 |
| حم {١} |
1. Hamim, pembicaraan tentang huruf muqatha'ah sudah disampaikan di awal Surah Al-Baqarah. |
| وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ {٢} |
2. Allah bersumpah dengan Al-Qur'an yang lafazh dan maknanya jelas. |
| إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {٣} |
3. Sungguh, Kami telah menurunkan Al-Qur'an kepada Muhammad dengan bahasa Arab agar kalian memahami serta merenungi makna-makna dan hujah-hujahnya. Sungguh, ia berada di Lauh Mahfuzh di sisi Kami, nilai dan kemuliaannya benar-benar tinggi, selain itu maksud dan maknanya terang dan tegas tidak mengandung perselisihan dan pertentangan. |
| وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ {٤} |
4. Lihat ayat 3 |
| أَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَ {٥} |
5. Akankah Kami berpaling dan berhenti menurunkan Al-Quran kepada kalian lantaran kalian berpaling, tidak patuh, dan berlebih-lebihan dalam ketidakberimanan kepadanya? |
| وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِنْ نَبِيٍّ فِي الْأَوَّلِينَ {٦} |
6. Wahai Nabi, banyak nabi yang Kami utus pada generasi-generasi terdahulu sebelum kaummu. Tiada seorang pun nabi yang datang kepada mereka kecuali mereka ejek seperti ejekan kaummu kepadamu. Kami binasakan orang-orang yang mendustakan rasul Kami, padahal mereka itu lebih kuat daripada kaummu, wahai Muhammad; telah berlalu hukuman generasi-generasi terdahulu bahwa mereka dibinasakan disebabkan kekafiran, tindakan melampaui batas, dan ejekan mereka terhadap para nabi. Ayat ini mengandung hiburan bagi Nabi |
| وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {٧} |
7. Lihat ayat 6 |
| فَأَهْلَكْنَا أَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَمَضَىٰ مَثَلُ الْأَوَّلِينَ {٨} |
8. Lihat ayat 6 |
| وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ {٩} |
9. Wahai Rasul, jika engkau bertanya kepada orang-orang musyrik di antara kaummu itu, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?"Tentulah mereka menjawab,"Mereka diciptakan oleh Yang Mahaperkasa kekuasaan-Nya dan Maha Mengetahui tentang mereka dan segala hal yang ada di dalamnya, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya." |
| الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ {١٠} |
10. Yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian, memudahkan jalan-jalan di dalamnya untuk kehidupan dan perdagangan kalian, agar dengan jalan-jalan itu kalian mendapat petunjuk menuju kemaslahatan-ke-maslahatan dunia dan din kalian. |
| وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ {١١} |
11. Yang telah menurunkan hujan dari Iangit dengan kadar tertentu, tidak berupa badai yang menenggelamkan, tidak pula terlalu sedikit sehingga kurang dari kebutuhan, supaya menjadi sarana kehidupan bagi kalian dan binatang ternak kalian. Dengan air hujan itu Kami hidupkan negeri tandus yang tidak bertumbuhan; sebagaimana Kami mengeluarkan tumbuhan dari negeri yang mati dengan air yang Kami turunkan dari langit, seperti itulah kalian, wahai manusia, akan dikeluarkan dari kubur setelah kematian. |
| وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ {١٢} |
12. Yang telah menciptakan berbagai jenis hewan dan tumbuhan serta menjadikan kapal sebagai kendaraan kalian di laut dan binatang seperti unta, kuda, bighal, dan keledai sebagai kendaraan kalian di darat. |
| لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ {١٣} |
13. Agar kalian duduk di atas punggung kendaraan, kemudian mengingat nikmat Rabb kalian ketika mengendarainya dan mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya." Agar kalian juga mengatakan: "Kami akan kembali kepada Rabb kami setelah mati." Ayat ini mengandung penjelasan bahwa Allah Yang memberi berbagai nikmat kepada hamba-Nya, itulah yang berhak diibadahi dalam keadaan apa pun. |
| وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ {١٤} |
14. Lihat ayat 13 |
| وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا ۚ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ مُبِينٌ {١٥} |
15. Orang-orang musyrik itu menetapkan bagian dari makhluk-Nya untuk Allah, yaitu ucapan mereka: "Para malaikat adalah putri-putri Allah." Sungguh, manusia itu mengingkari nikmat yang dikaruniakan Rabbnya serta menampakkan keingkaran dan kekafirannya, menghitung musibah, dan melupakan nikmat. |
| أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفَاكُمْ بِالْبَنِينَ {١٦} |
16. Pantaskah kalian, wahai orang-orang bodoh, beranggapan bahwa Rabb kalian mengambil anak perempuan di antara ciptaan-Nya. Padahal kalian tidak menyukai hal itu untuk diri kalian serta mengistimewakan kalian dengan memberi anak laki-laki? Pertanyaan ini merupakan celaan bagi mereka. |
| وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ {١٧} |
17. Apabila salah seorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan seperti yang telah mereka anggap sebagai anak Allah Yang Maha Pengasih, pada saat mengatakan para malaikat itu anak perempuan Allah, wajahnya berubah menjadi hitam karena buruknya berita kelahiran anak perempuan itu. la pun bersedih serta diliputi kecemasan dan kesusahan. Bagaimana mereka menyukai untuk Allah apa yang tidak mereka sukai untuk diri sendiri? Allah Mahatinggi dan Mahasuci dari segala ucapan orang-orang kafir itu. |
| أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ {١٨} |
18. Apakah kalian lancang dan menganggap orang yang dibesarkan dalam perhiasan sebagai anak Allah. Sementara ketika berdebat tidak mampu menjelaskan hujahnya karena terbiasa hidup dalam perhiasan dan kenikmatan? |
| وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَٰنِ إِنَاثًا ۚ أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ ۚ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ {١٩} |
19. Orang-orang musyrik itu menganggap para malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah itu sebagai wanita, apakah mereka hadir ketika para malaikat itu diciptakan sehingga bisa menyatakannya sebagai wanita? Kami akan menulis kesaksian mereka dan mereka akan ditanya mengenainya di akhirat. |
| وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ ۗ مَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ {٢٠} |
20. Orang-orang musyrik dari kalangan Quraisy itu juga berkata: "Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan beribadah kepada seorang pun selain-Nya." Ini merupakan hujah yang batil. Allah telah menegakkan hujah dengan diutusnya rasul dan diturunkannya kitab. Hujah mereka dengan qadha' dan qadar merupakan salah satu kebatilan terbesar setelah disampaikannya peringatan para rasul kepada mereka. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hakikat ucapan itu. Mereka mengatakannya sebagai dugaan dan kebohongan semata, karena mereka tidak memiliki kabar dan bukti mengenai hal itu dari Allah. |
| أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ {٢١} |
21. Apakah mereka menghadiri penciptaan malaikat ataukah Kami telah memberi mereka sebuah kitab sebelum Al-Qur'an yang Kami turunkan sehingga dipegang teguh, diamalkan, dan kandungannya dijadikan hujah oleh mereka untuk membantahmu, wahai Rasul? |
| بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ {٢٢} |
22. Bahkan mereka mengatakan, "Kami dapati nenek moyang kami menganut suatu ajaran, pendapat, dan din, sedangkan kami mengikuti apa yang dianut oleh nenek moyang kami itu." |
| وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ {٢٣} |
23. Demikianlah wahai Rasul, Kami tidak mengutus seorang pemberi peringatan di suatu negeri sebelummu yang memperingatkan mereka tentang hukuman Kami atas kekafiran mereka, lalu ia menyampaikan ancaman akan datangnya murka dan jatuhnya hukuman Kami itu kecuali para pemimpin dan pembesar yang dilalaikan oleh kenikmatan, berkata: "Sungguh, kami telah menemukan nenek moyang kami menganut suatu millah dan din, dan sungguh kami mengikuti jalan hidup serta ajaran mereka." |
| قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ ۖ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ {٢٤} |
24. Muhammad dan para rasul sebelumnya berkata kepada orang yang menentangnya dengan syubhat batil ini: "Apakah kalian tetap mengikuti nenek moyang meskipun aku datang kepada kalian dari sisi Rabb kalian dengan ajaran yang mengandung petunjuk ke jalan kebenaran yang lebih baik daripada yang kalian peroleh dari millah dan din nenek moyang kalian?" Mereka menjawab dengan nada menentang:"Kami ingkar dan kafir kepada ajaran yang engkau bawa itu." |
| فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ {٢٥} |
25. Kami pun menghukum umat-umat yang mendustakan rasul-rasul Kami ini dengan hukuman berupa dibenamkan ke tanah, ditenggelamkan, dan sebagainya. Wahai Rasul, perhatikan bagaimana kesudahan nasib mereka apabila mereka mendustakan ayat-ayat dan rasul-rasul Allah? Hendaklah kaummu berhati-hati, jangan terus mendustakan agar mereka tidak ditimpa seperti apa yang menimpa kaum-kaum sebelum mereka. |
| وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ {٢٦} |
26. Wahai Rasul, ingatlah ketika ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya yang dulu beribadah kepada apa yang sekarang diibadahi oleh kaummu: "Sungguh, kami berlepas diri dari apa yang kalian ibadahi selain Allah. |
| إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ {٢٧} |
27. Kecuali Dzat Yang telah menciptakanku karena, sungguh, Dia akan memberiku taufik ke jalan petunjuk." |
| وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {٢٨} |
28. Ibrahim telah menjadikan kalimat tauhid (la ilaha illallah) itu kekal di kalangan orang-orang sesudahnya, mudah-mudahan mereka kembali taat, mentauhidkan Rabb mereka, serta bertaubat dari kekafiran dan dosa mereka. |
| بَلْ مَتَّعْتُ هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُبِينٌ {٢٩} |
29. Wahai Rasul, akan tetapi Aku telah memberi orang-orang musyrik itu dan nenek moyang mereka dahulu kenikmatan berupa kehidupan. Aku tidak menyegerakan hukuman atas kekafiran mereka sehingga datang kepada mereka Al-Qur'an dan Rasul yang menjelaskan urusan din yang mereka butuhkan. |
| وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ {٣٠} |
30. Ketika Al-Qur'an datang kepada mereka dari sisi Allah, mereka berkata: "Yang dibawa Rasul kepada kami ini adalah sihir untuk menyihir kami, bukan wahyu dari sisi Allah, dan kami benar-benar mendustakannya." |
| وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ {٣١} |
31. Orang-orang musyrik Quraisy itu berkata: "Jika Al-Qur'an ini benar-benar dari sisi Allah, kenapa tidak diturunkan kepada seorang pem-besar di salah satu dari dua negeri ini, yaitu Mekah dan Thaif? |
| أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ {٣٢} |
32. Apakah mereka berwenang membagikan kenabian semau mereka? Kamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, berupa rezeki dan makanan, Kami juga mengangkat derajat sebagian mereka atas sebagian lain: ada yang kaya dan yang miskin, ada yang kuat dan yang lemah, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian lain dalam urusan penghidupan. Rahmat Rabbmu, wahai Rasul, dengan memasukkan mereka ke surga itu lebih baik daripada kekayaan dunia yang fana yang mereka kumpulkan. |
| وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ {٣٣} |
33. Sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi satu golongan dalam kekafiran, tentulah Kami buatkan untuk orang-orang yang kafir kepada Allah Yang Maha Pemurah itu atap-atap dari perak dan tangga-tangga yang mereka naiki untuk rumah-rumah mereka. |
| وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ {٣٤} |
34. Kami buatkan pintu-pintu perak untuk rumah-rumah mereka dan dipan-dipan tempat bersandar. Dan Kami buatkan pula untuk mereka perhiasan emas. Semua itu hanyalah kesenangan dalam kehidupan dunia, kesenangan sedikit yang fana. Sedangkan kenikmatan akhirat itu disimpan di sisi Rabbmu untuk orang-orang bertakwa, tidak untuk selain mereka. |
| وَزُخْرُفًا ۚ وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ {٣٥} |
35. Lihat ayat 34 |
| وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ {٣٦} |
36. Barang siapa yang berpaling dari peringatan Allah Yang Maha Pemurah, yaitu Al-Qur'an, tidak takut hukuman-Nya, dan tidak mengikuti petunjuk-Nya, niscaya Kami jadikan untuknya satu setan di dunia yang menyesatkannya sebagai balasan baginya atas keberpalingannya dari peringatan Allah. Setan itu akan menempel dan menyertainya, menghalanginya dari yang halal dan mendorongnya melakukan yang haram. |
| وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ {٣٧} |
37. Sungguh, setan-setan itu akan selalu menghalangi manusia agar berpaling dari peringatan Allah dan jalan kebenaran, menghiasi kesesatan mereka, serta menjadikan mereka membenci keimanan dan ketaatan kepada Allah. Orang-orang yang berpaling itu —karena setan-setan menghiasi kesesatan yang mereka ikuti— menyangka bahwa mereka di atas kebenaran dan petunjuk. |
| حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ {٣٨} |
38. Hingga ketika orang yang berpaling dari peringatan Allah Yang Maha Pemurah dan kawan setannya itu datang kepada Kami untuk dihisab dan dibalas amalnya, orang yang berpaling dari peringatan Allah itu berkata kepada kawan setannya: "Aku ingin kiranya dulu ada jarak yang memisahkan antara aku dengan kamu sejauh jarak antara timur dan barat. Kamulah seburuk-buruk teman karena telah menyesatkanku." |
| وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ {٣٩} |
39. Wahai orang-orang yang berpaling dari peringatan Allah, keinginan kalian itu sama sekali tidak akan bermanfaat bagimu pada hari ini karena semasa di dunia dulu kalian melakukan kesyirikan maka kalian dan teman-teman setan kalian itu bersekutu dalam adzab. Masing-masing mendapat jatah adzab yang banyak sebagaimana kalian dulu bersekutu dalam kekafiran. |
| أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٤٠} |
40. Bisakah engkau, wahai Rasul, mengubah orang yang telah Allah tulikan dari kebenaran itu menjadi mendengar? Bisakah engkau menunjukkan orang yang telah Allah butakan hatinya dari jalan petunjuk menuju ke jalan petunjuk? Ataukah memberi petunjuk orang yang berada dalam kesesatan yang nyata dari kebenaran? Itu bukan urusanmu, tugasmu hanyalah menyampaikan, bukan tanggungjawabmu menjadikan mereka mengikuti petunjuk. Akan tetapi, Allah memberi petunjuk siapa dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. |
| فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ {٤١} |
41. Wahai Rasul, jika Kami mewafatkanmu sebelum Kami menolongmu dalam mengalahkan kaummu yang mendustakan, sungguh Kami akan menghukum mereka dengan keras di akhirat. Atau jika Kami memperlihatkan kepadamu adzab yang menimpa mereka sebagaimana telah Kami ancamkan, seperti saat Perang Badar maka sungguh Kami berkuasa memenangkanmu atas mereka dan menghinakan mereka dengan tanganmu dan tangan orang-orang yang beriman kepadamu. |
| أَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِي وَعَدْنَاهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِمْ مُقْتَدِرُونَ {٤٢} |
42. Lihat ayat 41 |
| فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٤٣} |
43. Wahai Rasul, berpegang teguhlah pada perintah Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an yang diwahyukan kepadamu ini. Sesungguhnya engkau berada di atas jalan lurus, yaitu din Allah yang Dia perintahkan, yaitu Islam. Ayat ini menguatkan hati dan memuji Rasul |
| وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ {٤٤} |
44. Sungguh, Al-Qur'an merupakan kemuliaan bagimu dan kaummu dari kalangan Quraisy karena ia diturunkan dengan bahasa mereka. Mereka adalah manusia yang paling lurus memahaminya. Selayaknya pula mereka menjadi manusia yang paling lurus dan paling melaksanakan tuntutannya. Engkau dan orang-orang yang bersamamu pasti akan ditanya mengenai kesyukuran kalian kepada Allah atas Al-Qur'an itu dan pengamalannya. |
| وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ {٤٥} |
45. Wahai Rasul, tanyakan kepada para pengikut rasul-rasul yang Kami utus sebelummu dan para pembawa syariat mereka: "Apakah rasul-rasul mereka mengajarkan beribadah kepada selain Allah?" Mereka pasti memberitahumu bahwa hal itu tidak pernah terjadi, karena seluruh rasul mendakwahkan apa yang engkau dakwahkan kepada manusia, yaitu beribadah kepada Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya serta melarang dari peribadatan kepada selain Allah. |
| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٤٦} |
46. Kami telah mengutus Musa dengan hujah-hujah Kami kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, sebagaimana Kami telah mengutusmu, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik dari kalangan kaummu itu. Musa berkata kepada mereka: "Sungguh, aku adalah utusan Rabb semesta Ketika ia datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenaran dakwahnya, serta merta Firaun dan para pemuka kaumnya menertawakan ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran yang disampaikannya. |
| فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ {٤٧} |
47. Lihat ayat 46 |
| وَمَا نُرِيهِمْ مِنْ آيَةٍ إِلَّا هِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {٤٨} |
48. Tidaklah Kami memperlihatkan hujah kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya kecuali pasti lebih besar daripada hujah sebelumnya dan lebih jelas dalam menunjukkan kebenaran dakwah yang disampaikan oleh Musa kepada mereka, Kami juga menimpakan berbagai macam adzab kepada mereka, seperti belalang, kutu, katak, angin topan, dan sebagainya agar mereka kembali dari kekafiran kepada tauhid dan ketaatan pada Allah. |
| وَقَالُوا يَا أَيُّهَ السَّاحِرُ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ {٤٩} |
49. Firaun dan para pemuka kaumnya berkata kepada Musa: "Wahai orang berilmu (di kalangan mereka, tukang sihir merupakan sosok agung yang mereka hormati, sihir bukanlah sifat tercela), berdoalah kepada Rabbmu untuk mewujudkan janji-Nya kepadamu dan berbagai keutamaan yang dikhu-suskan untukmu agar Dia menghilangkan adzab ini dari kami. Jika adzab itu dihilangkan sungguh kami akan menjadi orang-orang yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada apa yang engkau bawa kepada kami." |
| فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ {٥٠} |
50. Ketika Musa berdoa agar adzab itu dihilangkan dari mereka dan Kami pun menghilangkannya dari mereka, ternyata mereka menipu dan bersikukuh di atas kesesatan. |
| وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ {٥١} |
51. Firaun berseru di tengah para pembesar kaumnya, seraya menyombongkan diri dan membanggakan kerajaan Mesir, "Bukankah kerajaan Mesir adalah milikku dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku? Tidakkah kalian melihat keagungan dan kekuatanku serta kelemahan dan kemiskinan Musa? |
| أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ {٥٢} |
52. Bahkan aku lebih baik daripada orang yang tidak memiliki kemuliaan ini, yang menghinakan diri dalam kebutuhan-kebutuhannya karena kele-mahan dan kehinaannya, serta nyaris tidak bisa berbicara secara jelas karena lidahnya cadel" Firaun menyatakan ucapan ini karena didorong oleh kekafiran, penentangan, dan keinginan menghalangi jalan Allah. |
| فَلَوْلَا أُلْقِيَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ جَاءَ مَعَهُ الْمَلَائِكَةُ مُقْتَرِنِينَ {٥٣} |
53. "Mengapa Musa -jika benar ia seorang utusan dari Rabb semesta alam- tidak diberi gelang-gelang emas atau kedatangannya dibarengi para malaikat yang beriringan satu sama lain, lantas mereka berturut-turut memberikan kesaksian bahwa ia merupakan rasul Allah kepada kami?" |
| فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ {٥٤} |
54. Firaun merendahkan akal kaumnya, mengajak mereka kepada kesesatan lalu mereka pun menaatinya dan mendustakan Musa. Sungguh, mereka itu kaum yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan dari jalan-Nya yang lurus. |
| فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ {٥٥} |
55. Ketika mereka membuat Kami murka karena kemaksiatannya kepada Kami serta pendustaan terhadap Musa dan mukjizat yang dibawanya, Kami jatuhkan hukuman keras berupa adzab yang Kami segerakan dan Kami tenggelamkan mereka di laut. |
| فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِلْآخِرِينَ {٥٦} |
56. Kami jadikan orang-orang yang Kami tenggelamkan di laut itu sebagai contoh bagi orang-orang berikutnya yang berbuat seperti mereka dalam hal kelayakan menerima adzab serta sebagai pelajaran dan nasihat bagi yang lainnya. |
| وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ {٥٧} |
57. Ketika orang-orang musyrik membuat perumpamaan tentang Isa putra Maryam saat mereka berdebat dengan Muhammad mereka beralasan dengan ibadah yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani kepadanya (Isa), tiba-tiba kaummu bersorak keras saking gembiranya, yaitu ketika turun firman Allah "Sungguh, kalian dan apa yang kalian ibadahi selain Allah akan menjadi umpan Jahanam, kalian akan masuk ke dalamnya." Orang-orang musyrik itu berkata, "Kami rela apabila kedudukan ilah-ilah kami seperti Isa." Allah pun menurunkan firman-Nya, "Sungguh orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka." Jadi, ilah-ilah orang musyrik yang dilemparkan ke dalam neraka adalah yang rela dengan peribadatan mereka kepadanya. |
| وَقَالُوا أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ {٥٨} |
58. Wahai Rasul, orang-orang musyrik di antara kaummu bertanya, "Apakah ilah-ilah yang kami ibadahi itu lebih baik ataukah Isa yang diibadahi oleh kaum Nasrani? Jika Isa di neraka, biar saja kami dan tuhan-tuhan kami bersarnanya." Mereka tidak menyampaikan perumpamaan itu kepadamu kecuali untuk berdebat, bahkan mereka adalah orang-orang yang suka berdebat secara batil. |
| إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ {٥٩} |
59. Isa putra Maryam hanyalah seorang hamba yang Kami anu-gerahi nikmat kenabian serta Kami jadikan sebagai tanda dan pelajaran bagi Bani Israil yang menunjukkan kekuasaan Kami. |
| وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ {٦٠} |
60. Jika Kami berkehendak, tentulah Kami jadikan para malaikat sebagai pengganti kalian yang sebagian mereka menjadi penerus sebagian lain sebagai pengganti keturunan Adam (umat manusia). |
| وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ {٦١} |
61. Sungguh, turunnya Isa menjelang Hari Kiamat merupakan tanda dekatnya terjadinya Kiamat maka janganlah ragu-ragu bahwa ia benar-benar akan terjadi, tidak mungkin tidak, dan ikutilah aku terkait dengan berita yang kubawa dari Allah Inilah jalan yang lurus menuju surga, tiada penyimpangan di dalamnya. |
| وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ {٦٢} |
62. Janganlah setan dengan bisikannya menghalang-halangi kalian dari ketaatan kepada-Ku dalam perintah dan larangan-Ku. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi kalian. |
| وَلَمَّا جَاءَ عِيسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ {٦٣} |
63. Ketika Isa datang kepada Bani Israil mem-bawa bukti-bukti nyata berupa dalil-dalil, ia berkata: "Aku telah datang kepada kalian de-ngan kenabian dan agar aku menjelaskan kepada kalian sebagian urusan din yang kalian perselisihkan maka bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menja-uhi larangan-Nya serta taatlah kepadaku dalam perintah yang kusampaikan, yaitu bertakwa dan taat kepada Allah! |
| إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ {٦٤} |
64. Sungguh, Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian semua maka beribadahlah kepada-Nya saja, jangan menyekutukan-Nya dengan apa pun. Inilah perintahku kepada kalian yaitu agar bertakwa kepada Allah dan mengesakan uluhiah bagi-Nya. Inilah jalan yang lurus, yaitu din Allah yang benar, yang tidak ada din selain itu yang Dia terima." |
| فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ {٦٥} |
65. Maka berbagai golongan berselisih pen-dapat tentang Isa Mereka terbagi menjadi beberapa golongan. Di antara mereka ada golongan yang mengakui bahwa Isa adalah hamba dan rasul-Nya, itulah yang benar. Di antara mereka ada yang meyakini bahwa Isa adalah putra Allah. Di antara mereka ada pula yang me-ngatakan, Isa adalah Allah; Mahatinggi Allah dari ucapan mereka. Kebinasaan, kehancuran, dan adzab yang pedih pada Hari Kiamat bagi siapa yang menyifati Isa tidak sebagaimana sifat yang dinyatakan oleh Allah. |
| هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {٦٦} |
66. Tidak ada yang dinanti oleh golongan-golongan yang berselisih pendapat tentang Isa putra Maryam itu kecuali Hari Kiamat yang datang kepada mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak merasa dan tidak sadar. |
| الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ {٦٧} |
67. Pada Hari Kiamat, orang-orang yang bersahabat atas dasar kemaksiatan kepada Allah saat di dunia, sebagian mereka akan berlepas diri dari sebagian lain. Akan tetapi, orang-orang yang bersahabat atas dasar ketakwaan kepada Allah, persahabatan mereka itu kekal di dunia dan akhirat. |
| يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ {٦٨} |
68. Kepada orang-orang yang bertakwa itu dikatakan: "Wahai hamba-hamba-Ku, pada hari ini kalian tidak akan diliputi rasa takut terhadap hukuman-Ku dan tidak akan merasa sedih terhadap bagian-bagian dunia yang luput dari kalian." |
| الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ {٦٩} |
69. Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, mengamalkan ajaran yang dibawa oleh para rasul mereka, dan tunduk kepada Rabb semesta alam dengan hati dan anggota badan, akan dikatakan kepada mereka, "Masuklah kalian ke surga bersama teman-teman dekat kalian yang beriman, kalian mendapatkan kenikmatan dan kegembiraan." |
| ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ {٧٠} |
70. Lihat ayat 69 |
| يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {٧١} |
71. Di surga itu, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya akan diedarkan makanan dalam piring-piring dari emas dan minuman dalam gelas-gelas dari emas. Di sana mereka memperoleh segala hal yang disukai nafsu dan sedap dipandang mata. Mereka kekal abadi di dalamnya. |
| وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٧٢} |
72. Surga yang diberikan Allah kepada kalian itu disebabkan berbagai kebajikan dan amal shalih yang dulu ka-lian kerjakan di dunia. Dia (Allah) menjadikannya sebagai karunia, rahmat, dan balasan bagi kalian. |
| لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ {٧٣} |
73. Di surga kalian memperoleh banyak buah-buahan da-lam berbagai jenisnya yang kalian makan. |
| إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ {٧٤} |
74. Orang-orang yang melakukan dosa dengan melakukan kekafiran berada di dalam adzab Jahanam kekal abadi. Mereka tidak mendapat keringanan dan di sana mereka berputus asa dari rahmat Allah. Kami tidak menzhalimi mereka dengan adzab itu, tetapi mereka menzhalimi diri mereka sendiri dengan kesyirikan dan penyangkalan bahwa Allah adalah satu-satunya ilah yang haq, yang tiada sekutu bagi-Nya, serta keengganan mengikuti utusan Rabb mereka. |
| لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ {٧٥} |
75. Lihat ayat 74 |
| وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ {٧٦} |
76. Lihat ayat 74 |
| وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ {٧٧} |
77. Setelah dijebloskan ke neraka, para pelaku dosa itu berseru kepada Malik, yaitu malaikat penjaga Jahanam: "Wahai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami agar kami bisa bebas dari penderitaan." Malik menjawab mereka, "Sungguh, kalian akan berada di sini selamanya, tidak bisa keluar atau menghindar darinya. Kami telah membawa dan menjelaskan kebenaran kepada kalian, akan tetapi kebanyakan kalian membenci kebenaran yang dibawa oleh para rasul." |
| لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ {٧٨} |
78. Lihat ayat 77 |
| أَمْ أَبْرَمُوا أَمْرًا فَإِنَّا مُبْرِمُونَ {٧٩} |
79. Apakah orang-orang musyrik itu memutuskan untuk melakukan tipu daya terhadap kebenaran yang Kami datangkan kepada mereka? Sungguh, Kami merencanakan adzab dan hukuman sebagai balasan bagi mereka. |
| أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ {٨٠} |
80. Apakah orang-orang yang menyekutukan Allah itu menyangka bahwa Kami tidak mendengar apa yang mereka rahasiakan di dalam diri dan yang mereka bisikkan kepada sesama? Sebenarnya Kami mendengar dan mengetahui, sementara para utusan Kami, yaitu para malaikat mulia dan penjaga, menulis setiap amal yang mereka lakukan. |
| قُلْ إِنْ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدٌ فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ {٨١} |
81. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik di antara kaummu yang menganggap bahwa para malaikat adalah putri-putri Allah: "Jika Allah Yang Maha Pengasih memiliki anak sebagaimana anggapan kalian maka aku adalah orang yang pertama kali akan beribadah kepada siapa yang kalian anggap sebagai anak Allah itu. Akan tetapi, hal itu tidak pernah dan tidak akan terjadi. Mahasuci Allah dari memiliki istri dan anak." |
| سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ {٨٢} |
82. Mahasuci Rabb langit dan bumi serta Rabb Arsy yang agung dari sifat yang mereka sematkan kepada-Nya secara dusta, seperti sifat memiliki anak yang diberikan oleh orang-orang musyrik kepada Allah dan berbagai anggapan batil Iainnya. |
| فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ {٨٣} |
83. Wahai Rasul, biarkanlah orang-orang yang ber-dusta terhadap Allah itu tenggelam dalam kebatilan dan bermain di dunia sehingga berjumpa dengan hari di mana mereka diancam dengan adzab; mungkin di dunia, mungkin di akhirat, atau mungkin di keduanya. |
| وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَٰهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَٰهٌ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ {٨٤} |
84. Dialah Allah, satu-satu-Nya yang berhak diibadahi secara benar di langit dan di bumi. Dia Mahabijaksana Yang mencipta dan menetapkan syariat secara sempurna dan Maha Mengetahui segala kondisi makhluk-Nya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya. |
| وَتَبَارَكَ الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {٨٥} |
85. Sangat banyak keberkahan dan kebaikan Allah. Sangat agung kerajaan-Nya, hanya milik-Nya kekuasaan tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala hal yang ada di antara keduanya. Di sisi-Nyalah ilmu tentang kapan terjadinya Kiamat. Pada saat itu manusia dikumpulkan dari kubur ke tempat dilakukannya hisab. Kepada-Nya kalian, wahai manusia, dikembalikan sesudah kematian, lalu masing-masing mendapat balasan selayaknya. |
| وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ {٨٦} |
86. Ilah-ilah yang diibadahi oleh orang-orang musyrik itu tidak memiliki hak memberi syafaat di sisi-Nya untuk seorang pun, kecuali siapa yang bersaksi dengan kebenaran serta mengakui ketauhidan Allah dan kenabian Muhammad dan mereka mengetahui hakikat pengakuan dan kesaksian mereka itu. |
| وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ {٨٧} |
87. Wahai Rasul, jika engkau bertanya kepada orang-orang musyrik di antara kaummu itu, "Siapakah yang menciptakan mereka?" Tentulah mereka menjawab: "Allah yang menciptakan kami." Lantas, bagaimana mereka bisa berpaling dan enggan beribadah kepada Allah, bahkan justru mempersekutukan-Nya? |
| وَقِيلِهِ يَا رَبِّ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ لَا يُؤْمِنُونَ {٨٨} |
88. Muhammad mengadu kepada Rabbnya berkenaan dengan kaumnya yang mendustakan: "Wahai Rabbku, sungguh, mereka adalah orang-orang yang tidak beriman kepada-Mu dan kepada risalah yang Engkau mengutusku untuk membawanya." |
| فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَامٌ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ {٨٩} |
89. Maafkan mereka, wahai Rasul, berpalinglah dari tindakan mereka yang menyakitkan. Jangan muncul dari dirimu selain salam yang senantiasa diucapkan oleh orang-orang yang me-miliki hati dan akal kepada orang-orang bodoh, yang tidak membalas perlakuan mereka dengan perlakuan buruk serupa. Mereka pasti akan mengetahui bencana dan hukuman yang akan mereka terima. Ayat ini mengandung ancaman keras bagi orang-orang kafir yang menentang dan orang-orang yang serupa dengan mereka. |
 |