 |
| طسم {١} |
1. Tha sin mim, pembahasan tentang huruf muqathalah telah disampaikan di awal surah Al-Baqarah. |
| تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ {٢} |
2. Wahai Rasul, ayat-ayat Al-Qur'an yang Kuturunkan kepadamu ini menjelaskan segala kebutuhan hamba di dunia dan akhirat. |
| نَتْلُو عَلَيْكَ مِنْ نَبَإِ مُوسَىٰ وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٣} |
3. Kami kisahkan secara benar berita tentang Musa dan Firaun untuk orang-orang yang beriman kepada Al-Qur'an ini, yang percaya bahwa ia dari sisi Allah dan yang mengamalkan petunjuknya. |
| إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ {٤} |
4. Sungguh, Firaun telah berlaku sombong di muka bumi dan menjadikan penduduknya dalam beberapa kelompok yang berpecah-belah. Dia menindas segolongan dari mereka, yaitu Bani Israil, dengan menyembelih anak-anak laki-laki mereka dan memperbudak wanita-wanita mereka. Sungguh Firaun termasuk orang yang berbuat kerusakan di bumi. |
| وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ {٥} |
5. Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang ditindas Firaun di muka bumi; menjadikan mereka pemimpin dan penyeru kebaikan, serta menjadikan mereka para pewaris bumi setelah kehancuran Firaun dan kaumnya. |
| وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ {٦} |
6. Hendak Kami kokohkan kedudukan mereka di muka bumi serta Kami jadikan Firaun, Haman, dan bala tentara keduanya itu menyaksikan apa yang mereka khawatirkan dari golongan tertindas ini; yaitu kehancuran, hilangnya kerajaan, dan dikeluarkannya mereka dari negeri mereka melalui seorang bayi yang lahir dari kalangan Bani lsrail. |
| وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ {٧} |
7. Kami ilhamkan kepada ibunda Musa ketika ia melahirkan Musa dan khawatir jika Musa disembelih oleh Firaun sebagaimana anak laki-laki Bani Israil lainnya: "Susuilah ia dengan tenang, jika engkau takut keadaannya diketahui maka masukkan ia ke dalam kotak dan buanglah di Sungi Nil. Jangan khawatir ia dibunuh oleh Firaun dan kaumnya dan jangan bersedih atas perpisahan itu. Kami akan mengembalikannya kepadamu dan mengutusnya sebagai seorang rasul." la pun meletakkan putranya di dalam kotak dan membuangnya di Sungai Nil, lalu ia ditemukan dan diambil oleh pembantu-pembantu Firaun, yang akhirnya Allah menjadikannya sebagai musuh dan sumber kesedihan bagi mereka, karena kehancuran mereka akan terjadi melalui tangannya. Sungguh, Firaun, Haman, dan pengikut keduanya adalah orang-orang yang berdosa dan musyrik. |
| فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ {٨} |
8. Lihat ayat 7 |
| وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {٩} |
9. Istri Firaun berkata kepada Firaun: "Anak ini akan menjadi sumber kebahagiaan bagiku dan bagimu, jangan kau bunuh ia, mungkin kita akan memperoleh kebaikan darinya atau kita bisa menjadikannya sebagai anak." Firaun dan keluarganya tidak mengetahui bahwa kebinasaan mereka akan terjadi meIalui tangan anak itu. |
| وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {١٠} |
10. Hati ibunda Musa menjadi kosong dari memikirkan perkara dunia kecuali kecemasan dan ingatan tentang Musa. Hampir saja ia menyatakan bahwa bayi itu anaknya, sekiranya Kami tidak meneguhkannya hingga ia bersabar dan tidak jadi menyatakannya, agar ia menjadi salah satu dari orang-orang yang beriman dan yakin kepada janji Allah. |
| وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {١١} |
11. Ibunda Musa berkata kepada saudara perempuan Musa, ketika ia membuangnya di laut: "Ikutilah jejak Musa, apa yang terjadi padanya?" la mengikutinya dan menyaksikan dari jauh, sedangkan kaum Firaun tidak mengetahui bahwa ia saudara perempuan Musa yang sedang mencari berita mengenainya. |
| وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ {١٢} |
12. Kami jadikan Musa enggan menyusu kepada semua wanita agar Kami kembalikan ia kepada ibunya. Saudara perempuannya berkata: "Maukah kutunjukkan kepada kalian sebuah keluarga yang bisa mendidik dan menyusuinya dengan baik dan mereka sangat menyayanginya?" Mereka pun menyetujuinya. |
| فَرَدَدْنَاهُ إِلَىٰ أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {١٣} |
13. Lantas, Kami kembalikan Musa kepadanya agar ia bahagia dan Kami tepati janji Kami kepadanya, karena Musa kembali kepadanya dalam keadaan selamat dari pembunuhan Firaun dan ia tidak lagi bersedih karena berpisah dengannya, serta agar ia mengetahui bahwa janji Allah itu benar ketika Dia berjanji untuk mengembalikannya kepadanya dan menjadikannya salah seorang rasul. Sungguh, Allah tidak menyelisihi janji-Nya, akan tetapi kebanyakan orang musyrik tidak mengetahui bahwa janji Allah itu benar. |
| وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَىٰ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ {١٤} |
14. Ketika Musa mencapai usia dewasa dan sempurna akalnya, Kami berikan hikmah dan ilmu kepadanya untuk mengenal hukum-hukum syar'i. Sebagaimana Kami telah memberi Musa balasan ketaatan dan perbuatan baiknya, Kami pun akan memberi balasan kepada hamba-hamba Kami yang berbuat baik. |
| وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ ۖ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ {١٥} |
15. la memasuki kota pada saat penduduknya sedang lengah, lalu mendapati dua orang lelaki sedang berkelahi, yang satu dari golongan Musa, yaitu Bani Israil, dan yang satu lagi dari golongan musuhnya, yaitu kaum Firaun. Orang yang dari golongan Musa meminta pertolongan kepadanya untuk menghadapi orang yang dari golongan musuhnya, lalu Musa meninjunya hingga mati. Musa pun berkata setelah membunuhnya: "Ini akibat godaan setan yang telah menghasutku supaya marah sehingga aku meninju orang ini hingga tewas. Sungguh, setan itu nyata merupakan musuh bagi keturunan Adam yang menyesatkan dari jalan lurus dan nyata permusuhannya." Perbuatan ini dilakukan Musa sebelum menjadi nabi. |
| قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {١٦} |
16. Musa berkata: "Rabbi, sungguh, aku telah menzhalimi diriku dengan membunuh seseorang tanpa perintah-Mu untuk membunuhnya maka ampunilah dosaku ini!" Allah pun mengampuninya. Sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap dosa hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang terhadap mereka. |
| قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِلْمُجْرِمِينَ {١٧} |
17. Musa berkata: "Rabbi, dengan nikmat taubat, ampunan, dan berbagai nikmat lain yang telah Engkau karuniakan kepadaku maka aku tidak akan membantu seorang pun dalam bermaksiat dan berbuat dosa." |
| فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ ۚ قَالَ لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُبِينٌ {١٨} |
18. Jadilah Musa berada di kota Firaun dengan diliputi rasa takut sembari mencari-cari berita dari perbincangan masyarakat mengenai dirinya dan orang yang dibunuhnya. Tiba-tiba, ia melihat sahabatnya kemarin sedang berkelahi dengan seorang Qibthi yang lain dan meminta pertolongannya. Musa berkata kepadanya: "Sungguh, engkau benar-benar banyak menyimpang dan jelas tersesat." |
| فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَنْ يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَهُمَا قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ۖ إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ {١٩} |
19. Ketika Musa hendak memukul orang Qibthi itu, orang itu berkata: "Apakah engkau hendak membunuhku sebagaimana kemarin engkau telah membunuh seseorang? Engkau hanyalah ingin menjadi orang yang melampaui batas di tidak ingin menjadi orang yang mendamaikan sengketa di antara manusia." |
| وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ {٢٠} |
20. Datanglah seorang lelaki dari ujung kota berjalan tergesa sambil berkata: "Wahai Musa, sesungguhnya para petinggi kaum Firaun telah bersekongkol dan bermusyawarah untuk membunuhmu. Pergilah dari kota ini, sungguh aku adalah salah seorang yang menasihati dan menyayangimu." |
| فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٢١} |
21. Musa pun meninggalkan negeri Firaun dengan diliputi perasaan takut jangan-jangan tertangkap dalam pengejaran, ia pun berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari kaum yang zhalim. |
| وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ {٢٢} |
22. Ketika Musa menuju negeri Madyan dan telah keluar dari kekuasaan Firaun, ia berkata: "Semoga Rabbku membimbingku ke arah jalan terbaik menuju Madyan!" |
| وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ {٢٣} |
23. Sesampai di mata air Madyan, ia menemukan sekelompok orang yang meminumkan ternak mereka. la menemukan di belakang sekelompok orang itu ada dua wanita yang terpisah dari mereka, keduanya sedang menghalau kambing-kambing mereka dari mata air karena ketidak mampuan dan kelemahan mereka berdesak-desakan dengan kaum pria, keduanya menunggu sampai ternak orang-orang itu dipulangkan, barulah kedua wanita itu meminumkan ternak mereka. Melihat keduanya, Musa merasa kasihan, kemudian bertanya: "Ada apa gerangan dengan kalian berdua?" Keduanya menjawab: "Kami tidak bisa berdesak-desakan dengan para pria, kami tidak bisa meminumkan sebelum orang-orang selesai meminumkan, sementara ayah kami seorang tua renta, tidak mampu meminumkan binatang ternaknya karena tubuhnya sudah lemah dan usianya sudah lanjut." |
| فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ {٢٤} |
24. Musa pun meminumkan ternak kedua wanita itu, kemudian kembali ke naungan pohon, berlindung di sana dan berdoa: "Rabbi, aku membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau kirimkan kepadaku, misalnya makanan, dan aku sudah sangat lapar." |
| فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٢٥} |
25. Lalu, salah seorang dari dua wanita yang diminumkan ternak mereka itu datang, berjalan kepadanya sambil malu-malu. Wanita itu berkata: "Ayahku memanggilmu untuk memberimu upah karena engkau telah membantu kami meminumkan ternak." Musa pun pergi bersama wanita itu untuk menemui ayahnya. Setelah bertemu ayahnya dan menceritakan kepadanya kisah yang dialaminya bersama Firaun dan kaumnya, ayah wanita itu berkata: "Jangan takut, engkau telah selamat dari orang-orang zhalim, yaitu Firaun dan kaumnya, karena mereka tidak memiliki kekuasaan di negeri kami." |
| قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ {٢٦} |
26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata kepada ayahnya: "Wahai ayah, pekerjakanlah ia untuk menggembala ternakmu. Sungguh, sebaik-baik orang yang kau pekerjakan sebagai penggembala adalah orang yang kuat memelihara ternakmu dan tepercaya, yang tidak kau khawatirkan mengkhianati amanatmu." |
| قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ۖ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ {٢٧} |
27. Orang tua itu berkata kepada Musa: "Aku ingin menikahkanmu dengan salah satu putriku ini asalkan engkau mau bekerja kepadaku dengan menggembala ternakku selama delapan tahun sebagai balasannya. Jika engkau menyempurnakan sepuluh tahun maka itu merupakan kebaikan darimu. Aku tidak ingin menyulitkanmu dengan menetapkannya sepuluh tahun. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang shalih, yang baik dalam bergaul, dan menepati ucapan." |
| قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ ۖ وَاللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ {٢٨} |
28. Musa berkata: "Apa yang kau katakan itu telah berlaku sebagai akad kesepakatan antara aku dan engkau. Yang mana di antara kedua jangka waktu kerja itu yang kutunaikan, berarti aku telah menunaikan janji sehingga tidak akan dituntut untuk menambahnya. Allah menjadi saksi ucapan kita dan penjaga yang mengawasi kita serta mengetahui akad yang kita sepakati." |
| فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ {٢٩} |
29. Setelah Musa menunaikan jangka waktu yang disepakatinya dengan sahabatnya selama sepuluh tahun, yaitu jangka waktu yang lebih sempurna di antara dua jangka waktu yang disepakati, dan ia berjalan dengan keluarganya menuju Mesir, ia melihat api di lereng gunung. Musa berkata kepada keluarganya: "Pelan-pelan dan tunggulah, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku bisa membawakan berita darinya untuk kalian atau membawakan sesuluh api agar kalian dapat menghangatkan badan." |
| فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ {٣٠} |
30. Ketika Musa mendatangi api itu, Allah memanggilnya dari samping lembah sebelah kanan Musa, di tanah yang diberkahi di samping pohon: "Wahai Musa, sungguh, Aku adalah Allah Rabb semesta alam. Lemparkanlah tongkatmu!" Musa melemparkannya, seketika tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat. Ketika Musa melihatnya bergerak-gerak seperti ular maka ia berbalik seraya berlari menghindarinya dan tidak menoleh lagi karena takut. Rabbnya memanggilnya: "Wahai Musa, menghadaplah kepadaku dan jangan takut! Engkau termasuk orang-orang yang aman dari segala hal yang dibenci." |
| وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ {٣١} |
31. Lihat ayat 30 |
| اسْلُكْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ وَاضْمُمْ إِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ الرَّهْبِ ۖ فَذَانِكَ بُرْهَانَانِ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ {٣٢} |
32. "Masukkan tanganmu dalam kerah bajumu dan keluarkanlah, niscaya akan memancar warna putih seperti salju tanpa ada penyakit atau belang. Tangkupkan kedua tanganmu agar engkau aman dari rasa takut. Kedua hal yang telah Kutunjukkan kepadamu ini, wahai Musa, yaitu berubahnya tongkat menjadi ular dan berubahnya tanganmu menjadi putih bercahaya tanpa penyakit atau belang merupakan mukjizat dari Rabbmu untuk diperlihatkan kepada. Firaun dan para pemuka kaumnya. Sungguh, Firaun dan para pembesar kaumnya adalah orang-orang kafir." |
| قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ {٣٣} |
33. Musa berkata: "Rabbi, aku pernah membunuh seorang dari kaum Firaun maka aku takut mereka akan membunuhku. Sedangkan saudaraku, Harun ini, Iebih fasih berbicara maka utuslah ia di sampingku sebagai penyokong yang membenarkanku dan mewakiliku menjelaskan kepada mereka apa yang kuucapkan. Sungguh, aku takut mereka akan mendustakan perkataanku bahwa aku seorang rasul yang diutus kepada mereka." |
| وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِي ۖ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ {٣٤} |
34. Lihat ayat 33 |
| قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا ۚ بِآيَاتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ {٣٥} |
35. Allah berfirman kepada Musa: "Kami akan menyokongmu dengan saudaramu, Kami berikan hujah untuk kalian berdua dalam menghadapi Firaun dan kaumnya sehingga mereka tidak akan bisa menimpakan keburukan kepada kalian. Wahai Musa dan Harun, kalian dan orang-orang yang beriman kepada kalian adalah orang-orang yang akan mendapat pertolongan menghadapi Firaun dan kaumnya disebabkan ayat-ayat Kami dan petunjuk kebenaran yang dikandungnya." |
| فَلَمَّا جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًى وَمَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ {٣٦} |
36. Ketika Musa mendatangi Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya dengan dalil dan hujah Kami sebagai bukti kebenaran apa yang dibawa Musa dari sisi Rabbnya, mereka berkata kepada Musa: "Apa yang kau bawa kepada kami ini hanyalah sihir yang kau adakan sebagai kedustaan dan kesia-siaan. Kami tidak pernah mendengar ajakan seperti yang kau sampaikan ini dari para pendahulu kami yang hidup di masa sebelum kami." |
| وَقَالَ مُوسَىٰ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ مِنْ عِنْدِهِ وَمَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ {٣٧} |
37. Musa berkata kepada Firaun: "Rabbku lebih mengetahui siapa orang yang benar di antara kita, yang membawa kebenaran dari sisi-Nya, dan siapakah orang yang akan mendapat akhir kehidupan yang terpuji di negeri akhirat. Sesungguhnya orang-orang zhalim tidak akan sukses meraih apa yang mereka cari." |
| وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ {٣٨} |
38. Firaun berkata kepada pembesar-pembesar kaumnya: "Wahai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui ada ilah selainku bagi kalian yang berhak diibadahi. Wahai Haman, nyalakan api untuk membakar tanah liat hingga mengeras dan bangunlah untukku sebuah bangunan tinggi. Barangkali aku bisa melihat siapa yang diibadahi Musa dan disampaikannya ajakan untuk beribadah kepadanya itu. Sungguh, aku menduganya telah berkata bohong." |
| وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ {٣٩} |
39. Firaun dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi Mesir secara tidak benar. Mereka menolak untuk memercayai dan mengikuti ajakan Musa serta menyangka bahwa setelah mati mereka kelak tidak akan dibangkitkan. |
| فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ {٤٠} |
40. Kami pun menghukum Firaun dan bala tentaranya, Kami campakkan dan tenggelamkan mereka semua ke laut maka perhatikanlah, wahai Rasul, bagaimana nasib akhir orang-orang yang menzhalimi diri sendiri, lalu kafir kepada Rabb mereka? |
| وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ {٤١} |
41. Kami jadikan Firaun dan kaumnya sebagai pemimpin-pemimpin menuju neraka, yang akan diikuti oleh orang-orang kafir dan fasik, dan pada Hari Kiamat mereka tidak akan mendapat pertolongan. Hal itu disebabkan oleh kekafiran dan pendustaan mereka terhadap rasul yang diutus oleh Rabb mereka dan berlarut-larutnya mereka dalam sikap dan perilaku itu. |
| وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُمْ مِنَ الْمَقْبُوحِينَ {٤٢} |
42. Kami timpakan kehinaan dan kemurkaan Kami kepada Firaun dan kaumnya di dunia ini, sedangkan pada Hari Kiamat mereka termasuk orang-orang kotor perbuatan mereka dan menjijikan yang dijauhkan dari rahmat Allah. |
| وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَىٰ بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {٤٣} |
43. Kami telah memberikan Taurat kepada Musa sesudah Kami binasakan umat-umat sebelumnya —seperti kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan kaum Luth, serta orang-orang Madyan— di dalamnya terdapat petunjuk bagi Bani Israil untuk melihat apa yang bermanfaat dan berbahaya bagi mereka serta rahmat bagi siapa di antara mereka yang mengamalkannya. Mudah-mudahan mereka senantiasa mengingat nikmat karunia Allah kepada mereka, lalu karenanya mereka bersyukur dan tidak kufur kepada-Nya. |
| وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الْغَرْبِيِّ إِذْ قَضَيْنَا إِلَىٰ مُوسَى الْأَمْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشَّاهِدِينَ {٤٤} |
44. Wahai Rasul, engkau tidaklah berada di sisi gunung sebelah barat dari Musa ketika Kami menyampaikan perintah dan larangan Kami, engkau juga tidak termasuk orang yang menyaksikan peristiwa itu, sehingga dikatakan: "Berita itu sampai kepadamu melalui cara ini." |
| وَلَٰكِنَّا أَنْشَأْنَا قُرُونًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ ۚ وَمَا كُنْتَ ثَاوِيًا فِي أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَلَٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ {٤٥} |
45. Akan tetapi, Kami telah menciptakan banyak umat sepeninggal Musa. Mereka hidup dalam masa yang panjang sehingga melupakan janji Allah dan melalaikan perintah-Nya. Engkau juga tidak berdiam bersama penduduk Madyan membacakan kitab Kami kepada mereka, sehingga engkau mengetahui dan diberitahu tentang berita mereka, akan tetapi berita yang engkau bawa tentang Musa ini merupakan wahyu sekaligus bukti mengenai kerasulanmu. |
| وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَٰكِنْ رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {٤٦} |
46. Wahai Rasul, engkau tidaklah berada di sisi Gunung Tursina ketika Kami memanggil Musa. Engkau tidak menyaksikan sedikit pun peristiwa itu sehingga mengetahuinya, akan tetapi Kami mengutusmu sebagai rahmat dari Rabbmu agar engkau memberikan peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi oleh seorang pemberi peringatan sebelummu, mudah-mudahan mereka selalu mengingat kebaikan yang kau bawa sehingga melaksanakannya dan keburukan yang kau larang sehingga meninggalkannya. |
| وَلَوْلَا أَنْ تُصِيبَهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {٤٧} |
47. Juga agar jangan sampai orang-orang kafir itu ditimpa adzab disebabkan kekafiran mereka kepada Rabb, lantas mengatakan: "Wahai Rabb kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami terlebih dulu agar kami mengikuti ayat-ayat-Mu yang diturunkan dalam kitab-Mu dan kami menjadi orang-orang yang beriman kepada-Mu?" |
| فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا لَوْلَا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ مُوسَىٰ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُوا بِمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ قَالُوا سِحْرَانِ تَظَاهَرَا وَقَالُوا إِنَّا بِكُلٍّ كَافِرُونَ {٤٨} |
48. Ketika Nabi Muhammad datang kepada orang-orang itu sebagai pemberi peringatan, mereka berkata: "Mengapa rasul yang diutus kepada kita ini tidak diberi mukjizat-mukjizat kasat mata seperti yang diberikan kepada Musa dan sebuah kitab yang diturunkan seluruhnya sekaligus?" Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Bukankah orang-orang Yahudi juga kafir kepada apa yang dulu diberikan kepada Musa?" Mereka berkata mengenai Taurat dan Al-Qur'an bahwa keduanya merupakan sihir yang saling mendukung. Mereka mengatakan, "Kami kafir terhadap kedua-duanya." |
| قُلْ فَأْتُوا بِكِتَابٍ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ هُوَ أَهْدَىٰ مِنْهُمَا أَتَّبِعْهُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٤٩} |
49. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Datangkanlah sebuah kitab dari sisi Allah yang lebih benar daripada Taurat dan Al-Qur'an, niscaya aku akan mengikutinya, jika anggapan kalian itu benar." |
| فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {٥٠} |
50. Jika mereka tidak bisa memenuhi tantanganmu untuk mendatangkan kitab dan tidak memiliki hujah lagi maka ketahuilah bahwa yang mereka ikuti sebenarnya adalah hawa nafsu. Tidak ada seorang pun yang lebih tersesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah. Sungguh, Allah tidak memberi taufik untuk memahami kebenaran kepada orang-orang zhalim yang menyelisihi perintah Allah dan melanggar hukum-Nya. |
| وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {٥١} |
51. Wahai Rasul, Kami telah menjelaskan Al-Qur'an sebagai rahmat kepada kaummu, mudah-mudahan mereka mengambil peringatan dan nasihat darinya. |
| الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ {٥٢} |
52. Orang-orang yang Kami beri kitab sebelum Al-Qur'an -yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang masih mengikuti ajaran asli kitab mereka-, mereka itu beriman kepada Al-Qur'an dan Muhammad |
| وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ {٥٣} |
53. Jika Al-Qur'an dibacakan kepada orang-orang yang telah Kami beri kitab itu, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya dan mengamalkan kandungannya, sungguh ia merupakan kebenaran dari sisi Rabb kami, sungguh kami sebelum turunnya kitab ini sudah muslim dan bertauhid, karena din Allah itu satu, yaitu Islam. |
| أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ {٥٤} |
54. Orang-orang yang telah disebut sifat-sifatnya itu mendapat pahala amal dua kali, karena kesabaran mereka dalam mengimani kitab mereka dan Al-Qur'an. Di antara sifat-sifat mereka adalah menolak kejahatan dengan kebaikan dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka di jalan kebaikan dan kebajikan. |
| وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ {٥٥} |
55. Jika mendengar ucapan batil, mereka tidak mendengarnya dan berkata: "Bagi kami amalan kami, kami tidak akan meninggalkannya, sebaliknya bagi kalian amalan kalian dan dosanya akan menimpa kalian. Kami tidak akan menyibukkan diri membantahnya. Kalian tidak akan mendengar dari kami selain kebaikan dan kami tidak akan berbicara kepada mereka menuruti kebodohan kalian, karena kami tidak menginginkan dan tidak menyukai jalan orang-orang yang bodoh Ini merupakan salah satu ucapan terbaik para dai yang mengajak kepada ajaran Allah. |
| إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ {٥٦} |
56. Wahai Rasul, sungguh engkau tidak bisa memberikan hidayah taufik kepada orang yang engkau inginkan, tetapi hidayah itu ada di tangan Allah. Dia memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki untuk diberi hidayah dan taufik kepada keimanan, sedangkan Dia lebih mengetahui siapa yang layak memperoleh sehingga Dia karuniai hidayah. |
| وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٥٧} |
57. Orang-orang kafir Mekah berkata: "Jika kami mengikuti kebenaran yang kau bawa, lantas kami serta berlepas diri dari para wali dan ilah itu, tentulah kami diusir dari negeri kami, dibunuh, ditawan, dan harta kami dirampas."Bukankah Kami telah menjadikan mereka berkedudukan mantap di sebuah negeri yang aman, Kami telah mengharamkan kepada manusia pertumpahan darah di negeri itu, dan berbagai macam buah dibawa kepadanya sebagai rezeki dari Kami? Akan tetapi, kebanyakan orang musyrik itu tidak mengetahui dengan sebenar-benarnya nilai nikmat yang dikaruniakan kepada mereka ini, terlebih bersyukur dan taat kepada siapa yang telah memberi mereka nikmat-nikmat tersebut. |
| وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا ۖ فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ {٥٨} |
58. Banyak penduduk berbagai negeri yang Kami binasakan ketika mereka disibukkan oleh kehidupan sehingga melalaikan keimanan kepada para rasul, lalu kafir dan melampaui batas. Itulah tempat tinggal mereka yang tidak ditinggali sesudah mereka kecuali sedikit saja. Kami adalah pewaris para hamba, yang mematikan mereka dan mereka semua dikembalikan kepada Kami, lalu Kami yang membalas amal perbuatan mereka. |
| وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ {٥٩} |
59. Wahai Rasul, Rabbmu tidak akan membinasakan negeri-negeri sekitar Mekah di zamanmu sehingga mengutus di ibukotanya -yaitu Mekah- seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Tidaklah Kami mem-binasakan negeri-negeri itu kecuali penduduknya zhalim kepada diri sendiri dengan berlaku kafir dan maksiat kepada Allah, yang dengan perbuatan itu mereka berhak menerima hukuman. |
| وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا ۚ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {٦٠} |
60. Wahai manusia, berapa pun harta dan anak yang diberikan kepada kalian, hanyalah kesenangan yang kalian nikmati di dunia ini, begitu pula perhiasan yang kalian gunakan untuk berhias. Sedangkan yang tersedia di sisi Allah bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan Dia cintai itu lebih baik dan lebih abadi, karena ia kekal takkan musnah. Wahai kaum, apakah kalian memiliki akal untuk merenung, sehingga bisa mengetahui yang baik dan yang buruk? |
| أَفَمَنْ وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَنْ مَتَّعْنَاهُ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْمُحْضَرِينَ {٦١} |
61. Samakah antara orang yang Kami janjikan surga karena taat kepada Kami, sehingga ia pasti meraih yang dijanjikan itu, dengan orang yang Kami beri nikmat di kehidupan dunia, sehingga ia menikmati dan mengutamakan kesenangan dunia daripada akhirat, kemudian pada Hari Kiamat ia termasuk orang-orang yang dihadirkan untuk menerima hisab dan pembalasan? Kedua golongan ini tidak sama. Hendaklah orang berakal memilih apa yang lebih layak dijadikan pilihan, yaitu ketaatan kepada Allah dan upaya meraih ridha-Nya. |
| وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ {٦٢} |
62. Pada hari Allah memanggil orang-orang yang di dunia menyekutukan-Nya dengan para wali dan berhala: "Di manakah mereka yang dulu kalian anggap sebagai sekutu-Ku?" |
| قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَغْوَيْنَا أَغْوَيْنَاهُمْ كَمَا غَوَيْنَا ۖ تَبَرَّأْنَا إِلَيْكَ ۖ مَا كَانُوا إِيَّانَا يَعْبُدُونَ {٦٣} |
63. Orang-orang yang telah pasti ditimpa adzab, yaitu para penyeru kepada kekafiran itu, berkata: "Wahai Rabb kami, orang-orang itu kami sesatkan sebagaimana kami sendiri telah tersesat, kami menyatakan berlepas diri kepada-Mu dari kedudukan sebagai wali dan penolong mereka, mereka dulu bukan beribadah kepada kami, melainkan kepada setan." |
| وَقِيلَ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَرَأَوُا الْعَذَابَ ۚ لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ {٦٤} |
64. Lantas dikatakanlah kepada orang-orang yang menyekutukan-Nya pada Hari Kiamat: "Panggillah sekutu-sekutu yang dulu kalian ibadahi selain Allah!" Mereka pun memanggil, tetapi sekutu-sekutu itu tidak menjawab panggilan itu dan mereka menyaksikan adzab, andaikata saat di dunia dulu mereka mengikuti petunjuk tentulah mereka tidak diadzab. |
| وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ {٦٥} |
65. Pada hari ketika Allah memanggil orang-orang musyrik dengan berfirman: "Jawaban apakah yang kalian sampaikan terhadap risalah para rasul yang Kami utus kepada kalian?" |
| فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الْأَنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ {٦٦} |
66. Mereka tidak bisa berhujah, tidak tahu akan beralasan apa, juga tidak bisa saling bertanya di antara mereka dengan pertanyaan yang bermanfaat tentang alasan yang bisa mereka kemukakan. |
| فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَىٰ أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ {٦٧} |
67. Adapun orang-orang musyrik yang telah bertaubat dan mengikhlaskan ibadah kepada Allah serta mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya maka ia termasuk orang-orang yang sukses di dunia dan akhirat. |
| وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٦٨} |
68. Rabbmu menciptakan segala makhluk yang dikehendaki-Nya, memilih siapa yang dikehendaki-Nya untuk dijadikan sebagai wali-Nya, tidak seorang pun memiliki kewenangan dan pilihan mengenai hal itu, hanya Allah yang berhak tentang itu dan Dia Mahasuci dari kesyirikan mereka. |
| وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ {٦٩} |
69. Rabbmu mengetahui apa yang disembunyikan di dalam dada makhluk-Nya dan ditampakkan. |
| وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَىٰ وَالْآخِرَةِ ۖ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {٧٠} |
70. Dialah Allah yang tidak ada sesuatu berhak diibadahi selain-Nya, hanya milik-Nya segala puji dan syukur di dunia dan akhirat, hanya milik-Nya kewenangan menentukan hukum di antara makhluk-Nya, dan kepada-Nya kalian dikembalikan setelah mati untuk menghadapi Hisab dan Pembalasan. |
| قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ {٧١} |
71. Wahai Rasul, katakan: "Beritahukan kepadaku, wahai manusia, andaikata Allah menjadikan malam untuk kalian berlangsung terus-menerus hingga Hari Kiamat, siapakah ilah selain Allah yang akan mendatangkan cahaya kepada kalian, yang bisa kalian jadikan sebagai penerang? Tidakkah kalian bisa mendengar sehingga memahami dan menerima?" |
| قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ {٧٢} |
72. Katakan kepada mereka: "Beritahukan kepadaku, andaikata Allah menjadikan siang berlangsung terus-menerus hingga Hari Kiamat, siapakah ilah selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian agar kalian bisa memperoleh ketenangan di dalamnya? Tidakkah kalian menyaksikan dengan mata kepala pergantian malam dan siang itu? |
| وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {٧٣} |
73. Wahai manusia, di antara rahmat Allah kepada kalian, Dia menjadikan malam dan siang untuk kalian secara bergantian, Dia menjadikan malam itu gelap sehingga kalian bisa mendapat ketenangan dan badan kalian bisa beristirahat serta menjadikan siang itu bercahaya sehingga kalian bisa mencari peng-hidupan supaya kalian bersyukur kepada-Nya atas karunia nikmat-Nya kepada kalian. |
| وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ {٧٤} |
74. Pada hari ketika Allah memanggil orang-orang musyrik dengan firman-Nya: "Di manakah mereka yang semasa di dunia dulu kalian anggap sebagai sekutu-Ku?" |
| وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {٧٥} |
75. Kami ambil dari setiap umat yang men-dustakan itu seorang saksi -yaitu nabi mereka-yang bersaksi mengenai kesyirikan dan pendustaan mereka selama di dunia kepada para rasul, lalu Kami katakan kepada umat-umat yang mendustakan rasul mereka dan risalah yang mereka bawa dari sisi Allah: "Berikanlah hujah kalian mengenai apa yang kalian sekutukan bersama Allah!" Ketika itu mereka mengetahui bahwa Allah memiliki hujah sempurna yang menyalahkan mereka, bahwa kebenaran itu milik Allah, dan hilanglah segala kedustaan yang dulu mereka buat terhadap Rabb mereka, itu tidak bermanfaat bagi mereka, bahkan membahayakan mereka dan membawa mereka ke Neraka Jahanam. |
| إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ {٧٦} |
76. Sungguh, Qarun semula merupakan kaum Musa lantas ia melampaui batas dalam bersikap sombong kepada mereka. Kami telah memberi Qarun harta kekayaan yang besar sehingga kunci-kuncinya terlalu berat untuk dipikul oleh banyak lelaki yang kuat. Ketika kaumnya berkata kepadanya: "Jangan sombong dan bergembira dengan harta yang kau miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai manusia sombong, yang tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada mereka. |
| وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ {٧٧} |
77. Gunakan harta yang diberikan Allah kepadamu itu untuk mencari pahala akhirat dan beramal ketaatan kepada Allah di dunia, tetapi jangan kaulupakan bagian duniamu dengan menikmati kesenangan halal tanpa berlebihan. Berbuat baiklah kepada orang lain dengan bersedekah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dengan memberimu banyak harta, dan jangan mencari-cari apa yang diharamkan oleh Allah seperti berbuat zhalim kepada kaummu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." |
| قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ {٧٨} |
78. Qarun berkata kepada kaumnya yang menasihatinya: "Aku dikaruniai harta benda yang banyak ini semata karena ilmu dan kemampuan yang ada padaku."Tidakkah Qarun mengetahui bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat darinya dan memiliki harta lebih banyak? Orang-orang yang berbuat dosa itu tidak ditanya mengenai dosa-dosa mereka, karena Allah telah mengetahuinya. Mereka hanya mendapat pertanyaan yang menghinakan dan menegaskan, Allah menghukum mereka berdasarkan pengetahuan-Nya tentang mereka. |
| فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ ۖ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ {٧٩} |
79. Suatu ketika Qarun pun keluar kepada kaumnya menggunakan perhiasannya dengan maksud menunjukkan kebesaran dirinya dan banyaknya harta miliknya. Ketika orang-orang yang menginginkan perhiasan kehidupan dunia itu melihatnya, mereka berkata: "Duhai, alangkah bahagianya andaikata kita memiliki harta, perhiasan, dan jabatan seperti yang dikaruniakan kepada Qarun! Sungguh, Qarun benar-benar beruntung di dunia!" |
| وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ {٨٠} |
80. Orang-orang yang dikaruniai pengetahuan tentang Allah dan syariat-Nya serta mengetahui hakikat berbagai persoalan, berkata kepada orang-orang yang mengatakan: "Duhai, alangkah bahagianya andaikata kita memiliki seperti yang dikaruniakan kepada Qarun" itu: "Celaka kalian! Bertakwa dan taatlah kalian kepada Allah, pahala Allah bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya serta beramal shalih itu lebih baik daripada yang diberikan kepada Qarun! Tetapi nasihat ini tidak akan diterima dan diamalkan kecuali oleh siapa yang berjuang melawan nafsunya, bersabar menjalankan ketaatan kepada Rabbnya, dan menghindari kemaksiatan kepada-Nya." |
| فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ {٨١} |
81. Kami pun menenggelamkan Qarun beserta rumah dan segala isinya ke dalam bumi, lalu tidak ada tentara yang bisa menolongnya selain Allah dan ia tidak mampu melindungi diri dari hukuman yang ditimpakan Allah kepadanya. |
| وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ {٨٢} |
82. Orang-orang yang kemarin mengharapkan nasib seperti Qarun pun mengaduh, mengambil pelajaran, dan diliputi rasa takut akan ditimpa adzab seraya berkata: "Duh, ternyata Allah benar-benar melapangkan rezeki kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Andaikata Allah tidak memberikan karunia kepada kita dan menghindarkan kita dari hukuman atas ucapan kita, tentulah Dia telah menenggelamkan bumi bersama kita sebagaimana yang dilakukan-Nya kepada Qarun. Tidakkah engkau tahu bahwa orang-orang kafir itu tidak akan beruntung, baik di dunia maupun di akhirat?" |
| تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ {٨٣} |
83. Negeri akhirat itu, Kami jadikan kenikmatannya bagi orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan terhadap kebenaran dan kerusakan di bumi. Akhir yang terpuji -yaitu surga- adalah bagi orang-orang yang takut akan adzab Allah, beramal ketaatan, dan meninggalkan kemaksiatan. |
| مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٨٤} |
84. Barang siapa pada Hari Kiamat datang dengan membawa tauhid yang ikhlas dan amal shalih yang sesuai dengan syariat Allah maka ia akan memperoleh pahala besar yang lebih baik dari itu, yaitu surga dan kenikmatan abadi di dalamnya. Adapun siapa yang datang dengan membawa perbuatan jahat maka orang-orang yang berbuat kejahatan tidak akan mendapat balasan selain berdasarkan perbuatan yang pernah mereka kerjakan. |
| إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٨٥} |
85. Wahai Rasul, sungguh, (Allah) Yang telah menurunkan Al-Qur;an kepadamu serta mewajibkan kepadamu untuk menyampaikannya dan berpegang teguh padanya itu benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat asalmu, yaitu Mekah. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik: "Rabbku lebih mengetahui siapakah yang membawa petunjuk dan siapakah yang nyata-nyata tersesat dari kebenaran." |
| وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ {٨٦} |
86. Wahai Rasul, engkau dulu tidak pernah berharap turunnya Al-Qur'an kepadamu, tetapi Allah merahmatimu, lalu menurunkannya kepadamu maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya dan jangan sekali-kali menolong orang-orang yang musyrik dan tersesat. |
| وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ ۖ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {٨٧} |
87. Jangan sekali-kali orang-orang musyrik itu memalingkanmu dari tugas menyampaikan ayat-ayat dan hujah-hujah Rabbmu, setelah Dia menurunkannya kepadamu, sampaikanlah risalah Rabbmu dan jangan sekali-kali menjadi bagian dari orang-orang musyrik. |
| وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {٨٨} |
88. Janganlah beribadah kepada ma'bd (sesembahan) selain Allah, karena tidak ada ma'bd yang benar kecuali Allah. Segala sesuatu pasti binasa dan fana kecuali wajah-Nya. Hanya Dia yang berhak menetapkan hukum dan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan setelah kematian untuk menghadapi hisab dan pembalasan. Ayat ini menegaskan adanya sifat "wajah" bagi Allah yang layak dengan kesempurnaan-Nya dan agungnya kemuliaan-Nya. |
 |