 |
| اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ {١} |
1. Sudah dekat waktu penghisaban manusia terhadap perbuatan yang pernah mereka lakukan. Sekalipun demikian orang-orang kafir hidup dalam keadaan lalai terhadap hakikat ini, berpaling dari peringatan ini. |
| مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ {٢} |
2. Tidaklah sebagian Al-Qur'an yang turun dibacakan kepada mereka untuk menyampaikan peringatan baru kecuali mereka mendengarnya sambil bermain dan berolok-olok. |
| لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ {٣} |
3. Hati mereka melalaikan Alqur'anul Karim, sibuk dengan kebatilan-kebatilan dan syahwat-syahwat dunia. Mereka tidak memikirkan kandungan yang ada di dalamnya. Bahkan, orang-orang zhalim dari kalangan Quraisy berkumpul membahas sebuah urusan rahasia: yaitu menyebar luaskan hal-hal yang menghalangi manusia dari keimanan kepada Muhammad -bahwa ia manusia biasa seperti mereka, tidak berbeda sedikit pun dari mereka dan bahwa Al-Qur'an yang dibawanya adalah sihir. Mereka berkata: "Bagaimana kalian datang dan mengikutinya, sedangkan kalian melihat bahwa dia adalah manusia seperti kalian?" |
| قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٤} |
4. Nabi mengembalikan perkara ini kepada Rabbnya ia berkata: "Rabbku mengetahui ucapan di langit dan bumi, mengetahui perkataan kalian yang kalian rahasiakan. Dia Maha Mendengar ucapan kalian dan Maha Mengetahui keadaan kalian."Ini mengandung ancaman bagi mereka. |
| بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ {٥} |
5. Bahkan orang-orang kafir mengingkari Al-Qur'an, sebagian mengatakan: "Sungguh, ia adalah mimpi-mimpi rancu yang tidak memiliki hakikat," sebagian mengatakan: "Sungguh, ia adalah kebohongan, bukan wahyu," dan sebagian lagi mengatakan: "Sungguh, Muhammad adalah seorang penyair, yang dibawanya ini syair, jika ia menginginkan kita agar memercayainya maka hendaklah ia mendatangkan kepada kita sebuah mukjizat kongkrit seperti unta Shalih, mukjizat-mukjizat Musa dan Isa, serta mukjizat-mukjizatyang dibawa oleh para rasul sebelumnya." |
| مَا آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ {٦} |
6. Sebelum orang-orang kafir Mekah, tiada beriman penduduk satu negeri pun yang meminta mukjizat kepada rasul dan mukjizat itu terwujud, tetapi mereka justru mendustakan sehingga Kami binasakan. Apakah orang-orang kafir Mekah akan beriman jika mukjizat-mukjizat yang mereka minta itu terwujudkan? Sama sekali tidak, sungguh mereka tidak beriman. |
| وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ {٧} |
7. Wahai Rasul, tidaklah Kami mengutus rasul sebelummu kecuali laki-laki dari kalangan manusia yang Kami beri wahyu. Kami tidak mengutus para malaikat sebagai rasul. Wahai penduduk Mekah, bertanyalah kalian kepada orang-orang yang memiliki ilmu tentang kitab-kitab yang diturunkan terdahulu, jika kalian tidak tahu tentang hal itu. |
| وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ {٨} |
8. Kami tidak menjadikan para rasul sebelummu itu keluar dari karakter manusia, seperti tidak membutuhkan makan dan minum. Mereka juga tidak kekal yang berarti tidak mengalami kematian. |
| ثُمَّ صَدَقْنَاهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْنَاهُمْ وَمَنْ نَشَاءُ وَأَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِينَ {٩} |
9. Kemudian Kami penuhi janji Kami untuk memberikan pertolongan dan keselamatan kepada para nabi dan para pengikut mereka dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas terhadap diri sendiri dengan kekafiran kepada Rabb mereka. |
| لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {١٠} |
10. Kami telah menurunkan Al-Qur'an ini kepada kalian, di dalamnya terdapat kemuliaan kalian di dunia dan akhirat jika kalian mengambil pelajaran darinya, tidakkah kalian memahami kelebihan karunia yang Kuberikan kepada kalian melebihi yang lain? |
| وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ {١١} |
11. Betapa banyak negeri yang penduduknya zhalim dengan kekafiran mereka kepada apa yang dibawa oleh rasul-rasul mereka, lalu mereka Kami binasakan dengan adzab yang memusnahkan mereka semua dan Kami ciptakan sesudah mereka kaum yang lain. |
| فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَرْكُضُونَ {١٢} |
12. Ketika orang-orang zhalim itu melihat adzab Kami yang keras turun kepada mereka dan mereka telah menyaksikan tanda-tanda awalnya, tiba-tiba mereka segera melarikan diri dari negeri mereka. |
| لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَاكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْأَلُونَ {١٣} |
13. Maka dalam kondisi ini, mereka diseru: "Kalian jangan lari dan kembalilah kepada kesenangan dunia kalian yang melalaikan dan rumah-rumah kalian yang dibangun kokoh itu, barangkali kalian akan ditanya sedikit tentang dunia kalian." Ucapan ini merupakan ejekan terhadap mereka. |
| قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ {١٤} |
14. Mereka tidak memiliki jawaban apa pun selain mengakui dosa mereka dan berkata: "Duhai, binasalah kami, kami telah menzhalimi diri sendiri dengan kekafiran kami." |
| فَمَا زَالَتْ تِلْكَ دَعْوَاهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا خَامِدِينَ {١٥} |
15. Ucapan —yaitu doa kebinasaan untuk diri sendiri dan pengakuan zhalim— itu terus menjadi doa yang mereka ulang-ulang sampai Kami jadikan mereka seperti tanaman mati? yang dituai, mati tanpa kehidupan. Maka kalian yang menerima pembicaraan ini hendaklah waspada jangan sampai terus-menerus mendustakan Muhammad sehingga ditimpa apa yang pernah menimpa umat-umat sebelum kalian. |
| وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ {١٦} |
16. Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya sia-sia tak berguna, tetapi untuk menegakkan hujah kepada kalian —wahai manusia— agar kalian menjadikan semua itu sebagai pelajaran sehingga kalian mengetahui bahwa yang menciptakan itu tidak diserupai oleh apa pun dan tidak ada yang layak diibadahi selain-Nya. |
| لَوْ أَرَدْنَا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْوًا لَاتَّخَذْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فَاعِلِينَ {١٧} |
17. Andaikata Kami ingin membuat suatu kesenangan berupa anak atau istri, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, bukan dari sisi kalian. Kami tidak mungkin melakukan itu karena tidak mungkin kami beranak dan beristri. |
| بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ {١٨} |
18. Dan kalian, wahai orang-orang musyrik, memperoleh adzab di akhirat disebabkan kalian menyifati Rabb kalian dengan sifat yang tidak layak bagi-Nya. |
| وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ {١٩} |
19. Milik Allah siapa saja yang ada di langit dan bumi; adapun para malaikatyang ada di sisi-Nya tidak sombong dan tidak bosan beribadah kepada-Nya. Lalu, bagaimana hamba dan makhluk-Nya boleh dipersekutukan dengan-Nya? |
| يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ {٢٠} |
20. Mereka senantiasa berdzikir dan memaha-sucikan-Nya tanpa lelah dan bosan. |
| أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ {٢١} |
21. Bagaimana orang-orang musyrik dibenarkan menjadikan ilah-ilah yang lemah dari bumi, yang tidak kuasa menghidupkan mereka yang mati? |
| لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ {٢٢} |
22. Andaikata di langit dan bumi terdapat ilah-ilah selain Allah yang mengelola urusan keduanya, tentu akan rusaklah sistem pada keduanya. Mahasuci dan Mahaqudus Allah dari segala kebohongan dan kekurangan yang disifatkan oleh orang-orang yang ingkar dan kafir. |
| لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ {٢٣} |
23. Salah satu bukti keesaan-Nya dalam menciptakan dan hak diibadahi adalah bahwa Dia tidak ditanya tentang keputusan-Nya terhadap ciptaan-Nya sedangkan seluruh ciptaan-Nya ditanya tentang perbuatan mereka. |
| أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِي ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُمْ مُعْرِضُونَ {٢٤} |
24. Apakah orang-orang musyrik itu menjadikan ilah-ilah selain Allah yang tidak memberi manfaat dan mudharat serta tidak menghidupkan dan mematikan? Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Tunjukkanlah hujah yang kalian miliki mengenai apa yang kalian jadikan sebagai ilah, di dalam Al-Qur'an yang kubawa, dan dalam kitab-kitab terdahulu tidak terdapat dalil mengenai keyakinan kalian ini." Mereka tidak berbuat syirik kecuali karena kebodohan dan taklid maka mereka berpaling dari kebenaran dan menolaknya. |
| وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ {٢٥} |
25. Wahai Rasul, tidak ada seorang rasul pun yang Kami utus sebelummu kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang diibadahi secara benar kecuali Allah maka murnikanlah ibadah hanya kepada-Nya. |
| وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ {٢٦} |
26. Orang-orang musyrik berkata: "Yang Maha Pemurah (Allah) itu memiliki anak, "karena mereka menganggap bahwa para malaikat itu putri-putri Allah. Mahasuci Allah dari hal itu, para malaikat adalah hamba-hamba Allah yang didekatkan dan mendapat berbagai keutamaan khusus, selain taat dengan baik, para malaikat juga tidak berbicara kecuali yang diperintahkan oleh Rabb mereka dan tidak melakukan suatu perbuatan sehingga mendapat izin. |
| لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ {٢٧} |
27. Lihat ayat 26 |
| يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ {٢٨} |
28. Tidak ada perbuatan para malaikat yang terdahulu maupun akan datang kecuali diketahui dan dihitung oleh Allah mereka tidak akan lancang memberikan syafaat kecuali kepada siapa yang telah diridhai Allah untuk mereka beri syafaat dan karena takut kepada Allah, mereka selalu berhati-hati agar tidak melanggar perintah dan larangan-Nya. |
| وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَٰهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ {٢٩} |
29. Siapa di antara para malaikat yang mengaku sebagai ilah bersama Allah —sebagai sebuah pengandaian— maka balasannya adalah Jahanam. Balasan seperti itulah yang Kami berikan kepada setiap orang yang zhalim dan musyrik. |
| أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ {٣٠} |
30. Belum tahukah orang-orang kafir itu bahwa langit dan bumi itu dulunya menyatu, tidak ada pemisah antara keduanya, tidak ada hujan yang turun dari langit dan tidak ada tumbuhan yang tumbuh di bumi? Lalu Kami pisahkan keduanya dengan kekuasaan Kami; Kami turunkan hujan dari langit, Kami tumbuhkan tumbuhan dari bumi, dan Kami ciptakan setiap makhluk hidup dari air. Tidakkah orang-orang yang ingkar itu beriman membenarkan segala yang mereka saksikan dan beribadah hanya kepada Allah? |
| وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ {٣١} |
31. Kami ciptakan di bumi gunung-gunung yang menguatkannya agar tidak berguncang dan Kami jadikan di sana jalan-jalan yang luas agar menjadi petunjuk manusia kepada sarana kehidupan mereka dan kepada pentauhidan mereka terhadap Pencipta mereka. |
| وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ {٣٢} |
32. Kami jadikan langit sebagai atap bagi bumi tanpa disangga oleh tiang dan ia terjaga tidak runtuh dan tidak bisa ditembus oleh setan. Sedangkan orang-orang kafir lalai tidak mengambil pelajaran dari tanda-tanda di langit (matahari, bulan, dan bintang) serta tidak berpikir mengenainya. |
| وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ {٣٣} |
33. Allah Yang menciptakan malam agar di dalamnya manusia memperoleh ketenangan dan siang agar di dalamnya mereka mencari penghidupan. Dia juga menciptakan matahari sebagai tanda kekuasaan-Nya di siang hari dan bulan sebagai tanda kekuasaan-Nya di malam hari. Masing-masing memiliki orbit tempat beredar yang tidak akan ditinggalkannya. |
| وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ {٣٤} |
34. Wahai Rasul, Kami tidak pernah memberikan keabadian di dunia kepada seorang pun sebelummu. Apakah jika engkau mati mereka berharap akan kekal sesudahmu? Itu tidak akan terjadi. Ayat ini mengandung dalil bahwa Khidir telah wafat, karena dia manusia. |
| كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ {٣٥} |
35. Setiap jiwa pasti merasakan kematian betapa pun usia yang diberikan kepadanya di dunia. Keberadaannya di kehidupan ini hanyalah untuk menjalani ujian dengan beban-beban perintah dan larangan serta dengan perubahan kondisi baik dan buruk, kemudian tempat kembali sesudah itu adalah kepada Allah saja untuk menerima Hisab dan Pembalasan. |
| وَإِذَا رَآكَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ هُمْ كَافِرُونَ {٣٦} |
36. Wahai Rasul, jika orang-orang kafir melihatmu, mereka menunjuk kepadamu sambil mengejekmu dengan ucapan sebagian mereka kepada sebagian lain: "Inikah laki-laki yang mencela ilah-ilah kalian?" Mereka ingkar kepada Ar-Rahman, nikmat-nikmat-Nya, serta Al-Qur'an dan petunjuk yang diturunkan-Nya. |
| خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ {٣٧} |
37. Manusia itu diciptakan dengan sifat tergesa-gesa, buru-buru dalam segala hal, dan ingin mempercepat kejadiannya. Orang-orang Quraisy juga ingin disegerakan datangnya adzab dan merasa turunnya adzab itu terlalu lambat maka Allah memperingatkan mereka bahwa Dia akan memperlihatkan kepada mereka adzab yang mereka ingin segerakan itu, karena itu janganlah mereka meminta kepada Allah agar mempercepatnya. |
| وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٣٨} |
38. Orang-orang kafir berkata —seraya menantang disegerakannya adzab sebagai ejekan: "Kapankah apa yang kau janjikan kepada kami ini terjadi, wahai Muhammad, jika engkau dan para pengikutmu termasuk orang-orang yang benar?" |
| لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ {٣٩} |
39. Andaikata orang-orang kafir itu tahu apa yang akan mereka alami ketika mereka tidak mampu mencegah api neraka dari wajah dan punggung mereka serta ketika mereka tidak menemukan penolong yang menolong mereka, tentulah mereka tidak berlarut-larut dalam kekafiran dan tidak menantang disegerakannya adzab. |
| بَلْ تَأْتِيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ {٤٠} |
40. Kiamat itu pasti datang kepada mereka dengan tiba-tiba sehingga pada saat itu mereka akan kebingungan, mengalami ketakutan luar biasa, tidak mampu mencegah adzab dari diri mereka, dan tidak diberi kesempatan untuk melakukan taubat atau menyampaikan alasan. |
| وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {٤١} |
41. Para rasul sebelummu telah dicemooh, lalu orang-orang yang selalu mencemooh itu tertimpa adzab yang biasanya menjadi bahan cemoohan dan ejekan mereka. |
| قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ {٤٢} |
42. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang menantang disegerakannya adzab itu: "Tidak ada seorang pun yang menjaga kalian di malam hari atau siang hari, ketika kalian tidur maupun terjaga, dari adzab Allah Yang Maha Pemurah apabila menimpa kalian." Sungguh, mereka adalah orang-orang yang lalai dari Al-Qur'an dan nasihat-nasihat rabb mereka. |
| أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ {٤٣} |
43. Apakah mereka memiliki ilah-ilah yang melindungi mereka dari adzab Kami? Sungguh, ilah-ilah mereka itu tidak mampu menolong diri mereka sendiri, lalu bagaimana mereka akan menolong orang-orang yang beribadah kepada mereka? Dan mereka tidak dilindungi dari adzab Kami? |
| بَلْ مَتَّعْنَا هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ ۗ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ {٤٤} |
44. Orang-orang kafir dan bapak-bapak mereka itu telah tertipu oleh penangguhan turunnya adzab, lantaran harta, anak-anak, dan panjang usia yang diberikan kepada mereka. Maka dari itu, mereka tetap dalam kekafiran, tidak mau meninggalkannya, dan menyangka bahwa mereka tidak akan diadzab. Mereka lupa kepada sunatullah di masa lalu. Allah mengurangi bumi dari berbagai sisi dengan adzab dan kekalahan yang ditimpakan-Nya kepada orang-orang musyrik di setiap kawasan. Apakah orang-orang kafir Mekah akan mampu keluar dari kekuasaan Allah atau mencegah kematian? |
| قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاءَ إِذَا مَا يُنْذَرُونَ {٤٥} |
45. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang kepada mereka engkau diutus: "Aku tidak menakut-nakuti kalian dengan adzab kecuali berdasarkan wahyu Allah, yaitu Al-Qur'an. Akan tetapi, orang-orang kafir tidak mendengarkan peringatan yang disampaikan kepada mereka dengan tadabur tatkala mereka diperingatkan sehingga mereka tidak mendapat manfaat darinya." |
| وَلَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ {٤٦} |
46. Jika orang-orang kafir itu ditimpa adzab Allah, niscaya mereka mengetahui akibat pendustaan mereka dan menanggapi hal itu dengan berdoa meminta kebinasaan diri sendiri karena kezhaliman terhadap diri sendiri dan ibadah mereka kepada selain Allah. |
| وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ {٤٧} |
47. Allah meletakkan timbangan yang adil untuk Hisab pada Hari Kiamat, mereka atau lainnya tidak sedikit pun dizhalimi. Sekalipun amalan ini hanya sebiji dzarah kebaikan atau keburukan niscaya akan diperhitungkan di dalam Hisab pelakunya. Cukuplah Allah sebagai Penghitung perbuatan hamba-hamba-Nya dan Pemberi balasan kepada mereka atas perbuatan tersebut. |
| وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ {٤٨} |
48. Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun hujah dan pertolongan terhadap musuh mereka; sebuah kitab —yaitu Taurat—yang dengannya Kami memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, dan cahaya yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang takut kepada hukuman Rabb mereka, juga takut dan gentar akan saat terjadinya Hari Kiamat. |
| الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ {٤٩} |
49. Lihat ayat 48 |
| وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ ۚ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ {٥٠} |
50. Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya, yaitu Muhammad ini merupakan peringatan bagi siapa yang menjadikannya sebagai pelajaran serta melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, banyak kebaikan dan besar manfaatnya. Apakah kalian mengingkarinya padahal ia sangat jelas dan nyata? |
| وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ {٥١} |
51. Sebelum Musa dan Harun, Kami telah memberikan petunjuk kepada Ibrahim, yang kepada petunjuk itu lbrahim mengajak manusia, dan Kami mengetahui bahwa dia layak untuk itu. |
| إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ {٥٢} |
52. Ketika ia berkata kepada ayahnya dan kaumnya: "Berhala-berhala apakah yang telah kalian buat, kemudian terus-menerus kalian ibadahi ini?" |
| قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ {٥٣} |
53. Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami beribadah kepadanya, kami beribadah kepadanya karena mengikuti mereka." |
| قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٥٤} |
54. Ibrahim berkata kepada mereka: "Kalian dan bapak-bapak kalian dalam beribadah kepada berhala-berhala ini benar-benar telah jauh meninggalkan kebenaran." |
| قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ {٥٥} |
55. Mereka berkata: "Apakah perkataan yang telah kau sampaikan kepada kami ini benar dan sungguh-sungguh ataukah perkataan seorang yang bermain-main dan mengejek, yang tidak mengerti apa yang dikatakannya?" |
| قَالَ بَلْ رَبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ {٥٦} |
56. Ibrahim berkata kepada mereka: "Sebenarnya Rabb kalian yang aku mengajak kalian agar beribadah kepada-Nya adalah Rabb langit dan bumi, yang telah menciptakannya dan saya termasuk orang-orang yang bersaksi mengenai hal itu. |
| وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ {٥٧} |
57. Demi Allah, sungguh, aku benar-benar akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala kalian, aku akan menghancurkannya setelah kalian pergi meninggalkannya." |
| فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ {٥٨} |
58. Ibrahim pun menghancurkan patung-patung itu dan menjadikannya potongan-potongan kecil serta membiarkan patung yang paling besar agar orang-orang itu kembali dan bertanya kepadanya sehingga akan terlihatlah kelemahan dan kesesatan mereka serta agar hujah tegak bagi mereka. |
| قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ {٥٩} |
59. Orang-orang itu kembali dan melihat patung-patung mereka telah dihancurkan dan dihinakan, sebagian mereka bertanya kepada sebagian lain: "Siapakah yang telah melakukan ini terhadap ilah-ilah kita? Sungguh, dia benar-benar orang zhalim karena telah bertindak lancang terhadap ilah-ilah yang berhak diagungkan dan dihormati." |
| قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ {٦٠} |
60. Orang-orang yang pernah mendengar Ibrahim bersumpah bahwa ia akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala mereka, berkata: "Kami pernah mendengar seorang pemuda bernama Ibrahim yang mencela berhala-berhala ini." |
| قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ {٦١} |
61. Para pembesar mereka berkata: "Datangkan Ibrahim ke hadapan orang banyak agar mereka menyaksikan pengakuannya tentang ucapannya, supaya itu menjadi alasan untuk menyalahkannya." |
| قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ {٦٢} |
62. Ibrahim didatangkan dan bertanya mereka kepadanya: "Engkaukah yang telah menghancurkan ilah-ilah kami?" Maksudnya, berhala-berhala mereka. |
| قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ {٦٣} |
63. Terbukalah kesempatan bagi Ibrahim untuk menunjukkan kebodohan mereka di hadapan mereka. la pun berkata membantah tuduhan mereka sambil menunjukkan kebodohan mereka: "Sungguh, yang menghancurkannya adalah berhala yang besar itu. Tanyakan hal itu kepada apa yang kalian anggap sebagai ilah-ilah kalian itu, jika mereka bisa berbicara atau memberi jawaban." |
| فَرَجَعُوا إِلَىٰ أَنْفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ {٦٤} |
64. Mereka pun kebingungan dan terlihatlah kesesatan mereka, bagaimana bisa mereka ber-ibadah kepada berhala-berhala itu padahal berhala-berhala itu sedikit pun tidak mampu melindungi diri sendiri atau menjawab pertanyaan orang yang bertanya kepada mereka? Mereka mengakui dalam hati bahwa mereka telah berbuat kezhaliman dan kesyirikan. |
| ثُمَّ نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَٰؤُلَاءِ يَنْطِقُونَ {٦٥} |
65. Namun, cepat sekali keras kepala mereka muncul setelah sebelumnya terdiam. Mereka pun kembali kepada kebatilan dan membantah Ibrahim. Mereka berkata: "Bagaimana kita bertanya kepadanya, sedangkan engkau tahu bahwa berhala-berhala ini tidak berbicara?" |
| قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَلَا يَضُرُّكُمْ {٦٦} |
66. Ibrahim berkata tentang keadaan berhala-berhala itu: "Bagaimana kalian beribadah kepada berhala-berhala yang tidak bisa memberi manfaat ketika diibadahi dan tidak bisa menimpakan mudharat ketika ditinggalkan? Amat buruklah kalian dan ilah-ilah kalian yang kalian ibadahi selain Allah Tidakkah kalian berakal sehingga memahami betapa buruknya perilaku kalian ini?" |
| أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {٦٧} |
67. Lihat ayat 66 |
| قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ {٦٨} |
68. Ketika hujah mereka telah dipatahkan dan kebenaran telah nyata, mereka beralih menggunakan kekuasaan dan berkata: "Bakarlah Ibrahim sebagai kemarahan kalian untuk ilah-ilah kalian, jika kalian adalah para pembelanya!" Mereka pun menyalakan api yang besar dan melemparkan Ibrahim ke dalamnya. Lalu Allah memberikan pertolongan kepada Rasul-Nya dan berfirman kepada api: "Jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim!" Maka api itu tidak menimpakan rasa sakit dan hal buruk sedikit pun kepada Ibrahim. |
| قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ {٦٩} |
69. Lihat ayat 68 |
| وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ {٧٠} |
70. Kaum Ibrahim ingin membinasakannya, namun Allah menggagalkan tipu daya mereka dan menjadikan mereka dikalahkan. |
| وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ {٧١} |
71. Kami selamatkan Ibrahim dan Luth yang telah beriman kepadanya, dari Irak dan Kami keluarkan keduanya menuju negeri Syam yang telah Kami berkati dengan banyaknya kebaikan dan di sana muncul banyak nabi. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada mereka. |
| وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةً ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا صَالِحِينَ {٧٢} |
72. Allah telah mengaruniakan nikmat kepada Ibrahim dengan memberinya putra bernama Ishaq tatkala ia berdoa memohon kepada-Nya dan, setelah Ishaq, memberinya Yalqub sebagai tambahan. Ibrahim, Ishaq, serta Yatqub itu masing-masing dijadikan Allah sebagai orang yang shalih dan taat kepada-Nya. |
| وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ {٧٣} |
73. Kami jadikan Ibrahim, Ishaq, dan Yasqub sebagai teladan bagi manusia yang mengajak mereka kepada ibadah dan taat kepada Allah , dengan izin-Nya, dan Kami wahyukan kepada mereka untuk melakukan berbagai perbuatan baik, yaitu melaksanakan syariat para nabi, menegakkan shalat sebagaimana mestinya, dan menunaikan zakat. Lalu mereka melaksanakan semua itu dan taat serta patuh kepada Allah saja, tidak kepada lain-Nya. |
| وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ {٧٤} |
74. Kepada Luth Kami berikan kenabian, kemampuan memutuskan hukum di antara orang yang bersengketa, serta ilmu tentang perintah dan din Allah. Kami selamatkan ia dari negerinya, yaitu Sodom, yang penduduknya melakukan perbuatan-perbuatan keji. Sungguh, mereka itu, disebabkan oleh berbagai perbuatan keji dan mungkar yang mereka lakukan, merupakan orang-orang jahat dan buruk serta keluar dari ketaatan kepada Allah. |
| وَأَدْخَلْنَاهُ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ {٧٥} |
75. Allah menyempurnakan nikmat kepadanya maka Dia memasukkannya ke dalam rahmat-Nya dengan menyelamatkannya dari bencana yang menimpa kaumnya, karena dia termasuk orang-orang yang senantiasa melaksanakan ketaatan kepada Allah. |
| وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ {٧٦} |
76. Wahai Rasul, ingatlah Nuh ketika berdoa kepada Rabbnya, sebelummu serta sebelum Ibrahim dan Luth, lalu Kami mengabulkan doanya. Kami selamatkan dia dan keluarganya yang beriman kepadanya dari bencana besar. |
| وَنَصَرْنَاهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ {٧٧} |
77. Kami tolong dia dari tipu daya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami yang menunjuk-kan kebenarannya. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang jahat. Mereka semua Kami tenggelamkan dengan banjir besar. |
| وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ {٧٨} |
78. Wahai Rasul, ingatlah pula Nabi Allah Daud dan putranya, Sulaiman, ketika keduanya memutuskan hukum dalam sebuah kasus yang dilaporkan oleh dua orang yang bersengketa, kambing salah seorang dari keduanya memakan tanaman seorang lainnya dan menyebar di sana selama satu malam sehingga menghabiskan seluruh tanaman. Daud memutuskan agar seluruh kambing diberikan kepada pemilik tanaman sebagai pengganti seluruh tanaman yang dirusaknya, karena nilai keduanya sama. Kami menyaksikan keputusan hukum yang ditetapkan oleh keduanya, hal itu tidak tersembunyi dari penglihatan Kami. |
| فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ {٧٩} |
79. Lalu Kami berikan kepahaman kepada Sulaiman dalam rangka melindungi kepentingan kedua pihak yang bersengketa secara adil. la memutuskan agar pemilik kambing mengelola dan memperbaiki kembali tanaman yang rusak itu dalam jangka waktu tertentu yang selama jangka waktu tersebut pemilik tanaman bisa mengambil manfaat berupa susu, bulu, atau lainnya dari kambing-kambing itu, setelah itu kambing-kambing dikembalikan kepada pemiliknya semula dan tanaman itu juga dikembalikan kepada pemiliknya semula, karena nilai kerusakan tanaman itu sama dengan nilai kemanfaat yang bisa diperoleh dari kambing. Baik Daud maupun Sulaiman, masing-masing telah Kami beri kemampuan memutuskan hukum dan ilmu. Kami telah mengaruniakan kepada Daud kemampuan menundukkan gunung-gunung, mereka bertasbih bersamanya ketika ia bertasbih, begitu pula burung-burung ikut bertasbih bersama. Kami melakukan semua itu. |
| وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ {٨٠} |
80. Allah memberi Daud keistimewaan dengan mengajarinya cara membuat baju besi. Daud membuatnya berupa rantai-rantai saling berkait yang memudahkan gerakan badan, agar baju besi itu melindungi prajurit perang dari tusukan tombak, apakah kalian bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kalian melalui tangan hamba-Nya, Daud? |
| وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ {٨١} |
81. Untuk Sulaiman Kami tundukkan angin yang bertiup kencang membawanya beserta para pengikutnya, angin itu berhembus dengan perintahnya ke kawasan Baitul Maqdis di Syam yang telah Kami berkahi, di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Ilmu Kami meliputi segala sesuatu. |
| وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ {٨٢} |
82. Kami tundukkan untuk Sulaiman sebagian jin yang dipekerjakannya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh mereka. Mereka menyelam di laut untuk mengeluarkan permata dan mutiara. Mereka juga bekerja membuat beberapa barang yang diinginkannya, dan mereka tidak mampu menolak keinginannya. Allah menjaga mereka untuknya dengan kekuatan dan keperkasaan-Nya. |
| وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ {٨٣} |
83. Wahai Rasul, ingatlah hamba Kami, Ayub, ketika Kami mengujinya dengan kesusahan dan penyakit parah di jasadnya. la kehilangan istri, harta, dan anaknya, lalu ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah, serta berseru dalam doa kepada Rabbnya !..,"Sungguh, aku telah ditimpa kesusahan sedangkan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang maka hilangkanlah kesusahan ini dariku." |
| فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ {٨٤} |
84. Kami pun mengabulkan doanya, menghilangkan bencana itu darinya, dan Kami kembalikan istri, anak, dan hartanya yang hilang secara berlipat ganda. Kami melakukan itu terhadapnya sebagai wujud kasih sayang Kami dan agar ia menjadi teladan bagi setiap orang yang bersabar menghadapi bencana, berharap kepada rahmat Rabbnya, dan beribadah kepada-Nya. |
| وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ {٨٥} |
85. Ingatlah lsmail, Idris, dan Dzulkifli, mereka semua adalah penyabar dalam menjalankan ketaatan dan menghindari kemaksiatan kepada Allah serta menerima takdir-takdir-Nya maka mereka berhak untuk disebut dengan pujian yang baik. |
| وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ {٨٦} |
86. Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami, sungguh mereka termasuk orang-orang yang baik secara lahir dan batin serta taat kepada Allah dan melaksanakan perintah-Nya. |
| وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ {٨٧} |
87. Ingatlah kisah orang yang ditelan ikan paus, yaitu Yunus bin Mata Allah mengutusnya kepada kaumnya, lalu ia mendakwahi mereka tetapi mereka tidak beriman. la mengancam mereka dengan adzab tetapi mereka tidak mau bertaubat, lalu ia melanggar perintah Allah untuk bersabar menghadapi mereka, ia meninggalkan mereka dengan marah dan bersedih karena pembangkangan mereka. Dia menyangka bahwa Allah tidak akan menghukumnya dengan pelanggaran perintah ini. Maka Allah menimpakan bala' kepadanya dengan memasukkannya ke tempat yang sangat sempit. la ditelan oleh ikan paus di laut, lalu bermunajat kepada Rabbnya di kegelapan malam, lautan, dan perut ikan dalam keadaan bertaubat dan mengakui kezhalimannya karena telah meninggalkan kesabaran menghadapi kaumnya dengan ucapan: "Tiada ilah selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang zhalim." |
| فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ {٨٨} |
88. Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari bencana ini. Begitulah Kami menyelamatkan orang-orang beriman yang mengamalkan syariat Kami. |
| وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ {٨٩} |
89. Wahai Rasul, ingatlah kisah hamba Allah, Zakaria, ketika ia berdoa kepada Rabbnya, di usia yang sudah lanjut, agar dikaruniai keturunan dengan ucapan: "Rabbi, jangan biarkan aku seorang diri tanpa keturunan. Berilah aku seorang pewaris yang akan menjalankan urusan din di tengah-tengah masyarakat sepeninggalku. Engkau adalah sebaik-baik yang tinggal dan menggantikanku dengan kebaikan." |
| فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ {٩٠} |
90. Maka Kami kabulkan doanya dan, meski sudah tua, Kami karuniai ia seorang anak laki-laki bernama Yahya serta Kami jadikan istrinya seorang wanita yang shalihah akhlaknya dan cukup layak untuk mengandung dan beranak setelah sebelumnya mandul. Sungguh, mereka itu orang-orang yang bergegas kepada setiap kebaikan, berdoa kepada Kami dengan mengharapkan apa yang ada di sisi Kami dan takut akan hukuman Kami, serta bersikap tunduk dan rendah hati kepada Kami. |
| وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ {٩١} |
91. Wahai Rasul, ingatlah kisah Maryam putri Imran yang memelihara kemaluannya dari hal yang haram dan tidak pernah melakukan perbuatan keji (zina) sepanjang hidupnya. Lalu Allah mengutus Jibril kepadanya, lalu Jibril memberikan tiupan di kerah bajunya dan tiupan itu sampai ke rahimnya. Dengan tiupan itu Allah menciptakan Al-Masih Isa , sehingga Maryam hamil tanpa memiliki suami. Dengan begitu, Maryam dan putranya menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah dan pelajaran bagi seluruh manusia hingga terjadinya kiamat. |
| إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ {٩٢} |
92. Agama seluruh nabi itu satu, yaitu Islam: tunduk kepada Allah dengan cara menaati-Nya dan mengesakan ibadah kepada-Nya. Allah adalah Rabb seluruh manusia maka beribadahlah hanya kepada-Nya -wahai manusia-tanpa mempersekutukan-Nya. |
| وَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ {٩٣} |
93. Tetapi orang-orang menyelisihi rasul mereka, dan sekian banyak pengikut para rasul itu berpecah-belah dalam din menjadi golongan-golongan dan kelompok-kelompok. Mereka beribadah kepada bermacam-macam makhluk dan hawa nafsu padahal mereka semua akan kembali kepada Kami dan dihisab atas perbuatan mereka. |
| فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ {٩٤} |
94. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta melaksanakan amal shalih semaksimal yang bisa dilakukannya dalam rangka taat dan ibadah kepada Allah maka Allah tidak akan menyia-nyiakan dan membatalkan amalnya. Bahkan, setiap amal tersebut akan Dia gandakan hingga berlipat-lipat dan ia akan mendapati amalannya itu tertulis di kitabnya pada Hari Kebangkitan setelah kematian. |
| وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ {٩٥} |
95. Mustahil penduduk negeri-negeri yang telah Kami binasakan karena kekafiran dan kezhaliman itu kembali ke dunia sebelum Hari Kiamat guna memperbaiki kelalaian mereka di sana. |
| حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ {٩٦} |
96. Hingga apabila benteng Ya'juj dan Ma'juj dibuka, mereka turun dari dataran-dataran tinggi menyebar ke berbagai penjuru dengan cepat, Kiamat telah dekat, dan berbagai kengeriannya telah terlihat. Tiba-tiba karena takutnya mata orang-orang kafir terbuka hampir-hampir tidak berkedip. Mereka dengan penuh penyesalan berdoa agar diri mereka celaka: "Duhai celaka kami, kami dulu lalai terhadap hari ini dan persiapan menghadapinya, dan dengan begitu kami adalah orang-orang yang zhalim!" |
| وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ {٩٧} |
97. Lihat ayat 96 |
| إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ {٩٨} |
98. Wahai orang-orang kafir, kalian berikut berhala-berhala yang kalian ibadahi selain Allah serta jin dan manusia yang rela kalian ibadahi adalah bahan bakar jahanam; kalian dan mereka akan kekal di dalamnya. |
| لَوْ كَانَ هَٰؤُلَاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ {٩٩} |
99. Wahai orang-orang musyrik, andaikata ilah-ilah yang kalian ibadahi selain Allah itu berhak diibadahi, tentulah mereka tidak masuk neraka bersama kalian. Sungguh, masing-masing yang beribadah dan yang diibadahi kekal di Neraka Jahanam. |
| لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ {١٠٠} |
100. Orang-orang yang diadzab di neraka itu merasakan kepedihan yang tergambarkan dari rintihan berulang-ulang yang terdengar saat mereka bernafas. Di neraka mereka tidak bisa mendengar karena dahsyatnya adzab yang mereka alami. |
| إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰ أُولَٰئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ {١٠١} |
101. Sungguh, orang-orang yang telah mendapat takdir baik berupa kebahagiaan sebagaimana dalam pengetahuan Kami bahwa mereka termasuk penghuni surga, mereka itu dijauhkan dari neraka. Mereka tidak memasuki dan tidak berada di dekatnya. |
| لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ {١٠٢} |
102. Mereka tidak mendengar suara api dan terbakarnya jasad di neraka. Mereka telah menempati rumah-rumah di surga kekal abadi di tengah kenikmatan dan kesenangan surga yang mereka sukai. |
| لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ {١٠٣} |
103. Mereka tidak merasa takut karena huru-hara besar pada Hari Kiamat. Sebaliknya para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada mereka: "Inilah hari yang dijanjikan kepada kalian untuk memperoleh kemuliaan dan pahala besar dari Allah!" Hari ketika Kami melipat langit seperti dilipatnya catatan pada lembaran buku. Di hari ini Kami membangkitkan seluruh manusia seperti kondisi pertama kali mereka dilahirkan ibu. Itulah janji Allah yang tidak akan meleset. Kami menjanjikan hal itu sebagai janji benar yang menjadi tanggungan Kami. Sungguh, Kami senantiasa menunaikan janji. |
| يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ {١٠٤} |
104. Lihat ayat 103 |
| وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ {١٠٥} |
105. Kami telah menulis di kitab-kitab samawi yang diturunkan, setelah tertulis di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih, yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan, yaitu umat Muhammad |
| إِنَّ فِي هَٰذَا لَبَلَاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ {١٠٦} |
106. Sungguh, di dalam nasihat yang dibaca ini terdapat pelajaran yang cukup bagi orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan ibadah yang Dia syariatkan dan Dia ridhai bagi mereka. |
| وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ {١٠٧} |
107. Wahai Rasul, Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Barang siapa yang beriman kepadamu niscaya bahagia dan selamat dan barang siapa yang tidak beriman kepadamu niscaya rugi. |
| قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ {١٠٨} |
108. Katakan: "Sungguh, yang diwahyukan kepadaku dan aku diutus menyampaikannya adalah: bahwa ilah kalian yang berhak diibadahi hanyalah Allah maka tunduklah kepada-Nya serta patuhlah untuk beribadah kepada-Nya." |
| فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ آذَنْتُكُمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۖ وَإِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ أَمْ بَعِيدٌ مَا تُوعَدُونَ {١٠٩} |
109. Jika mereka berpaling dari Islam maka katakan kepada mereka: "Aku akan menyampaikan semua yang telah diwahyukan Allah kepadaku sehingga aku dan kalian sama dalam hal pengetahuan tentang peringatan yang ku-sampaikan kepada kalian dan setelah itu aku tidak tahu kapan adzab yang diancamkan kepada kalian itu akan menimpa kalian." |
| إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُونَ {١١٠} |
110. Sungguh, Allah mengetahui ucapan yang kalian nyatakan dengan suara keras atau yang kalian sembunyikan dalam batin, Dia akan menghisab kalian karenanya. |
| وَإِنْ أَدْرِي لَعَلَّهُ فِتْنَةٌ لَكُمْ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ {١١١} |
111. Aku tidak tahu, bisa jadi ditundanya adzab yang kalian ingin agar disegerakan itu merupakan jebakan dan ujian bagi kalian, agar kalian bersenang-senang di dunia hingga suatu saat, lalu kalian bertambah kufur, kemudian hal itu akan mengakibatkan lebih besarnya hukuman atas kalian. |
| قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمَٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ {١١٢} |
112. Nabi berdoa: "Rabbi, berilah keputusan yang benar antara kami dan kaum kami yang mendustakan. Kami memohon pertolongan kepada Rabb kami Yang Maha Pengasih dalam menghadapi kesyirikan, pendustaan, dan kebohongan yang kalian sifatkan serta kemenangan kalian dan kekalahan kami yang kalian ancamkan kepada kami — wahai orang-orang kafir." |
 |