 |
| الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ {١} |
1. Segala puji bagi Allah karena sifat-sifat-Nya yang seluruhnya merupakan sifat sempurna dan karena nikmat-nikmat-Nya yang lahir maupun batin, diniah maupun duniawiah; Yang memiliki kerajaan di langit dan bumi; Yang berhak terhadap pujian sempurna di akhirat, dan Dia Mahabijaksana dalam perbuatan-Nya lagi Maha Mengetahui urusan-urusan makhluk-Nya. |
| يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ {٢} |
2. Dia mengetahui setiap yang masuk ke bumi, yaitu tetesan-tetesan air; setiap yang keluar darinya, yaitu tumbuhan, bahan tambang, dan air; semua yang turun dari langit, yaitu hujan, malaikat, dan kitab; dan semua yang naik ke langit, yaitu malaikat dan perbuatan makhluk. Dia juga Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya, tidak buru-buru menghukum orang-orang yang bermaksiat lagi Maha Pengampun terhadap dosa orang-orang yang bertaubat dan bertawakal kepada-Nya. |
| وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ الْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ {٣} |
3. Orang-orang kafir yang tidak percaya kepada Hari Kebangkitan berkata: "Kiamat tidak akan datang kepada kami!" Wahai Rasul, kata-kan kepada mereka: "Tidak demikian, demi Rabbku, Kiamat pasti datang kepada kalian, hanya saja tidak seorang pun mengetahui waktu kejadiannya selain Allah Yang Mahatahu tentang hal gaib, yang pengetahuan-Nya tidak luput dari sesuatu seberat semut kecil di langit dan bumi, atau yang lebih kecil dari itu, atau yang lebih besar dari itu, semuanya tertulis di dalam sebuah kitab yang jelas, Lauh Mahfuzh. Agar Dia memberi pahala orang-orang yang beriman kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya, dan beramal shalih; mereka itu memperoleh ampunan dosa dan rezeki mulia, yaitu surga. |
| لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ {٤} |
4. Lihat ayat 4 |
| وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ {٥} |
5. Orang-orang yang berusaha menghalang-halangi dari jalan Allah, mendustakan rasul-rasul-Nya, dan menolak ayat-ayat-Nya karena menentang Allah dan ingin mengalahkan ketetapan-Nya, mereka akan memperoleh adzab yang paling buruk dan paling menyakitkan. |
| وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ {٦} |
6. Orang-orang yang diberi ilmu itu mengetahui bahwa Al-Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu ada-lah kebenaran yang membimbing ke jalan Allah Yang Mahaperkasa Yang tidak bisa dikalahkan atau dihalang-halangi, sebaliknya Dia memaksa dan mengalahkan segala sesuatu, Yang Maha Terpuji dalam ucapan, perbuatan, dan syariat-Nya. |
| وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ {٧} |
7. Orang-orang kafir itu mengejek dengan mengatakan satu sama lain: "Maukah kami tunjukkan kalian seorang lelaki (yang dimaksud adalah Muhammad yang memberitahu kalian bahwa jika kalian telah mati dan jasad kalian telah berserakan, kalian akan hidup dan dibangkitkan kembali dari kubur?" Mereka berkata demikian karena ke-tidakpercayaan mereka yang keterlaluan. |
| أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌ ۗ بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِ {٨} |
8. "Apakah lelaki ini berdusta ataukah gila sehingga ia berbicara tentang hal-hal yang tidak diketahuinya?" Perkataan orang-orang kafir itu tidak benar, justru Muhammad adalah orang yang paling jujur. Orang-orang yang tidak beriman kepada kebangkitan dan tidak beramal untuk menghadapinya, mereka berada dalam adzab abadi di akhirat dan kesesatan yang jauh dari kebenaran di dunia. |
| أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ {٩} |
9. Belumkah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada akhirat itu mengetahui agungnya kekuasaan Allah di langit dan bumi yang ada di hadapan dan belakang mereka, yang mencengangkan akal dan keduanya melingkupi mereka? Jika Kami kehendaki, Kami benamkan bumi bersama mereka sebagaimana pernah Kami lakukan terhadap Qarun atau Kami turunkan kepada mereka potongan-potongan adzab sebagaimana pernah Kami lakukan terhadap kaum Syu'aib, di mana langit menghujani mereka dengan api yang membakar mereka. Sungguh, di dalam kekuasaan Kami yang telah Kami sebutkan itu terdapat petunjuk nyata bagi setiap hamba yang kembali bertaubat kepada Rabbnya, mengakui tauhid-Nya, dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. |
| وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ {١٠} |
10. Kami telah memberikan kenabian, kitab, dan ilmu kepada Daud. Kami firmankan kepada gunung-gunung dan burung-burung: "Bertasbihlah kalian bersamanya!", dan Kami lunakkan besi untuknya sehingga menjadi seperti adonan yang bisa dibuatnya apa saja yang diinginkannya. |
| أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ ۖ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {١١} |
11. Buatlah baju-baju besi yang sempurna dan longgar, taksirlah ukuran paku pada ring-ring baju besi. Jangan membuat ring berukuran kecil sehingga akan lemah dan baju besi itu tidak cukup kuat untuk melindungi, tetapi jangan terlalu besar sehingga terasa berat bagi pemakainya. Wahai Daud, hendaklah engkau dan keluargamu melaksanakan ketaatan kepada Allah, sesungguhnya Aku melihat apa yang kalian kerjakan, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari penglihatan-Ku. |
| وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ ۖ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ {١٢} |
12. Untuk Sulaiman Kami tundukkan angin yang bertiup mulai pagi hingga pertengahan siang menempuh jarak perjalanan normal satu bulan dan yang bertiup mulai pertengahan siang hingga malam menempuh perjalanan normal satu bulan. Kami cairkan tembaga untuknya seperti air untuk membuat apa saja yang diinginkannya. Kami tundukkan untuknya sebagian jin yang bekerja di hadapannya dengan izin Rabbnya. Siapa di antara mereka yang menyimpang dari perintah Kami untuk menaati Sulaiman maka Kami timpakan kepadanya adzab neraka yang menyala-nyala. |
| يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ {١٣} |
13. Jin itu melakukan pekerjaan yang diinginkan Sulaiman, seperti membuat masjid-masjid untuk ibadah, patung-patung tembaga dan kaca, bejana-bejana besar seperti kolam air, dan periuk-periuk yang diam dan tidak bergeser dari tempatnya karena sangat besar. Kami katakan kepada keluarga Daud: "Bekerjalah sebagai wujud kesyukuran kalian kepada Allah atas karunia-Nya, yaitu dengan menaati dan mematuhi perintah-Nya; sedikit sekali di antara hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur kepada Allah, sedangkan Daud dan keluarganya termasuk golongan yang sedikit itu." |
| فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ {١٤} |
14. Ketika Kami menetapkan kematian bagi Sulaiman, tidak ada yang memberitahu jin tentang kematiannya kecuali rayap-rayap yang memakan tongkat yang biasa digunakannya untuk bersandar sehingga Sulaiman jatuh ke tanah. Tatkala itulah jin mengetahui bahwa andaikata mereka mengetahui hal gaib tentulah mereka tidak begitu lama berada dalam adzab yang menghinakan dan deraan pekerjaan berat Sulaiman karena mereka menyangkanya masih hidup. Ayat ini mengandung sanggahan terhadap keyakinan sebagian orang bahwa jin itu mengetahui hal gaib, karena andaikata mereka mengetahui hal gaib tentu mereka mengetahui kematian Sulaiman dan tidak begitu lama berada dalam adzab yang menghinakan itu. |
| لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ {١٥} |
15. Sungguh, pada bangsa Saba' di Yaman, di tempat tinggal mereka terdapat petunjuk tentang kekuasaan Kami: dua kebun dari kanan dan kiri, "Makanlah sebagian rezeki Rabb kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kalian; sung-guh, negeri kalian itu subur tanahnya dan baik udaranya, sedangkan Rabb kalian Maha Pengampun terhadap kalian." |
| فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ {١٦} |
16. Namun, mereka berpaling dari perintah Allah, enggan bersyukur kepada-Nya, dan mendustakan para rasul maka Kami kirimkan banjir besar dan keras yang menghancurkan bendungan dan menenggelamkan kebun-kebun, dan Kami ganti kedua kebun mereka yang ditumbuhi buah-buahan itu dengan dua kebun yang ditumbuhi pepohonan yang rasa buahnya pahit yang tidak enak dimakan serta atsl, yaitu pohon yang mirip dengan cemara yang tidak berbuah, dan sedikit pohon bidara yang banyak durinya. Perubahan dari baik kepada buruk itu terjadi disebabkan kekafiran dan ketidakbersyukuran mereka terhadap nikmat-nikmat Allah. Tidaklah Kami menghukum dengan hukuman keras seperti ini kecuali orang-orang yang ingkar dan keterlaluan dalam kekafiran, perbuatannya itu diberi balasan setimpal. |
| ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ {١٧} |
17. Lihat ayat 16 |
| وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ {١٨} |
18. Kami jadikan antara penduduk Saba' yang berada di Yaman dan kampung-kampung Syam yang Kami berkahi, kota-kota yang satu sama lain saling bersambung, setiap kota dapat dilihat dari kota lainnya. Kami jadikan ukuran perjalanan di kota-kota itu dari satu persinggahan ke persinggahan lain tanpa tidak menyulitkan. Dan Kami katakan kepada mereka: "Berjalanlah kalian di negeri-negeri itu kapan pun kalian inginkan, malam atau siang, dengan aman, tanpa takut kepada musuh, kelaparan, atau kehausan." |
| فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ {١٩} |
19. Dikarenakan kezhaliman mereka, mereka bosan dengan ketenangan, keamanan, dan kehidupan yang nyaman. Mereka berkata: "Wahai Rabb kami, jadikanlah kampung-kampung kami berjauhan agar perjalanan kami di antara kampung-kampung itu menjauh, tidak ada kampung-kampung ramai di tengah perjalanan kami." Mereka menzhalimi diri sendiri dengan kekafiran maka Kami binasakan dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan pembicaraan bagi orang-orang yang datang sesudah mereka. Kami pecah-belah hubungan mereka dan Kami hancurkan negeri-negeri mereka. Sungguh, bencana yang menimpa Saba' merupakan pelajaran bagi setiap orang yang bersabar terhadap hal-hal yang tidak disukai dan berat serta bersyukur terhadap nikmat-nikmat Allah |
| وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {٢٠} |
20. Dulu Iblis hanya menduga secara tidak yakin bahwa keturunan Adam akan tersesat dan mematuhinya dalam kemaksiatan kepada Allah, lalu dugaannya itu ternyata benar. Mereka mematuhinya dan bermaksiat kepada Rabb mereka, kecuali segolongan orang yang beriman kepada Allah, mereka itu tetap menaati Allah. |
| وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ {٢١} |
21. Iblis sama sekali tidak mampu memaksa mereka untuk kafir, namun kebijaksanaan Allah menghendaki penyesatannya terhadap keturunan Adam, agar Dia menampakkan apa yang telah diketahui-Nya secara azali, agar Kami bisa membedakan antara orang yang beriman dengan orang yang ragu kepada Hari Kebangkitan, pahala, dan hukuman. Rabbmu Maha Menjaga segala sesuatu, Dia menjaganya dan memberi balasannya. |
| قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ {٢٢} |
22. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik: "Serulah mereka yang kalian anggap sebagai sekutu, yang kalian ibadahi selain Allah, yaitu berhala-berhala, para malaikat, dan manusia! Datanglah kepada mereka untuk meminta kebutuhan kalian niscaya mereka tidak akan mengabulkan permintaan kalian, karena mereka tidak memiliki apa pun di langit dan bumi meski hanya seberat seekor semut kecil. Mereka tidak memiliki persekutuan di dalam keduanya dan tidak ada di antara orang-orang musyrik itu yang menolong Allah dalam menciptakan sesuatu. Allah adalah satu-satu-Nya yang menciptakan maka Dialah satu-satu-Nya yang berhak diibadahi, tidak ada satu pun yang berhak diibadahi selain-Nya. |
| وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ {٢٣} |
23. Syafaat seseorang itu tidak bermanfaat di sisi Allah kecuali bagi siapa yang diizinkan-Nya. Salah satu keagungan dan kemuliaan Allah adalah apabila Dia g memfirmankan wahyu, lalu penduduk langit mendengar firman-Nya, tentulah mereka gemetar karena takut sehingga hampir-hampir mereka pingsan. Jika rasa takut itu telah hilang dari hati mereka, tentulah mereka saling bertanya, "Apakah yang difirmankan Rabb kalian?" Para malaikat berkata: "Dia mengatakan kebenaran dan Dia Mahatinggi dengan dzat-Nya, kekuatan-Nya, dan ketinggian kedudukan-Nya serta Dia Mahabesar atas segala sesuatu." |
| قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٢٤} |
24. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang musyrik: "Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit berupa hujan serta dari bumi berupa tumbuhan, bahan tambang, dan sebagainya?" Mereka pasti mengakui bahwa yang memberi itu Allah. Jika mereka tidak mengakui hal itu, katakan kepada mereka: "Allah Maha Pemberi rezeki. Salah satu dari dua kelompok, entah kami atau kalian, benar-benar berada di atas petunjuk atau tenggelam dalam kesesatan nyata." |
| قُلْ لَا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ {٢٥} |
25. Katakan:"Kalian tidak akan ditanya mengenai dosa-dosa kami dan kami tidak akan ditanya mengenai amal kalian, karena kami berlepas diri dari kalian dan kekafiran kalian." |
| قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ {٢٦} |
26. Katakan: "Rabb kita akan mengumpulkan kami dan kalian pada Hari Kiamat, kemudian memutuskan perkara di antara kita secara adil, Dia Maha Pemberi keputusan yang memutus perkara di antara makhluk-Nya serta Maha Mengetahui tentang keputusan yang harus ditetapkan dan kondisi-kondisi makhluk-Nya, tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Nya." |
| قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٢٧} |
27. Katakan: "Tunjukkan hujah kepadaku me-ngenai mereka yang kalian jadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah, apakah mereka pernah menciptakan sesuatu?" Tidaklah benar apa yang mereka sifatkan itu. Justru Dialah satu-satu-Nya Yang Diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang Mahaperkasa dalam menjatuhkan hukuman terhadap siapa saja yang menyekutukan-Nya lagi Mahabijaksana dalam ucapan, tindakan, dan kepengurusan berbagai urusan makhluk-Nya. |
| وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٢٨} |
28. Wahai Rasul, Kami tidak mengutusmu kecuali bagi seluruh manusia untuk menyampaikan kabar gembira mengenai pahala Allah dan peringatan tentang hukuman-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran sehingga mereka berpaling darinya. |
| وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٢٩} |
29. Orang-orang musyrik itu mengejek: "Kapankah terjadinya ancaman yang kalian ancamkan kepada kami bahwa Allah akan mengumpulkan kita pada saat itu, kemudian memutuskan per-kara di antara kita, jika ancaman kalian kepada kami ini benar?" |
| قُلْ لَكُمْ مِيعَادُ يَوْمٍ لَا تَسْتَأْخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ {٣٠} |
30. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Kalian memiliki waktu yang dijanjikan dan pasti datang, yaitu waktu terjadinya Hari Kiamat. Kalian tidak dapat menundanya sesaat pun untuk bertaubat dan tidak dapat memajukannya sesaat sebelumnya untuk menimpakan adzab. Waspadailah hal itu sejak hari ini serta persiapkanlah perbekalan untuk menghadapinya." |
| وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ {٣١} |
31. Orang-orang kafir berkata:"Kami tidak akan memercayai Al-Qur'an ini dan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur." Mereka telah mendustakan seluruh kitab Allah. Wahai Rasul, andaikata engkau melihat orang-orang zhalim ditahan di hadapan Rabb mereka untuk menerima hisab, mereka saling berbalas ucapan, masing-masing melontarkan celaan kepada yang lain, tentulah engkau menyaksikan sesuatu yang mengerikan. Orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang sombong —yaitu para pemimpin yang sesat dan menyesatkan: "Andaikata bukan karena kalian telah menyesatkan kami dari petunjuk, tentulah kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." |
| قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ ۖ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ {٣٢} |
32. Para pemimpin berkata kepada orang-orang lemah: "Apakah kami menghalangi kalian dari petunjuk ketika ia datang kepada kalian? Justru, kalian dulu adalah orang-orang berdosa karena masuk ke dalam kekafiran dengan kehendak dan pilihan sendiri. |
| وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا ۚ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٣٣} |
33. Orang-orang lemah berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka dalam kesesatan: "Justru, rencana jahat kalian terhadap kami di malam dan siang hari itulah yang telah menjerumuskan kami dalam kebinasaan. Kalian memerintah kami agar kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya dalam ibadah." Masing-masing dari kedua golongan itu menyembunyikan penyesalan ketika mereka melihat adzab yang telah disiapkan untuk mereka. Kami telah mempersiapkan belenggu-belenggu di leher orang-orang kafir, mereka tidak dihukum seperti ini kecuali disebabkan oleh kekafiran mereka kepada Allah dan perbuatan jahat mereka di dunia. Ayat ini mengandung peringatan keras agar tidak mengikuti para penyeru dan pemimpin kesesatan. |
| وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ {٣٤} |
34. Tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun di suatu negeri yang mengajak kepada tauhid dan pemurnian ibadah kepada Allah, kecuali orang-orang di antara penduduk negeri itu yang tenggelam dalam kesenangan dan syahwat berkata: "Sungguh, kami menolak apa yang kalian bawa, wahai para rasulf |
| وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ {٣٥} |
35. Mereka berkata: "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak daripada kalian. Demi Allah, Dia tidak memberi kami semua nikmat ini kecuali karena ridha-Nya kepada kami dan kami tidaklah diadzab di dunia maupun akhirat." |
| قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {٣٦} |
36. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Sungguh, Rabbku melapangkan rezeki di dunia bagi siapa di antara hamba-Nya yang Dia kehendaki serta menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki, bukan karena cinta atau benci, akan tetapi Dia melakukan hal itu sebagai ujian, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa itu merupakan ujian bagi hamba-hamba-Nya karena mereka tidak memerhatikan." |
| وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ {٣٧} |
37. Bukanlah harta dan anak kalian yang mendekatkan kalian kepada Kami dan meninggikan derajat kalian, namun barang siapa beriman kepada Allah dan beramal shalih maka mereka itu mendapat pahala kebaikan yang berlipat ganda. Kebaikan itu dibalas dengan kebaikan semacamnya sepuluh kali lipat hingga kelipatan yang dikehendaki oleh Allah. Mereka berada di tempat-tempat tinggi di surga dalam keadaan aman dari adzab, kematian, dan kesedihan. |
| وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ {٣٨} |
38. Dan orang-orang yang berupaya membantah hujah-hujah Kami serta menghalang-halangi dari jalan Allah dengan melakukan penentangan dan perlawanan maka mereka itu berada di dalam adzab Jahanam pada Hari Kiamat, diseret oleh para malaikat Zabaniah; mereka tidak bisa keluar darinya. |
| قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ {٣٩} |
39. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang tertipu dengan harta dan anak itu:"Sungguh, Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa di antara hamba-Nya yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki sebagai suatu hikmah yang Dia ketahui. Apa pun yang kalian berikan sesuai dengan yang diperintahkan-Nya, niscaya diganti-Nya dengan balasan yang diberikan-Nya kepada kalian di dunia dan pahala di akhirat. Dia adalah sebaik-baik Pemberi rezeki maka mohonlah rezeki kepada-Nya saja serta berupayalah menempuh sebab-sebab yang diperintahkan-Nya." |
| وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ {٤٠} |
40. Wahai Rasul, ingatlah hari ketika Allah menghimpun orang-orang musyrik dan para malaikat yang mereka ibadahi selain-Nya, kemudian Dia berkata kepada para malaikat dengan nada celaan bagi orang-orang yang telah beribadah kepada mereka: "Apakah mereka itu dahulu beribadah kepada kalian, selain kepada Kami?" |
| قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ {٤١} |
41. Para malaikat itu berkata: "Kami memahasucikan-Mu, ya Allah, dari adanya sekutu bagi-Mu dalam ibadah; Engkaulah satu-satu-Nya wali yang kami taati dan kami ibadahi, akan tetapi mereka itu beribadah kepada setan, kebanyakan mereka itu beriman dan taat kepadanya." |
| فَالْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ {٤٢} |
42. Pada hari dihimpunnya seluruh makhluk ini, ilah-ilah yang diibadahi itu tidak mampu memberi manfaat dan mudharat. Kami katakan kepada orang-orang yang telah menzhalimi diri dengan kesyirikan dan kemaksiatan: "Rasakanlah adzab neraka yang dulu kalian dustakan!" |
| وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَنْ يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ مُفْتَرًى ۚ وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ {٤٣} |
43. Jika kepada mereka dibacakan ayat-ayat Allah yang jelas, orang-orang kafir Mekah berkata: "Muhammad hanyalah seorang yang ingin menghalangi kalian dari beribadah kepada ilah-ilah yang dulu diibadahi oleh nenek moyang kalian." Mereka juga berkata: "Al-Qur'an yang engkau bacakan kepadaku ini, wahai Muhammad, hanyalah kebohongan yang engkau buat sendiri, bukan diturunkan dari sisi Allah. Orang-orang kafir berkata mengenai Al-Qur'an ketika datang kepada mereka (dengan perkataan): "Ini hanyalah sihir yang nyata." |
| وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ {٤٤} |
44. Kami tidak pernah menurunkan kepada orang-orang kafir itu kitab-kitab yang mereka baca sebelum Al-Qur'an, yang menunjukkan kepada mereka kebenaran tuduhan mereka bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad adalah sihir. Kami juga tidak pernah mengutus kepada mereka sebelummu, wahai Rasul, seorang rasul yang memperingatkan mereka tentang adzab Kami. |
| وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ {٤٥} |
45. Orang-orang sebelum mereka, seperti 'Ad dan Tsamud, telah mendustakan rasul-rasul Kami, sedangkan para penduduk Mekah tidaklah mencapai sepersepuluh kekuatan, harta, panjangnya usia, dan nikmat-nikmat lainnya yang pernah Kami berikan kepada umat-umat terdahulu, lalu mereka mendustakan risalah yang dibawa oleh rasul-rasul Kami sehingga Kami binasakan. Wahai Rasul, lihatlah bagaimana terjadinya pengingkaran-Ku dan hukuman-Ku terhadap mereka? |
| قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ {٤٦} |
46. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mendustakan dan membangkang itu: "Aku hanya menasihati kalian dengan satu hal, yaitu hendaklah kalian berdiri dalam rangka taat kepada Allah, dua-dua atau satu-satu, kemudian berfikir tentang keadaan sahabat kalian, yaitu Rasulullah terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. la bukanlah orang gila. la hanyalah mengancam dan memperingatkan kalian tentang adzab Jahanam sebelum kalian merasakan panasnya." |
| قُلْ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ {٤٧} |
47. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang kafir: "Upah apa pun yang kuminta dari kalian karena kebaikan yang kubawa kepada kalian ini adalah untuk kalian. Upah yang aku nantikan hanyalah dari Allah yang Maha Menyaksikan amal-amalku dan kalian, tidak ada sesuatu yang tersembunyi dari-Nya, ia pun memberikan balasan kepada semua orang segala yang menjadi haknya.' |
| قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَّامُ الْغُيُوبِ {٤٨} |
48. Wahai Rasul, katakan kepada orang yang menolak tauhid dan risalah Islam: "Sungguh, Rabbku melontarkan hujah-hujah yang benar terhadap kebatilan sehingga menampakkan keburukannya serta membinasakannya dan Allah Mahatahu tentang hal-hal gaib, tidak ada sesuatu pun di bumi atau di langit yang tidak terlihat oleh-Nya." |
| قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ {٤٩} |
49. Wahai Rasul, katakan:"Kebenaran dan syariat agung dari Allah telah datang, sedangkan kebatilan telah pergi dan kekuasaannya telah runtuh sehingga tidak tersisa sedikit pun yang bisa dimulai dan diulangi bagi kebatilan itu." |
| قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ {٥٠} |
50. Katakan: "Jika aku menyimpang dari kebenaran maka dosa kesesatanku itu akan menjadi tanggunganku sendiri, adapun jika aku istiqamah di atasnya maka hal itu berkat wahyu Allah yang diwahyukan-Nya kepadaku; sungguh, Rabbku Maha Mendengar ucapanku kepada kalian dan Mahadekat terhadap siapa yang berdoa dan bermohon kepada-Nya." |
| وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ فَزِعُوا فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ {٥١} |
51. Wahai Rasul, andaikata engkau melihat ketika orang-orang kafir terperanjat ketakutan saat menyaksikan adzab Allah, tentulah engkau akan melihat sebuah perkara besar, tidak ada keselamatan dan celah melarikan diri. Mereka diseret ke neraka dari suatu tempat yang dekat untuk meraihnya. |
| وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ {٥٢} |
52. Orang-orang kafir berkata —ketika mereka melihat adzab di akhirat: "Kami telah beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya." Bagaimana mereka bisa menyatakan keimanan di akhirat sedangkan mereka mencapainya dari satu tempat yang jauh? Mereka telah dihalangi darinya, karena tempat tinggalnya adalah dunia dan di dunia mereka telah kafir." |
| وَقَدْ كَفَرُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ۖ وَيَقْذِفُونَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ {٥٣} |
53. Mereka telah kafir kepada kebenaran di dunia, mendustakan para rasul, dan melontarkan prasangka yang jauh dari kebenaran, mereka tidak memiliki landasan bagi prasangka batil itu sehingga tidak mungkin mereka sampai kepada kebenaran, sebagaimana tidak mungkinnya seseorang yang memanah dari kejauhan mengenai sasarannya. |
| وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ {٥٤} |
54. Orang-orang kafir itu dihalangi dari keinginan bertaubat dan kembali kedunia agar beriman, sebagaimana perlakuan Allah terhadap orang-orang kafir dari kalangan umat-umat terdahulu. Mereka itu, ketika di dunia dulu meragukan para rasul, kebangkitan dan hisab, serta menciptakan keraguan dan kecemasan, oleh karena itulah mereka tidak beriman. |
 |