سورةالحديد {٥٧} 57. AL-HADIID
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {١} 1. Setiap makhluk yang ada di langit dan bumi memaha-sucikan Allah dari keburukan. Dia Mahaperkasa atas makhluk-Nya lagi Mahabijaksana dalam mengurus urusan mereka.
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٢} 2. Milik-Nyalah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dialah Pemilik yang mengurus makhluk-Nya, menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu yang Dia inginkan yang tidak terwujud. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi.
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {٣} 3. Dia Mahaawal yang tidak ada sesuatu sebelum-Nya, Mahaakhir yang tidak ada sesuatu sesudah-Nya, Mahalahir yang tidak ada sesuatu di atas-Nya, dan Mahabatin yang tidak ada sesuatu di bawah-Nya. Tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia Mahatahu tentang segala sesuatu.
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {٤} 4. Dialah yang telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari. Kemudian ber-istiwa di atas Arsy di atas seluruh makhluk-Nya dengan tata cara ber-istiwa yang sesuai dengan kemuliaan-Nya. Dia mengetahui apa saja yang masuk ke dalam bumi berupa biji-bijian, hujan dan lain-lain; apa saja yang keluar darinya berupa tumbuhan, tanaman, dan buah-buahan; apa saja yang turun dari langit berupa hujan dan lain-lain; serta apa saja yang naik kepadanya berupa para malaikat dan amal perbuatan. Dia Yang Mahasuci bersama kalian dengan ilmu-Nya di mana pun kalian berada. Allah Maha Melihat Amal yang kalian kerjakan dan memberi kalian balasan amal tersebut.
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ {٥} 5. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi serta kepada Allah-lah kembalinya seluruh urusan makhluk di akhirat, Dia akan memberi mereka balasan amal mereka.
يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۚ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {٦} 6. Dia memasukkan vvaktu-waktu malam yang berkurang ke dalam siang sehingga waktu siang menjadi panjang dan memasukkan waktu-waktu siang yang berkurang ke dalam malam sehingga waktu malam menjadi panjang. Dia yang Mahasuci itu Mahatahu tentang apa yang ada dalam dada makhluk-Nya.
آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ {٧} 7. Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad serta infakkanlah harta yang direzekikan dan dipinjamkan oleh Allah ke-pada kalian. Orang-orang yang beriman dan menginfakkan harta mereka di antara kalian, wahai manusia, pasti memperoleh pahala yang besar.
وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۙ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {٨} 8. Apakah alasan kalian tidak memercayai keesaan Allah dan tidak mengamalkan syariat-Nya, sedangkan Rasul menyeru kalian kepadanya dan Allah telah mengambil perjanjian kalian mengenainya, jika kalian beriman kepada Allah Pencipta kalian?
هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ {٩} 9. Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya, Muham-mad ayat-ayat Al-Qur'an yang terperinci dan jelas untuk mengeluarkan kalian dari gelapnya kekufuran kepada cahaya keimanan. Sungguh, dengan mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya itu, Allah benar-benar menyayangi kalian dengan kasih sayang yang luas baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Dia pun akan memberi kalian sebaik-baik balasan amal kalian.
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ {١٠} 10. Adakah sesuatu yang menghaiangi kalian dari berinfak di jalan Allah sedangkan seluruh kekayaan langit dan bumi itu milik Allah? Dia mewarisi semua kekayaan yang ada pada keduanya, tidak ada seorang pun yang memilikinya sedikit pun? Tidak sama pahala siapa di antara kalian yang berinfak dan berperang melawan orang-orang kafir sebelum Penaklukan Mekah. Mereka memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah daripada orang-orang yang berinfak di jalan Allah dan berperang melawan orang-orang kafir sesudah Penaklukan Mekah. Kedua golongan itu dijanjikan oleh Allah dengan surga, sedangkan Allah Maha Mengetahui tentang amal kalian. Tidak sedikit pun amal kalian itu yang tersembunyi dari-Nya dan Dia akan memberi kalian balasannya.
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ {١١} 11. Siapakah yang berinfak di jalan Allah dengan hati yang mengharap pahala dari-Nya, tanpa mengungkit-ungkit kebaikan dan menyakiti, sehingga Rabbnya akan melipat-gandakan balasan baginya dan ia akan memperoleh pahala yang mulia berupa surga?
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ {١٢} 12. Pada hari ketika kalian melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Cahaya mereka bersinar di atas jembatan di depan dan sebelah kanan mereka sesuai dengan kadar amal mereka, dan kepada mereka dikatakan: "Kabar gembira bagi kalian hari ini adaiah surga-surga luas yang dari bawah pohon-pohonnya mengalir sungai-sungai, kalian tidak akan keluar darinya selama-lamanya." Itulah kesuksesan besar bagi kalian di akhirat.
يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ {١٣} 13. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman, ketika mereka berada di atas jembatan: "Tunggulah kami agar kami bisa mendapat penerangan dari cahaya kalian!" Para malaikat berkata kepada mereka: "Kembalilah kalian ke belakang, carilah cahaya!" (sebagai olok-olokan) Kemudian mereka dipisahkan dengan pagar berpintu, di bagian dalam yang ditempati orang-orang beriman terdapat rahmat sedangkan di bagian luar yang ditempati orang-orang munafik terclapat adzab.
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ {١٤} 14. Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin seraya berkata: "Bukankah kami dulu ketika di dunia bersama kalian melaksanakan syiar-syiar agama sebagaimana kalian?" Orang-orang beriman menjawab: "Benar, secara lahir kalian dulu bersama kami. Akan tetapi, kalian telah membinasakan diri kalian dengan kemunafikan dan kemaksiatan. Kalian menunggu-nunggu kematian Nabi dan kecelakaan bagi orang-orang mukmin. Kalian ragu terhadap kebangkitan sesudah kematian dan ditipu oleh angan-angan kosong. Kalian terus dalam keadaan seperti itu hingga kematian menjemput kalian dan setan menipu kalian terhadap Allah."
فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ مَأْوَاكُمُ النَّارُ ۖ هِيَ مَوْلَاكُمْ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ {١٥} 15. Pada hari itu tidak diterima tebusan salah seorang dari kalian, wahai orang-orang munafik, dan dari orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, untuk menebus dari adzab Allah. Tempat kembali kalian semua adalah neraka, ia tempat yang paling iayak bagi kalian dari setiap tempat tinggal lainnya dan ia seburuk-buruk tempat kembali.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ {١٦} 16. Belum tibakah saatnya bagi orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasui-Nya serta mengikuti petunjuk-Nya, hati mereka menjadi lembut ketika berdzikir kepada Allah dan mendengar Al-Quri'an serta mereka tidak keras hati seperti orang-orang yang diberi kitab sebelum mereka -yaitu Yahudi dan Nasrani-yang telah berlalu masa panjang bagi mereka. Namun mereka mengubah firman Allah sehingga hati mereka menjadi keras dan banyak di antara mereka yang melanggar ketaatan kepada Allah? Ayat ini mengandung anjuran untuk melembutkan dan mengkhusyukkan hati di hadapan Allah ketika mendengar kitab dan hikmah yang Dia turunkan serta peringatan agar tidak menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam hal kekerasan hati dan pelang-garan terhadap ketaatan kepada Allah.
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {١٧} 17. Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah mati dengan air hujan, lalu mengeluarkan tumbuhan. Begitu pula Dia berkuasa menghidupkan orang-orang mati pada Hari Kiamat dan berkuasa melunakkan hati setelah mengeras. Kami telah menjelaskan kepada kalian bukti-bukti kekuasaan Kami agar kalian memikirkannya dan mengambil pelajaran darinya.
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ {١٨} 18. Sungguh, orang-orang yang menyedekahkan harta mereka dan berinfak di jalan Allah dengan senang hati dalam rangka mencari wajah Allah -baik mereka itu laki-laki maupun perempuan- niscaya pahala amal itu dilipatgandakan bagi mereka. Lebih dari itu mereka akan memperoleh ganjaran besar berupa surga.
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ ۖ وَالشُّهَدَاءُ عِنْدَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ {١٩} 19. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya tanpa membeda-bedakan salah seorang dari mereka. Mereka adalah para shidiqin yang telah sempurna pembenaran mereka terhadap risalah para rasul dalam ben-tuk keyakinan, ucapan, dan amalan. Mereka adalah para syuhada di sisi Rabb mereka yang akan memperoleh pahala besar di sisi Allah dan cahaya besar pada Hari Kiamat. Adapun orang-orang yang kafir serta mendustakan bukti-bukti dan hujah-hujah Kami, mereka itu penghuni neraka, tidak ada pahala dan cahaya bagi mereka.
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ {٢٠} 20. Wahai manusia, ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan yang dimainkan oleh badan kalian, kesia-siaan yang melalaikan hati kalian, perhiasan yang kalian kenakan, sikap bermegah-megahan dengan kenikmatannya serta sikap saling membanggakan banyaknya jumlah harta dan anak-anak. Perumpamaan kehidupan dunia itu seperti hujan yang tumbuhannya membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering, engkau lihat ia berwarna kuning setelah sebelumnya berwarna hijau, kemudian menjadi hancur. Sedangkan di akhirat ada adzab yang keras bagi orang-orang kafir serta ampunan dan ridha Allah bagi orang-orang beriman. Kehidupan dunia bagi siapa yang beramal untuknya dengan melupakan kehidupan akhirat hanyalah kenikmatan yang menipu.
سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ {٢١} 21. Wahai manusia, berlomba-lombalah dalam usaha meraih sebab-sebab ampunan, yaitu taubat yang tulus dan menghindari kemaksiatan agar kalian mendapat balasan berupa ampunan dari Rabb kalian dan surga seluas langit dan bumi. la disediakan untuk orang-orang yang mentauhidkan Allah dan mengikuti rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa di antara makhluk-Nya yang Dia kehendaki. Surga itu tidak akan diperoleh kecuali dengan rahmat dan karunia Allah serta amal shalih. Allah adalah Pemilik karunia agung bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ {٢٢} 22. Musibah apa pun yang menimpa kalian di bumi dan di dalam diri kalian, wahai manusia, yang berupa sakit dan lapar pasti telah tertulis di Lauh Mahfuzh sebelum seluruh makhluk diciptakan. itu merupakan hal yang mudah bagi Allah
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ {٢٣} 23. Agar kalian tidak bersedih terhadap dunia yang luput dari kalian dan tidak bergembira dengan apa yang Dia berikan kepada kalian dengan kegembiraan yang bernada kesombongan dan keangkuhan. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dengan dunia yang diberikan kepadanya dan berbangga di hadapan orang lain. Orang-orang yang sombong itu adalah orang-orang yang bakhil dan tidak menginfakkan harta mereka di jalan Allah serta memerintah manusia agar bakhil dengan menghiasi perbuatan bakhil itu di mata mereka. Barang siapa yang berpaling dari ketaatan kepada Allah maka ia hanya membahayakan diri sendiri; sama sekali tidak membahayakan Allah, karena Allah adalah Mahakaya terhadap hamba-Nya dan Maha terpuji yang memiliki setiap sifat baik dan sempurna serta perbuatan baik yang layak dipuji.
الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ ۗ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ {٢٤} 24. Lihat ayat 23
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ {٢٥} 25. Kami mengutus para rasul Kami dengan hujah-hujah yang jelas, menurunkan kitab bersama mereka dengan hukum-hukum dan syariat-syariat, dan menurunkan timbangan agar manusia bermuamalah satu sama lain dengan adil. Kami juga menurunkan besi yang mengandung kekuatan besar dan berbagai manfaat bagi manusia, agar Allah mengetahui secara nyata siapakah di antara para makhluk yang menolong din-Nya dan rasul-rasul-Nya meskipun mereka tidak melihat Allah. Sungguh, Allah Mahakuat yang tidak bisa ditundukkan dan Mahaperkasa yang tidak bisa dikalahkan.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ ۖ فَمِنْهُمْ مُهْتَدٍ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ {٢٦} 26. Kami mengutus Nuh dan Ibrahim kepada kaumnya serta menganugerahkan kenabian dan kitab-kitab yang diturunkan kepada ketu-runannya, di antara keturunannya itu ada yang mendapat petunjuk kepada kebenaran dan banyak pula yang melanggar ketaatan kepada Allah.
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ {٢٧} 27. Kemudian Kami iringkan di belakang Nuh dan Ibrahim itu rasul-rasul yang Kami utus dengan membawa bukti-bukti, juga Kami iringkan dengan Isa Putra Maryam dan Kami memberinya Injil. Kami jadikan hati orang-orang yang mengikuti agamanya berhati lunak dan penyayang, mereka pun saling mengasihi antar sesama mereka. Namun mereka menciptakan bidiah kerahiban, karena sikap berlebihan dalam ibadah, yang itu tidak pernah Kami wajibkan kepada mereka. Akan tetapi, mereka memegang teguh bidiah ini karena ketetapan mereka sendiri. Dengan hal itu, mereka bermaksud meraih ridha Allah, namun tidak bisa melaksanakannya dengan sebenar-benarnya. Kami memberikan pahala kepada siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya sesuai kadar imannya. Namun kebanyakan dari mereka keluar dari ketaatan kepada Allah serta mendustakan Nabi Muhammad
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٢٨} 28. Wahai orang-orang yang beriman, patuhi-lah perintah-perintah dan jauhilah larangan-larangan Allah serta berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Dia memberi kalian dua kali lipat rahmat-Nya dan cahaya yang menjadi petunjuk bagi kalian, serta mengampuni dosa kalian. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya.
لِئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَأَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ {٢٩} 29. Allah memberikan semua itu kepada kalian agar Ahlukitab yang tidak beriman kepada Muhammad mengetahui bahwa mereka tidak berkuasa sedikit pun terhadap karunia Allah yang ingin mereka raih sendiri atau mereka berikan kepada orang lain, serta bahwa seluruh karunia itu berada di tangan Allah saja. Dia berhak memberikannya kepada siapa di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, dan Allah memiliki karunia yang agung terhadap makhluk-Nya.
Al-Qur'an Today @2006