 |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {١} |
1. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Janganlah memutuskan suatu perkara tanpa syariat yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dengan begitu kalian telah melakukan bid'ah. Takutlah kepada Allah dalam ucapan dan perbuatan kalian untuk menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, Allah mendengar ucapan kalian serta mengetahui niat dan perbuatan kalian. Ayat ini mengandung peringatan bagi orang-orang beriman agar tidak membuat bid'ah dalam din atau mensyariatkan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ {٢} |
2. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Janganlah kalian meninggikan suara melebihi suara Nabi ketika berbicara dengannya. Janganlah berbicara keras dengan memanggilnya sebagaimana kalian berbicara keras satu sama lain, bedakanlah beliau dalam pembicaraan sebagaimana beliau memang berbeda dari orang lain; karena dipilihnya beliau untuk mengemban risalah Rabbnya serta diwajibkannya beriman kepadanya, mencintai, menaati, dan meneladaninya. Jangan sampai amal kalian batal sedangkan kalian tidak menyadarinya. |
| إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ {٣} |
3. Sungguh, orang-orang yang merendahkan suara di hadapan Rasulullah itu adalah orang-orang yang hati mereka telah diuji dan dibersihkan oleh Allah agar bertakwa kepada-Nya. Mereka mendapat ampunan dosa dan pahala besar, yaitu surga. |
| إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ {٤} |
4. Sungguh, orang-orang yang memanggilmu, wahai Nabi, dari belakang kamar-kamar dengan suara keras, kebanyakan mereka itu tidak memiliki akal yang bisa menuntun mereka kepada budi pekerti yang baik dan penghormatan kepada Rasulullah |
| وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٥} |
5. Andai mereka bersabar hingga engkau keluar menemui mereka, tentulah itu lebih baik bagi mereka di sisi Allah, karena Allah telah memerintah mereka agar menghormatimu. Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa dan pelanggaran kesopanan yang kalian lakukan disebabkan oleh kebodohan. Allah juga Maha Penyayang di mana Dia tidak tergesa-gesa menghukum mereka. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ {٦} |
6. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika ada seorang fasik datang kepada kalian membawa berita hendaklah kalian mengecek beritanya sebelum memercayai dan menyebarkannya agar karian mengetahui kebenarannya. Jangan sampai kalian menzhalimi su-atu kaum yang tidak berdosa sehingga kalian nantinya menyesal karenanya. |
| وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ {٧} |
7. Sungguh, ia lebih mengerti daripada kalian tentang kemaslahatan kalian, menginginkan kebaikan bagi kalian sedangkan kalian kadang-kadang menginginkan keburukan dan bahaya bagi diri sendiri yang tidak disetujui oleh Rasul. Andai ia mengikuti kalian dalam banyak perkara yang kalian pilih, niscaya hal itu akan menyebabkan kesulitan bagi kalian. Akan tetapi, Allah menjadikan keimanan itu sesuatu yang kalian cintai dan sesuatu yang baik menurut hati kalian maka kalian beriman. Sebaliknya, Dia menjadikan kekafiran dan kemaksiatan kepada Allah itu sesuatu yang kalian benci. Mereka yang memiliki sifat-sifat ini adalah orang-orang lurus yang menempuh jalan kebenaran. |
| فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ {٨} |
8. Kebaikan yang mereka peroleh ini merupakan karunia dan nikmat Allah. Allah Maha Mengetahui siapa yang mensyukuri nikmat-nikmat-Nya dan Mahabijaksana dalam mengurus urusan-urusan makhluk-Nya. |
| وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ {٩} |
9. Jika ada dua kelompok orang beriman saling berperang maka damaikanlah keduanya, wahai orang-orang beriman, dengan mengajak keduanya berhukum pada kitab Allah dan sunnah Rasulullah serta meridhai hukum tersebut. Apabila salah satu dari kedua kelompok itu melampaui batas dan enggan memenuhi ajakan itu maka perangilah kelompok yang melampaui batas itu sehingga ia kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Jika ia telah kembali maka damaikanlah keduanya secara adil, berbuat adillah dalam menetapkan hukum dengan menjaga agar hukum yang kalian tetapkan itu tidak melanggar hukum Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang adil dalam menetapkan hukum, yang membuat keputusan di antara manusia dengan keadilan. Ayat ini mengandung penetapan sifat mencintai bagi Allah secara hakiki yang sesuai dengan keagungan-Nya. |
| إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {١٠} |
10. Orang-orang mukmin itu merupakan saudara dalam din maka damaikanlah dua saudara kalian apabila keduanya saling berperang dan takutlah kepada Allah dalam segala urusan kalian, dengan harapan kalian mendapatkan rahmat. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ {١١} |
11. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, janganlah sego-longan laki-laki beriman mengejek segolongan laki-laki beriman lainnya, bisa jadi golongan yang diejek itu lebih baik daripada yang mengejek. Jangan pula segolongan wanita beriman mengejek segolongan wanita beriman lainnya, bisa jadi wanita-wanita yang diejek itu lebih baik daripada yang mengejek. Janganlah sebagian kalian mencela sebagian lain, jangan pula sebagian kalian memanggil sebagian lain dengan julukan-julukan yang tidak disukainya. Seburuk-buruk sifat dan nama adalah "kefasikan", yaitu mengejek, mencela, dan saling memberi julukan buruk setelah kalian masuk dan memahami lslam. Barang siapa yang tidak bertaubat dari tindakan mengejek, mencela, dan saling memberi julukan buruk maka mereka itulah orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan melakukan perbuatan terlarang. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ {١٢} |
12. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jauhilah kebanyakan prasangka buruk terhadap orang-orang beriman. Sungguh, sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kalian mencari-cari cela orang-orang muslim dan jangan pula sebagian kalian menggunjing sebagian lain dengan pembicaraan yang tidak disukainya di luar kehadirannya. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya? Kalian pasti tidak menyukai itu, oleh karena itu jangan suka menggunjingnya. Takutlah kepada Allah berkaitan dengan perintah dan larangan-Nya. Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman. |
| يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ {١٣} |
13. Wahai segenap manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kalian dari seorang ayah, yaitu Adam, dan seorang ibu, yaitu Hawa maka tidak ada keutamaan nasab di antara kalian. Kami jadikan kalian beragam bangsa dan suku melalui proses berketurunan agar sebagian kalian mengenal sebagian lain. Sungguh, yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa kepada-Nya. Sungguh, Allah Mahatahu dan Maha Mengerti tentang orang-orang yang bertakwa. |
| قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {١٤} |
14. Orang-orang Arab Badui berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara sempurna." Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi: "Janganlah kalian mengaku telah memiliki keimanan sempurna, akan tetapi katakanlah: `Kami telah berislam; sedangkan keimanan itu belum masuk ke dalam hati kalian! Jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan mengurangi pahala amal kalian sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi siapa yang bertaubat dari dosa-dosanya." |
| إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ {١٥} |
15. Orang-orang beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dalam keimanan mereka serta mengorbankan harta benda yang berharga dan jiwa mereka dalam jihad fi sabilillah, ketaatan, dan ridha Allah. Mereka itulah orang-orang yang jujur dalam keimanannya. |
| قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {١٦} |
16. Wahai Nabi, katakan kepada orang-orang Arab Badui itu: "Apakah kalian memberitahu Allah tentang din dan apa yang ada di dalam hati kalian, sedangkan Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Dan Allah mengetahui segala sesuatu, tidak ada sedikit pun hal yang ada di hati kalian, apakah itu keimanan atau kekafiran, kebaikan atau dosa, yang tersembunyi dari-Nya." |
| يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {١٧} |
17. Wahai Nabi, orang-orang Arab Badui itu merasa berjasa kepadamu dengan telah masuk Islam serta mengikuti dan menolongmu. Katakan kepada mereka: "Jangan merasa berjasa kepadaku karena telah masuk Islam, karena manfaat keislaman itu kembali kepada kalian sendiri. Justru Allahlah yang berjasa kepada kalian dalam hal itu karena Dia telah memberikan taufik kepada kalian untuk beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, jika kalian jujur dalam keimanan." |
| إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ {١٨} |
18. Sungguh, Allah mengetahui hal-hal gaib di langit dan bumi.Tidak ada sesuatu pun darinya yang tidak Dia ketahui. Allah melihat amal-amal kalian serta akan memberikan balasannya kepada kalian. Jika amal kalian baik maka balasannya juga baik. Tetapi jika amal kalian buruk maka balasannya juga buruk. |
 |