macam tumbuhan yang bercampur satu sama lain berupa buah-buahan yang biasa dimakan oleh manusia dan tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh hewan-hewan, sehingga ketika keindahan bumi terlihat dan penduduk bumi telah menyangka bahwa mereka berkuasa me-manennya dan memperoleh manfaatnya, tiba-tiba datanglah perintah dan ketetapan Kami untuk memusnahkan tumbuh-tumbuhan dan perhiasan yang ada padanya, entah pada ma-lam hari atau siang hari. Kami jadikan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon itu terpotong tanpa tersisa apa pun padanya, seakan-akan tanaman dan tumbuhan itu tidak pernah tumbuh sebelum itu di muka bumi. Begitulah datangnya kemusnahan terhadap dunia dan perhiasannya yang kalian bangga-banggakan, Allah akan memusnahkan dan membinasakannya. Wahai manusia, sebagaimana telah Kami jelaskan perumpamaan dunia ini dan Kami kenalkan hakikatnya kepada kalian, Kami juga menjelaskan hujah-hujah dan bukti-bukti Kami bagi orang-orang yang berfikir tentang ayat-ayat Allah dan merenungkan apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat. |
| وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٢٥} |
25. Allah mengajak kalian menuju surga-surga-Nya yang telah Dia siapkan bagi para wali-Nya, memberi hidayah siapa di antara makhluk-Nya yang Dia kehendaki, lalu memberinya taufik untuk berada di atas jalan lurus, yaitu Islam. |
| لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {٢٦} |
26. Orang-orang beriman yang beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya serta mematuhi perintah dan larangan-Nya, bagi mereka itu surga dan tambahan pahala selain itu, yaitu memandang wajah Allah di surga serta ampunan dan ridha-Nya, wajah mereka tidak diliputi debu dan kehinaan sebagaimana yang dialami oleh orang-orang kafir. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat ini adalah para penghuni surga, mereka itu kekal di dalamnya. |
| وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {٢٧} |
27. Adapun orang-orang yang melakukan perbuatan jahat di dunia, mereka kafir dan bermaksiat kepada Allah, mereka itu mem-peroleh balasan kejahatan mereka dengan yang setimpal, yaitu hukuman Allah di akhirat. Mereka diliputi oleh kehinaan.Tidak ada pelindung bagi mereka dari adzab Allah ketika Dia timpakan. Seakan-akan wajah mereka diliputi hitamnya malam yang gelap gulita. Mereka itulah para penghuni neraka, mereka tinggal di sana selamanya. |
| وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا مَكَانَكُمْ أَنْتُمْ وَشُرَكَاؤُكُمْ ۚ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ ۖ وَقَالَ شُرَكَاؤُهُمْ مَا كُنْتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ {٢٨} |
28. Wahai Rasul, ingatlah hari ketika Kami mengumpulkan seluruh makhluk untuk menerima hisab dan pembalasan, kemudian Kami katakan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah: "Diamlah di tempat bersama sekutu-sekutu yang dulu kalian ibadahi selain Allah sehingga kalian menyaksikan perlakuan yang akan kalian terima!" Kami pun memisahkan antara orang-orang musyrik dan sembahan-sembahan mereka. Sembahan-sembahan yang diibadahi selain Allah itu pun berlepas diri dari orang-orang yang dulu beribadah kepada mereka. Mereka berkata kepada orang-orang musyrik: "Kalian dulu tidak beribadah kepada kami ketika di dunia. |
| فَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ إِنْ كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغَافِلِينَ {٢٩} |
29. Cukuplah Allah sebagai saksi antara kami dan kalian. Sungguh, kami dulu tidak mengetahui ucapan dan perbuatan kalian. Kami dulu benar-benar abai terhadap ibadah yang kalian lakukan terhadap kami, tidak menyadarinya." |
| هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {٣٠} |
30. Di tempat dilakukannya hisab itu, setiap orang akan mencari-cari dan melihat keadaan dan amalnya di masa lalu, serta akan mendapatkan balasan yang sesuai dengannya: jika baik maka balasannya pun baik, dan jika buruk maka balasannya pun buruk. Semua dikembalikan kepada Allah Hakim Yang Mahaadil, penduduk surga dimasukkan ke surga dan penduduk neraka dimasukkan ke neraka. Orang-orang musyrik itu ditinggal pergi oleh sembahan-sembahan selain Allah yang dulu mereka ibadahi berdasarkan kebohongan terhadap-Nya. |
| قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ {٣١} |
31. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang musyrik itu: "Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dengan hujan yang Dia turunkan serta dari bumi dengan berbagai tumbuhan dan pohon yang Dia tumbuhkan,yang dimakan oleh kalian dan binatang ternak kalian? Siapakah yang memiliki indra pendengaran dan penglihatan yang dinikmati oleh kalian dan orang-orang selain kalian? Siapakah pula yang memiliki kehidupan dan kematian di seluruh alam semesta, yang mengeluarkan makhluk hidup dan makhluk mati, sebagiannya berasal dari sebagian lain, baik pada makhluk-makhluk yang kalian ketahui maupun yang tidak kalian ketahui? Siapa pula yang mengatur urusan langit dan bumi berikut segala yang ada pada keduanya? Siapa pula yang mengatur urusan kalian dan urusan seluruh makhluk?” Mereka pasti menjawab bahwa yang melakukan semua itu Allah. Oleh karena itu, katakan kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada sanksi Allah, jika kalian beribadah kepada selain-Nya bersama-Nya?" |
| فَذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ {٣٢} |
32. Itulah Allah Rabb kalian, Dialah Yang Mahabenar yang tiada keraguan mengenai-Nya dan satu-satu-Nya Yang berhak diibadahi yang tiada sekutu bagi-Nya, lalu apalagi setelah kebenaran selain kesesatan? Bagaimana kalian bisa dipalingkan dari ibadah kepada-Nya menuju ibadah kepada selain-Nya? |
| كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ {٣٣} |
33. Sebagaimana tetapnya orang-orang musyrik itu dalam keadaan kafir dan syirik maka telah tetap pula kalimat, hukum, dan keputusan Rabbmu terhadap orang-orang yang tidak mematuhi Rabb mereka dengan bermaksiat dan kafir bahwa mereka itu tidak akan mengimani keesaan Allah dan kenabian Nabi-Nya, yaitu Muhammad serta tidak akan mengamalkan petunjuknya. |
| قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۚ قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ {٣٤} |
34. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Adakah di antara ilah-ilah dan sembahan-sembahan kalian itu yang memulai penciptaan sesuatu tanpa ada asalnya, kemudian memusnahkannya setelah tercipta, kemudian mengembalikannya seperti keadaan sebelum dimusnahkan?" Mereka tidak mampu mengklaim seperti itu. Wahai Rasul, katakan: "Allah saja Yang men-ciptakan segenap makhluk, kemudian memusnahkannya, kemudian mengembalikannya seperti semula, lalu bagaimana kalian bisa dipalingkan dari jalan kebenaran kepada jalan kebatilan, yaitu beribadah kepada selain Allah?" |
| قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ ۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ {٣٥} |
35. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang musyrik itu: "Adakah di antara sekutu-sekutu kalian itu yang membimbing ke jalan yang lurus?" Sungguh, mereka tidak mampu melakukannya. Katakan kepada mereka: "Hanya Allah yang memberi hidayah orang yang tersesat dari petunjuk itu kepada kebenaran. Manakah yang lebih berhak diikuti: apakah yang memberi petunjuk kepada kebenaran ataukah yang tidak bisa mengetahui petunjuk disebabkan tidak berilmu dan tersesat, yaitu para sekutu kalian yang tidak bisa memberi dan tidak mengetahui petunjuk kecuali apabila diberi petunjuk? Bagaimana kalian bisa menyamakan antara Allah dengan makhluk-Nya?" Ini pandangan yang batil. |
| وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ {٣٦} |
36. Kebanyakan orang musyrik itu dalam menganggap berhala-berhala sebagai ilah dan dalam meyakini bahwa berhala-berhala itu mendekatkan mereka kepada Allah hanyalah mengikuti dugaan, sedangkan dugaan itu tidak berguna sama sekali untuk memberikan keyakinan. Sungguh, Allah Mahatahu tentang kekafiran dan pedustaan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. |
| وَمَا كَانَ هَٰذَا الْقُرْآنُ أَنْ يُفْتَرَىٰ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٣٧} |
37. Tidak mungkin seseorang mendatangkan Al-Qur'an ini dari selain Allah, karena tidak satu makhluk pun mampu melakukannya, akan tetapi Allah telah menurunkannya untuk membenarkan kitab-kitab yang telah Dia turunkan kepada para nabi, karena din Allah itu satu. Di dalam Al-Qur'an ini terdapat penjelasan tentang syariat yang ditetapkan oleh Allah bagi umat Muhammad Tidak diragukan bahwa Al-Qur'an ini wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta alam. |
| أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٣٨} |
38. Atau patutkah mereka mengatakan: "Sungguh, Al-Qur'an ini dibuat oleh Muhammad sendiri?" Padahal mereka tahu bahwa Muhammad adalah manusia seperti mereka. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Datangkan satu surat saja yang mirip dengan Al-Qur'an ini dalam keteraturan dan kandungan petunjuknya! Mintalah tolong kepada siapa pun selain Allah yang bisa kalian minta, ma-nusia maupun jin, jika pernyataan kalian itu benar." |
| بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ {٣٩} |
39. Sebenarnya mereka itu cepat-cepat mendustakan Al-Qur'an sejak pertama mendengarnya, sebelum merenungkan ayat-ayatnya; mereka kafir terhadap apa yang belum mereka kuasai pengetahuannya, yaitu terhadap kebangkitan, pembalasan, surga, neraka, dan sebagainya yang belum terbukti hakikat semua yang dijanjikan kepada mereka di dalam kitab itu. Sebagaimana orang-orang musyrik itu mendustakan ancaman Allah, umat-umat sebelum mereka juga mendustakan; oleh karena itu, wahai Rasul, perhatikan bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang zhalim. Allah telah membinasakan sebagian mereka dengan ditelan bumi, sebagian ditenggelamkan, dan sebagian lagi dibinasakan dengan cara lain. |
| وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ {٤٠} |
40. Wahai Rasul, di antara kaummu ada yang beriman kepada Al-Qur'an, ada pula yang tidak beriman kepadanya sehingga mati dan dibangkitkan dalam keadaan demikian, sedangkan Rabbmu Mahatahu tentang orang-orang yang berbuat kerusakan, yang tidak beriman kepada-Nya disebabkan zhalim, keras kepala, dan merusak sehingga mereka dibalas-Nya atas tindakan merusak itu dengan adzab yang sangat keras. |
| وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ {٤١} |
41. Wahai Rasul, jika orang-orang musyrik itu mendustakanmu maka katakan kepada mereka: "Untukku din dan amalku, untuk kalian din dan amal kalian, kalian tidak akan dihukum karena amalku dan aku tidak akan dihukum karena amal kalian." |
| وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوا لَا يَعْقِلُونَ {٤٢} |
42. Di antara orang-orang kafir itu ada yang mendengar perkataanmu yang benar dan bacaan Al-Qur'anmu, akan tetapi mereka tidak mendapat petunjuk. Bisakah engkau menjadikan orang tuli itu menjadi mendengar? Demikian pula, engkau tidak akan mampu memberikan hidayah kepada mereka kecuali jika Allah berkehendak memberi mereka hidayah, karena mereka itu tuli terhadap kebenaran, tidak mendengar, dan tidak memahaminya. |
| وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْظُرُ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنْتَ تَهْدِي الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوا لَا يُبْصِرُونَ {٤٣} |
43. Di antara orang-orang kafir itu ada yang memperhatikanmu dan bukti-bukti kenabianmu yang benar, akan tetapi ia tidak mampu melihat cahaya iman yang dikaruniakan Allah kepadamu. Wahai Rasul, bisakah engkau menciptakan penglihatan untuk orang buta? Demikian pula, engkau tidak akan kuasa memberikan hidayah kepada mereka, karena mereka tidak memiliki mata hati, yang kuasa memberikan semua itu hanyalah Allah. |
| إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {٤٤} |
44. Sungguh, Allah tidak menzhalimi manusia sedikit pun dengan menambah kejahatan atau mengurangi kebaikan mereka, akan tetapi manusia itulah yang menzhalimi diri sendiri dengan kekafiran, kemaksiatan, serta pelanggaran terhadap perintah dan larangan Allah. |
| وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ {٤٥} |
45. Pada hari ketika Allah mengumpulkan orang-orang musyrik pada Hari Kebangkitan dan Hisab, seakan-akan mereka tidak pernah tinggal dalam kehidupan dunia kecuali hanya sesaat di siang hari, mereka mengenal satu sama lain seperti keadaan mereka ketika di dunia, kemudian perkenalan itu terputus dan berakhir pada saat itu. Sungguh merugi orang-orang yang kafir dan mendustakan perjumpaan dengan Allah, pahala-Nya, dan hukuman-Nya, mereka itu tidak mendapat taufik untuk berbuat sesuai dengan kebenaran. |
| وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ اللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ {٤٦} |
46. Wahai Rasul, bisa jadi Kami perlihatkan kepadamu semasa hidupmu sebagian hukuman yang Kami ancamkan kepada mereka di dunia atau bisa jadi Kami wafatkan engkau sebelum Kami perlihatkan hukuman mereka itu, yang pasti dalam dua keadaan tersebut urusan mereka akan kembali kepada Kami, kemudian Allah menjadi saksi perbuatan yang mereka lakukan di dunia, tidak ada sedikit pun dari perbuatan tersebut yang tersembunyi, lalu Dia akan membalas mereka atas perbuatan tersebut dengan balasan yang layak. |
| وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَسُولٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ رَسُولُهُمْ قُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {٤٧} |
47. Wahai manusia, setiap umat sebelum kalian memiliki seorang rasul yang Kuutus kepada mereka, sebagaimana telah Kuutus Muhammad kepada kalian yang berdakwah kepada din Allah dan ketaatan kepada-Nya. Apabila rasul mereka datang kepada mereka di akhirat maka diputuskanlah perkara di antara mereka ketika itu secara adil, sedangkan mereka tidak dizhalimi sedikit pun menyangkut balasan amal mereka. |
| وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٤٨} |
48. Wahai Rasul, orang-orang musyrik di antara kaummu berkata: "Kapan terjadinya Kiamat jika engkau dan orang-orang yang mengikutimu itu benar mengenai ancaman yang kalian sampaikan kepada kami?" |
| قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ {٤٩} |
49. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Aku tidak bisa melindungi diriku dari mudharat atau mendatangkan manfaat kepadanya, kecuali apabila Allah menghendaki agar menghindarkan mudharat dariku atau mendatangkan manfaat kepadaku. Setiap kaum memiliki waktu berakhirnya ajal mereka. Jika tiba waktu berakhirnya ajal dan usia mereka itu, mereka tidak bisa menundanya sesaat pun sehingga diberi tenggat dan tidak bisa memajukannya sebelum waktu yang ditetapkan." |
| قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُهُ بَيَاتًا أَوْ نَهَارًا مَاذَا يَسْتَعْجِلُ مِنْهُ الْمُجْرِمُونَ {٥٠} |
50. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik: "Beritahukan kepadaku jika adzab Allah datang kepada kalian di malam atau siang hari, apakah yang hendak kalian percepat dengan turunnya adzab itu, wahai orang-orang yang berdosa? |
| أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ {٥١} |
51. Apakah setelah adzab Allah menimpa kalian —wahai orang-orang musyrik—, kalian beriman pada saat keimanan tidak bermanfaat bagi kalian? Ketika itu akan dikatakan kepada kalian: 'Apakah sekarang ini kalian beriman kepadanya, padahal sebelumnya kalian selalu minta agar dipercepat?' |
| ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ {٥٢} |
52. Kemudian, dikatakan kepada orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kafir kepada Allah: "Rasakan adzab Allah yang kekal abadi, bukankah kalian dihukum semata-mata akibat kemaksiatan kepada Allah yang kalian lakukan ketika hidup dulu?" |
| وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ {٥٣} |
53. Wahai Rasul, orang-orang musyrik dari kalangan kaummu bertanya tentang adzab pada Hari Kiamat, apakah ia benar adanya? Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Ya, demi Rabbku, sungguh ia benar, tiada keraguan mengenainya dan kalian tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah ketika kalian dibangkitkan-Nya dan diberi-Nya balasan amal, kalian berada dalam genggaman dan kekuasaan-Nya." |
| وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الْأَرْضِ لَافْتَدَتْ بِهِ ۗ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {٥٤} |
54. Andaikata setiap orang yang musyrik dan kafir kepada Allah itu memiliki semua kekayaan yang ada di bumi dan diberi kesempatan untuk menjadikan kekayaannya itu sebagai tebusannya dari adzab, tentulah ia bersedia menebus. Orang-orang zhalim menyembunyikan penyesalan mereka ketika melihat adzab Allah menimpa mereka semua. Allah memutuskan perkara di antara mereka secara adil, sedangkan mereka tidak dizhalimi, karena Allah tidak menghukum seorang pun kecuali disebabkan oleh dosanya. |
| أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ أَلَا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٥٥} |
55. Ketahuilah, sungguh setiap yang ada di langit dan di bumi merupakan milik Allah tidak ada sedikit pun dari semua itu yang dimiliki oleh selain-Nya. Ketahuilah, sungguh perjumpaan dengan Allah dan adzab-Nya terhadap orang-orang musyrik itu benar-benar akan terjadi, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui hakikat hal itu. |
| هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {٥٦} |
56. Sungguh, Allah itu, Dialah Yang menghidupkan dan mematikan, tiada halangan bagi-Nya untuk menghidupkan seluruh manusia setelah kematian mereka, sebagaimana Dia berkuasa mematikan mereka jika menghendaki hal itu, dan mereka akan kembali kepada-Nya setelah kematian. |
| يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ {٥٧} |
57. Wahai manusia, telah datang nasihat dari Rabb kalian yang mengingatkan tentang hukuman Allah dan menakut-nakuti dengan ancaman-Nya. Nasihat itu adalah Al-Quran beserta ayat-ayat dan nasihat-nasihat yang dikandungnya untuk perbaikan akhlak dan amal. Al-Quran juga menjadi obat bagi kebodohan, kesyirikan, dan semua penyakit yang ada di dalam hati, bimbingan bagi siapa pun makhluk yang mengikutinya sehingga menyelamatkannya dari kebinasaan. Allah telah menjadikannya sebagai nikmat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bimbingan bagi siapa pun makhluk yang mengikutinya. Allah karuniakan nikmat tersebut secara khusus bagi mereka, karena dengan keimanan mereka bisa memetik manfaatnya. Adapun bagi orang-orang kafir, ia hanyalah kegelapan. |
| قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ {٥٨} |
58. Wahai Rasul, katakan kepada seluruh ma-nusia: "Dengan karunia dan rahmat Allah, yakni dengan petunjuk dan dinul haq, yaitu Islam, yang datang kepada mereka dari Allah itulah hendaknya mereka bergembira; karena Islam yang kepadanya mereka diajak oleh Allah dan Al-Quran yang diturunkan-Nya kepada Muhammad itu lebih baik daripada kese-nangan dunia beserta perhiasan di dalamnya yang fana dan segera musnah, yang mereka kumpulkan." |
| قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ {٥٩} |
59. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mengingkari wahyu: "Beritahulah aku tentang rezeki berupa binatang, tumbuhan, dan harta kekayaan yang diciptakan Allah untuk kalian, lalu kalian halalkan sebagian rezeki itu bagi diri kalian dan kalian haramkan sebagian lain." Tanyakan kepada mereka: "Apakah Allah telah mengizinkan kalian untuk melakukan itu ataukah kalian mengucapkan kebatilan dan berdusta atas nama Allah?" Sungguh, mereka itu mengucapkan kebatilan dan berdusta atas nama Allah. |
| وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ {٦٠} |
60. Bagaimana persangkaan orang-orang yang berdusta atas nama Allah, yang menisbatkan kepada-Nya pengharaman rezeki dan makanan yang tidak Dia haramkan bagi mereka itu, tentang perlakuan yang akan mereka terima dari Allah pada Hari Kiamat disebabkan oleh kebohongan dan kedustaan yang mereka lakukan? Apakah mereka me-nyangka bahwa Allah akan memaafkan dan mengampuni mereka? Sungguh, Allah memiliki karunia atas makhluk-Nya dengan tidak menyegerakan hukuman di dunia dan dengan memberikan tenggat waktu kepada orang yang berdusta atas nama Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya itu. |
| وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ {٦١} |
61. Wahai Rasul, tidaklah engkau menangani suatu urusan atau membaca ayat-ayat Kitabullah, atau seseorang dari umat ini melaksanakan suatu amal kebajikan atau kejahatan, ke-cuali Kami menyaksikan dan melihat mereka, ketika kalian melakukannya. Kami menyimpan amalan itu dan akan membalas kalian dengannya. Wahai Rasul, tidak ada yang berada di luar pengetahuan Rabbmu meskipun sesuatu seberat semut kecil di bumi maupun di langit, atau benda yang paling kecil maupun yang paling besar, semuanya pasti tercatat dalam sebuah kitab di sisi Allah secara jelas dan gamblang. Ilmu Allah meliputi dan pena-Nya mencatat hal itu. |
| أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {٦٢} |
62. Ketahuilah bahwa para wali Allah itu tidak akan dihinggapi rasa takut kepada hukuman Allah di akhirat dan tidak bersedih terhadap keberuntungan dunia yang luput dari mereka. |
| الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ {٦٣} |
63. Sifat para wali itu adalah, mereka beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya beserta apa yang dibawanya dari sisi Allah, sementara itu mereka juga bertakwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala kemaksiatan kepada-Nya. |
| لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {٦٤} |
64. Para wali itu mendapat kabar gembira dari Allah dalam kehidupan dunia berupa hal-hal yang menggembirakan mereka dan di akhirat berupa surga. Allah tidak akan menyelisihi atau mengubah janji-Nya, itulah kesuksesan yang besar, karena mencakup keselamatan dari segala hal yang dihindari dan keberhasilan meraih setiap hal yang dicari dan dicintai. |
| وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٦٥} |
65. Wahai Rasul, jangan bersedih karena ucapan orang-orang musyrik tentang Rabb mereka, kebohongan mereka terhadap-Nya, serta ke-syirikan yang mereka lakukan terhadap Allah dengan menuhankan berhala-berhala dan patung-patung. Sungguh, Allah adalah satu-satu-Nya Pemilik kekuatan sempurna dan kemampuan lengkap di dunia dan akhirat; dan Dia Maha Mendengar ucapan serta Maha Melihat perbuatan dan niat mereka. |
| أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ {٦٦} |
66. Ketahuilah, sungguh, setiap makhluk ber-akal yang ada di langit dan di bumi, seperti malaikat, manusia, jin, dan lainnya adalah milik Allah. Apakah yang diikuti oleh mereka yang beribadah kepada sekutu-sekutu selain Allah itu? Mereka hanya mengikuti keraguan dan berbohong tentang apa yang mereka nisbatkan kepada Allah. |
| هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ {٦٧} |
67. Wahai manusia, Dialah yang menjadikan malam untuk kalian agar di dalamnya kalian dapat beristirahat dari kelelahan bergerak mencari penghidupan serta men-jadikan siang bagi kalian agar di dalamnya kalian dapat melihat sehingga dapat bekerja mencari rezeki. Sungguh, pergantian malam dan siang serta kondisi orang-orang yang ada pada keduanya itu mengandung petunjuk dan hujah bahwa Allah saja Yang berhak diibadahi bagi orang-orang yang mendengarkan dan memikirkan hujah-hujah ini. |
| قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ الْغَنِيُّ ۖ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَٰذَا ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٦٨} |
68. Orang-orang musyrik berkata: "Allah mempunyai anak." Seperti ucapan mereka,"Para malaikat adalah putri-putri Allah," atau "Al-Masih adalah putra Allah." Mahasuci Allah dari semua ucapan itu. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada selain-Nya. Dia memiliki setiap yang ada di langit dan bumi. Bagaimana Dia memiliki anak dari ciptaan-Nya, sedangkan segala sesuatu adalah milik-Nya? Dan kalian tidak memiliki bukti yang menguatkan kebohongan kalian itu. Layakkah kalian berbicara sesuatu tentang Allah yang tidak kalian ketahui hakikat dan kebenarannya? |
| قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ {٦٩} |
69. Katakan: "Sungguh, orang-orang yang berbohong terhadap Allah dengan mengatakan Dia memiliki anak atau sekutu, mereka itu tidak akan meraih apa yang mereka inginkan di dunia maupun di akhirat." |
| مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ {٧٠} |
70. Di dunia mereka menikmati kekafiran dan kebohongan sebentar saja, kemudian apabila ajal telah tiba maka mereka kembali kepada Kami, lalu Kami timpakan kepada mereka adzab Jahanam disebabkan oleh kekafiran kepada Allah, pendustaan terhadap rasul-rasul Allah, dan pengingkaran terhadap ayat-ayat-Nya. |
| وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُمْ مَقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّهِ فَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ وَلَا تُنْظِرُونِ {٧١} |
71. Wahai Rasul, kisahkan kepada orang-orang kafir Mekah berita tentang Nuh bersama kaumnya, yaitu ketika Nuh berkata kepada mereka: "Wahai kaumku, jika keberadaanku di tengah kalian dan peringatan yang kusampaikan kepada kalian dengan hujah-hujah dan bukti-bukti dari Allah ini memberatkan kalian maka aku bertawakal dan yakin kepada Allah saja. Oleh karena itu, siapkan urusan kalian dan panggil sekutu-sekutu kalian, jangan jadikan urusan kalian ini tersembunyi, tetapi biarkan ia jelas terbuka, kemudian putuskan hukuman dan tindakan jahat yang mungkin bisa kalian lakukan terhadapku, jangan memberiku penundaan waktu sesaat pun di siang hari. |
| فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ {٧٢} |
72. Jika kalian berpaling dari dakwahku, sungguh aku tidak meminta upah kepada kalian, karena pahala dan upahku ada di sisi Rabbku dan menjadi tanggungan-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang patuh kepada hukum-Nya." |
| فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ {٧٣} |
73. Lalu, Nuh didustakan oleh kaumnya mengenai berita yang disampaikannya dari Allah. Kami pun menyelamatkannya bersama para pengikutnya di kapal, Kami jadikan mereka sebagai pengganti orang-orang yang mendustakan di bumi, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mengingkari hujah-hujah Kami. Wahai Rasul, perhatikan bagaimana akibat orang-orang yang diperingatkan oleh Rasul mereka dengan adzab dan hukuman Allah. |
| ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ {٧٤} |
74. Kemudian, Kami utus rasul-rasul sesudah Nuh (yaitu Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Syuaib, dan lain-lain) kepada kaum mereka maka setiap rasul membawa mukjizat kepada kaumnya yang menjadi bukti risalahnya dan kebenaran dakwahnya, tetapi tidaklah mungkin mereka itu beriman dan mengamalkan apa yang di-dustakan oleh kaum Nuh dan umat-umat yang lebih dulu dari mereka. Demikian itulah, Allah menutup hati orang-orang sesudah me-reka yang seperti mereka, yang melampaui batas-batas Allah dan menyelisihi ajakan yang disampaikan oleh rasul-rasul mereka untuk taat kepada-Nya, sebagai hukuman atas ke-maksiatan mereka. |
| ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ وَهَارُونَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ بِآيَاتِنَا فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ {٧٥} |
75. Kemudian, sesudah para rasul tersebut, Kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjuk-kan kebenaran keduanya, akan tetapi mereka sombong enggan menerima kebenaran dan mereka itu kaum yang musyrik, pendosa, dan suka mendustakan. |
| فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا إِنَّ هَٰذَا لَسِحْرٌ مُبِينٌ {٧٦} |
76. Ketika Firaun dan kaumnya didatangi kebe-naran yang dibawa oleh Musa, mereka berkata: "Mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Musa hanyalah sihir yang nyata." |
| قَالَ مُوسَىٰ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُونَ {٧٧} |
77. Musa berkata kepada mereka dengan nada heran: "Apakah kalian berkata terhadap ke-benaran ketika datang kepada kalian:`Sungguh, ia adalah sihir yang nyata?' Perhatikan sifat dan kandungan dari apa yang datang kepada kalian itu, niscaya kalian yakin bahwa ia merupakan kebenaran. Para penyihir itu tidak akan beruntung dan berjaya di dunia maupun di akhirat." |
| قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ فِي الْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ {٧٨} |
78. Firaun dan para bangsawan kaumnya berkata ke-pada Musa: "Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari ibadah kepada selain Allah seba-gaimana yang kami dapati dilakukan oleh para leluhur kami, sehingga kalian berdua, yaitu engkau dan Harun, akan memiliki keagungan dan kekuasaan di bumi Mesir? Kami tidak mengakui kalian berdua sebagai rasul yang diutus kepada kami agar kami beribadah hanya kepada Allah, tiada sekutu bagi-Nya." |
| وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ {٧٩} |
79. Firaun berkata: "Datangkan kepadaku setiap penyihir yang sangat ahli dalam sihir." |
| فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ {٨٠} |
80. Ketika para penyihir itu datang kepada Firaun, Musa berkata kepada mereka: "Lemparkanlah ke tanah tali-tali dan tongkat-tongkat yang kalian bawa!" |
| فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ {٨١} |
81. Setelah mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, Musa berkata kepada mereka: "Sungguh, yang kalian bawa dan kalian lemparkan ini sihir, Allah pasti memusnahkan apa yang kalian bawa ini, Allah tidak akan memperbaiki perbuatan siapa yang berusaha melakukan hal-hal yang dibenci Allah di bumi-Nya dan merusak di sana dengan kemaksiatan kepada-Nya. |
| وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ {٨٢} |
82. Allah akan meneguhkan kebenaran yang kubawa kepada kalian dari sisi-Nya, lalu memenangkannya atas kebatilan kalian dengan kalimat-kalimat dan perintah-Nya, sekalipun para pendosa dan pelaku maksiat dari kalangan keluarga Firaun membenci." |
| فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ {٨٣} |
83. Meski berbagai hujah dan bukti telah didatangkannya, tidak ada yang beriman kepada Musa kecuali sekelompok kecil pemuda kaumnya dari kalangan Bani Israil sedangkan mereka dalam keadaan takut terhadap Firaun dan para pembesar kerajaannya kalau-kalau menyiksa mereka, lalu menghalang-halangi mereka dari din mereka. Firaun benar-benar manusia yang semena-mena lagi sombong di muka bumi, sungguh ia termasuk orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan kerusakan. |
| وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ {٨٤} |
84. Musa berkata: "Wahai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah dan mematuhi syariat-Nya maka yakinlah kepada-Nya, serahkan urusan kepada-Nya, dan bertawakallah kepada Allah jika kalian patuh kepada-Nya." |
| فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٨٥} |
85. Kaum Musa berkata kepadanya: "Kami bertawakal hanya kepada Allah, tiada sekutu bagi-Nya, kepada-Nya Kami serahkan urusan kami. Wahai Rabb kami, jangan Kaumenangkan mereka atas kami sehingga hal itu menjadi fitnah yang menjauhkan kami dari din ini atau orang-orang kafir tertipu oleh kemenangan mereka dan berkata:'Andaikata mereka itu di atas kebenaran, pastilah tidak kalah.:" |
| وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ {٨٦} |
86. Dan selamatkan kami dengan rahmat-Mu dari kaum kafir, yaitu Firaun dan para pembesar kerajaannya", karena mereka dulu biasa menghukum kaum Musa dengan pekerjaan-pekerjaan berat. |
| وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ {٨٧} |
87. Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, Harun, "Hendaklah kalian berdua membuat rumah-rumah di Mesir menjadi tempat tinggal dan tempat berlindung bagi kalian, jadikanlah rumah-rumah kalian itu sebagai tempat ibadah ketika dalam keadaan takut, laksanakan shalat yang waktu-waktunya telah ditetapkan, dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang beriman yang taat kepada Allah bahwa mereka akan memperoleh pertolongan besar dan pahala agung dari Allah |
| وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ {٨٨} |
88. Musa berkata: "Wahai Rabb kami, Engkau telah memberi Firaun dan para pembesar kaumnya perhiasan berupa harta benda dunia, tetapi mereka tidak bersyukur kepada-Mu. Mereka justru menggunakannya untuk menyesatkan manusia dari jalan-Mu. Wahai Rabb kami, musnahkan harta mereka sehingga mereka tidak bisa memanfaatkannya dan tutuplah hati mereka sehingga sulit menerima keimanan dan mereka tidak beriman sampai melihat adzab yang keras lagi menyakitkan." |
| قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ {٨٩} |
89. Allah berfirman kepada keduanya: "Doa kalian terhadap Firaun, para pembesar kaumnya, dan harta benda mereka telah dikabulkan -adalah Musa yang berdoa sedangkan Harun mengaminkan doanya, karena itulah doa ini dinyatakan sebagai doa mereka berdua- maka tetaplah istiqamah di atas din kalian. Teruslah mendakwahi Firaun dan kaumnya agar bertauhid dan taat kepada Allah, dan janganlah menempuh jalan orang yang tidak mengetahui hakikat janji dan ancaman-Ku." |
| وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ {٩٠} |
90. Bani Israil Kami seberangkan lautan, sehingga mele-watinya. Lalu Firaun dan tentara-tentaranya mengejar mereka dengan sikap zhalim dan melampaui batas, mereka pun masuk ke dalam laut mengikuti Bani Israil. Hingga ketika tenggelam dalam kepungan air laut, Firaun berkata: "Aku beriman bahwa tidak ada ilah selain yang diimani oleh Bani Israil dan aku termasuk orang yang bertauhid dan berserah diri dengan patuh dan taat." |
| آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ {٩١} |
91. Wahai Firaun, baru sekarang di ujung kematian inikah engkau mengakui ubudiah, sedangkan sebelum adzab-Nya turun kepadamu, engkau bermaksiat dan berbuat kerusakan serta menghalang-halangi dari jalan-Nya? Tiada bermanfaat taubat itu ketika engkau dalam kondisi sekarat serta melihat kematian dan adzab di pelupuk mata. |
| فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ {٩٢} |
92. Pada hari ini, Kami akan menjadikanmu berikut badanmu berada di atas sebuah bukit, yang akan dilihat oleh orang-orang yang tidak percaya tentang kebinasaanmu, agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahmu. Sungguh, kebanyakan manusia lalai terhadap hujah-hujah dan bukti-bukti dari Kami, mereka tidak memikirkan dan mengambil pelajaran darinya. |
| وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ فَمَا اخْتَلَفُوا حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْعِلْمُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ {٩٣} |
93. Kami telah menempatkan Bani Israil di suatu kawasan yang baik dan pilihan di negeri Syam dan Mesir, Kami beri mereka rezeki halal dan baik dari kekayaan bumi yang diberkahi. Tidaklah mereka berselisih dalam urusan din kecuali setelah datang kepada mereka ilmu yang seharusnya menjadi sebab persatuan mereka, di antaranya adalah berita-berita tentang kenabian Muhammad yang terkandung dalam Taurat. Wahai Rasul, sungguh, Rabbmu akan memutuskan perkara di antara mereka pada Hari Kiamat dan menjelaskan perkara yang mereka perselisihkan soal dirimu, lalu memasukkan orang-orang yang mendustakan ke dalam neraka dan orang-orang yang beriman ke dalam surga. |
| فَإِنْ كُنْتَ فِي شَكٍّ مِمَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ {٩٤} |
94. Wahai Rasul, jika engkau ragu mengenai hakikat berita yang Kami sampaikan kepadamu, tanyakan kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelummu, yaitu mereka yang memperoleh Taurat dan Injil, karena hal itu dipastikan ada dalam kitab-kitab mereka. Sungguh, telah datang kepadamu kebenaran yang meyakinkan dari Rabbmu, bahwa engkau adalah rasul sedangkan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu mengetahui kebenaran hal itu dan menemukan sifatmu ada di kitab-kitab mereka, akan tetapi mereka menyangkal hal itu sekalipun mengetahui maka janganlah ragu tentang kebenaran dan hakikat tersebut. |
| وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٩٥} |
95. Wahai Rasul, jangan sekali-kali menjadi orang yang mendustakan hujah dan bukti Allah sehingga engkau menjadi orang yang rugi, dimurkai, dan menerima hukuman Allah. |
| إِنَّ الَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ {٩٦} |
96. Wahai Rasul, orang-orang yang pasti tertimpa kalimat ketetapan Rabbmu bahwa mereka diusir dari rahmat-Nya dan ditimpa adzab-Nya, mereka itu benar-benar tidak akan beriman kepada hujah-hujah Allah, tidak akan mengakui keesaan-Nya, dan tidak mengamalkan syariat-Nya. |
| وَلَوْ جَاءَتْهُمْ كُلُّ آيَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ {٩٧} |
97. Sekalipun telah datang kepada mereka setiap nasihat dan pelajaran, sehingga mereka menyaksikan adzab yang menyakitkan, ketika itulah mereka beriman, tetapi keimanan mereka itu tidak bermanfaat bagi mereka. |
| فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ {٩٨} |
98. Tidaklah keimanan itu bermanfaat bagi sebuah penduduk negeri yang beriman ketika menyaksikan adzab, kecuali penduduk negeri Yunus bin Mata. Ketika yakin bahwa adzab pasti turun kepada mereka, mereka bertaubat kepada Allah dengan tulus. Ketika mengetahui ketulusan taubat mereka, Allah pun menyingkirkan adzab yang menghinakan itu padahal sudah mendekati mereka serta membiarkan mereka hidup di dunia merasakan kesenangan hingga akhir ajal. |
| وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ {٩٩} |
99. Wahai Rasul, andaikata Rabbmu berkehendak, niscaya seluruh penduduk bumi ini beriman kepada apa yang kaubawa, akan tetapi Dia memiliki hikmah mengenai hal itu bahwa Dia memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, sesuai dengan hikmah. Engkau tidaklah mampu memaksa seluruh manusia agar beriman. |
| وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ {١٠٠} |
100. Tidaklah seseorang itu beriman kepada Allah kecuali dengan izin dan taufik-Nya maka jangan memayahkan diri dalam upaya itu, karena urusan mereka menjadi kewenangan Allah. Allah menetapkan adzab yang menghinakan bagi orang-orang yang tidak memahami perintah dan larangan-Nya. |
| قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ {١٠١} |
101. Wahai Rasul, katakan kepada kaummu: "Berfikir dan ambillah pelajaran dari ayat-ayat Allah yang nyata yang ada di langit dan di bumi!" Akan tetapi ayat-ayat, pelajaran-pelajaran, serta rasul-rasul yang menyampaikan peringatan kepada hamba-hamba Allah tentang hukuman-Nya itu semua tidak bermanfaat bagi kaum yang tidak mengimani sedikit pun dari hal itu dikarenakan sikap berpaling dan keras kepala mereka. |
| فَهَلْ يَنْتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ {١٠٢} |
102. Apakah yang mereka tunggu-tunggu selain hari ketika mereka menyaksikan adzab Allah, seperti hari-hari yang terjadi pada orang-orang yang mendustakan di masa-masa sebelum mereka? Wahai Rasul, katakan kepada mereka:"Tunggulah hukuman Allah, sungguh aku bersama kalian menunggu hukuman kalian!" |
| ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَ {١٠٣} |
103. Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman bersama mereka. Sebagaimana Kami telah menyelamatkan mereka, Kami juga menyelamatkanmu, wahai Rasul, beserta orang-orang yang beriman kepadamu sebagai karunia dan rahmat dari Kami. |
| قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي شَكٍّ مِنْ دِينِي فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ أَعْبُدُ اللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {١٠٤} |
104. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang itu: "Jika kalian ragu mengenai kebenaran dinku yang kudakwahkan kepada kalian, yaitu Islam, juga mengenai keteguhan dan keistiqamahanku di atasnya, bahkan kalian juga berharap aku berubah keyakinan darinya maka aku benar-benar tidak akan beribadah kepada satu pun di antara berhala-berhala dan patung-patung yang kalian ibadahi itu, dalam keadaan apa pun, tetapi aku akan beribadah kepada Allah saja, Yang mematikan kalian dan menggenggam ruh kalian, dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang beriman kepada-Nya dan beramal dengan syariat-Nya. |
| وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {١٠٥} |
105. Wahai Rasul, tegakkan dirimu agar istiqamah di atas din Islam, tidak menyimpang kepada din Yahudi, Nasrani, atau peribadahan kepada selain Allah, dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang menyekutukan ibadah kepada Rabbnya dengan beribadah kepada ilah-ilah dan sekutu-sekutu, sehingga engkau termasuk orang yang binasa. Sekalipun ucapan ini ditujukan kepada Rasul akan tetapi kandungan perintah ini ditujukan untuk seluruh umat. |
| وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ {١٠٦} |
106. Wahai Rasul, jangan berdoa kepada satu pun berhala dan patung, selain kepada Allah, karena berhala dan patung itu tidak bermanfaat dan tidak bermudharat. Jika kaulakukan itu, kau berdoa kepadanya selain kepada Allah, tentulah engkau termasuk orang yang mempersekutukan Allah, yang menzhalimi diri sendiri dengan kesyirikan dan kemaksiatan. Sekalipun ucapan ini ditujukan kepada Rasul akan tetapi kandungannya ditujukan kepada seluruh umat. |
| وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {١٠٧} |
107. Wahai Rasul, jika Allah berkehendak menimpakan kesulitan dan bencana kepadamu maka tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia berkehendak memberikan kelapangan dan kenikmatan kepadamu maka tidak ada satu pun yang bisa menghalanginya darimu. Allah memberikan kesenangan dan menimpakan kesusahan ke-pada siapa di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dia Maha Pengampun terhadap dosa-dosa siapa yang ber-taubat dan Maha Penyayang terhadap siapa yang beriman dan taat kepada-Nya. |
| قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ {١٠٨} |
108. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang itu: "Telah datang kepada kalian Rasululullah dengan membawa Al-Qur'an yang mengandung penjelasan tentang petunjuk kalian, siapa yang mengikuti petunjuk Allah maka buah perbuatannya itu akan dipetiknya sendiri, adapun siapa yang menyimpang dari kebenaran dan terus-menerus di atas kesesatan maka kesesatan dan bahayanya akan menimpa dirinya sendiri, sedangkan aku bukanlah penanggung jawab yang bertanggung jawab agar kalian menjadi orang-orang yang beriman. Aku hanyalah seorang rasul sekaligus mubaligh yang bertugas menyampaikan risalahku kepada kalian." |
| وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ {١٠٩} |
109. Wahai Rasul, ikutilah wahyu Allah yang diwahyukan kepadamu, amalkan wahyu itu, serta bersabarlah dalam menaati Allah, menjauhi kemaksiatan kepada-Nya, dan menghadapi gangguan yang menyakitimu dalam menyampaikan risalah sehingga Allah membuat keputusan menyangkut persoalan mereka dengan dirimu, sedangkan Dia s adalah sebaik-baik Pembuat ke-putusan, karena hukum yang Dia putuskan mengandung keadilan sempurna. |
 |