 |
| الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ {١} |
1. Segala puji bagi Allah atas sifat-sifat-Nya yang seluruhnya sempurna dan atas nikmat-nikmat-Nya yang lahir maupun batin, yang berhubungan dengan din maupun dunia. Yang telah berkenan memberi karunia dengan menurunkan Al-Qur'an kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu Muhammad dan tidak menjadikan di dalamnya sedikit pun penyimpangan dari kebenaran. |
| قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا {٢} |
2. Kami jadikan ia sebuah kitab yang lurus, tidak ada perselisihan dan kontradiksi di dalamnya, agar hamba dan rasul-Nya itu memberi peringatan orang-orang kafir dari adzab yang keras dari sisi-Nya serta menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih bahwa mereka itu memperoleh pahala besar, yaitu surga. Mereka kekal abadi dalam kenikmatan ini, tidak meninggalkannya selama-lamanya. |
| مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا {٣} |
3. Lihat ayat 2. |
| وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا {٤} |
4. Dan agar ia memperingatkan orang-orang musyrik yang berkata:"Allah telah mengambil seorang anak." |
| مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا {٥} |
5. Orang-orang musyrik itu tidak memiliki ilmu sama sekali tentang ucapan mereka bahwa Allah mengambil anak, sebagaimana ilmu itu juga tidak dimiliki oleh para pendahulu yang mereka ikuti. Sangat buruk ucapan yang keluar dari mulut mereka ini. Tidaklah mereka mengucapkan selain dusta. |
| فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا {٦} |
6. Wahai Rasul, barangkali engkau akan membinasakan dirimu sendiri karena berduka atas berpalingnya kaummu darimu jika mereka tidak mengimani dan mengamalkan Al-Qur'an ini. |
| إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا {٧} |
7. Sungguh, Kami telah menjadikan makhluk-makhluk yang ada di permukaan bumi ini sebagai perhiasan baginya dan kemanfaatan bagi penghuninya, agar Kami menguji mereka: siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya dengan ketaatan kepada Kami dan siapakah yang paling buruk amalnya dengan berbagai kemaksiatan. Masing-masing dari mereka akan Kami beri balasan yang sesuai. |
| وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا {٨} |
8. Sungguh, Kami akan menjadikan perhiasan yang ada di permukaan bumi itu sebagai tanah, tidak ada tumbuhan di atasnya, pada saat kemusnahan dunia. |
| أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا {٩} |
9. Wahai Rasul, jangan menyangka bahwa kisah para pemuda yang tidur di gua (Ashabul Kahfi) dan prasasti yang di dalamnya tertulis nama-nama mereka merupakan tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan dan aneh. Bahkan, penciptaan langit dan bumi beserta apa yang ada di antara keduanya itu lebih menakjubkan dari itu. |
| إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا {١٠} |
10. Wahai Rasul, ingatlah ketika beberapa pe-muda beriman berlindung ke gua karena takut diganggu oleh kaum mereka atau dipaksa beribadah kepada berhala, mereka berdoa: "Wahai Rabb kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau teguhkan hati kami dan Engkau jaga kami dari kejahatan, serta mudahkanlah bagi kami jalan kebenaran yang mengantarkan kami kepada amalan yang Engkau cintai, sehingga kami menjadi orang-orang yang terbim bing, bukan tersesat." |
| فَضَرَبْنَا عَلَىٰ آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا {١١} |
11. Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyak, mereka pun tinggal di dalam gua bertahun-tahun. |
| ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَىٰ لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا {١٢} |
12. Kemudian, Kami bangunkan mereka dari tidur agar Kami tunjukkan kepada manusia apa yang telah Kami ketahui sejak zaman azali, lalu bisa dibedakan manakah di antara dua golongan yang berselisih mengenai masa keberadaan mereka di gua, yang lebih tepat perhitungannya; apakah mereka tinggal dalam waktu sehari, beberapa hari, atau dalam masa yang panjang? |
| نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى {١٣} |
13. Kemudian, wahai Rasul, Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan benar. Sungguh, Ashabul Kahfi itu pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, menjalankan perintah-Nya, dan Kami beri mereka tambahan petunjuk serta keteguhan di atas kebenaran. |
| وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا {١٤} |
14. Kami kuatkan hati mereka dan Kami kokohkan tekad mereka dengan keimanan, ketika mereka berdiri di hadapan raja kafir, sedangkan sang raja mencela mereka karena tidak beribadah kepada berhala-berhala. Mereka pun berkata kepadanya: "Rabb yang kami ibadahi adalah Rabb langit dan bumi. Kami tidak beribadah kepada ilah-ilah selain-Nya. Jika kami berkata selain ini, berarti kami telah berbicara zhalim dan jauh dari kebenaran." |
| هَٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ لَوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ ۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا {١٥} |
15. Kemudian sebagian mereka berkata kepada sebagian lain: "Kaum kita itu telah mengambil ilah-ilah selain Allah. Mengapa mereka tidak mendatangkan dalil yang nyata atas ibadah mereka. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim daripada orang yang membuat kedustaan atas nama Allah dengan menyatakan adanya sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya. |
| وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا {١٦} |
16. Ketika kalian meninggalkan kaum kalian untuk menyelamatkan din dan meninggalkan ilah-ilah yang mereka ibadahi kecuali ibadah kepada Allah, maka berlindunglah ke gua di gunung untuk beribadah kepada Rabb kalian saja, niscaya Rabb kalian melapangkan rahmat-Nya bagi kalian yang meliputi kalian di dunia dan akhirat serta Dia memudahkan urusan kalian sehingga kalian bisa memanfaatkan berbagai sarana bagi kehidupan kalian." |
| وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ۗ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا {١٧} |
17. Ketika mereka melakukan hal itu, Allah memberi mereka tidur dan menjaga mereka. Kaulihat -wahai orang yang melihat mereka- matahari ketika terbit dari timur condong ke arah kanan dari tempat mereka dan ketika tenggelam meninggalkan mereka ke sebelah kiri, mereka nyaman di dalam gua, tidak diganggu oleh panas matahari dan tidak terhalang dari udara. Apa yang Kami lakukan terhadap para pemuda itu merupakan bukti-bukti kekuasaan Allah. Barang siapa diberi taufik oleh Allah untuk mendapat petunjuk dengan ayat-ayat-Nya maka dialah orang yang mendapat taufik kepada kebenaran, adapun barang siapa yang tidak mendapat taufik dari-Nya untuk itu maka engkau tidak akan menemukan penolong yang bisa membimbingnya kepada kebenaran, karena menolong dan membiarkan itu hanya di tangan Allah. |
| وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ ۚ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ ۚ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا {١٨} |
18. Wahai orang yang memperhatikan, kalian menyangka bahwa pemuda-pemuda dalam gua itu bangun, padahal kenyataannya mereka tidur. Kami jaga mereka, dengan mennbolik-balik mereka ketika tidur, kadang-kadang ke sisi kanan, kadang-kadang ke sisi kiri, agar mereka tidak dimakan oleh tanah, sedangkan anjing yang menemani mereka berselonjor di beranda gua, andaikata engkau menyaksikan mereka tentulah engkau berbalik melarikan diri dan dirimu diliputi ketakutan karena melihat mereka. |
| وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۚ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا {١٩} |
19. Sebagaimana mereka Kami tidurkan dan Kami jaga dalam jangka waktu yang panjang ini, mereka juga Kami bangunkan dari tidur dalam keadaan seperti semula, tanpa perubahan, agar sebagian mereka bertanya kepada sebagian lain: "Berapa lama kita tidur di sini?" Sebagian dari mereka berkata: "Kita di sini sehari atau beberapa hari." Pemuda-pemuda lain yang kebingungan berkata: "Serahkanlah ilmu mengenai hal itu kepada Allah, Rabb kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal di sini. Utuslah salah seorang dari kalian membawa uang perak ini ke kota, hendaklah ia memperhatikan siapakah di antara penduduk kota yang paling halal dan baik makanannya? Hendaklah ia mendatangkan makanan dari orang itu dan berhati-hati dalam membeli makanan dari penjual, agar keberadaan kita tidak diketahui, jangan sampai ia memberitahu seorang pun tentang kalian. |
| إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا {٢٠} |
20. Sungguh, jika kaum kalian mengenali kalian, niscaya mereka merajam kalian dengan bebatuan, lalu membunuh kalian atau mengembalikan kalian kepada din mereka maka kalian pun menjadi orang-orang kafir dan gagallah cita-cita kalian masuk surga -jika kalian melakukan itu-selamanya." |
| وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًا ۖ رَبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَىٰ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا {٢١} |
21. Sebagaimana mereka Kami tidurkan bertahun-tahun dan Kami bangunkan sesudahnya, serta Kami tunjukkan penduduk di zaman itu kepada mereka. Setelah penjual mengetahui jenis mata uang yang dibawa utusan mereka —agar manusia mengetahui bahwa janji Allah tentang kebangkitan itu benar dan bahwa Kiamat pasti datang tidak ada keraguan mengenainya— dan ketika orang-orang yang menyaksikan para pemuda Ashabul Kahfi berbeda pendapat tentang Kiamat —sebagian mengimaninya dan sebagian mengingkarinya— Allah jadikan pertemuan mereka dengan para pemuda Ashabul Kahfi sebagai hujah bagi orang-orang beriman atas orang-orang kafir. Setelah keadaan mereka diketahui dan mereka wafat, sebagian orang yang melihat mereka itu ber-kata: "Hendaklah kalian membangun sebuah bangunan di pintu gua ini yang bisa menutupi tubuh mereka dan biarkan mereka seperti adanya! Rabb mereka lebih mengetahui keadaan mereka" Orang-orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh di tengah mereka, berkata:"Sungguh, kita akan membangun masjid untuk beribadah di tempat mereka!" Padahal, Rasulullah telah melarang umatnya menjadikan kuburan para nabi dan orang shalih sebagai masjid. Beliau melaknat siapa yang melakukan hal itu di akhir wasiat beliau kepada umatnya. Sebagaimana beliau juga melarang pembuatan bangunan di atas kubur secara mutlak, juga mengkeramiknya dan membuat tulisan di atasnya, karena hal itu termasuk tindakan berlebihan yang bisa menjurus kepada peribadahan kepada siapa yang ada di dalam kubur. |
| سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا {٢٢} |
22. Sebagian orang yang memperbincangkan mereka dari kalangan ahlukitab akan berkata: "Mereka itu bertiga, yang keempat anjing mereka." Sebagian lain akan berkata: "Mereka berlima, yang keenam anjing mereka." Ucapan kedua golongan ini hanyalah persangkaan tanpa bukti. Segolongan lain akan mengatakan: "Mereka bertujuh, yang kedelapan anjing mereka." Katakan, wahai Rasul: "Rabbku lebih mengetahui tentang jumlah mereka. Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali sedikit manusia. Maka, janganlah mendebat ahlukitab tentang jumlah mereka kecuali dengan perdebatan sepintas yang tidak mendalam, dengan mengisahkan kabar yang kau peroleh berdasarkan wahyu saja dan jangan bertanya kepada mereka mengenai jumlah dan keadaan pemuda Ashabul Kahfi itu, karena mereka tidak mengetahui hal itu. |
| وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا {٢٣} |
23. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau telah bertekad bulat untuk melakukannya: "Sungguh, aku akan melakukan hal itu besok." Kecuali jika kaukaitkan ucapanmu itu dengan kehendak Allah, dengan mengatakan: "Insya Allah." Berdzikirlah dengan menyebut Rabbmu ketika engkau lupa mengucapkan insya Allah. Setiap kali terlupa, berdzikirlah menyebut Allah, karena dzikir kepada Allah itu menghilangkan lupa. Dan katakan: "Semoga Rabbku memberiku petunjuk kepada jalan yang paling dekat yang membawa kepada petunjuk dan kelurusan." |
| إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا {٢٤} |
24. Lihat ayat 23. |
| وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا {٢٥} |
25. Para pemuda itu tinggal di gua dalam keadaan tidur selama tigaratus sembilan tahun. |
| قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا ۖ لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ ۚ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا {٢٦} |
26. Wahai Rasul, jika engkau ditanya tentang berapa lama mereka berada di gua, sedangkan engkau tidak memiliki pengetahuan mengenai hal itu dan tidak mendapat pemberitahuan dari Allah, janganlah menjawab apa pun. Tetapi, katakan: "Allah lebih mengetahui berapa lama mereka tinggal di gua, milik-Nya segala yang gaib di langit dan bumi." Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah jelas pendengaran-Nya! Artinya, betapa menakjubkan kesempurnaan penglihatan, dan pendengaran-Nya serta keluasan pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu. Tidak ada seorang pun selain-Nya, yang bisa mengelola urusan mereka serta tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menetapkan hukum, qadha', dan syariat. |
| وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا {٢٧} |
27. Wahai Rasul, bacalah Al-Qur'an yang diwahyukan Allah kepadamu. Sungguh, ia merupakan kitab yang kalimat-kalimatnya tidak tergantikan karena kebenaran dan keadilannya, dan tidak akan kautemukan tempat bersandar dan tempat berlindung bagimu selain Rabbmu. |
| وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا {٢٨} |
28. Wahai Nabi, sabarkan dirimu bersama sahabat-sahabatmu dari kalangan orang-orang beriman yang fakir, yang beribadah kepada Rabb mereka saja dan berdoa kepada-Nya pada waktu pagi dan sore hari. Mereka berharap dapat melihat wajah-Nya. Duduk dan bergaullah dengan mereka. Jangan kau palingkan pandanganmu kepada orang-orang lain, yaitu orang-orang kafir, karena ingin menikmati perhiasan kehidupan dunia. Jangan kauikuti orang yang telah Kami jadikan hatinya lalai dari mengingat Kami, mengutamakan hawa nafsunya dari pada ketaatan kepada Maulanya, dan keadaan seluruh perbuatannya menjadi sia-sia dan binasa. |
| وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا {٢٩} |
29. Katakan kepada orang-orang yang lalai itu: "Yang kubawa kepada kalian adalah kebenaran dari Rabb kalian. Barang siapa di antara kalian yang ingin mengimani dan mengamalkannya, hendaklah ia melakukan hal-hal yang baik baginya. Adapun siapa yang ingin mengingkari kebenaran ini, silakan ia lakukan, karena tidak ada yang dizhaliminya selain diri sendiri." Sungguh, Kami telah menyiapkan api neraka yang sangat panas bagi orang-orang kafir, yang pagar-pagarnya mengelilingi mereka. Jika orang-orang kafir di neraka itu meminta tolong dengan meminta air karena kehausan, mereka diberi air seperti minyak jelantah yang sangat panas yang membakar wajah mereka. Sungguh buruk, minuman ini, yang tidak menghilangkan dahaga, bahkan memperparahnya, dan sungguh buruk neraka sebagai tempat tinggal. Firman Allah ini mengandung ancaman keras bagi siapa yang berpaling dari kebenaran, yaitu yang tidak beriman kepada risalah Muhammad dan tidak mengamalkan tuntutan-tuntutan ke-imanan itu. |
| إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا {٣٠} |
30. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan amalan-amalan shalih, akan memperoleh pahala yang sangat besar. Kami tidak akan menyia-nyiakan atau mengurangi pahala mereka karena amal kebajikan yang mereka laksanakan. |
| أُولَٰئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۚ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا {٣١} |
31. Mereka, orang-orang yang beriman itu, memperoleh surga-surga yang di dalamnya mereka bertempat tinggal selamanya, dari bawah kamar-kamar dan rumah-rumah mereka mengalir sungai-sungai tawar, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mengenakan pakaian berwarna hijau yang ditenun dari sutera yang tipis dan yang tebal. Mereka di sana bersandar di atas dipan-dipan yang dihiasi dengan tirai-tirai indah. Sungguh, sebaik-baik pahala adalah pahala mereka dan sungguh surga adalah tempat tinggal yang indah bagi mereka. |
| وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا {٣٢} |
32. Wahai Rasul, buatlah bagi orang-orang kafir dari kalangan kaummu perumpamaan dengan dua orang dari kalangan umat terdahulu, salah satunya beriman, sedangkan yang satu lagi kafir. Kami anugerahi si kafir dua buah kebun anggur, yang dikelilingi dengan banyak pohon kurma, dan Kami tumbuhkan di tengah-tengahnya berbagai macam tanaman yang bermanfaat. |
| كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا {٣٣} |
33. Masing-masing dari kedua kebun itu berbuah dan tidak sedikit pun berkurang buahnya. Kami juga membelah kedua kebun itu dengan sebuah sungai yang mengairi keduanya dengan mudah. |
| وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا {٣٤} |
34. Pemilik kedua kebun ini masih memiliki buah dan harta-harta yang lain. Dengan perasaan penuh bangga, ia berkata kepada sahabatnya yang beriman, ketika keduanya dalam perbincangan: "Hartaku lebih banyak daripada hartamu serta pendukung-pendukung dan pembantu-pembantuku lebih kuat daripada pendukung-pendukung dan pembantu-pembantumu." |
| وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا {٣٥} |
35. la memasuki kebunnya, sedangkan ia dalam keadaan menzhalimi diri sendiri dengan kekafirannya kepada Hari Kebangkitan dan keraguannya tentang Hari Kiamat. la pun terkagum-kagum oleh buah-buahannya, dan berkata:"Aku tidak yakin bahwa kebun ini sepanjang hidupku akan musnah. Aku pun tidak yakin kalau Kiamat akan terjadi. Kalau pun ia benar-benar terjadi - seperti yang kaukatakan, wahai orang beriman - dan aku dikembalikan kepada Rabbku, tentulah aku memperoleh tempat kembali yang lebih baik daripada kebun ini, karena kedudukanku yang mulia di sisi-Nya." |
| وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا {٣٦} |
36. Lihat ayat 35. |
| قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا {٣٧} |
37. Perkataannya itu dijawab oleh sahabatnya yang beriman, ketika berbincang dan menasihatinya: "Bagaimana engkau kafir kepada Allah yang telah menciptakanmu dari tanah; dari nutfah kedua orang tua kemudian menyempurnakanmu sebagai manusia dengan badan dan fisik yang seimbang?" Perbincangan ini mengandung petunjuk bahwa Yang Berkuasa memulai penciptaan itu pasti berkuasa pula mengulangi penciptaan. |
| لَٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا {٣٨} |
38. Aku tidak akan berkomentar tentang ucapanmu yang menunjukkan kekafiranmu, tetapi yang ingin kukatakan adalah: "Yang memberi nikmat dan anugerah adalah Allah, satu-satu-Nya Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan seorang pun dalam beribadah kepada-Nya." |
| وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا {٣٩} |
39. Bukankah seharusnya ketika memasuki kebunmu yang membuatmu takjub, engkau memuji Allah dan berkata: "Ini semua atas kehendak Allah kepadaku. Aku tidak memiliki ke-kuatan untuk memperolehnya kecuali dengan pertolongan Allah. Jika kaulihat harta dan anakku lebih sedikit daripada milikmu, bisa jadi Rabb-ku akan memberiku yang lebih baik daripada kebunmu dan mencabut nikmat darimu karena kekafiranmu serta mengirimkan adzab dari langit yang menimpa kebunmu sehingga ia menjadi tanah licin tandus yang tidak bisa dipijak kaki dengan tegak dan tidak ada tanaman yang bisa tumbuh. Atau air yang mengalirinya menjadi surut ke dalam tanah sehingga engkau tidak kuasa mengeluarkannya." |
| فَعَسَىٰ رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا {٤٠} |
40. Lihat ayat 39. |
| أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا {٤١} |
41. Lihat ayat 39. |
| وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا {٤٢} |
42. Ucapan orang beriman itu terbukti dan terjadilah kehancuran pada kebun itu, seluruh yang ada di dalamnya musnah. Sehingga orang kafir itu membolak-balik tangannya karena menyesali biaya yang telah dikeluarkannya untuk kebun itu, sedangkan pepohonannya telah roboh, sebagiannya menimpa sebagian lain. la berkata: "Duhai, andaikata saja aku mengenali nikmat-nikmat dan kekuasaan Allah, sehingga aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." Inilah penyesalan yang dilakukan ketika sudah tidak lagi berguna. |
| وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا {٤٣} |
43. Tidak ada di antara golongan yang dibanggakannya itu yang bisa melindunginya dari hukuman Allah dan ia juga tidak mampu serta tidak memiliki kekuatan untuk melindungi diri sendiri. |
| هُنَالِكَ الْوَلَايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ ۚ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا {٤٤} |
44. Dalam situasi bencana seperti ini, pertolongan hanya milik Allah Yang Mahabenar. Dia adalah Sebaik-baik pemberi pahala dan keadaan akhir yang baik adalah bagi orang-orang beriman yang menjadikan-Nya sebagai Penolong. |
| وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا {٤٥} |
45. Wahai Rasul, buatlah perumpamaan bagi manusia -terutama mereka yang sombong- tentang sifat dunia yang telah menipu mereka, bagaimana keindahannya dan cepat musnahnya. la ibarat air yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengan air itu tumbuhlah berbagai tumbuhan dengan izin-Nya, lantas ia pun menghijau, dan tak lama sesudah itu ia berubah menjadi tumbuhan kering pecah-pecah yang ditiup angin dari segala arah. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, artinya: Dia memiliki kekuasaan agung terhadap segala sesuatu. |
| الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا {٤٦} |
46. Harta dan anak-anak adalah keindahan dan kekuatan di dunia yang fana ini, sedangkan amal shalih —khususnya tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil— pahalanya lebih utama di sisi Rabbmu daripada harta dan anak-anak, amal shalih ini merupakan hal paling utama yang bisa diharapkan pahalanya oleh manusia di sisi Rabbnya, yang dengannya di akhirat ia bisa meraih apa yang senantiasa dicita-citakannya di dunia. |
| وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا {٤٧} |
47. Ingatlah ketika kelak Kami musnahkan gunung-gunung dari tempatnya semula. Kaulihat bumi dengan jelas, tidak ada lagi makhluk-makhluk yang dulu di atasnya menutupinya, dan Kami kumpulkan seluruh generasi terdahulu hingga generasi terakhir untuk dilakukan Hisab. Tidak seorang pun di antara mereka yang Kami tinggalkan. |
| وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا {٤٨} |
48. Mereka dihadapkan kepada Rabb mereka dalam keadaan berbaris, tidak seorang pun dari mereka yang tertutupi. Kami telah membangkitkan kalian dan kalian telah datang kepada Kami sendiri-sendiri, tanpa harta dan anak menyertai kalian, sebagaimana keadaan dulu ketika Kami menciptakan kalian pertama kali. Tetapi kalian dulu menyangka bahwa Kami tidak mungkin menetapkan waktu yang dijanjikan untuk membangkitkan dan membalas kalian atas amal-amal kalian. |
| وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا {٤٩} |
49. Kitab amal milik masing-masing orang diletakkan di sebelah kanan atau kirinya maka kaulihat para pelaku maksiat takut terhadap isi kitab itu disebabkan dosa-dosa yang dulu pernah mereka lakukan, mereka berkata ketika menyaksikannya: "Duhai celakalah kami! Mengapa kitab ini tidak melewatkan sekecil dan sebesar apa pun perbuatan kami, ia pasti menulisnya?" Mereka menemukan semua yang mereka lakukan di dunia hadir tertulis. Rabbmu tidak menzhalimi seorang pun walau seberat dzarah, seorang yang taat tidak akan dikurangi pahalanya dan seorang yang bermaksiat tidak akan ditambah hukumannya. |
| وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا {٥٠} |
50. Ingatlah ketika Kami perintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepada Adam, sebagai penghormatan kepadanya, bukan sebagai ibadah. Kami perintahkan Iblis dengan perintah itu pula, lalu seluruh malaikat bersujud. Tetapi Iblis yang termasuk bangsa jin membangkang dari ketaatan kepada Rabbnya dan tidak bersujud karena sombong dan iri dengki. Apakah kalian, wahai manusia, menjadikan Iblis dan anak cucunya sebagai penolong-penolong bagi kalian yang kalian taati, sementara itu kalian meninggalkan ketaatan kepada-Ku? Padahal mereka adalah musuh bebuyutan kalian! Alangkah buruknya ketaatan orang-orang zhalim itu kepada setan, sebagai pengganti ketaatan mereka kepada Allah Ar-Rahman. |
| مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا {٥١} |
51. Aku tidak menghadirkan Iblis dan anak cucu-nya —yang kalian taati itu— saat penciptaan langit dan bumi, yang memungkinkan Aku meminta pertolongan mereka dalam menciptakan keduanya, dan Aku tidak menghadirkan sebagian mereka dalam penciptaan sebagian lain. Tetapi Aku menciptakan semua itu sendirian, tanpa ada yang membantu, dan Aku tidak akan mengambil setan-setan dan lain-lain yang menyesatkan itu sebagai pembantu. Lalu, bagaimana kalian mengalihkan hak-Ku kepada mereka, kalian jadikan mereka sebagai penolong-penolong selain-Ku, sedangkan Aku adalah Pencipta segala sesuatu? |
| وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ مَوْبِقًا {٥٢} |
52. Ingatkan mereka ketika Allah berfirman kepada orang-orang musyrik pada Hari Kiamat: "Serulah mereka yang dulu kalian anggap sebagai sekutu-sekutu-Ku dalam ibadah agar mereka menolong kalian pada hari ini dari-Ku", maka mereka pun memohon keselamatan kepada sekutu-sekutu itu tetapi sekutu-sekutu itu tidak menyelamatkan mereka dan Kami jadikan antara mereka yang beribadah dan yang diibadahi suatu tempat kebinasaan di Jahanam, yang di tempat itu mereka semua binasa. |
| وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا {٥٣} |
53. Orang-orang yang berdosa menyaksikan neraka, mereka pun yakin bahwa mereka akan masuk ke dalamnya, tidak bisa tidak, dan mereka tidak menemukan jalan untuk berbelok darinya ke tempat lain. |
| وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا {٥٤} |
54. Telah Kami jelaskan dan Kami buat berbagai macam perumpamaan dalam Al-Qur'an ini untuk manusia, agar mereka mengambil pelajaran dan beriman. Namun manusia itu makhluk yang paling suka bertengkar dan berdebat. |
| وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا {٥٥} |
55. Tidak ada yang mencegah manusia dari keimanan -ketika Rasul, yaitu Muhammad datang membawa Al-Qur'an kepada mereka- dan dari istighfar untuk memohon ampunan Rabb mereka kecuali penentangan mereka ter-hadap Rasul dan tantangan mereka agar me-reka ditimpa sunatullah dalam dibinasakannya orang-orang terdahulu atau ditimpanya mereka adzab dari Allah di depan mata. |
| وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۚ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ ۖ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا {٥٦} |
56. Tidaklah Kami utus para rasul kepada manusia kecuali agar mereka menjadi penyampai kabar gembira dengan surga bagi orang-orang beriman dan beramal shalih serta pemberi ancaman dengan neraka kepada orang-orang kafir dan pelaku maksiat. Meskipun kebenaran itu jelas, tetapi orang-orang kafir membantah rasul-rasul mereka dengan cara batil sebagai wujud sikap keras kepala mereka, agar dengan kebatilan itu mereka bisa menghilangkan kebenaran yang dibawa oleh Rasul. Mereka menjadikan kitab-Ku dan hujah-hujah-Ku, serta adzab yang diancamkan kepada mereka itu sebagai bahan olokan dan ejekan. |
| وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ ۚ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۖ وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا {٥٧} |
57. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim dari orang yang dinasihati dengan ayat-ayat Rabbnya yang jelas, lalu ia berpaling darinya kepada kebatilan dan melupakan perbuatan-perbuatan buruk yang telah dilakukannya, tidak bertaubat darinya. Sungguh, Kami jadikan penutup di hati mereka sehingga mereka tidak memahami Al-Qur'an dan tidak mengetahui kebaikan yang terkandung di dalamnya. Kami jadikan di telinga mereka semacam sumbatan sehingga mereka tidak mendengarkannya dan tidak mengambil manfaat darinya. Jika kauajak mereka kepada keimanan maka mereka tidak akan menyambut ajakanmu itu dan tidak akan mengikuti petunjuk kepada keimanan itu, selamanya. |
| وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًا {٥٨} |
58. Rabbmu Maha Pengampun terhadap dosa hamba-hamba-Nya jika mereka bertaubat, Memiliki rahmat bagi mereka. Andaikata Dia menghukum orang-orang yang berpa ling dari ayat-ayat-Nya lantaran dosa-dosa yang mereka perbuat, tentulah Dia bisa menyegerakan adzab mereka. Akan tetapi, Dia Maha santun, tidak segera menjatuhkan hukuman. Mereka memiliki waktu yang dijanjikan untuk mendapat balasan amal, yang tidak mungkin ditunda atau dihindari. |
| وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا {٥٩} |
59. Negeri-negeri yang berdekatan dengan kalian -yaitu negeri kaum Hud, Shalih, Luth, dan Syuaib- itu telah Kami binasakan ketika penduduknya berbuat zhalim dengan kekafiran, dan Kami tetapkan untuk kebinasaan mereka itu waktu yang ditentukan, ketika sampai pada waktu tersebut niscaya adzab itu datang kepada mereka lalu Allah membinasakan mereka dengannya. |
| وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا {٦٠} |
60. Ingatlah ketika Musa berkata kepada pelayannya, yaitu Yusya' bin Nun: "Aku akan terus melanjutkan perjalanan sehingga sampai di tempat pertemuan dua lautan atau aku berjalan terus dalam waktu lama sehingga sampai pada seorang hamba shalih untuk belajar kepadanya tentang ilmu yang tidak kumiliki." |
| فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا {٦١} |
61. Keduanya melakukan perjalanan yang melelahkan. Ketika sampai di tempat pertemuan antara dua laut, keduanya duduk di atas batu besar dan lalai akan ikan mereka yang Musa diperintahkan membawanya sebagai bekal makanan. Dan ikan itu dibawa oleh Yusya' di keranjang, namun tiba-tiba ikan itu hidup lagi dan melompat turun ke laut dan mengambil jalan yang terbuka baginya di lautan. |
| فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا {٦٢} |
62. Setelah meninggalkan tempat di mana mereka berdua lalai akan ikan tersebut, Musa merasa lapar. la berkata kepada pelayannya: "Bawalah kemari makan siang kita! Kita telah merasakan lelah dari perjalanan kita ini." |
| قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ ۚ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا {٦٣} |
63. Pelayannya berkata kepadanya: "Ingatkah engkau ketika kita berada di atas batu tempat kita beristirahat? Aku terlupa memberitahumu apa yang terjadi pada ikan tersebut. Tidak ada yang melupakan aku untuk menceritakan hal itu kepadamu selain setan. Sungguh, ikan yang mati itu hidup lagi dan melompat ke laut dan mengambil jalannya di laut. Peristiwa ini benar-benar menakjubkan!" |
| قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَارْتَدَّا عَلَىٰ آثَارِهِمَا قَصَصًا {٦٤} |
64. Musa berkata: "Apa yang terjadi itulah yang kita cari. Itu tanda tempat keberadaan hamba yang shalih itu." Keduanya pun kembali menyusuri jejak perjalanan mereka hingga sampai di batu tersebut. |
| فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا {٦٥} |
65. Di sana keduanya mendapati seorang hamba Kami yang shalih, yaitu Khidhir -salah seorang nabi Allah yang kini telah wafat-, telah Kami beri dan Kami ajari dia dari sisi Kami sebuah ilmu yang agung. |
| قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا {٦٦} |
66. Musa mengucapkan salam dan berkata kepadanya: "Apakah engkau mengizinkanku untuk mengikutimu agar kauajarkan kepadaku ilmu yang telah diajarkan oleh Allah kepadamu yang bisa kujadikan sebagai petun-juk dan manfaat?" |
| قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا {٦٧} |
67. Khidhir berkata kepadanya: "Wahai Musa, engkau tidak akan mampu bersabar mengikutiku dan bermulazamah denganku. |
| وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا {٦٨} |
68. Bagaimana engkau akan bersabar terhadap tindakanku yang merupakan perkara yang tidak kaumengerti, yang diajarkan Allah kepadaku?" |
| قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا {٦٩} |
69. Musa berkata kepadanya: "Insya Allah, akan kaudapati aku seorang yang bersabar terhadap hal-hal yang kulihat pada dirimu dan tidak akan menyelisihi perintah yang kauperintahkan kepadaku." |
| قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا {٧٠} |
70. Khidhir setuju dan berkata kepadanya: "Jika engkau mengikutiku, jangan bertanya kepadaku tentang sesuatu yang kaurasa salah, sampai kujelaskan kepadamu persoalan yang tak kauketahui itu tanpa bertanya." |
| فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا {٧١} |
71. Keduanya pun berangkat berjalan menyusuri pantai. Lewatlah sebuah kapal di hadapan keduanya. Keduanya meminta tumpangan di kapal itu. Setelah naik ke kapal, Khidhir mencabut sebuah papan kapal, sehingga membuat kapal itu bocor. Musa bertanya kepadanya: "Apakah engkau membocorkan perahu agar penumpangnya tenggelam, padahal mereka telah memberi kita tumpangan tanpa membayar? Sungguh, engkau telah melakukan perbuatan yang merupakan kesalahan besar." |
| قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا {٧٢} |
72. Khidhir berkata kepadanya: "Sudah kukatakan kepa-damu sejak semula, engkau tidak akan bisa bersabar menemaniku." |
| قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا {٧٣} |
73. Musa berkata seraya meminta maaf: "Jangan meng-hukumku karena aku lupa kepada syarat yang telah kau tetapkan untukku dan jangan kau bebani aku sesuatu yang berat dalam belajarku kepadamu; perlakukan aku dengan mudah dan lembut." |
| فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا {٧٤} |
74. Khidhir menerima permintaan maafnya. Kemudian, keduanya keluar dari kapal. Ketika sedang berjalan di pantai, keduanya melihat seorang anak yang sedang bermain bersama anak-anak lainnya. Khidhir pun membunuhnya. Musa kembali mempersalahkannya dan berkata: "Bagaimana engkau membunuh seorang jiwa suci yang belum mencapai usia mukalaf, sedangkan tidak boleh kaubunuh seseorang kecuali engkau berhak melakukannya? Sungguh, engkau telah melakukan sebuah kesalahan besar." |
| قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا {٧٥} |
75. Khidhir berkata mencela dan mengingatkan Musa: "Bukankah telah kukatakan bahwa engkau tidak akan bisa bersabar bersamaku karena melihat tindakan-tindakanku yang engkau belum memiliki pengetahuan mengenainya?" |
| قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلَا تُصَاحِبْنِي ۖ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا {٧٦} |
76. Musa berkata kepadanya:lika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah pertanyaan kali ini maka tinggalkan dan jangan temani aku lagi. Engkau telah cukup memberiku maaf, tidak kurang, karena engkau telah memberitahuku bahwa aku tidak akan mampu bersabar ber-samamu." |
| فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا {٧٧} |
77. Musa dan Khidhir pun pergi hingga men-datangi penduduk sebuah desa. Keduanya meminta makanan kepada mereka sebagai jamuan tamu, namun penduduk desa itu tidak mau menerima keduanya sebagai tamu, lalu keduanya menemukan sebuah bangunan miring yang nyaris runtuh di sana maka Khidhir meluruskan kemiringan bangunan itu sehingga bangunan itu kembali tegak. Musa berkata kepadanya: "Andaikata engkau mau tentu eng-kau bisa meminta upah atas pekerjaan ini yang bisa kaugunakan untuk memperoleh makanan kita karena mereka tidak mau menerima kita sebagai tamu." |
| قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا {٧٨} |
78. Khidhir berkata kepada Musa: "Inilah waktu perpisahan antara aku dan kamu, akan kuberitahukan kepadamu tindakan-tindakanku yang kaukecam dan yang engkau tidak mampu bersabar untuk tidak menanyakannya kepadaku dan mencelaku karenanya. |
| أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا {٧٩} |
79. Adapun perahu yang kubocorkan sesungguhnya adalah perahu milik orang-orang miskin yang mereka gunakan bekerja di laut untuk mencari rezeki. Aku ingin membuat cacat perahu itu dengan melubanginya, karena di depan mereka ada seorang raja yang merampas setiap perahu yang baik dari para pemiliknya. |
| وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا {٨٠} |
80. Adapun anak kecil yang kubunuh, di dalam ilmu Allah ia adalah seorang kafir, sedangkan ayah ibunya mukmin maka kami khawatir jika anak kecil itu tetap hidup ia akan membawa kedua orangtuanya kepada kekafiran dan kesesatan, karena kecintaan atau kebutuhan keduanya kepadanya. |
| فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا {٨١} |
81. Kami ingin agar Allah mengganti untuk kedua orang tuanya seorang anak yang lebih baik darinya, dalam arti lebih shalih, beragama, dan berbakti kepada keduanya. |
| وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا {٨٢} |
82. Adapun dinding miring yang kutegakkan itu milik dua orang anak yatim di desa itu, di bawah dinding itu terdapat harta simpanan milik mereka berdua berupa emas dan perak, sedangkan ayah mereka seorang laki-laki shalih. Rabbmu menghendaki agar mereka kelak mencapai usia dewasa dan badan mereka kuat, lalu mereka mengeluarkan harta simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu kepada mereka. Wahai Musa, aku tidak melakukan semua yang kaulihat itu berdasarkan perintahku dan keinginanku sendiri, tetapi aku melakukannya karena perintah Allah. Semua sebab perbuatan yang telah kujelaskan itu adalah akhir semua urusan yang engkau tidak bisa bersabar untuk tidak mempertanyakannya kepadaku dan mengecamku karenanya. |
| وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ ۖ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا {٨٣} |
83. Wahai Rasul, orang-orang musyrik dari kaummu itu bertanya kepadamu tentang berita Dzulqarnain, seorang raja yang shalih. Katakan kepada mereka: "Aku akan mengisahkannya kepada kalian sebagai sebuah peringatan yang bisa kalian ambil pelajarannya." |
| إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا {٨٤} |
84. Sungguh, telah Kami berikan kepadanya kekuasaan di bumi dan Kami berikan pula kepadanya sebab-sebab dan jalan-jalan menuju berbagai hal yang dijadikannya sebagai sarana untuk menaklukkan kota-kota, mengalahkan musuh, dan sebagainya yang diinginkannya. |
| فَأَتْبَعَ سَبَبًا {٨٥} |
85. la menempuh sebab-sebab dan jalan-jalan itu dengan kesungguhan. |
| حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا {٨٦} |
86. Sehingga ketika Dzulqarnain sampai di tempat tenggelamnya matahari, didapatinya dalam penglihatan mata seakan-akan matahari itu tenggelam di sebuah mata air panas yang berlumpur hitam dan ia menemukan sekelompok orang di tempat tenggelamnya. Kami katakan: "Wahai Dzulqarnain, terserah apakah engkau akan mengadzab mereka dengan membunuh atau lainnya jika mereka tidak mau mengakui tauhidullah ataukah engkau akan berbuat baik kepada mereka, kauajarkan petunjuk dan kaukenalkan jalan lurus kepada mereka." |
| قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا {٨٧} |
87. Dzulqarnain berkata: "Adapun siapa di antara mereka yang berbuat zhalim terhadap dirinya dengan kafir kepada Rabbnya maka pasti kami akan mengadzabnya di dunia, kemudian ia akan kembali kepada Rabbnya untuk menerima adzab-Nya yang dahsyat di neraka Jahanam. |
| وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَىٰ ۖ وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا {٨٨} |
88. Adapun siapa di antara mereka yang beriman kepada Rabbnya, percaya kepada-Nya, menauhidkan-Nya, dan beramal ketaatan kepada-Nya maka ia mendapat surga sebagai balasan dari Allah, kami akan memperlakukannya dengan baik, berbicara lembut kepadanya, dan memudahkan urusannya dalam muamalah." |
| ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا {٨٩} |
89. Kemudian Dzulqarnain kembali ke timur mengikuti jalan-jalan yang telah diberikan Allah kepadanya. |
| حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَىٰ قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا {٩٠} |
90. Sehingga ketika ia sampai di tempat terbitnya matahari, ia mendapati matahari itu terbit pada sekelompok orang yang tidak memiliki bangunan yang menutup mereka dan tidak memiliki pepohonan yang menaungi mereka dari sinar matahari. |
| كَذَٰلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا {٩١} |
91. Demikianlah, ilmu Kami telah meliputi seluruh kebaikan dan sebab-sebab besar yang ada padanya, ke mana pun ia menghadap dan berjalan. |
| ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا {٩٢} |
92. Kemudian Dzulqarnain berjalan melalui jalan-jalan dan sebab-sebab yang Kami berikan kepadanya. |
| حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا {٩٣} |
93. Sehingga ketika ia sampai di suatu tempat di antara dua gunung yang menghalangi wilayah di belakang keduanya, ia menemukan sekelompok orang di hadapan kedua gunung itu, mereka itu hampir-hampir tidak mengerti ucapan orang lain. |
| قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا {٩٤} |
94. Mereka berkata: "Wahai Dzulqarnain, Ya'juj dan Ma'juj —dua bangsa besar dari keturunan Adam— benar-benar berbuat kerusakan di bumi dengan membinasakan tanaman dan keturunan. Maukah Kami berikan upah kepadamu, Kami kumpulkah harta untukmu agar engkau membuat pembatas yang akan menghalangi antara kami dan mereka?" |
| قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا {٩٥} |
95. Dzulqarnain berkata: "Kerajaan dan kekuasaan yang diberikan Rabbku kepadaku lebih baik bagiku dari pada harta kalian. Bantulah aku dengan kekuatan kalian, niscaya kubuatkan sebuah tembok pembatas antara kalian dan mereka." |
| آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا {٩٦} |
96. "Berikan kepadaku potongan-potongan besi!" Setelah mereka mendatangkannya dan menyusunnya setinggi dua gunung itu, ia berkata kepada para pekerja: "Nyalakan api!" Sehingga ketika seluruh besi itu berubah menjadi api, ia berkata: "Berikan kepadaku tembaga untuk kutuangkan ke atasnya!" |
| فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا {٩٧} |
97. Maka Ya'juj dan Ma'juj tidak mampu lagi menaiki tembok pembatas itu karena tinggi dan licinnya, mereka juga tidak mampu melubanginya dari bawah karena luas dan kuatnya. |
| قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي ۖ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا {٩٨} |
98. Dzulqarnain berkata: "Tembok yang kubangun untuk mencegah kerusakan Ya'juj dan Ma'juj ini merupakan rahmat dari Rabbku kepada manusia. Jika janji Rabbku telah tiba tentang keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dijadikannya dinding itu hancur rata dengan tanah. Janji Rabbku pasti benar." |
| وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا {٩٩} |
99. Pada masa itu Kami biarkan Ya'juj dan Ma'juj —pada hari kedatangan janji Kami— bergelombang, sebagian mereka bercampur dengan sebagian lain karena banyaknya mereka dan sangkakala kebangkitan ditiup, lalu kami kumpulkan seluruh manusia untuk menghadapi Hisab dan Pembalasan. |
| وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا {١٠٠} |
100. Kami tampakkan Jahanam di hadapan orang-orang kafir untuk memperlihatkan kepada mereka buruknya nasib akhir mereka. |
| الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا {١٠١} |
101. Yaitu orang-orang yang ketika di dunia mata mereka tertutup dari peringatan-Ku sehingga tidak mampu membaca ayat-ayat-Ku dan mereka tidak mampu mendengar hujah-hujah-Ku yang mengantarkan kepada keimanan kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku. |
| أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا {١٠٢} |
102. Apakah orang-orang yang kafir kepada-Ku menyangka bahwa mereka dapat menjadikan hamba-hamba-Ku sebagai ilah-ilah selain-Ku agar menjadi wali-wali bagi mereka? Sungguh, Kami telah menyiapkan neraka Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang zhalim. |
| قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا {١٠٣} |
103. Wahai Rasul, katakan sebagai peringatan bagi seluruh manusia: "Maukah kuberitahukan kepada kalian orang-orang yang paling merugi amal mereka?" |
| الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا {١٠٤} |
104. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang amalan mereka hilang di kehidupan dunia —yaitu orang-orang musyrik dari kalangan kaummu dan lain-lain yang tersesat dari jalan yang lurus sehingga tidak berada di atas petunjuk dan kebenaran—sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat baik. |
| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا {١٠٥} |
105. Orang-orang yang merugi amal mereka itu adalah orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Rabb mereka serta mengingkari perjumpaan dengan-Nya pada Hari Kiamat sehingga amal-amal mereka terhapus disebabkan oleh kekafiran mereka dan sehingga pada Hari Kiamat Kami tidak memberikan nilai kepada mereka. |
| ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا {١٠٦} |
106. Yang tersebut itu, yaitu penghapusan amal mereka, balasan mereka adalah neraka Jahanam disebabkan oleh kekafiran mereka dan tindakan mereka menjadikan ayat-ayat-Nya dan hujah-hujah para rasul-Nya sebagai bahan ejekan. |
| إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا {١٠٧} |
107. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada-Ku, memercayai rasul-rasul-Ku, dan beramal shalih itu akan memperoleh tempat tinggal di surga yang paling tinggi dan paling utama. |
| خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا {١٠٨} |
108. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak ingin berpindah darinya karena keinginan dan cinta mereka kepadanya. |
| قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا {١٠٩} |
109. Wahai Rasul, katakan: "Andaikata air laut menjadi tinta yang digunakan untuk menulis kalam Allah, niscaya air laut itu akan habis sebelum kalimat-kalimat Allah habis, sekalipun Kami mendatangkan tambahan lautan-lautan yang seperti laut tersebut. Ayat ini menetapkan sifat kardm (berbicara) bagi Allah secara hakiki, sesuai dengan kelayakan bagi keagungan dan kesempurnaan-Nya. |
| قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا {١١٠} |
110. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu: "Aku hanyalah seorang manusia seperti kalian yang menerima wahyu dari Rabbku bahwa ilah kalian adalah Ilah Yang Esa. Barang siapa yang takut kepada adzab Rabbnya dan mengharap pahala-Nya pada hari perjumpaan dengan-Nya, hendaklah melaksanakan amal shalih untuk Rabbnya sesuai dengan syariat-Nya dan janganlah menyekutukan satu pun selain-Nya dalam beribadah kepada-Nya." |
 |