 |
| الم {١} |
1. Alif lam mirn, pembicaraan tentang huruf muqathatah telah dikemukakan pada awal surah Al-Baqarah. |
| غُلِبَتِ الرُّومُ {٢} |
2. Persia telah mengalahkan Romawi di Syam yang merupakan bumi terdekat dari Persia, namun kelak Romawi pasti mengalahkan Persia. Beberapa masa yang akan datang, tidak lebih dari sepuluh tahun dan tidak kurang dari tiga tahun; seluruh urusan milik Allah baik sebelum maupun sesudah kemenangan Romawi; dan ketika orang-orang Romawi mengalahkan Persia maka orang-orang beriman pun bergembira dengan kemenangan yang diberikan Allah kepada Romawi terhadap Persia itu. Allah menolong siapa yang dikehendaki-Nya dan membiarkan siapa yang dikehendaki-Nya tidak mendapat pertolongan, Dia Mahaperkasa yang tidak dikalahkan dan Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya yang dikehendaki-Nya. Hal itu terbukti ketika Romawi mengalahkan Persia tujuh tahun kemudian dan kaum muslimin bergembira karenanya, sebab orang-orang Romawi adalah kaum yang menerima kitab, meskipun mereka menyimpangkannya. |
| فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ {٣} |
3. Lihat ayat 2 |
| فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ {٤} |
4. Lihat ayat 2 |
| بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ {٥} |
5. Lihat ayat 2 |
| وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٦} |
6. Allah memberikan janji yang pasti kepada orang-orang mukmin untuk memberikan pertolongan kepada Romawi Nasrani mengalahkan Persia penyembah berhala, tetapi kebanyakan orang kafir Mekah tidak mengetahui bahwa janji Allah itu benar. Mereka hanya mengetahui hal-hal yang tampak dan perhiasan kehidupan dunia, sedangkan terhadap persoalan akhirat dan hal-hal yang bermanfaat, mereka lalai memikirkannya. |
| يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ {٧} |
7. Lihat ayat 6 |
| أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ {٨} |
8. Tidakkah orang-orang yang mendustakan para rasul Allah dan perjumpaan dengan-Nya itu berfikir tentang penciptaan mereka? Bahwa Allah menciptakan mereka padahal mereka belum berwujud apa pun? Bahwa Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya semata-mata untuk menegakkan keadilan, memberikan pahala dan hukuman, menunjukkan ketauhidan dan kekuasaan-Nya, serta menetapkan ajalnya yaitu pada Hari Kiamat? Kebanyakan manusia tidak percaya tentang perjumpaan dengan Rabb mereka karena ketidak-tahuan mereka bahwa setelah kematian mereka akan kembali kepada Allah dan kelalaian mereka terhadap akhirat. |
| أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {٩} |
9. Belumkah orang-orang yang mendustakan Allah dan melalaikan akhirat itu melakukan perjalanan di bumi untuk memerhatikan dan mengambil pelajaran, sehingga mereka menyaksikan bagaimana balasan yang menimpa umat-umat yang mendustakan para rasul Allah, seperti 'Ad dan Tsamud? 'Ad dan Tsamud itu memiliki tubuh lebih kuat dan kemampuan lebih besar dalam menikmati kehidupan di mana mereka bercocok tanam di bumi, membangun dan menempati istana-istana, memakmurkan dunia melebihi yang bisa dilakukan oleh penduduk Mekah. Akan tetapi semua kemakmuran dan panjangnya hidup mereka itu tidak bermanfaat bagi mereka. Para rasul datang kepada mereka dengan hujah-hujah nyata dan bukti-bukti jelas, namun mereka mendustakannya sehingga Allah membinasakan mereka; Allah tidak menzhalimi mereka dengan itu, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri sendiri dengan berbuat syirik dan maksiat. |
| ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوأَىٰ أَنْ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَكَانُوا بِهَا يَسْتَهْزِئُونَ {١٠} |
10. Kemudian, apa yang Menimpa para thaghut dan kafir yang jahat itu merupakan seburuk-buruk akibat, karena mereka mendustakan Allah dan mempermainkan ayat-ayat-Nya yang diturunkan-Nya kepada para rasul-Nya. |
| اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {١١} |
11. Allah adalah satu-satu-Nya pencipta seluruh makhluk dan satu-satu-Nya yang berkuasa menghidupkan kembali, kem udian semua makhluk akan kembali kepada-Nya, lalu Dia akan membalas perbuatan baik dan perbuatan buruk yang dilakukan. |
| وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ {١٢} |
12. Pada hari terjadinya Kiamat, para pendosa berputus asa kiranya dapat selamat dari adzab. Mereka diterpa kebingungan dan tidak lagi memiliki hujah. |
| وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُ وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ {١٣} |
13. Orang-orang musyrik pada hari itu tidak mendapatkan syafaat dari ilah-ilah yang dulu mereka ibadahi, justru di antara mereka saling berlepas diri. Syafaat itu hanya milik Allah, tidak bisa diminta kepada selain-Nya. |
| وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ {١٤} |
14. Pada hari terjadinya kiamat, orang-orang beriman berpisah dari orang-orang kafir. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih, mereka kelak di surga dimuliakan, disenangkan, dan diberi kenikmatan. |
| فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ {١٥} |
15. Lihat ayat 14 |
| وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ {١٦} |
16. Adapun orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan ajaran para rasul, dan tidak memercayai kebangkitan setelah kematian, mereka itu kekal di dalam adzab, sebagai balasan atas pendustaan yang mereka lakukan selama di dunia. |
| فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ {١٧} |
17. Wahai orang-orang beriman, bertasbihlah dan mahasucikanlah Allah dari sekutu, istri, dan anak; nyatakanlah ucapan yang meng-gambarkan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya, buktikanlah hal itu dengan semua anggota badanmu, baik ketika kalian berada di waktu sore, pagi, maupun siang hari. Hanya milik-Nya pujian di langit dan bumi, di malam dan siang hari. |
| وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ {١٨} |
18. Lihat ayat 17 |
| يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ {١٩} |
19. Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti manusia yang berasal dari nutfah dan burung dari telur; juga mengeluarkan yang mati dari yang hidup, seperti nutfah yang keluar dari manusia dan telur yang keluar dari burung; Dia pula menghidupkan bumi yang sebelumnya kering dengan tumbuhan; dengan proses menghidupkan seperti inilah kalian kelak, wahai manusia, akan keluar dari kubur dalam keadaan hidup untuk menjalani hisab dan pembalasan. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ {٢٠} |
20. Di antara ayat-ayat Allah yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan Adam, nenek moyang kalian, dari tanah, kemudian kalian menjadi manusia yang berketurunan dan bertebaran di bumi untuk mencari karunia Allah. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {٢١} |
21. Di antara ayat-ayat-Nya yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian, wahai kaum pria, istri-istri dari jenis kalian sendiri, agar jiwa kalian tentram dan tenang kepadanya, dan Dia jadikan di antara istri dan suami itu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada penciptaan tersebut terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan Allah bagi kaum yang berfikir. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ {٢٢} |
22. Di antara petunjuk tentang kekuasaan Rabbani adalah diciptakan dan ditinggikannya langit tanpa tiang, diciptakannya bumi yang luas dan lebar, keberagaman bahasa, dan perbedaan warna kulit kalian. Sungguh, semua ini mengandung pelajaran bagi setiap orang yang berilmu. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ {٢٣} |
23. Di antara bukti kekuasaan tersebut, Allah menjadikan tidur sebagai sarana istirahat kalian di malam atau siang hari, karena ia merupakan sarana memperoleh kebugaran dan menghilangkan kelelahan. Dia juga menjadikan siang untuk kalian gunakan mencari rezeki. Itu semua mengandung petunjuk mengenai kesempurnaan kuasa Allah dan terlaksananya kehendak-Nya bagi orang-orang yang selalu mendengar nasihat untuk direnungkan, difikirkan, dan dijadikan pelajaran. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ {٢٤} |
24. Di antara bukti kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepada kalian sehingga kalian takut kepada petir, serta berharap akan turunnya hujan dan butiran-butiran air turun dari awan yang dengannya Dia tumbuhkan bumi yang semula tandus dan kering. Sungguh, ini semua mengandung petunjuk tentang betapa sempurna kekuasaan Allah dan betapa agung kebijaksanaan dan kemurahan-Nya bagi siapa saja yang memiliki akal yang memandunya. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ {٢٥} |
25. Di antara tanda kekuasaan-Nya adalah berdirinya langit dan bumi dengan tegak dan kokoh dengan perintah-Nya, keduanya tidak berguncang, langit pun tidak runtuh ke dumi. Lalu, jika Allah memanggil kalian untuk bangkit dihari Kiamat, tiba-tiba kalian keluar dari kubur dengan cepat. |
| وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ {٢٦} |
26. Semua yang di langit dan bumi, baik malaikat, jin, hewan, tumbuhan, dan benda mati, masing-masing patuh kepada perintah Allah dan tunduk kepada kesempurnaan-Nya. |
| وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٢٧} |
27. Hanya Allah yang memulai penciptaan dari ketiadaan kemudian menghidupkannya kembali setelah kematian. Menghidupkan kembali makhluk setelah mati itu lebih mudah bagi Allah daripada memulai penciptaan mereka, tapi kedua-duanya mudah bagi-Nya. Dia Mahatinggi Jalam segala sifat yang disifatkan kepada-Nya, tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha Melihat. Dia Mahaperkasa yang tidak bisa dikalahkan dan Mahabijaksana dalam ucapan, perbuatan, dan pengelolaan urusan makhluk-Nya. |
| ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ ۖ هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ فَأَنْتُمْ فِيهِ سَوَاءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ {٢٨} |
28. Wahai orang-orang musyrik, Allah telah membuat perumpamaan bagi kalian dari diri kalian: Apakah ada di antara budak-budak kalian miliki yang menjadi sekutu dalam rezeki kalian yang kalian anggap bahwa kalian dan mereka sama-sama memilikinya sebagaimana kalian takut kepada mereka sebagaimana orang-orang merdeka yang bersekutu dalam kepemilikan harta? Kalian tidak mungkin rela dengan persekutuan itu, tetapi bagaimana kalian rela persekutuan itu bagi Allah dengan menjadikan-Nya memiliki sekutu pada makhluk-Nya? Dengan penjelasan seperti inilah, Kami menjelaskan berbagai bukti dan hujah kepada orang-orang yang berakal sehat dan menggunakan akal sehatnya itu. |
| بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ {٢٩} |
29. Tetapi orang-orang musyrik itu mengikuti hawa nafsu mereka dengan bertaklid kepada nenek moyang mereka tanpa ilmu, ikut dalam kebodohan dan kesesatan mereka. Tidak seorang pun berkuasa memberi petunjuk siapa yang telah disesatkan oleh Allah disebabkan kekafiran dan penentangan yang terus-menerus dilakukannya. Mereka itu tidak memiliki penolong yang bisa menyelamatkan mereka dari adzab Allah. |
| فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٣٠} |
30. Wahai Rasul, luruskan pandangan wajahmu bersama para pengikutmu, teruslah berada di atas din yang disyariatkan Allah bagimu, yaitu Islam yang di atasnya Allah telah menciptakan fitrah manusia. Keberadaan kalian ada di atas din ini, keteguhan berpegang padanya, keteguhan di atas fitrah Allah, yaitu keimanan kepada Allah saja. Tidak ada perubahan dalam penciptaan dan din Allah. la merupakan jalan lurus yang mengantarkan kepada ridha Allah dan surga-Nya. Tetapi, wahai Rasul, kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa yang Kuperintahkan -kepadamu itu satu-satunya din yang haq. |
| مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ {٣١} |
31. Jadilah kalian orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat dan keikhlasan beramal untuk-Nya, bertakwalah kepada-Nya dengan me-laksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan, dan laksanakanlah shalat secara sempurna dengan memenuhi seluruh kewajiban dan syaratnya, janganlah kalian termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam beribadah. |
| مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ {٣٢} |
32. Janganlah kalian menjadi bagian dari orang-orang musyrik, pengikut hawa nafsu, dan ahlubid'ah yang mengubah din, mereka mengambil sebagian din dan meninggalkan sebagian lain sesuai dengan selera nafsu, akhirnya mereka pun terbelah menjadi beberapa kelompok dan golongan yang berkumpul demi pemimpin, golongan, dan pendapat mereka serta saling membantu dalam kebatilan; setiap golongan berbangga dan bergembira dengan apa yang mereka miliki, mereka membuat penilaian seenak sendiri dengan mengatakan mereka di atas kebenaran sedangkan orang-orang lain di atas kebatilan. |
| وَإِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا أَذَاقَهُمْ مِنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ {٣٣} |
33. Jika ditimpa bencana, manusia berdoa menyeru Rabb mereka dengan ikhlas kepada-Nya agar dihilangkan bencana itu. Jika Allah merahmati dan menghilangkan bencana dari mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka kembali kepada kesyirikan, mereka beribadah kepada Allah dan kepada selain-Nya. |
| لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ {٣٤} |
34. Biarlah mereka kafir terhadap anugerah dan karunia yang Kami berikan kepada mereka, yakni berupa dihilangkannya bencana. Wahai orana-orang musyrik, nikmatilah kelapangan di dunia ini, kelak kalian pasti mengetahui adzab dan hukuman yang akan kalian terima. |
| أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَ {٣٥} |
35. Atau pernahkah Kami menurunkan bukti yang nyata dan kitab yang pasti yang menyatakan kebenaran atas kesyirikan dan kekafiran mereka kepada Allah dan ayat-ayat-Nya? |
| وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ {٣٦} |
36. Jika Kami memberi manusia kenikmatan berupa kesehatan dan kelapangan, mereka bergembira dengannya seperti kegembiraan orang yang sombong dan angkuh, bukan kegembiraan orang yang bersyukur. Adapun jika ditimpa penyakit, kemiskinan, ketakutan, dan kesempitan disebabkan dosa dan kemaksiatan mereka, tiba-tiba mereka berputus asa, tidak memiliki harapan akan hilangnya semua kesulitan itu. inilah karakter kebanyakan manusia ketika mengalami kelapangan dan kesulitan hidup. |
| أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٣٧} |
37. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah ia akan bersyukur atau kufur? Dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah ia bersabar atau mengeluh? Sungguh pemberian kelapangan dan kesempitan itu merupakan tanda-tanda bagi kaum yang beriman kepada Allah serta memahami hikmah dan rahmat-Nya. |
| فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {٣٨} |
38. Wahai orang yang beriman, berikanlah hak kerabatmu berupa jalinan silaturahim, sedekah, dan seluruh amal kebajikan. Berikanlah zakat dan sedekah kepada orang fakir yang membutuhkan; yang tidak memiliki jalan memperoleh rezeki. Pemberian itu lebih baik bagi orang-orang yang menginginkan ridha Allah. Orang-orang yang mengamalkan amal-amal ini dan amal-amal kebajikan lainnya, mereka itulah orang-orang yang akan sukses meraih pahala Allah dan selamat dari hukuman-Nya. |
| وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ {٣٩} |
39. Harta yang kalian pinjamkan dengan tujuan riba dan memperoleh tambahan (bunga) atas pinjaman itu, agar ia bertambah dan berkembang di dalam harta manusia, di sisi Allah ia tidak bertambah, bahkan Dia musnahkan. Adapun zakat dan sedekah yang kalian berikan kepada para mustahik (orang yang berhak-ed) dalam rangka mencari ridha dan pahala oleh Allah, justru itulah harta yang diterima dan dilipatgandakan Allah untuk kalian dengan kelipatan yang banyak. |
| اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٤٠} |
40. Wahai manusia, Allah saja yang menciptakan kemudian memberi rezeki kalian dalam kehidupan ini, lalu mematikan kalian ketika sampai ajal kalian, kemudian Dia membangkitkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup untuk menerima hisab dan pembalasan. Adakah di antara sekutu-sekutu kalian yang melakukan sebagian dari itu? Mahasuci Allah dari kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang yang menyekutukan-Nya. |
| ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {٤١} |
41. Kerusakan yang terjadi di daratan dan lautan, seperti kekeringan, sedikitnya curah hujan, serta banyaknya penyakit dan wabah; itu disebabkan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, agar Allah menimpakan hukum-an sebagian perbuatan yang mereka lakukan itu di dunia supaya mereka bertaubat kepada Allah dan mening-galkan kemaksiatan, lalu keadaan dan urusan mereka menjadi baik. |
| قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ {٤٢} |
42. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mendustakan ajaranmu: "Berjalanlah di seluruh penjuru bumi dalam rangka mengambil pelajaran dan melakukan pengamatan, lalu perhatikan bagaimana akibat yang dirasakan oleh umat-umat di masa lalu yang mendustakan, seperti kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, niscaya kalian mendapati mereka itu mengalami akibat dan nasib yang sangat buruk. Dulu, kebanyakan mereka itu menyekutukan Allah. |
| فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ {٤٣} |
43. Berpegang teguhlah pada din itu sebelum datangnya Hari Kiamat. Jika hari yang kedatangannya tidak bisa ditolak oleh seorang pun itu datang, makhluk-makhluk terpisah-pisah dalam pelbagai kelompok yang berbeda untuk diperlihatkan amal mereka. |
| مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ {٤٤} |
44. Barang siapa kafir maka akibat kekafirannya itu akan menimpa dirinya, yaitu adzab yang kekal di neraka, dan barang siapa beriman serta beramal shalih maka berarti mereka mempersiapkan untuk diri mereka tempat tempat tinggal di surga disebabkan oleh keteguhan mereka dalam menaati Rabb mereka. |
| لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ {٤٥} |
45. Agar Allah membalas orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih, dengan karunia dan kemurahan-Nya. Sungguh, Dia tidak mencintai orang-orang kafir, justru Dia benci dan murka kepada mereka. |
| وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {٤٦} |
46. Di antara ayat-ayat Allah yang menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satu-Nya Ilah Yang Haq, tiada sekutu bagi-Nya, serta yang menunjukkan keagungan kuasa-Nya adalah pengiriman angin sebelum hujan sebagai pembawa kabar gembira dengan cara menggiring awan sehingga hati menjadi senang; agar Dia memberi mereka kesempatan untuk merasakan sebagian rahmat-Nya dengan menurunkan hujan yang menghidupkan banyak negeri dan hamba, agar kapal-kapal berlayar di lautan dengan perintah dan kehendak Allah, serta agar kalian mencari karunia-Nya dengan berdagang atau lainnya. Allah melakukan semua itu agar kalian bersyukur kepada-Nya atas pelbagai nikmat-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya. |
| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ {٤٧} |
47. Wahai Rasul, Kami telah mengutus para rasul sebelummu kepada kaum mereka sebagai penyampai kabar gembira dan peringatan, yang mengajak kepada tauhid dan memperingatkan mereka dari bahaya syirik; para rasul itu datang membawa mukjizat dan bukti nyata, tetapi kebanyakan mereka kafir kepada Rabb mereka, Kami pun menimpakan hukuman terhadap para pelaku kejahatan dan Kami binasakan mereka, serta Kami tolong orang-orang beriman pengikut para rasul. Demikianlah perlakuan Kami terhadap orang-orang yang mendustakanmu, jika mereka masih tetap mendustakan dan tidak beriman. |
| اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ {٤٨} |
48. Allah mengirim angin, lalu angin itu mengarak awan yang bermuatan air, lalu Dia menyebarkan awan itu di langit sebagaimana Dia kehendaki, menjadikannya gumpalan terpisah-pisah, lantas engkau melihat hujan keluar dari sela-sela awan; jika Allah menggiring awan itu kepada hamba-hamba-Nya, mereka pun bergembira karena Allah telah mengarahkannya kepada mereka. |
| وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ {٤٩} |
49. Padahal, sebelum turunnya hujan, mereka itu dalam keputusasaan disebabkan tidak turunnya hujan. |
| فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٥٠} |
50. Saksikanlah, wahai orang yang menyaksikan, dengan perhatian dan perenungan mengenai pengaruh hujan terhadaptanaman,tumbuhan,dan pepohonan, bagaimana dengan hujan itu Allah menghidupkan bumi yang sebe-lumnya mati, lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputannya. Sungguh, Yang telah menakdirkan hidupnya bumi ini benar-benar akan menghidupkan semua yang mati dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkan-Nya. |
| وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ {٥١} |
51. iika Kami mengirimkan angin perusak ke-pada tanaman mereka, mereka pun melihat tanaman mereka rusak disebabkan angin itu, menguning setelah sebelumnya hijau, tentulah setelah menyaksikannya mereka menjadi kafir kepada Allah serta ingkar kepada nikmat-nikmat-Nya. |
| فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ {٥٢} |
52. Wahai Rasul, engkau tidak bisa menjadikan orang yang mati hatinya atau yang menyumbat telinganya itu mendengar kebenaran. Maka, jangan cemas atau bersedih karena ketidak berimanan orang-orang musyrik itu kepadamu, karena mereka sebenarnya orang yang tuli dan mati yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa merasakan, walaupun jasad mereka berada di hadapanmu. Lantas bagaimana halnya jika mereka tidak berada di hadapanmu? |
| وَمَا أَنْتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ ۖ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ {٥٣} |
53. Wahai Rasul, engkau bukan pembimbing bagi orang yang telah dibutakan Allah dari jalan petunjuk. Engkau tidak bisa menjadikan seseorang mendengar —untuk mengambil—manfaat, kecuali orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu tunduk dan melaksanakan perintah Allah. |
| اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ {٥٤} |
54. Allah yang telah menciptakan kalian dari air yang lemah dan hina, yaitu nutfah; setelah kelemahan masa kanak-kanak, Dia menjadikan kekuatan masa dewasa, setelah kekuatan ini Dia menjadikan kelemahan masa lanjut usia, sedangkan Dia Mahatahu tentang kelemahan dan kekuatan itu, Dia Mahatahu tentang makhluk-Nya dan Mahakuasa atas segala sesuatu. |
| وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ {٥٥} |
55. Pada hari terjadinya kiamat, Allah membangkitkan makhluk dari kubur mereka, orang-orang musyrik bersumpah bahwa mereka tidak tinggal di dunia kecuali dalam jangka waktu yang sangat pendek. Mereka berdusta dalam sumpah mereka sebagaimana semasa di dunia dulu mereka biasa berdusta dan mengingkari kebenaran yang dibawa oleh para rasul. |
| وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ {٥٦} |
56. Mereka yang diberi ilmu dan keimanan kepada Allah, yaitu para malaikat, nabi, dan orang mukmin berkata: "Kalian tinggal selama jangka waktu yang telah ditulis o(eh Allah berdasarkan ilmu-Nya yang terdahulu, sejak kalian diciptakan hingga dibangkitkan. Inilah Hari Kebangkitan, akan tetapi kalian tidak mengetahui sehingga kalian mengingkari dan mendustakannya ketika di dunia." |
| فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ {٥٧} |
57. Pada Hari Kiamat, orang-orang zhalim tidak memperoleh manfaat dari alasan-alasan yang mereka kemukakan serta tidak diminta mencari ridha Allah dengan bertaubat dan taat, akan tetapi mereka dihukum karena kejahatan dan kemaksiatan mereka. |
| وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ {٥٨} |
58. Telah Kami jelaskan kepada manusia setiap perumpamaan dalam Al-Qur'an ini dalam rangka menegakkan hujah terhadap mereka serta mengukuhkan keesaan Allah Wahai Rasul, andaikata engkau datang kepada mereka dengan hujah apa pun yang menunjukkan kebenaran, niscaya orang-orang kafir mengatakan: "Wahai Rasul, engkau dan para pengikutmu hanyalah orang-orang yang membawa perkara-perkara batil." |
| كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ {٥٩} |
59. Wahai Rasul, seperti itulah Allah menutup hati orang-orang yang tidak mengetahui hakikat pelajaran dan ayat nyata yang datang kepada mereka dari sisi Allah. |
| فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ {٦٠} |
60. Wahai Rasul, bersabarlah terhadap hal menyakitkan yang dilakukan oleh kaummu dan pendustaan mereka terhadapmu, sesungguhnya pertolongan, kemenangan, dan pahala yang dijanjikan Allah kepadamu itu benar, tidak ada keraguan mengenainya, jangan sekali-kali orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat serta mendustakan Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan itu menghasutmu untuk meninggalkan agamamu. |
 |