 |
| الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ {١} |
1. Pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya, yang kesemuanya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan dengan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin, diniah dan duniawiah. Dia yang telah menciptakan langit dan bumi serta apa saja yang ada padanya. Dia juga yang telah menciptakan kegelapan dan cahaya; yaitu melalui pergantian malam dan siang. Kesemuanya ini menunjukkan keagungan Allah serta menjadikan-Nya sebagai satu-satunya yang berhak diibadahi. Tidak dibenarkan bagi seorang pun menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Meski sudah sangat jelas seperti ini, namun orang-orang kafir itu masih saja menyamakan Allah dengan selain-Nya serta menyekutukan-Nya. |
| هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ {٢} |
2. Dialah yang telah menciptakan bapak kalian, yaitu Nabi Adam dari tanah, sedangkan kalian dari keturunannya. Kemudian Dia menetapkan masa tinggal kalian di dunia ini serta menetapkan ajal lainnya yang ditentukan oleh-Nya, tidak ada yang tahu kecuali Dia yaitu Hari Kiamat. Kemudian sesudah ini kalian masih saja meragukan kekuasaan Allah membangkitkan sesudah kematian. |
| وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ {٣} |
3. Allah yang diibadahi di langit dan di bumi. Di antara bukti-bukti uluhiah-Nya adalah Dia mengetahui seluruh yang kalian sembunyikan, wahai manusia, dan apa saja yang kalian tampakkan. Dia juga mengetahui seluruh amal perbuatan kalian, yang baik maupun yang buruk. Oleh karena itu, Dia semata Dzat yang berhak diibadahi. |
| وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ {٤} |
4. Orang-orang kafir yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya, sebenarnya telah datang kepada mereka berbagai hujah yang jelas dan bukti-bukti yang nyata akan wandaniah Allah serta kebenaran akan kenabian Muhammad dan apa yang beliau bawa. Akan tetapi, setiap kali bukti-bukti itu datang kepada mereka, tetap saja mereka berpaling dari menerimanya serta tidak percaya kepadanya. |
| فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {٥} |
5. Orang-orang kafir itu telah mendustakan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad serta memperolokkan doa beliau. Hal itu disebabkan kebodohan mereka mengenai Allah serta ketertipuan karena mengabaikan-Nya. Kelak mereka akan melihat apa yang dahulu mereka perolokkan itu sesungguhnya adalah kebenaran. Allah akan menjelaskan kepada para pendusta itu mengenai kedustaan mereka itu serta akan memberikan balasan atasnya. |
| أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ {٦} |
6. Tidakkah orang-orang yang mengingkari wandaniah (keesaan) Allah dan keberhakkan-Nya sebagai Dzat satu-satunya yang berhak diibadahi serta mendustakan Rasul-Nya Muhammad itu mengetahui apa yang menimpa umat-umat pendusta sebelum mereka berupa kebinasaan dan kehancuran? Kami sebelumnya telah meneguhkan mereka di muka bumi, dengan keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian, wahai orang-orang kafir. Dan juga telah Kami berikan kenikmatan kepada mereka dengan menurunkan hujan dan mengalirkan sungai-sungai di bawah rumah-rumah mereka, sebagai bentuk istidraj (pengumbaran) terhadap mereka; lalu mereka mengufuri nikmat-nikmat Allah dan mendustakan para rasul. Akhirnya Kami binasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Kami ciptakan sesudah mereka itu umat-umat lainnya yang menggantikan mereka dalam memakmurkan bumi. |
| وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ {٧} |
7. Jika Kami turunkan kepadamu, wahai Rasul, sebuah kitab dari langit dalam bentuk lembaran-lembaran kertas, lalu orang-orang musyrik itu menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentu mereka akan mengatakan, "Sesungguhnya apa yang kamu bawa ini, wahai Rasul, tidak lain adalah sihir yang nyata." |
| وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنْزَلْنَا مَلَكًا لَقُضِيَ الْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُونَ {٨} |
8. Orang-orang musyrik itu berkata, "Mengapa Allah tidak menurunkan seorang malaikat dari langit kepada Nabi Muhammad, agar malaikat itu membenarkan kenabian yang dibawanya." Jika saja Kami turunkan seorang malaikat dari langit, sebagai jawaban atas permintaan mereka itu, tentu akan selesailah perkaranya dengan pembinasaan mereka. Kemudian mereka tidak akan diberi tangguh untuk bertaubat. Sejak semula, Allah sudah tahu bahwa mereka itu memang tidak mau beriman. |
| وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ {٩} |
9. Seandainya ketika mereka tidak puas dengan diutusnya Nabi Muhammad Kami jadikan Rasul yang diutus kepada mereka itu seorang malaikat, tentu Kami jadikan malaikat itu dalam bentuk manusia, sehingga mereka bisa mendengar dan berbicara dengannya. Sebab, tidak mungkin mereka melihat malaikat dalam bentuknya yang asli. Dan jika saja malaikat itu telah datang kepada mereka dalam bentuk seorang laki-laki, tentu perkaranya juga masih tidak jelas bagi mereka (meragukan mereka) sebagaimana ketidak jelasan (keraguan) bagi mereka urusan Nabi Muhammad |
| وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {١٠} |
10. Tatkala permintaan mereka agar Allah menurukan malaikat itu ternyata dalam bentuk perolokan tehadap Nabi maka Allah menjelaskan kepada beliau bahwa perolokan terhadap para rasul itu bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan hal itu telah dilakukan oleh kaum kafir terdahulu terhadap nabi-nabi mereka. Lalu mereka pun diliputi oleh adzab yang sebelumnya mereka jadikan sebagai bahan perolokan dan mereka ingkari kejadiannya. |
| قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ {١١} |
11. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Berjalanlah di muka bumi, kemudian lihatlah bagaimana Allah memberikan balasan terhadap para pendusta itu dengan kebinasaan dan kehinaan!" Maka dari itu, waspadalah, jangan sampai kalian mengalami kebinasaan seperti mereka. Takutlah jika apa yang telah menimpa mereka itu sampai menimpa kalian juga. |
| قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلْ لِلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ {١٢} |
12. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Milik siapakah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada padanya?" Katakanlah, "Semua itu adalah milik Sebagaimana kalian mengakui hal itu dan mengetahuinya. Maka beribadahlah kepada-Nya semata! Allah telah menetapkan rahmat (kasih sayang) atas Diri-Nya, sehingga tidak menyegerakan hukuman terhadap para hamba-Nya. Sungguh Dia akan menghimpun kalian pada Hari Kiamat yang sama sekali tidak bisa diragukan kedatangannya, untuk perhitungan amal dan pemberian balasan. Orang-orang yang menyekutukan Alla h berarti membinasakan diri mereka sendiri. Mereka tidak mentauhidkan Allah, tidak membenarkan janji dan ancaman-Nya serta tidak mengakui kenabian Nabi Muhammad. |
| وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {١٣} |
13. Hanya milik Allah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, baik yang diam maupun yang bergerak, yang tersembunyi maupun yang nyata. Semuanya adalah hamba dan ciptaan-Nya. Semuanya berada di bawah kekuasaan, penataan, dan pengaturan-Nya. Dia Maha Mendengar segala ucapan para hamba-Nya serta Maha Mengetahui segala gerak dan rahasia mereka. |
| قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {١٤} |
14. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya, "Apakah aku akan menjadikan seorang pelindung dan penolong selain Allah, sedangkan Dia adalah Pencipta langit dan bumi serta segala yang ada padanya? Dan Dia pula yang memberi rezeki kepada makhluk-Nya, tidak ada seorang pun yang memberi-Nya rezeki." Katakanlah wahai Rasul, "Sesungguhnya aku telah diperintahkan untuk menjadi orang yang pertama-tama tunduk dan patuh kepada-Nya dari kalangan umat ini dengan menunaikan ibadah hanya kepada-Nya. Dan aku dilarang menjadi bagian dari orang-orang yang menyetukan-Nya dengan selain-Nya." |
| قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٥} |
15. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya, "Sesungguhnya aku takut jika sampai aku durhaka kepada Rabbku —dengan menyelisihi perintah-Nya dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya dalam beribadah kepada-Nya—, nanti pada Hari Kiamat Dia akan menurunkan adzab yang besar kepadaku:' |
| مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ {١٦} |
16. Barang siapa yang dihindarkan oleh Allah dari adzab yang keras itu, maka sungguh Allah telah merahmatinya. Yang demikian itu merupakan keberuntungan yang nyata; yaitu keselamatan dari adzab yang besar. |
| وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {١٧} |
17. Jika Allah menimpakan kepadamu, wahai manusia, sesuatu yang merugikanmu, seperti kemiskinan dan sakit maka tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Dia memberikan kebaikan, seperti kekayaan dan kesehatan maka tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya dan tidak ada yang bisa menghalangi ketetapan-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. |
| وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ {١٨} |
18. Allah s adalah Dzat yang berkuasa atas seluruh hamba-Nya. Baik para budak maupun para tuan, seluruhnya tunduk kepada-Nya. Dia adalah Dzat Yang Mahabijaksana, yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan hikmah-Nya. Dia Maha Mengetahui, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. (Maka, Dzat yang memiliki sifat-sifat seperti ini sudah tentu wajib untuk tidak disekutukan. Ayat ini juga menetapkan sifat fauqiah, yaitu kemahatinggian Allah atas seluruh makhluk-Nya. Kemahatinggian Allah, atau keberadaan Allah di atas, itu tentu sesuai dengan keagungan-Nya). |
| قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ {١٩} |
19. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Mana yang lebih agung kesaksiannya dalam menetapkan kebenaranku berkenaan dengan apa saja yang aku kabarkan kepada kalian bahwa aku adalah utusan Allah?" Katakanlah, "Allah adalah Saksi antara aku dengan kalian!" Maksudnya, Dialah Yang Maha Mengetahui akan apa yang aku bawa kepada kalian dan apa yang kalian katakan tentang diriku. "Dan Allah telah mewahyukan kepadaku Al-Qur'an ini agar aku memberikan peringatan kepada kalian dengannya akan adzab-Nya yang bisa menimpa kalian. Aku berikan peringatan juga dengan Al-Qur'an itu kepada umat-umat lainnya yang Al-Qur'an itu sampai kepada mereka. Ternyata kalian mengakui bahwa di samping Allah ada sembahan-sembahan lain yang kalian ibadahi, yang kalian sekutukan de-ngan-Nya. Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya aku tidak mengakui apa yang kalian ikrarkan itu. Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya sembahan yang berhak diibadahi; tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap sekutu yang kalian ibadahi bersama-Nya." |
| الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ ۘ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ {٢٠} |
20. Orang-orang yang telah Kami beri kitab Taurat dan Injil mengenal Nabi Muhammad dengan sifat-sifat yang tertulis dalam kitab yang ada di sisi mereka, sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sebagaimana anak-anak mereka itu tidak mungkin keliru (tertukar) di hadapan mereka dengan anak-anak lainnya, begitulah Nabi Muhammad tidak akan keliru dengan sosok selain beliau, karena begitu detailnya penggambaran sifat beliau dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi mereka tetap saja menuruti hawa nafsu, sehingga akhirnya mereka itu merugikan diri sendiri ketika mengingkari Nabi Muhammad dan ajaran yang beliau bawa. |
| وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ {٢١} |
21. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah, lantas ia menganggap bahwa Dia memiliki sekutu-sekutu dalam hal peribadahan, menganggap bahwa Dia memiliki anak atau pendamping perempuan, atau mendustakan berbagai bukti nyata yang dengan itu Dia me-nguatkan para utusan-Nya. Sesungguhnya orang-orang zhalim yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah itu tidak akan meraih keberuntungan. Mereka tidak beruntung dalam meraih tuntutan-tuntutan mereka di dunia maupun akhirat. |
| وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ {٢٢} |
22. Hendaklah orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah itu mewaspadai hari ketika Kami menghimpun mereka, kemudian Kami katakan kepada mereka, "Di mana sembahan-sembahan yang dahulu kalian ibadahi, yang kalian anggap mereka itu adalah sekutu-sekutu Allah yang akan memberikan syafaat kepada kalian?" |
| ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ {٢٣} |
23. Kemudian, jawaban mereka ketika mereka diuji dengan perta-nyaan mengenai sekutu-sekutu mereka itu, tidak lain adalah bahwa mereka itu berlepas diri dari sekutu-sekutu tersebut. Mereka ber-sumpah dengan nama Allah, Rabb mereka, bahwa mereka tidaklah menyekutukan Allah dengan selain-Nya. |
| انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {٢٤} |
24. Renungkanlah, wahai Rasul, bagaimana kedustaan kaum musyrikin itu terhadap diri mereka sendiri, sedangkan mereka itu di akhirat berlepas diri dari kemusyrikan. Maka hilang dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka yakini; yaitu berupa syafaat dari sembahan-sembahan mereka. |
| وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا ۚ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ {٢٥} |
25. Di antara orang-orang musyrik itu ada orang yang mende-ngarkan Al-Qur'an yang engkau baca, wahai Rasul, namun tidak sampai pada hati mereka. Disebabkan sikap mereka yang mengikuti hawa nafsu, Kami jadikan penutup pada hati mereka agar mereka tidak bisa memahami Al-Qur'an. Kami jadikan pada telinga mereka itu sumbatan sehingga tidak akan bisa mendengar sesuatu pun. Jika mereka mendengarkan ayat-ayat yang menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad mereka tidak mau membenarkannya. Sehingga ketika datang kepadamu, wahai Rasul, setelah mereka melihat dengan mata kepala akan ayat-ayat (bukti-bukti) yang menunjukkan kebenaranmu, mereka memusuhimu. Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah itu mengatakan, "Apa yang kami dengar ini tidak lain hanyalah gubahan hikayat-hikayat yang disampaikan oleh orang-orang terdahulu secara turun temurun.” |
| وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِنْ يُهْلِكُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ {٢٦} |
26. Orang-orang musyrik itu melarang umat manusia meng-ikuti dan mendengarkan Nabi Muhammad Mereka sendiri menjauhkan diri darinya. Disebabkan sikap mereka yang meng-halangi jalan Allah, mereka itu sebenarnya tidaklah membinasakan seorang pun kecuali diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari bahwa mereka itu melakukan sesuatu yang mengantarkan mereka pada kebinasaan. |
| وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {٢٧} |
27. Sekiranya engkau melihat, wahai Rasul, kaum musyrikin pada Hari Kiamat nanti, tentu engkau akan melihat sebuah perkara yang besar. Yaitu ketika mereka itu ditahan di neraka, lantas mereka menyaksikan berbagai rantai dan belenggu, dan mereka juga melihat dengan mata mereka berbagai peristiwa besar dan hal-hal yang mengerikan. Ketika itu mereka berkata, "Aduhai kiranya kami dikembalikan menuju kehidupan dunia lagi, kami akan membenarkan ayat-ayat Allah dan mengamalkannya, sehingga kami menjadi bagian dari orang-orang yang beriman." |
| بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ {٢٨} |
28. Persoalannya tidaklah demikian. Namun terlihatlah bagi me-reka pada Hari Kiamat itu apa saja yang dahulu mereka sembu-nyikan mengenai kebenaran ajaran yang dibawa oleh para rasul ketika di dunia, sekalipun mereka menampakkan kepada para pengikutnya sesuatu yang bertolak belakang. Andai pun mereka itu dikembalikan ke dunia, kemudian diberi tangguh beberapa lama, tentu mereka pun akan kembali membangkang dengan kekufuran dan pendustaan. Sesungguhnya mereka itu sebenarnya dusta berkenaan dengan perkataan mereka, "Seandainya kami di-kembalikan ke dunia, pasti kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Rabb kami, dan pastilah kami menjadi bagian dari orang-orang yang beriman." |
| وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ {٢٩} |
29. Orang-orang musyrik yang mengingkari kebangkitan itu berkata, "Hidup itu hanyalah kehidupan yang sedang kita alami sekarang ini. Dan kami tidak akan dibangkitkan setelah kematian kami." |
| وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ {٣٠} |
30. Seandainya engkau, wahai Rasul, melihat orang-orang yang mengingkari kebangkitan itu ketika mereka ditahan di hadapan Allah untuk menghadapi putusan perkara dari-Nya pada Hari Kiamat, tentulah engkau melihatnya sebagai keadaan yang paling buruk. Yaitu ketika Allah berfirman, "Bukankah ini benar?" (Maksudnya: Bukankah kebangkitan yang kalian ingkari ketika di dunia dahulu adalah benar?) Mereka menjawab, "Demi Rabb kami, sungguh kebangkitan itu adalah benar." Allah berfirman, "Rasakanlah adzab disebabkan karena kalian mengingkarinya!" Yaitu adzab yang dahulu kalian dustakan ketika di dunia disebabkan keingkaran kalian kepada Allah s dan Rasul-Nya, yaitu Muhammad. |
| قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ {٣١} |
31. Sungguh telah merugi orang-orang yang mengingkari kebangkitan setelah kematian. Sehingga ketika kiamat telah tiba, sedangkan mereka dikejutkan oleh buruknya tempat kembali mereka, mereka memanggil diri sendiri dengan penuh penyesalan atas apa yang telah mereka sia-siakan dalam kehidupan mereka di dunia. Mereka memikul dosa-dosa di pundak mereka. Betapa buruk beban berat berupa keburukan yang mereka pikul itu. |
| وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {٣٢} |
32. Kehidupan dunia ini pada umumnya tidak lain hanyakah tipuan dan kebatilan. Sedangkan amal shalih untuk kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah. Mereka takut akan adzab-Nya, sehingga selalu berusaha melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi kedurhakaan kepada-Nya. Apakah kalian tidak mampu memahami dengan akal kalian, wahai orang-orang musyrik yang tertipu dengan perhiasan kehidupan dunia, sehingga kalian mengedepankan yang fana mengalahkan yang baka? |
| قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ {٣٣} |
33. Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa sungguh akan menyedihkan hatimu pendustaan yang dilakukan oleh kaummu terhadapmu secara lahir. Maka dari itu, bersabar dan tenanglah. Sesungguhnya mereka itu tidaklah mendustakanmu dari dalam hati mereka, akan tetapi sebenarnya mereka itu meyakini kebenaranmu. Namun karena kezhaliman dan permusuhan mereka, akhirnya mereka mengingkari bukti-bukti nyata akan kebenaranmu, sehingga mereka mendustakanmu berkenaan dengan ajaran yang engkau bawa. |
| وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ {٣٤} |
34. Orang-orang kafir sebelummu telah pula mendustakan para rasul yang Allah utus kepada umat-umat mereka. Mereka pun disakiti oleh kaum kafir itu karena berada di jalan-Nya. Namun mereka tetap bersabar atas tindakan tersebut dan tetap melangkah di jalan dakwah dan jihad mereka, sehingga datanglah pertolongan Allah kepada mereka. Tidak ada yang bisa mengganti kalimat-kalimat Allah, yaitu ajaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, berupa janji pertolongan (kemenangan) dari Allah kepada beliau atas siapa saja yang memusuhi beliau. Sungguh telah datang kepadamu, wahai Rasul, berita tentang para rasul sebelummu; tentang pertolongan Allah yang diberikan kepada mereka dan apa yang menimpa orang-orang yang mendustakan mereka, berupa adzab dari Allah dan kemurkaan-Nya terhadap mereka. Maka, para rasul terdahulu itu menjadi teladan bagimu. (Ayat ini berisi hiburan untuk Rasulullah |
| وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ {٣٥} |
35. Jika penolakan dan keberpalingan kaum musyrikin dari memenuhi seruanmu itu terasa berat bagimu, wahai Rasul, maka jika kamu mampu membuat lubang di bumi atau tangga yang dapat engkau naiki menuju langit, lalu kamu dapat mendatangkan kepada mereka tanda dan bukti atas kebenaran ucapanmu, selain yang telah Kami berikan kepada mereka, silakan engkau lakukan. Jika saja Allah menghendaki, tentu Allah telah menyatukan mereka di atas petunjuk yang kalian berada di atasnya serta menunjuki mereka pada iman. Namun Allah tidak menghendaki yang demikian itu, karena adanya hikmah yang Dia ketahui. Oleh karena itu, janganlah engkau, wahai Rasul, menjadi bagian dari orang-orang bodoh, yang sangat bersedih hati sehingga menyebabkan mereka sangat berkeluh kesah. |
| إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ {٣٦} |
36. Sesungguhnya orang-orang yang memenuhi seruanmu menuju petunjuk, wahai Rasul, hanyalah orang-orang yang mendengarkan perkataan dengan sikap menerima. Adapun orang-orang kafir itu, mereka adalah orang-orang yang mati. Sebab, kehidupan hakiki hanyalah dengan Islam. Orang-orang yang mati itu akan dibangkitkan oleh Allah dari kubur mereka dalam keadaan hidup. Kemudian mereka akan kembali kepada-Nya pada Hari Kiamat untuk dihisab dan diberi balasan secara sempurna. |
| وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قُلْ إِنَّ اللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يُنَزِّلَ آيَةً وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٣٧} |
37. Orang-orang musyrik itu, dengan keras kepala dan keangkuhannya, berkata, "Mengapa Allah tidak menurunkan suatu tanda berupa mukjizat yang luar biasa yang menunjukkan kebenaran Muhammad Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul,"Sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menurunkan suatu tanda (mukjizat) kepada mereka. Akan tetapi kebanyakan dari mereka itu tidak tahu bahwa penurunan tanda-tanda itu adalah sesuai dengan hikmah-Nya." |
| وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ {٣٨} |
38. Tiada seekor binatang pun yang merayap di muka bumi ini, atau tiada seekor burung pun yang terbang di angkasa dengan kedua sayapnya, kecuali mereka itu adalah kelompok makhluk yang sejenis dengan kalian juga. Tidak ada sesuatu pun yang Kami tinggalkan di Lauh Mahfuzh, kecuali semuanya telah Kami tulis. Kemudian mereka akan dihimpun menuju Rabb mereka pada Hari Kiamat, lantas Allah akan melakukan hisab terhadap masing-masing dari mereka atas apa yang telah dilakukannya. |
| وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٣٩} |
39. Orang-orang yang mendustakan hujah-hujah Allah itu tuli; tidak bisa mendengar apa yang bermanfaat bagi mereka. Juga bisu; tidak mengatakan kebenaran. Mereka itu adalah orang-orang yang bingung dalam kegelapan. Mereka tidak bisa memilih jalan keistisqamahan. Barang siapa yang dikehendaki kesesatannya oleh Allah maka Dia menyesatkannya. Barang siapa yang dikehendaki petunjuknya oleh Allah maka Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. |
| قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ أَغَيْرَ اللَّهِ تَدْعُونَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {٤٠} |
40. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Terangkanlah kepadaku jika telah datang adzab Allah kepada kalian di dunia, atau telah datang kiamat yang kalian ketika itu dibangkitkan: Apakah kalian saat itu masih juga menyeru selain Allah untuk menghilangkan bencana yang menimpa kalian; jika kalian memang orang yang benar berkenaan dengan anggapan kalian bahwa ilah-ilah yang kalian ibadahi selain Allah itu dapat memberi manfaat atau menimpakan mudharat?" |
| بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ {٤١} |
41. Akan tetapi, di sana ketika itu, kalian akan menyeru Rabb yang telah menciptakan kalian, bukan menyeru selain-Nya. Kalian hanya akan meminta perlindungan kepada-Nya, sehingga Dia akan mengentaskan dari bencana besar yang menimpa kalian, jika Dia menghendaki. Sebab, hanya Dia yang kuasa atas segala sesuatu. Ketika itu kalian akan meninggalkan berhala-berhala, sembahan-sembahan, dan wali-wali kalian. |
| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ {٤٢} |
42. Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul kepada sekian kelompok umat manusia sebelum kamu, wahai Rasul, yang menyeru kaumnya kepada Allah Namun mereka mendustakan para rasul. Akhirnya Kami timpakan cobaan kepada mereka berkenaan dengan harta mereka dalam bentuk kemiskinan yang sangat serta sempitnya penghidupan. Demikian juga kami timpakan cobaan kepada mereka dalam bentuk berbagai penyakit jasmani. Itu semua sebenarnya dengan harapan agar mereka mau tunduk kepada Rabb mereka dan patuh kepada-Nya dengan beribadah hanya kepada-Nya. |
| فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٤٣} |
43. Maka mengapa umat-umat pendusta itu tidak tunduk merendahkan diri kepada Kami ketika siksaan Kami datang kepada mereka, namun justru hati mereka menjadi keras. Setan pun menghiaskan untuk mereka berbagai kemaksiatan yang dahulu mereka lakukan serta melakukan perbuatan syirik. |
| فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ {٤٤} |
44. Ketika mereka tidak mau mengamalkan perintah-perintah Allah dan berpaling darinya maka Kami bukakan untuk mereka berbagai pintu rezeki, sehingga Kami ganti kesusahan dengan kesejahteraan dalam penghidupan, serta derita menjadi kesehatan jasmani. Itu semua adalah dalam bentuk pengumbaran (istidraj) dari Kami terhadap mereka. Sehingga ketika mereka telah angkuh dan ujub dengan kekayaan dan nikmat yang Kami berikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan adzab secara tiba-tiba. Maka seketika itu mereka berputus harapan dari setiap kebaikan. |
| فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٤٥} |
45. Maka kaum yang zhalim itu akhirnya dibinasakan dan dimusnahkan, sehingga tidak tersisa seorang pun dari mereka, karena mereka itu mengufuri Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya. Segala puji syukur hanya bagi Allah , Pencipta segala sesuatu dan Pemilik-Nya, atas kemenangan yang diperoleh para kekasih-Nya dan kehancuran para musuh-Nya. |
| قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ {٤٦} |
46. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, 'Jelaskanlah kepadaku, jika Allah melenyapkan pendengaran kalian dengan menjadikan kalian tuli dan membuang penglihatan kalian dengan menjadikan kalian buta, serta menutup hati kalian sehingga kalian akhirnya tidak bisa memahami perkataan: 'Apakah ada sembahan selain Allah yang mampu mengembalikan itu semua kepada kalian?' Perhatikanlah, wahai Rasul, bagaimana Kami menunjukkan berbagai macam hujah , namun ternyata mereka itu tetap saja berpaling tanpa mau ingat dan mengambil pelajaran." |
| قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ {٤٧} |
47. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Terangkanlah kepada-Ku, jika turun hukuman Allah kepada kalian secara tiba-tiba, sedangkan kalian dalam keadaan tidak menyadarinya, atau datang secara jelas dan terang-terangan, sedangkan kalian melihatnya: 'Apakah ada yang dibinasakan selain kaum zhalim yang melampaui batas, dengan memalingkan ibadah kepada selain Allah serta mendustakan para rasul-Nya?"' |
| وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {٤٨} |
48. Kami tidaklah mengutus para rasul kecuali untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang taat kepada Kami dengan kenikmatan yang abadi, serta memberikan peringatan kepada para pelaku maksiat dengan adzab yang menyakitkan. Barang siapa yang beriman dan membenarkan para rasul itu, serta mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah orang-orang yang tidak akan takut ketika bertemu dengan Rabb mereka serta tidak bersedih hati atas segala sesuatu yang luput dari urusan keduniaan. |
| وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ {٤٩} |
49. Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur'an dan berbagai mukjizat lain, sesungguhnya mereka itu akan ditimpa oleh adzab pada Hari Kiamat, disebabkan oleh kekufuran dan keluarnya mereka dari men-taati Allah |
| قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ {٥٠} |
50. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Sesungguhnya aku tidak mengaku bahwa aku memiliki perbendaharaan langit dan bumi yang dapat aku kendalikan. Aku juga tidak mengatakan bahwa diriku mengetahui yang gaib. Dan aku tidak mengatakan bahwa aku seorang malaikat. Aku ini hanyalah seorang utusan dari sisi Allah. Aku mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia." Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Apakah sama antara orang kafir yang buta dari melihat ayat-ayat Allah sehingga tidak mau mengimaninya, dengan orang mukmin yang melihat ayat-ayat Allah lalu beriman kepadanya? Apakah kalian tidak memi-kirkan ayat-ayat Allah sehingga kalian bisa me-lihat kebenaran dan mengimaninya?" |
| وَأَنْذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْ يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُمْ مِنْ دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ {٥١} |
51. Wahai Nabi, dengan Al-Qur'an berikanlah peringatan kepada orang-orang yang menyadari bahwa mereka akan dihimpun kepada Rabb mereka, sedangkan mereka membenarkan janji Allah dan ancaman-Nya. Tidak ada seorang penolong pun yang akan menolong mereka selain Allah dan tidak ada seorang pemberi syafaat bagi mereka di sisi-Nya yang bisa menyelamatkan mereka dari adzab-Nya.Yang demikian itu agar mereka bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. |
| وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ {٥٢} |
52. Janganlah engkau jauhkan dari majelismu, wahai Nabi, orang-orang yang lemah dari kalangan kaum muslimin yang mereka itu beribadah kepada Rabb mereka pada waktu pagi dan petang hari, yang mereka itu menginginkan Wajah Allah melalui amal-amal shalih yang mereka kerjakan. Sedikit pun engkau tidak bertanggung jawab menghitung perbuatan orang-orang yang lemah itu, akan tetapi perhitungan mereka menjadi tanggung jawab Allah. Demikian juga, mereka sama sekali tidak bertanggung jawab sedikit pun menghitung perbuatanmu. Jika engkau sampai menjauhkan (mengusir) mereka, berarti engkau menjadi bagian dari orang-orang yang melampaui batasan-batasan Allah, yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. |
| وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ {٥٣} |
53. Demikianlah Allah menguji sebagian dari hamba-hamba-Nya dengan sebagian yang lain melalui adanya perbedaan jatah mereka dalam hal rezeki dan akhlak. Sehingga Allah menjadikan sebagian mereka itu kaya dan sebagian yang lain miskin; sebagian dari mereka kuat, sedangkan sebagian yang lain lemah. Dengan demikian Allah menjadikan sebagian mereka membutuhkan sebagian yang lain sebagai bentuk ujian dari Allah terhadap mereka, lantas orang-orang kafir yang kaya berkata, "Apakah orang-orang lemah di antara kami yang dianugerahi petunjuk oleh Allah kepada Islam?" Bukankah Allah lebih tahu siapa saja yang bersyukur kepada nikmat-Nya, sehingga membimbing mereka menuju petunjuk kepada din-Nya? |
| وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٥٤} |
54. Jika datang kepadamu, wahai Rasul, orang-orang yang membenarkan ayat-ayat Allah yang menjadi bukti atas kebenaranmu, berupa Al-Qur'an dan lainnya, dengan meminta fatwa kepadamu tentang taubat dari dosa-dosa mereka yang telah lalu; maka muliakanlah mereka dengan menjawab salam mereka. Berikanlah kabar gembira kepada mereka dengan rahmat Allah yang luas. Sesungguhnya Allah telah menetapkan rahmat atas Diri-Nya terhadap para hamba-Nya sebagai karunia dari-Nya, bahwa barang siapa yang pernah melakukan perbuatan dosa karena kebodohannya mengenai akibatnya dan ketidaktahuannya bahwa hal itu menyebabkan kemurkaan Allah, kemudian ia bertaubat sesudah itu serta terus menerus beramal shalih maka Allah mengampuni dosanya. (Setiap orang yang bermaksiat kepada Allah, baik karena keliru atau secara sengaja maka sesungguhnya ia adalah bodoh [jahil] dalam pengertian ini, meskipun sebenarnya ia mengetahui keharamannya). Allah Maha Pengampun terhadap para hamba-Nya yang bertaubat serta Maha Penyayang terhadap mereka. |
| وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ {٥٥} |
55. Keterangan seperti itulah, wahai Rasul, Kami jelaskan hujah-hujah yang nyata mengenai setiap kebenaran yang diingkari oleh orang yang batil, agar kebenaran itu menjadi jelas, dan agar jelas pula jalan orang batil yang menyelisihi para rasul. |
| قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ قُلْ لَا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ {٥٦} |
56. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Sesungguhnya Allah melarangku untuk beribadah kepada berhala-berhala yang kalian ibadahi selain-Nya." Katakan kepada mereka juga, "Aku tidak mengikuti hawa nafsu kalian. Jika sampai aku menurutui hawa nafsu kalian, pastilah aku tersesat dari jalan yang lurus, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk. |
| قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَكَذَّبْتُمْ بِهِ ۚ مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ {٥٧} |
57. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Sesungguhnya aku berada di atas keterangan yang jelas mengenai syariat Allah yang Dia wahyukan. Yaitu memberikan peribadahan hanya kepada-Nya semata. Namun ternyata kalian mendustakan hal ini. Bukanlah menjadi kekuasaanku untuk menurunkan adzab yang kalian minta agar disegerakan itu. Keputusan untuk menangguhkan adzab itu merupakan hak Allah semata. Dia menerangkan kebenaran dan Dia adalah Dzat yang paling baik dalam menjelaskan antara yang haq dan yang batil melalui keputusan-Nya." |
| قُلْ لَوْ أَنَّ عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ {٥٨} |
58. Katakanlah wahai Rasul, "Jika saja aku berkuasa untuk menurunkan adzab yang kalian minta disegerakan untuk diturunkan, tentu aku timpakan kepada kalian, sehingga selesailah sudah urusan antara aku dengan kalian. Akan tetapi yang demikian itu adalah urusan Allah Dia lebih mengetahui perihal orang-orang zhalim yang melampaui batas, yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya." |
| وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ {٥٩} |
59. Di sisi Allahlah kunci-kunci (perbendaraan) kegaiban. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Di antaranya adalah pengetahuan mengenai kiamat, turunnya hujan, apa yang terdapat dalam rahim, usaha di masa mendatang, dan tempat kematian seseorang. Allah mengetahui apa saja yang terdapat di daratan dan lautan. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur kecuali Allah pasti mengetahuinya. Setiap biji yang terdapat di dalam kegelapan bumi, serta setiap yang basah maupun yang kering, seluruhnya tertuang dalam kitab yang jelas tanpa ada kesamaran di dalamnya, yaitu Lauh Mahfuzh. |
| وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٦٠} |
60. Dialah yang mencabut ruh-ruh (menidurkan) kalian pada waktu malam, seperti pencabutan nyawa saat kematian, dan Dia mengetahui amal perbuatan yang telah kalian kerjakan di siang hari. Kemudian Dia mengembalikan ruh-ruh itu ke jasad kalian lagi dengan terbangun dari tidur ketika malam berganti siang, laksana menghidupkan kembali setelah kematian, agar ajal (ketentuan umur) kalian yang telah ditetapkan di dunia itu disempurnakan. Kemudian hanya kepada Allah tempat kembali kalian setelah kalian dibangkitkan dari kubur menjadi hidup kembali. Kemudian Allah akan memberitahukan kepada kalian segala hal yang sebelumnya telah kalian kerjakan saat kehidupan kalian di dunia, kemudian Dia akan memberikan balasan terhadapnya. |
| وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ {٦١} |
61. Allah adalah Dzat yang memiliki kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dengan sifat ketinggian (fauqiah) mutlak dari segala sisi, yang sesuai dengan keagungan-Nya. Segala sesuatu seluruhnya tunduk pada kebesaran dan keagungan-Nya. Allah mengirimkan para malaikat kepada para hamba-Nya, yang akan mengawasi amal perbuatan mereka serta menghitungnya. Sehingga ketika kematian itu menimpa salah seorang dari mereka, Malakul Maut dan para pembantunya pun mencabut nyawanya, sedangkan mereka itu tidak pernah mengabaikan apa yang diperintahkan kepada mereka. |
| ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ {٦٢} |
62. Kemudian orang-orang yang telah meninggal itu dikembalikan kepada Allah sebagai Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa keputusan hukum dan pemisahan di antara para hamba-Nya pada Hari Kiamat adalah hak-Nya, dan Dia adalah Pembuat perhitungan yang paling cepat. |
| قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ {٦٣} |
63. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Siapakah yang akan menyelamatkan kalian dari ketakutan gelapnya daratan dan lautan? Bukankah hanya Allah yang kalian seru dengan penuh kerendahan diri pada saat kesempitan, baik menyerunya secara jelas maupun sembunyi? Kalian mengatakan, Jika saja Rabb kami menyelamatkan kami dari segala ketakutan ini, tentu kami menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur, yaitu dengan cara beribadah hanya kepada-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. |
| قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ {٦٤} |
64. Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Hanya Allah yang bisa menyelamatkan kalian dari segala hal yang menakutkan ini dan dari segala kesulitan. Kemudian sesudah itu kalian masih juga kembali menyekutukan-Nya dengan selain-Nya dalam beribadah." |
| قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ {٦٥} |
65. Katakanlah wahai Rasul, "Hanya Allah Dzat yang kuasa untuk mengirimkan kepada kalian adzab dari atas kalian, seperti hujan batu atau banjir besar (akibat hujan) dan semisalnya; atau dari bawah kalian, seperti gempa bumi dan pembenaman tanah; atau Dia mencampur-adukkan urusan kalian sehingga menjadi kelompok-kelompok yang saling bertikai dan membunuh. Perhatikanlah, wahai Rasul, bagaimana Kami meragamkan hujah-hujah Kami yang nyata kepada orang-orang musyrik itu agar mereka dapat memahami dan mengambil pelajaran!" |
| وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ {٦٦} |
66. Orang-orang kafir dari kalangan kaummu, wahai Rasul, telah mendustakan Al-Qur'an ini. Padahal Al-Qur'an adalah kitab yang benar seluruh ajarannya. Katakanlah kepada mereka, "Aku bukanlah orang yang menjaga dan mengawasi urusan kalian. Aku ini tidak lain hanyalah seorang utusan Allah yang menyampaikan risalah kepada kalian." |
| لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ {٦٧} |
67. Setiap berita itu ada waktu dan tempat kejadiannya serta masa berakhirnya, sehingga menjadi jelaslah antara kebenaran dan kebatilan. Kelak kalian akan tahu, wahai kaum kafir, akibat dari urusan kalian ketika adzab Allah itu me-nimpa kalian. |
| وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٦٨} |
68. Jika engkau, wahai Rasul, melihat orang-orang musyrik berbicara mengenai ayat-ayat Al-Qur'an dengan pembicaraan yang batil dan memperolokkannya maka jauhilah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan yang lain. Jika setan membuatmu lupa akan perkara ini maka setelah ingat janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang melampaui batas (zhalim) yang telah memperolokkan ayat-ayat Allah dengan batil itu. |
| وَمَا عَلَى الَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَلَٰكِنْ ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ {٦٩} |
69. Tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun atas orang-orang mukmin yang takut kepada Allah, sehingga menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, ter-hadap perhitungan Allah atas orang-orang yang memperolokkan ayat-ayat Allah. Akan tetapi, kewajiban kaum yang bertakwa itu ha-nyalah memberikan nasihat kepada mereka agar menahan diri dari perkataan yang batil itu. Mudah-mudahan mereka mau bertakwa kepada Allah |
| وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ {٧٠} |
70. Tinggalkanlah wahai Rasul, orang-orang musyrik yang menjadikan dinul Islam sebagai permainan dan gurauan dengan memperolok-kan ayat-ayat Allah Sedangkan mereka ditipu oleh kehidupan dunia dan perhiasannya. Ingatkan orang-orang musyrik itu dan kaum lainnya dengan Al-Qur'an, agar jiwa itu tidak tergadai dengan dosa-dosanya dan dengan kekufuran kepada Rabbnya. la tidak memiliki penolong selain Allah yang dapat menolongnya dan menyelamatkannya dari adzab. Juga tidak ada pemberi syafaat yang dapat memberinya syafaat di sisi-Nya. Jika saja ia menebusnya dengan segala bentuk tebusan, tetap saja tidak akan diterima. Mereka itu adalah orang-orang yang tergadai oleh dosa-dosa mereka. Di dalam neraka di sediakan bagi mereka itu minuman yang sangat panas dan adzab yang sangat menyakitkan. Hal itu disebabkan oleh kekufuran mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad serta pada dinul Islam. |
| قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ {٧١} |
71. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu,"Apakah kami akan beribadah kepada selain Allah yaitu kepada berhala-berhala yang sama sekali tidak bisa memberikan manfaat atau menimpakan mudharat? Lalu kami kembali kufur setelah Allah menganugerahi kami petunjuk pada Islam? Maka kembalinya kami pada kekufuran itu berarti seperti orang yang rusak akalnya karena disesatkan oleh setan, sehingga ia menjadi tersesat di muka bumi; sedangkan ia memiliki teman-teman berakal yang beriman, yang menyerunya menuju jalan kebenaran yang mereka itu berada di atasnya, namun ia enggan?" Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik itu, "Sesungguhnya hidayah Allah yang Dia telah mengutusku dengannya adalah hidayah yang hak. Kami semua diperintahkan agar menyerahkan diri kepada Allah Rabb semesta alam, dengan beribadah hanya kepada-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Rabb segala sesuatu dan Pemiliknya." |
| وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ {٧٢} |
72. Demikianlah kami diperintahkan agar menegakkan shalat secara sempurna. Juga agar kami takut kepada-Nya, dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Hanya kepada-Nya seluruh makhluk dihimpun pada Hari Kiamat. |
| وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ {٧٣} |
73. Allah r lah yang menciptakan langit dan bumi dengan haq. Ingatlah, wahai Rasul, pada Hari Kiamat nanti ketika Allah berfirman, "Jadilah!", lalu jadilah apa yang diperintah agar jadi itu berdasarkan perintah-Nya dalam sekejap mata atau bahkan lebih cepat lagi. Perkataan-Nya adalah perkataan yang benar lagi sempurna. Ketika sangkakala ditiup oleh malaikat pada tiupan kedua yang berarti kembalinya ruh ke jasad, seluruh kerajaan menjadi milik-Nya semata. Allah Maha Mengetahui segala yang gaib dari indera kalian, wahai manusia, apalagi segala yang dapat kalian saksikan. Dia Mahabijaksana, yang selalu menempatkan sesuatu pada tempatnya, serta Maha Me-ngetahui seluruh urusan makhluk-Nya. (Hanya Allah yang memiliki kekhususan dengan hal-hal seperti di atas maupun hal-hal lainnya, sejak permulaan hingga akhir. Hanya Allah yang syariat-Nya wajib dipatuhi oleh seluruh hamba, tunduk pada hukum-Nya, serta dicari keridhaan dan ampunan-Nya). |
| وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٧٤} |
74. Ingatlah, wahai Rasul, perihal bantahan Ibrahim kepada ayahnya, Azar, ketika beliau mengatakan kepadanya, "Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai sembahan selain Allah Sungguh aku melihatmu dan kaummu berada dalam kesesatan yang nyata; menyimpang dari jalan kebenaran." |
| وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ {٧٥} |
75. Sebagaimana Kami telah memberikan petunjuk kepada Ibrahim menuju kebenaran dalam urusan ibadah, Kami perlihatkan kepadanya kerajaan agung yang meliputi langit dan bumi serta kekuasaan yang luar biasa, agar ia menjadi bagian dari orang-orang yang mendalam imannya. |
| فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ {٧٦} |
76. Ketika memasuki malam yang gelap, Nabi Ibrahim mendebat kaumnya untuk menegaskan bahwa agama mereka itu adalah batil, karena mereka menyembah bintang-bintang. Ketika menyaksikan bintang, Nabi Ibrahim menarik kaumnya agar bertauhid, dengan mengatakan (dalam bentuk pembelajaran), "Ini adalah Rabbku!" Namun ketika bintang itu tenggelam (tidak lagi terlihat), beliau mengatakan, "Aku tidak suka sembahan-sembahan yang tenggelam." |
| فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ {٧٧} |
77. Tatkala Ibrahim melihat bulan itu terbit, beliau kembali berkata kepada kaumnya -dalam bentuk bantahan secara tidak langsung-, "Ini adalah Rabbku." Namun ketika bulan itu tenggelam, beliau berkata -sambil menyatakan kebutuhannya terhadap hidayah dari Rabbnya-, "Jika Rabbku tidak menunjukiku pada kebenaran dalam menauhidkan-Nya maka sungguh aku akan menjadi bagian dari kaum yang tersesat dari jalan yang lurus; karena beribadah kepada selain Allah |
| فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ {٧٨} |
78. Ketika beliau melihat matahari terbit, lagi-lagi beliau berkata kepada kaumnya, "Inilah Rabbku. Ini lebih besar dari bintang dan bulan." Namun ketika matahari itu juga terbenam, beliau berkata lagi kepada kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sekutukan. Yaitu penyembahan kepada berhala-berhala dan bintang-bintang selain meng-ibadahi Allah. |
| إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ {٧٩} |
79. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku dalam beribadah, hanya kepada Allah semata. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Yaitu dengan meninggalkan syirik menuju tauhid. Dan aku bukanlah bagian dari orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya. |
| وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ {٨٠} |
80. Beliau pun dibantah oleh kaum beliau dalam hal menauhidkan Allah lalu beliau menjawab, "Apakah kalian hendak membantahku berkenaan dengan pentauhidanku terhadap Allah dalam beribadah, padahal sesungguhnya Dia telah memberikan petunjuk kepadaku untuk mengetahui wandaniah-Nya. Jika kalian menakut-nakutiku bahwa sembahan-sembahan kalian agar menimpakan mudharat terhadapku, sesungguhnya aku tidak takut kepada mereka. Tidak ada yang bisa menimpakan mudharat terhadapku kecuali jika Rabbku menghendaki sesuatu terhadap diriku. Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu. Apakah kalian tidak mengambil pelajaran, sehingga kalian menjadi tahu bahwa hanya Dia semata sembahan yang berhak diibadahi?" |
| وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ۚ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {٨١} |
81. Bagaimana aku akan takut kepada berhala-berhala kalian, sedangkan kalian saja tidak takut kepada Rabbku yang telah menciptakan kalian, dan juga menciptakan berhala-berhala yang kalian sekutukan dengan-Nya dalam ibadah, tanpa adanya hujah dari kalian akan hal itu? Mana di antara dua golongan, yaitu golongan kaum musyrik dan golongan kaum bertauhid, yang lebih berhak untuk mendapatkan ketenangan, keselamatan, dan keamanan dari adzab Allah? Jika kalian mengetahui kebenaran ucapan yang aku katakan, sampaikanlah hal itu kepadaku! |
| الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ {٨٢} |
82. Orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kemusyrikan, mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan ketenteraman, keselamatan, dan keamanan. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk kepada jalan kebenaran. |
| وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ {٨٣} |
83. Hujah yang digunakan oleh Nabi Ibrahim untuk membantah kaumnya adalah hujah yang telah Kami tunjukkan beliau itu kepadanya sehingga terpatahkanlah hujah mereka. Kami mengangkat siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami menuju ketinggian di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Rabbmu Mahabijaksana dalam mengatur makhuk-Nya serta Maha Mengetahui perihal mereka. |
| وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ {٨٤} |
84. Kami telah memberikan anugerah kepada Ibrahim dengan memberikan Ishaq sebagai putra, dan Ya'qub sebagai cucu. Kami berikan petunjuk kepada masing-masing dari keduanya menuju jalan yang lurus. Demikian juga kepada Nabi Nuh -sebelum Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub- telah Kami beri petunjuk menuju kebenaran. Begitu juga telah Kami berikan petunjuk kepada kebenaran dari kalangan anak cucu Nuh, yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa, dan Harun Sebagaimana Kami telah memberikan balasan kepada para nabi tersebut karena kebajikan mereka maka begitulah Kami memberikan balasan kepada setiap orang yang berbuat kebajikan. |
| وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ {٨٥} |
85. Demikian juga telah Kami beri petunjuk pula Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Masing-masing dari para nabi itu adalah orang-orang yang shalih. |
| وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ {٨٦} |
86. Kami berikan petunjuk pula kepada Ismail, Ilyas, Yunus, dan Luth. Masing-masing dari para rasul itu Kami utamakan atas seluruh umat manusia lainnya di zaman mereka. |
| وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٨٧} |
87. Begitu juga Kami telah memberikan petunjuk menuju kebenaran kepada siapa saja yang Kami kehendaki petunjuk baginya dari kalangan ayah-ayah mereka, anak cucu mereka dan saudara-saudara mereka. Kami pilih mereka untuk memeluk din Kami dan menyampaikan risalah Kami kepada kaum yang para rasul itu Kami utus kepada mereka. Kami bimbing mereka ke jalan yang benar; jalan yang lurus tanpa ada kebengkokan di dalamnya. Yaitu menauhidkan Allah dan menyucikan-Nya dari syirik. |
| ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {٨٨} |
88. Petunjuk itu merupakan hidayah (taufik) dari Allah. Dengannya, Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara para hamba-Nya. Jika saja para nabi itu menyekutukan Allah -misalnya- maka tentu gugurlah amal mereka. Sebab, Allah tidak mau menerima suatu amalan yang mengandung unsur syirik di dalamnya. |
| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ {٨٩} |
89. Para nabi yang telah Kami anugerahkan nikmat kepada mereka berupa hidayah dan kenabian, adalah hamba-hamba yang telah Kami berikan kitab suci kepada mereka, seperti shuhufnya Nabi Ibrahim, Tauratnya Nabi Musa, Zaburnya Nabi Daud dan Injilnya Nabi Isa. Kami berikan kepada mereka pemahaman terhadap kitab-kitab ini, dan Kami pilih mereka untuk menyampaikan wahyu dari Kami. Jika orang-orang kafir dari kalangan kaummu, wahai Rasul, ada yang mengingkari Al-Qur'an ini maka Kami serahkan kepada kaum yang lain untuk menerimanya. Yaitu kaum Muhajirin dan Anshar serta pengikut mereka hingga Hari Kiamat. Mereka itu bukanlah orang-orang yang kafir, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Allah serta mengamalkan kandungannya. |
| أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ {٩٠} |
90. Para nabi yang disebutkan di atas itu adalah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah untuk mengikuti din-Nya yang benar. Oleh karena itu, ikutilah petunjuk mereka itu, wahai Rasul, dan tempuhlah jalan mereka! Katakanlah kepada orang-orang musyrik, "Aku tidak meminta bayaran duniawi dari kalian dalam menyampaikan Islam. Yang akan memberikan pahala kepadaku hanyalah Allah. Islam itu tidak lain adalah seruan (dakwah) terhadap seluruh umat manusia menuju jalan yang lurus serta mengingatkan kalian dan siapa saja seperti kalian yang masih berada di atas kebatilan, agar kalian mau ingat dan sadar akan sesuatu yang sesungguhnya bermanfaat bagi kalian. |
| وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ {٩١} |
91. Orang-orang musyrik itu tidaklah mengagungkan Allah dengan seagung-agungnya, ketika mereka itu mengingkari kalau Allah telah menurunkan wahyu kepada salah seorang dari kalangan umat manusia. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul,lika persoalannya sebagaimana yang kalian katakan, lalu siapakah yang telah menurunkan kitab yang dibawa oleh Nabi Musa kepada kaumnya sebagai cahaya dan petunjuk bagi umat manusia?" Selanjutnya, beliau mengarahkan perkataan kepada kaum Yahudi dalam rangka melarang mereka,"Kalian menjadikan Al-Kitab dalam bentuk lembaran-lembaran yang bercerai-berai; sebagiannya kalian perlihatkan, namun kebanyakan darinya kalian sembunyikan. Di antara yang kalian sembunyikan adalah perihal pemberitaan tentang sifat Nabi Muhammad y dan tentang kenabian beliau. Allah telah mengajarkan Al-Qur'an kepada kalian, wahai sekalian bangsa Arab, yang Dia menurunkannya untuk kalian. Di dalamnya terdapat berita tentang orang-orang sebelum kalian dan orang-orang sesudah kalian serta perihal yang terjadi sesudah kematian kalian, yang belum pernah diketahui oleh kalian maupun bapak-bapak kalian." Katakanlah, "Allahlah yang telah menurunkannya." Kemudian, tinggalkanlah mereka tenggelam dan bermain dalam pembicaran yang batil. |
| وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ {٩٢} |
92. Al-Qur'an ini adalah kitab yang telah Kami turunkan kepadamu, wahai Rasul, yang sangat agung manfaatnya. Al-Qur'an ini membenarkan kitab-kitab samawi yang telah turun sebelumnya. Kami turunkan kitab ini agar dengannya engkau memperingatkan akan adzab Allah dan siksaan-Nya terhadap penduduk Mekah dan sekitarnya dari kalangan seluruh penduduk bumi ini. Orang-orang yang membenarkan kehidupan akhirat itu membenarkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah dan mereka senantiasa menjaga pelaksanaan shalat pada waktunya. |
| وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ {٩٣} |
93. Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah, lalu ia mengatakan bahwa Allah tidak pernah mengutus seorang rasul dari kalangan manusia. Atau membuat kebohongan bahwa Allah telah memberikan wahyu kepadanya, padahal sebenarnya Allah sama sekali tidak memberikan wahyu kepadanya. Atau mengaku bahwa ia kuasa untuk menurunkan kitab semisal Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah itu. Jika saja engkau melihat, wahai Rasul, orang-orang yang melampaui batas ini pada saat mereka berada di ambang kematian, tentu engkau lihat perkara yang menakutkan. Sedangkan para malaikat yang bertugas mencabut nyawa mereka itu membentangkan tangan, dengan memberikan siksaan sambil mengatakan, "Keluarkan nyawa kalian! Pada hari ini kalian dihinakan dengan sehina-hinanya, karena kalian telah membuat kedustaan terhadap Allah serta bersikap sombong sehingga tidak mau mengikuti ayat-ayat-Nya dan tidak mau patuh kepada rasul-rasul-Nya." |
| وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ {٩٤} |
94. Kalian datang kepada Kami untukdihisab dan diberi balasan dalam keadaan sendiri-sendiri, sebagaimana kalian Kami ciptakan di dunia untuk pertama kalinya juga dalam keadaan sendiri-sendiri, tanpa alas kaki, dan dalam keadaan telanjang. Kalian tinggalkan apa yang ada di belakang kalian sesuatu yang telah Kami anugerahkan kepada kalian, yang kalian berbangga dengannya, yaitu harta benda dunia. Besertamu di akhirat, Kami tidak melihat berhala-berhala yang dahulu kalian yakini akan memberikan syafaat kepada kalian. Kalian meyakini bahwa mereka itu adalah sekutu-sekutu bagi Allah untuk diibadahi. Sungguh telah lepas jalinan yang dahulu kalian buat ketika di dunia. Dan hilanglah pula apa yang dahulu kalian yakini sebagai sembahan-sembahan yang kalian jadikan sebagai sekutu bagi Allah untuk diibadahi. Tampak jelaslah sudah bahwa kalian adalah orang-orang yang merugi; rugi jiwa, keluarga, dan harta. |
| إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ {٩٥} |
95. Sesungguhnya Allah menumbuhkan butiran tumbuhan lalu keluarlah tanaman, dan menumbuhkan biji tanaman lalu tumbuhlah pepohonan. Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti manusia dan binatang, yang keduanya berasal dari nuthfah. Dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, seperti nuthfah yang berasal dari manusia dan binatang. Yang melakukan hal yang demikian itu adalah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya yang berhak diibadahi. Maka, bagaimana kalian masih saja berpaling dari kebenaran menuju kebatilan, sehingga kalian di samping beribadah kepada Allah juga beribadah kepada selain-Nya? |
| فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ {٩٦} |
96. Allah adalah Dzat yang menyingsingkan cahaya pagi dari kegelapan malam, serta menjadikan malam untuk istirahat. Di waktu malam inilah setiap yang bergerak menjadi tenang dan diam. Allah menjadikan matahari dan bulan berjalan pada orbitnya dengan perhitungan yang sangat akurat dan terukur; tidak berubah dan tidak goncang. Yang demikian itu merupakan dari Dzat Yang Mahaperkasa, yang sangat perkasa kekuasan-Nya, serta Dzat Yang Maha Mengetahui tentang berbagai kemaslahatan makhluk-Nya dan pengaturan terhadap segala urusan mereka. (Al-Aziz, Mahaperkasa, dan Al-'Alim, Maha Mengetahui, adalah bagian dari Al-Asma'ul Husna', yang menunjukkan kesempurnaan keperkasaan dan pengetahuan yang dimiliki oleh Allah). |
| وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ {٩٧} |
97. Allah adalah Dzat yang telah menjadikan untuk kalian, wahai manusia, bintang-bintang sebagai tanda-tanda yang dengannya kalian dapat mengetahui jalan di malam hari jika kalian tersesat disebabkan oleh kegelapan yang pekat, baik di daratan maupun di lautan. Kami telah menjelaskan bukti-bukti yang terang agar direnungkan oleh orang yang memiliki ilmu mengenai Allah dan syariat-Nya. |
| وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ {٩٨} |
98. Allah adalah Dzat yang telah memulai penciptaan kalian, wahai manusia, dari Nabi Adam Dia menciptakannya dari tanah, sedangkan kalian merupakan anak keturunannya. Allah menjadikan untuk kalian tempat yang tetap yang kalian diami, yaitu rahim wanita, serta tempat kalian disimpan, yaitu sulbi kaum laki-laki. Kami telah menguraikan berbagai hujah. Kami terangkan pula berbagai dalil serta Kami jelaskan sejelas-jelasnya bagi kaum yang bisa memahami letak-letak hujah dan pelajaran. |
| وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٩٩} |
99. Allah adalah Dzat yang telah menurunkan air hujan dari langit yang berasal dari awan, kemudian dengannya Dia menumbuhkan berbagai jenis tumbuhan. Dari tumbuhan itu, Dia mengeluarkan tanaman dan pepohonan yang hijau. Kemudian dari tanaman itu Allah mengeluarkan biji-bijian yang bersusun, seperti bulir gandum dan padi. Dari mayang pohon kurma, Allah juga menurunkan tandan-tandan yang menjulai ke bawah sehingga mudah dipetik. Allah juga mengeluarkan kebun-kebun anggur serta pohon zaitun dan delima yang daunnya hampir sama, namun bentuk, rasa, serta karakter buahnya berbeda. Perhatikanlah, wahai manusia, buah dari tumbuh-tumbuhan ini ketika berbuah, dan perhatikanlah pula saat buah itu matang. Sesungguhnya yang demikian itu, wahai manusia, merupakan tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan Sang Pencipta segala sesuatu serta merupakan hikmah dan rahmat-Nya bagi kaum yang membenarkan Allah dan mengamalkan syariat-Nya. |
| وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ {١٠٠} |
100. Orang-orang musyrik itu menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah untuk diibadahi, dengan keyakinan bahwa mereka itu dapat memberikan manfaat atau menimpakan mudharat. Padahal Allah yang menciptakan para jin yang mereka ibadahi itu dari sebelumnya tidak ada menjadi ada. Hanya Allah yang mencipta. Sehingga ibadah pun hanya boleh diberikan kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Sungguh orang-orang musyrik itu telah berdusta terhadap Allah ketika mereka menisbahkan anak-anak laki-laki dan perempuan. Hal itu disebabkan oleh kebodohan mereka tentang sifat-sifat kesempurnaan yang wajib bagi-Nya. Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari apa yang dinisbahkan oleh kaum musyrikin itu kepada-Nya, berupa kebohongan dan kedustaan tersebut. |
| بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {١٠١} |
101. Allah adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi serta apa saja yang ada pada keduanya, tanpa pernah ada penciptaan serupa sebelumnya. Bagaimana mungkin Dia memiliki seorang anak, sedangkan Dia tidak memiliki istri? Mahatinggi Allah setinggi-tingginya dari apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik. Allah adalah Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu dari tiada. Tidak ada sesuatu pun dari urusan makhluk-Nya yang tersembunyi bagi-Nya. |
| ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ {١٠٢} |
102. Yang memiliki sifat-sifat seperti itu, wahai orang-orang musyrik, adalah Rabb kalian Yang Mahamulia dan Mahatinggi. Tidak ada sembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya. Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Oleh karena itu, tunduk dan patuhlah kepada-Nya dengan cara melakukan ketaatan dan beribadah kepada-Nya. Dia Maha Pemelihara dan Maha Dipasrahi segala sesuatu. Dia mengatur segala urusan makhluk-Nya. |
| لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ {١٠٣} |
103. Tidak ada penglihatan di dunia ini yang dapat melihat Allah. Adapun di akhirat nanti, orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka tanpa penghalang. Allah menangkap segala penglihatan dan meliputinya. Allah mengetahui dalam keadaan apa penglihatan itu. Dia Mahalembut terhadap para kekasih-Nya. Dia Mengetahui perkara-perkara yang pelik serta Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati. |
| قَدْ جَاءَكُمْ بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ {١٠٤} |
104. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Telah datang kepada kalian berbagai bukti nyata, yang dengan-nya kalian bisa melihat mana petunjuk dan mana kesesatan. Semuanya itu dikandung oleh Al-Qur'an dan dibawa oleh Rasul Barang siapa yang telah jelas baginya bukti-bukti nyata ini dan beriman dengan kandungannya maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Barang siapa yang tidak melihat petunjuk setelah hujah itu tampak baginya maka sesungguhnya ia telah merugikan dirinya sendiri. Aku bukanlah orang yang bertugas menjaga kalian; yang menghitung amal perbuatan kalian. Aku ini hanyalah penyampai risalah. Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. |
| وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ وَلِيَقُولُوا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ {١٠٥} |
105. Sebagaimana Kami telah menjelaskan kepada orang-orang musyrik di dalam Al-Qur'an ini berbagai bukti nyata berkenaan dengan tauhid, kenabian, dan tempat kembali (akhirat); maka Kami pun telah menjelaskan pula berbagai bukti mengenai segala hal yang tidak mereka ketahui. Lalu dengan kebohongannya mereka mengatakan, "Engkau mempelajarinya dari Ahlukitab." Dengan pengulangan ayat-ayat itu, Kami hendak menjelaskan kebenaran kepada kaum yang mengetahuinya, lalu mau menerima dan mengikutinya. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah Muhammad dan beriman kepada kitab yang diturunkan kepada beliau. |
| اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ {١٠٦} |
106. Ikutilah, wahai Rasul, apa yang telah Kami wahyukan kepadamu berupa perintah-perintah dan larangan-larangan. Yang paling agung adalah mentauhidkan Allah dan berdakwah (menyeru) kepadanya. Janganlah engkau ambil peduli terhadap pembangkangan orang-orang musyrik dan pengakuan mereka yang batil itu. |
| وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكُوا ۗ وَمَا جَعَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ {١٠٧} |
107. Jika Allah menghendaki agar kaum musyrikin itu tidak menyekutukan-Nya, tentu mereka tidak akan menyekutukan-Nya. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui segala hal yang akan terjadi berkenaan dengan buruknya pilihan mereka serta sikap mereka mengikuti hawa nafsu dan menyimpang. Kami tidaklah menjadikan kamu, wahai Rasul, sebagai pengawas bagi mereka yang akan mengawasi (mencatat) amal perbuatan mereka. Kamu bukanlah penjaga yang mengatur kemaslahatan mereka. |
| وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٠٨} |
108. Wahai kaum muslimin, janganlah kalian memaki sembahan-sembahan yang diibadahi oleh orang-orang musyrik —sebagai tindakan kehati-hatian— agar tidak menyebabkan mereka memaki Allah secara bodoh dan membabi buta tanpa dasar ilmu. Sebagaimana Kami telah menjadikan mereka itu memandang baik perbuatan buruk mereka, sebagai hukuman atas buruknya pilihan mereka; begitu juga Kami telah menjadikan setiap umat itu memandang baik amal perbuatan mereka. Kemudian hanya kepada Rabb mereka saja tempat kembali mereka semua. Lalu Allah akan memberitahukan seluruh amal perbuatan yang dahulu mereka kerjakan ketika di dunia, kemudian Dia akan memberikan balasan atasnya. |
| وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ {١٠٩} |
109. Orang-orang musyrik itu bersumpah dengan sumpah yang dikuatkan, "Jika Muhammad datang kepada kami dengan mukjizat yang di luar nalar kami, sungguh kami akan membenarkan apa yang dibawanya." Katakanlah wahai Rasul, "Sesungguhnya kedatangan mukjizat-mukjizat yang luar biasa itu adalah dari sisi Allah. Dialah yang kuasa untuk mendatangkannya jika Dia menghendakinya." Tahukah kalian, wahai orang-orang yang beriman, boleh jadi mukjizat-mukjizat ini jika telah datang kaum musyrikin itu tetap saja tidak membenarkannya. |
| وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ {١١٠} |
110. Dan Kami palingkan hati dan pandangan mereka, lalu Kami halangi untuk mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah, sehingga mereka tidak beriman kepadanya sebagaimana mereka tidak mengimani ayat-ayat Al-Qur'an ketika turun untuk pertama kalinya. Kami biarkan mereka kebingungan dalam pembangkangan terhadap Allah. |
| وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ {١١١} |
111. Wahai Rasul, andaikata Kami kabulkan permintaan mereka dengan menurunkan malaikat dari langit, menghidupkan orang-orang mati yang akan berbicara kepada mereka, dan menghimpun semua permintaan mereka sehingga bisa mereka saksikan secara berhadap-hadapan, niscaya mereka tetap tidak memercayai dan tidak melaksanakan ajakanmu, kecuali jika Allah berkehendak memberikan hidayah kepada mereka. Akan tetapi, kebanyakan orang kafir itu bodoh tentang kebenaran yang kaubawa dari sisi Allah. |
| وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ {١١٢} |
112. Wahai Rasul, sebagaimana Kami telah mengujimu dengan musuh-musuhmu, yaitu orang-orang musyrik, Kami juga telah menguji semua nabi dengan musuh-musuh mereka, yaitu kaum mereka dan jin-jin yang menentang, yang sebagian dari mereka membisiki sebagian yang lain dengan perkataan yang telah dikemas indah dengan kebatilan, agar pendengarnya tertipu sehingga tersesat dari jalan Allah. Andai kata Rabbmu berkehendak, tentu Dia telah mencegah permusuhan itu, tetapi permusuhan itu merupakan ujian dari Allah maka biarkan mereka merekayasa kebohongan dan kedustaan. |
| وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ {١١٣} |
113. Agar hal itu dicenderungi oleh hati dan disukai oleh nafsu orang-orang kafir yang tidak percaya pada kehidupan akhirat dan tidak beramal sebagai persiapan untuk menghadapinya, agar mereka melakukan perbuatan-perbuatan jahat. Ini merupakan ancaman keras terhadap mereka. |
| أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ {١١٤} |
114. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu: "Apakah kepada selain Allah, ilahku dan ilah kalian, aku akan meminta keputusan hukum dalam perselisihan antara diriku dan diri kalian, sedangkan Allah lah Yang telah menurunkan kepada kalian Al-Qur'an yang mengandung penjelasan hukum mengenai persoalan yang kalian perselisihkan denganku ini?" Adapun Bani Israil, yang telah diberi kitab Taurat dan Injil, mengetahui secara yakin bahwa Al-Qur'an ini diturunkan kepadamu —wahai Rasul— dari sisi Rabbmu dengan kebenaran, oleh karena itu, janganlah menjadi orang yang ragu sedikit pun terhadap wahyu yang diturunkan kepadamu. |
| وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {١١٥} |
115. Kalimat Rabbmu —yaitu Al-Qur'an— itu telah sem-purna, jujur dalam menyampaikan berita dan ucapan, serta adil dalam menetapkan hukum, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa mengganti kalimat-kalimat-Nya yang sempurna itu. Allah Dialah Yang Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya dan Mahalembut terhadap perkara-perkara lahir dan batin mereka. |
| وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ {١١٦} |
116. Wahai Rasul, seumpama engkau mematuhi kebanyakan penduduk bumi niscaya mereka menyesatkanmu dari din Allah.Tidaklah mereka berjalan kecuali di atas apa yang mereka sangka sebagai kebenaranan berdasarkan tradisi para leluhur mereka. Mereka hanyalah menduga dan berdusta. |
| إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ {١١٧} |
117. Sungguh, Rabbmu lebih tahu tentang orang-orang yang tersesat dari jalan lurus, dan lebih tahu apakah kalian ataukah mereka yang berada di atas jalan lurus dan benar, tidak seorang pun dari mereka yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya. |
| فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ {١١٨} |
118. Makanlah binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah, jika kalian memercayai bukti-bukti nyata dari Allah. |
| وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ {١١٩} |
119. Wahai kaum muslimin, apakah yang menghalangi kalian memakan binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah, sedangkan Allah telah menjelaskan kepada kalian semua yang Dia haramkan bagi kalian? Akan tetapi, hal-hal yang diharamkan, seperti bangkai, dalam kondisi terpaksa karena kelaparan dihalalkan bagi kalian. Sungguh, kebanyakan orang yang tersesat itu mereka tersesat dari jalan Allah karena menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal berdasarkan hawa nafsu karena kebodohan. Sungguh, wahai Rasul, Rabbmu lebih tahu tentang siapa yang melampaui batas dalam hal itu dan Dialah yang berwenang melakukan hisab dan pembalasan kepadanya. |
| وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ {١٢٠} |
120. Wahai manusia, tinggalkan semua kemaksiatan, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Sungguh, orang-orang yang melakukan kemaksiatan itu akan dihukum oleh Rabb mereka disebabkan perbuatan jahat mereka. |
| وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ {١٢١} |
121. Wahai kaum muslimin, janganlah memakan sembelihan-sembelihan yang tidak disebut nama Allah ketika disembelih, seperti bangkai, sembelihan-sembelihan yang disembelih untuk berhala, jin, dan sebagainya. Memakan sembelihan-sembelihan tersebut sungguh merupakan pelanggaran dari ketaatan kepada Allah Sungguh, jin-jin yang durhaka itu membisiki teman-teman dekat mereka dari kalangan setan manusia tentang syubhat-syubhat peng-haraman bangkai. Mereka menyuruh setan-setan manusia itu agar mengatakan kepada kaum muslimin dalam perdebatan, "Sungguh, dengan tidak mau memakan bangkai, berarti kalian tidak mau memakan binatang yang dibunuh oleh Allah sendiri, padahal kalian memakan binatang yang kalian sembelih." Wahai kaum muslimin, jika kalian menaati mereka dalam menghalalkan bangkai maka kalian dan mereka sama-sama berada dalam kesyirikan. |
| أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٢٢} |
122. Apakah orang yang semula mati dalam kesesatan dan binasa dalam kebingungan, lalu Kami hidupkan hatinya dengan iman serta Kami beri hidayah dan taufik untuk mengikuti rasul-rasul-Nya sehingga ia hidup dalam cahaya hidayah, itu seperti orang yang berada dalam kebodohan, hawa nafsu, dan kesesatan di mana ia tidak mengetahui apa yang akan menyelamatkannya dari keadaan itu? Keduanya tidak sama. Wahai orang-orang yang beriman, sebagaimana Aku telah membiarkan orang kafir yang mendebat kalian ini tanpa pertolongan dan Aku hias perbuatan buruknya sehingga dilihatnya sebagai kebaikan, maka Aku juga menghias perbuatan jahat orang-orang yang ingkar, agar dengan begitu mereka layak menerima adzab. |
| وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ {١٢٣} |
123. Sebagaimana yang terjadi pada para pemuka kafir di Mekah yang menghalang-halangi din Allah , Kami telah menciptakan para pendosa yang dipimpin oleh para pembesar mereka di setiap negeri, agar mereka merencanakan upaya menghalang-halangi manusia dari din Allah. Tidaklah mereka merancang tipu daya kecuali terhadap diri sendiri, akan tetapi mereka tidak menyadarinya. |
| وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ ۘ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ {١٢٤} |
124. Jika para penduduk Mekah yang musyrik itu mendapati hujah yang nyata mengenai kenabian Muhammad sebagian pembesar mereka berkata, "Kami tidak akan memercayai kenabiannya sehingga ia mendatangkan kepada kami mukjizat-mukjizat sebagaimana yang pernah diberikan kepada para rasul di masa lalu." Maka, Allah menjawab ucapan mereka, "Allah lebih tahu bagaimana membuat risalah-Nya," dalam arti, Dia lebih tahu tentang siapakah yang layak mengemban dan menyampaikan risalah-Nya kepada segenap umat manusia. Para taghut itu akan ditimpa kehinaan dan adzab yang pedih di Neraka Jahanam disebabkan oleh tipu daya mereka terhadap Islam dan umat Islam. |
| فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ {١٢٥} |
125. Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk diberi-Nya taufik untuk menerima kebenaran, niscaya dilapangkan-Nya dadanya untuk menerima tauhid dan keimanan. Sebaliknya, barang siapa yang hendak disesatkan-Nya, niscaya dijadikan-Nya dadanya sempit dan sesak menerima petunjuk, seperti keadaan orang yang menaiki lapisan-lapisan udara yang tinggi, yang mengalami kesulitan bernapas. Sebagaimana Allah menjadikan dada orang-orang kafir itu sangat sempit dan sesak, Dia juga akan menjadikan adzab menimpa orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya. |
| وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ {١٢٦} |
126. Wahai Rasul, keterangan yang Kami sampaikan kepadamu ini merupakan jalan menuju ridha dan surga Rabbmu. Kami telah menjelaskan bukti-bukti bagi orang-orang berakal sehat yang mau mengambil pelajaran. |
| لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٢٧} |
127. Orang-orang yang mengambil pelajaran itu, kelak di sisi Rabb mereka di Hari Kiamat akan memperoleh "Darus Salam", negeri yang selamat dan aman dari segala keburukan, yaitu surga, sedangkan Dia merupakan Penolong dan Pelindung mereka sebagai ganjaran bagi mereka disebabkan semua amal shalih mereka. |
| وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْإِنْسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الْإِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ {١٢٨} |
128. Wahai Rasul, ingatlah pada hari ketika Allah menghimpun orang-orang kafir dan setan-setan jin yang menjadi penolong mereka, lalu berfirman, "Wahai kalian, bangsa jin! Kalian telah banyak menyesatkan manusia!" Para penolong mereka dari kalangan manusia-ma-nusia kafir berkata, "Wahai Rabb kami, sebagian kami telah memanfaatkan sebagian lain dan kami telah sampai pada ajal yang telah Engkau tetapkan bagi kami dengan berakhirnya kehidupan kami di dunia." Allah berfirman kepada mereka, "Neraka adalah tempat tinggal kalian, kalian tinggal di sana selamanya! Kecuali bagi siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk tidak kekal abadi di dalamnya, yaitu orang-orang yang bermaksiat dari kalangan ahlutauhid!" Sungguh, Rabbmu Mahabijaksana dalam mengatur urusan dan mencipta serta Mahatahu tentang seluruh urusan hamba-hamba-Nya. |
| وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {١٢٩} |
129. Sebagaimana Kami telah menjadikan setan-setan jin berkuasa, sebagai penolong bagi manusia yang kafir, Kami juga telah menjadikan sebagian manusia-manusia zhalim berkuasa terhadap sebagian lain di dunia disebabkan berbagai kemaksiatan yang mereka lakukan. |
| يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ {١٣٠} |
130. Wahai segenap jin dan manusia yang musyrik! Belum datangkah kepada kalian rasul-rasul dari kalangan kalian —secara tekstual, nash-nash menunjukkan bahwa para rasul itu hanya berasal dari bangsa manusia— yang mengabarkan kepada kalian tentang ayat-ayat-Ku yang jelas yang meliputi perintah, larangan, serta penjelasan tentang kebaikan dan keburukan; serta (para rasul itu) memperingatkan tentang adzab-Ku yang akan kalian jumpai pada Hari Kiamat? Segenap manusia dan jin yang musyrik itu berkata, "Kami bersaksi atas diri kami sendiri bahwa rasul-rasul-Mu telah menyampaikan ayat-ayat-Mu kepada kami dan memperingatkan kami tentang perjumpaan kita pada hari ini, akan tetapi kami mendustakan mereka." Orang-orang musyrik itu telah tertipu oleh perhiasan kehidupan dunia dan bersaksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka dahulu ingkar terhadap keesaan Allah serta mendustakan rasul-rasul-Nya. |
| ذَٰلِكَ أَنْ لَمْ يَكُنْ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَافِلُونَ {١٣١} |
131. Kami telah memberikan alasan yang cukup kepada jin dan manusia dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab, agar tidak ada satu pun yang dihukum karena kezhalimannya sebelum dakwah sampai kepadanya, bah-kan Kami telah memberikan alasan yang cukup kepada umat-umat, Kami tidak menghukum seorang pun kecuali setelah diutusnya para rasul kepada mereka. |
| وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ {١٣٢} |
132. Siapa pun yang melakukan ketaatan maupun kemaksiatan kepada Allah memiliki tingkatan-tingkatan amal, yang Allah akan menyampaikannya pada tingkatan tersebut dan membalasnya karenanya. Dan Rabbmu, wahai Rasul, tidak lengah terhadap amal yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. |
| وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنْ بَعْدِكُمْ مَا يَشَاءُ كَمَا أَنْشَأَكُمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ {١٣٣} |
133. Wahai Rasul, Rabbmu adalah Yang memerintah manusia agar beribadah kepada-Nya, Dialah satu-satu-Nya yang Mahakaya, setiap makhluk membutuhkan-Nya. Dia memiliki rahmat yang luas. Jika berkehendak niscaya Dia telah membinasakan kalian dan menciptakan kaum lain sebagai pengganti setelah kalian binasa, yang melaksanakan ketaatan kepada-Nya, sebagaimana dulu Dia menciptakan kalian dari keturunan kaum lain sebelum kalian. |
| إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَآتٍ ۖ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ {١٣٤} |
134. Wahai orang-orang musyrik, hukuman yang diancamkan oleh Rabb kalian atas kekafiran kalian itu benar-benar akan menimpa kalian, kalian tidak mungkin lolos dan melarikan diri dari Rabb kalian. Dia berkuasa menghidupkan kembali setelah kalian menjadi tanah dan tulang belulang. |
| قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ {١٣٥} |
135. Wahai Rasul, katakanlah, "Wahai kaumku, beramallah sesuai thariqah (cara) kalian, aku pun akan beramal sesuai dengan thariqah yang disyariatkan Rabbku Kalian pasti akan tahu ketika hukuman menimpa kalian, siapakah yang akan memperoleh hasil akhir yang baik. Sungguh, orang yang melampaui batas dan zhalim, yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya, tidak akan memperoleh ridha Allah dan surga." |
| وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ {١٣٦} |
136. Orang-orang musyrik itu menetapkan bagi Allah satu bagian dari tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak yang diciptakan-Nya, bagian itu mereka berikan kepada tamu-tamu dan orang-orang miskin. Mereka juga menetapkan satu bagian lain untuk berhala-berhala dan patung-patung yang mereka jadikan sebagai sekutu bagi Allah. Bagian untuk sekutu-sekutu mereka itu hanya boleh diberikan kepada mereka, tidak boleh diberikan kepada Allah. Adapun bagian untuk Allah, bisa diberikan pula kepada sekutu-sekutu mereka. Betapa buruknya hukum dan pembagian yang mereka buat itu. |
| وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَادِهِمْ شُرَكَاؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُوا عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ {١٣٧} |
137. Sebagaimana setan telah menghias indah untuk orang-orang musyrik tindakan menetapkan bagian tertentu dari tanaman dan binatang ternak untuk Allah dan bagian lain untuk sekutu-sekutu mereka, setan-setan juga menghias indah —untuk kebanyakan orang musyrik— perbuatan membunuh anak karena takut miskin, agar mereka menjerumuskan para bapak ke dalam kebinasaan dengan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah pembunuhannya, kecuali dengan alasan yang benar, juga agar mereka mencampur adukkan din mereka sehingga menjadi kabur, lalu tersesat dan binasa. Andaikata Allah menghendaki agar mereka tidak melakukan hal itu, tentulah mereka tidak melakukannya, akan tetapi Dia telah menakdirkan hal itu karena pengetahuan-Nya tentang buruknya keadaan mereka, baik sekarang maupun terakhirnya. Oleh karena itu, wahai Rasul, biarkan mereka dengan kebohongan yang mereka rekayasa, karena Allah akan membuat keputusan antara kalian dengan mereka. |
| وَقَالُوا هَٰذِهِ أَنْعَامٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَا يَطْعَمُهَا إِلَّا مَنْ نَشَاءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَامٌ لَا يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا افْتِرَاءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِمْ بِمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {١٣٨} |
138. Orang-orang musyrik berkata, "Ini unta dan tanaman yang haram, tidak boleh dimakan selain oleh orang-orang yang kami izinkan," menurut anggapan mereka, yaitu para juru kunci berhala dan lain-lain. Unta ini diharannkan punggungnya, tidak boleh ditunggangi dan digunakan untuk mengangkut sesuatu dalam keadaan apa pun. Adapun unta ini, mereka tidak menyebut nama Allah untuknya dalam keadaan apa pun. Mereka melakukan itu semata-mata sebagai kebohongan atas nama Allah. Allah akan membalas mereka disebabkan oleh kebohongan yang mereka adakan atas nama-Nya |
| وَقَالُوا مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ الْأَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰ أَزْوَاجِنَا ۖ وَإِنْ يَكُنْ مَيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَاءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ {١٣٩} |
139. Orang-orang musyrik berkata, "Janin yang ada di perut binatang ternak ini dibolehkan bagi kaum laki-laki kami, tetapi diharamkan bagi wanita kami, jika ia terlahir dalam keadaan hidup." Tetapi mereka membolehkan untuk semuanya, jika terlahir dalam keadaan mati. Allah akan menghukum mereka, karena telah menyariatkan penghalalan dan pengharaman untuk diri mereka sendiri, yang belum men-dapat izin dari Allah. Sungguh, Allah itu Maha-bijaksana dalam mengelola urusan makhluk-Nya dan Mahatahu tentang mereka. |
| قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلَادَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاءً عَلَى اللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ {١٤٠} |
140. Sungguh merugi orang-orang yang ka-rena lemah akal dan bodoh, membunuh anak-anak mereka dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka secara dusta atas nama Allah. Mereka benar-benar telah jauh dari kebenaran serta tidak termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk dan mengikuti kebenaran. Menghalalkan dan mengharamkan merupakan kewenangan ilahi dalam menetapkan syariat. Halal adalah apa yang dihalalkan oleh Allah dan haram adalah apa yang diharamkan oleh Allah. Tidak seorang makhluk-Nya, baik secara pribadi maupun bersama-sama, yang berhak membuat syariat bagi hamba-hamba-Nya, tanpa izin-Nya. |
| وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ {١٤١} |
141. Allah yang telah menciptakan kebun-kebun untuk kalian: di antaranya ada yang berjunjungan di atas permukaan tanah, seperti anggur, ada pula yang tidak berjunjungan, tetapi tumbuh tegak di atas batangnya, seperti kurma. Juga menciptakan tanaman dengan berbagai macam rasanya, zaitun dan delima yang bermiripan tampilannya, tetapi berbeda-beda buah dan rasanya. Wahai manusia, makanlah sebagian buahnya bila ia berbuah, tunaikan zakat yang diwajibkan kepada kalian pada hari panennya, dan janganlah melampaui batas kewajaran dalam mengeluarkan harta, memakan makanan, dan sebagainya. Sungguh, Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas dengan membelanjakan harta untuk hal-hal yang tidak semestinya. |
| وَمِنَ الْأَنْعَامِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ {١٤٢} |
142. Dia telah menciptakan binatang ternak, ada yang cocok digunakan untuk mengangkut muatan, karena badannya yang besar dan tinggi, seperti unta, ada pula yang tidak cocok digunakan untuk mengangkut muatan, karena badannya kecil dan pendek, seperti sapi dan kambing. Makanlah binatang-binatang yang dimubahkan dan diberikan oleh A[lah untuk kalian, janganlah mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya karena mengikuti tradisi setan, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. Sungguh, setan itu merupakan musuh yang nyata permusuhannya kepadamu. |
| ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۖ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {١٤٣} |
143. Binatang ternak yang diberikan Allah sebagai rezeki bagi hamba-Nya, yaitu unta, sapi, dan kambing itu ada delapan jenis: empat dari jenis kambing, yaitu domba jantan dan betina serta kambing jantan dan betina. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang musyrik itu, "Apakah Allah telah mengharamkan kedua jenis kambing jantan itu?" Jika mereka menjawab, "Ya," berarti mereka telah berdusta, karena mereka tidak mengharamkan semua domba dan kambing jantan. Tanyakan kepada mereka, "Apakah Allah telah mengharamkan kedua jenis kambing betina itu?" Jika mereka menjawab, "Ya," berarti mereka juga telah berdusta, karena mereka tidak mengharamkan semua anak domba dan kambing kacang yang betina. Tanyakan kepada mereka, "Apakah Allah telah mengharamkan janin yang dikandung di perut kedua jenis kambing betina itu?" Jika mereka menjawab, "Ya," mereka pun sudah berbohong, karena mereka tidak mengharamkan setiap janin yang dikandungnya. Beritahulah aku dengan ilmu tentang kebenaran pendapat kalian, jika pernyataan yang menurut kalian berasal dari Rabb kalian itu benar. |
| وَمِنَ الْإِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ أَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ الْأُنْثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ وَصَّاكُمُ اللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {١٤٤} |
144. Empat jenis lainnya ialah: dua jenis unta, yaitu unta jantan dan betina dan dua jenis sapi, yaitu sapi jantan dan betina. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang musyrik itu, "Apakah yang diharamkan oleh Allah itu dua jenis binatang ternak jantan itu ataukah dua jenis binatang ternak betina itu? Ataukah yang Dia haramkan adalah janin jantan maupun betina yang dikandung oleh kedua jenis binatang ternak itu? Apakah kalian, wahai orang-orang musyrik, hadir ketika Allah mewasiatkan pengharaman binatang-binatang ternak ini kepada kalian? Sungguh, tidak ada satu pun yang lebih zhalim daripada orang yang merekayasa kebohongan atas nama Allah, untuk memalingkan manusia dengan kebodohannya dari jalan petunjuk. Sungguh, Allah tidak memberikan taufik pada kebenaran bagi siapa yang melampaui batas sehingga berdusta atas nama Rabbnya dan menyesatkan manusia." |
| قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {١٤٥} |
145. Wahai Rasul, katakan, "Sungguh, dalam wahyu yang diturunkan Allah kepadaku aku tidak mendapati sesuatu yang diharamkan bagi yang memakannya, seperti yang kalian sebutkan bahwa Dia mengharamkan binatang ternak tersebut, kecuali apabila ia mati menjadi bangkai tanpa disembelih, darah yang mengalir,atau daging babi karena ia merupakan najis, atau binatang yang penyembelihannya melanggar ketaatan kepada Allah misalnya apabila disebut nama selain Allah ketika penyembelihannya. Barang siapa yang terpaksa memakan makanan yang diharamkan ini disebabkan oleh kelaparan yang sangat, bukan karena ingin menikmatinya dan tidak melampaui batas keterpaksaan maka sungguh Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepadanya. Selanjutnya, ditetapkan pula pengharaman setiap binatang buas yang bertaring, burung yang memiliki cakar kuat, keledai kampung (liar), dan anjing dengan dasar As-Sunnah. |
| وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ {١٤٦} |
146. Wahai Rasul, ingatkanlah orang-orang musyrik itu tentang binatang dan burung yang Kami haramkan untuk orang-orang Yahudi, yaitu setiap binatang yang jemarinya tidak terbelah, seperti unta dan binatang ternak; lemak sapi dan kambing selain yang menempel pada punggung atau ususnya, atau yang bercampur dengan tulang pantat, tulang rusuk, dan tulang lainnya. Pengharaman sebagaimana disebutkan tadi merupakan hukuman Kami atas orang-orang Yahudi karena perbuatan jahat mereka dan Kami sungguh benar tentang pemberitaan yang Kami sampaikan mengenai mereka." |
| فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ رَبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَاسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ {١٤٧} |
147. Wahai Rasul, jika orang-orang musyrik, orang-orang Yahudi, dan lain-lain yang menentangmu itu mendustakanmu maka katakan kepada mereka, "Rabb kalian Yang Mahaagung dan Mahatinggi itu Pemilik rahmat yang luas, hukuman-Nya tidak bisa dicegah dan pasti menimpa para pendosa yang melakukan dosa-dosa dan kejahatan." Ini merupakan ancaman terhadap mereka karena mereka menentang Rasul. |
| سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا ۖ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ {١٤٨} |
148. Orang-orang musyrik akan berkata, "Andaikata Allah menghendaki agar kami—dan para leluhur kami— tidak musyrik dan tidak mengharamkan sesuatu tanpa izin dari-Nya, tentulah kami tidak melakukan hal itu." Allah menjawab ucapan mereka dengan menjelaskan bahwa syubhat ini telah disebarkan dan digunakan oleh orang-orang kafir terdahulu untuk mendustakan dakwah para rasul dan mereka terus dalam keadaan seperti itu hingga adzab Allah menimpa mereka. Wahai Rasul, katakan kepada mereka, "Apakah kalian memiliki pengetahuan yang benar mengenai binatang ternak dan tanaman yang kalian haramkan dan mengenai anggapan kalian bahwa Allah telah menghendaki, meridhai, dan mencintai kekafiran bagi kalian sehingga kalian bisa menunjukkan pengetahuan itu kepada kami? Tiada yang kalian ikuti dalam urusan din ini selain persangkaan dan kalian hanyalah berbohong." |
| قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ ۖ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ {١٤٩} |
149. Wahai Rasul, katakan kepada mereka, "Allah adalah pemilik hujah tegas yang memberikan kepastian tentang persangkaan kalian. Andaikata Dia berkehendak, tentulah Dia memberi kalian semua taufik ke jalan lurus." |
| قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَهُمْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ {١٥٠} |
150. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu, "Datangkan para saksi yang bersaksi bahwa Allah adalah yang telah mengharamkan tanaman dan binatang ternak yang kalian haramkan itu!" Jika mereka bersaksi —dengan dusta— maka jangan kalian percayai dan jangan kalian setujui orang-orang yang membuat hukum sesuai selera hawa nafsu mereka, sehingga pendapat mereka bertentangan dengan ayat-ayat Allah, yaitu mengharamkan yang dihalalkan Allah dan menghalalkan yang diharamkan Allah. Jangan pula kalian mengikuti orang-orang yang tidak percaya pada kehidupan akhirat dan tidak beramal untuk menghadapinya, serta orang-orang yang menyekutukan Rabb mereka, sehingga beribadah kepada selain-Nya selain beribadah kepada-Nya. |
| قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {١٥١} |
151. Wahai Rasul, katakan kepada mereka, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Rabb kalian kepada kalian: janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan satu pun dari makhluk-Nya dalam beribadah kepada-Nya, akan tetapi arahkan seluruh jenis ibadah, seperti takut, harap, doa, dan sebagainya hanya kepada-Nya; jangan membunuh anak karena kefakiran yang menimpa kalian, karena Allah yang memberikan rezeki kepada kalian dan kepada mereka; jangan mendekati dosa-dosa besar yang tampak maupun yang tersembunyi; serta jangan membunuh jiwa yang diharamkan pembunuhannya oleh Allah, kecuali dengan alasan yang benar, yaitu dalam kasus qisas terhadap pembunuh, rajam bagi pezina muhshan (sudah menikah), atau hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam. Semua larangan Allah, perjanjian-Nya yang harus kalian jauhi, dan perintah-Nya yang harus kalian laksanakan tersebut merupakan wasiat Rabb kalian, mudah-mudahan kalian memahami perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. |
| وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ {١٥٢} |
152. Wahai para penerima wasiat, janganlah mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang bisa menjadikan harta tersebut baik dan bermanfaat, sehingga anak yatim itu mencapai usia balig dan bisa berpikir benar. Jika ia telah mencapai usia tersebut maka serahkanlah hartanya kepadanya; penuhilah takaran dan timbangan secara adil. Jika kalian sudah berusaha sungguh-sungguh maka tidak mengapa jika masih ada kekurangan, Kami tidak membebani seseorang selain sesuai dengan kemampuannya. Jika berbicara, berusahalah agar ucapan kalian itu adil, tidak menyimpang dari kebenaran, baik dalam menyampaikan kabar berita, kesaksian, hukum, dan syafaat, sekalipun ucapan tersebut terkait dengan kerabat kalian, jangan cenderung kepadanya tanpa kebenaran. Dan penuhilah janji yang telah diambil oleh Allah dari kalian, yaitu kesediaan berpegang teguh pada syariat-Nya. Hukum-hukum yang dibacakan kepada kalian itu, telah diwasiatkan Rabb kalian kepada kalian, semoga kalian mengingat-ingat akibat urusan-urusan kalian. |
| وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {١٥٣} |
153. Di antara wasiat Allah kepada kalian adalah bahwa Islam ini jalan Allah yang lurus maka tempuhlah jalan itu, janganlah menempuh jalan-jalan kesesatan sehingga menjadikan kalian berpecah-belah dan jauh dari jalan Allah yang lurus. Menghadap jalan lurus itu merupakan wasiat Allah kepada kalian, agar kalian menjaga diri dari adzab-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya." |
| ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ {١٥٤} |
154. Kemudian, wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu: "Sungguh, Allah, adalah yang telah memberikan Taurat kepada Musa, sebagai penyempurna nikmat-Nya ke-pada para pengikut millahnya yang berbuat baik, sebagai penjelas segala urusan din mereka, serta sebagai petunjuk di atas jalan lurus dan sebagai rahmat bagi mereka; agar mereka memercayai Hari Kebangkitan, hisab, dan pembalasan setelah kematian serta agar mereka beramal untuk menghadapinya. |
| وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {١٥٥} |
155. Al-Qur'an ini kitab yang Kami turunkan kepada nabi Kami, Muhammad yang mengandung banyak kebaikan, patuhilah perintah dan larangannya serta bertakwalah kepada Allah, jangan sampai kalian menyelisihi perintah-Nya, semoga kalian dirahmati sehingga selamat dari adzab-Nya dan meraih pahala-Nya." |
| أَنْ تَقُولُوا إِنَّمَا أُنْزِلَ الْكِتَابُ عَلَىٰ طَائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغَافِلِينَ {١٥٦} |
156. Kami menurunkan Al-Qur'an ini, agar kalian —wahai orang-orang kafir Quraisy—tidak mengatakan: "Kitab itu diturunkan dari langit hanyalah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, sedangkan kami tidak sempat membaca serta tidak memiliki pengetahuan mengenai kitab-kitab mereka." |
| أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَّبَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يَصْدِفُونَ {١٥٧} |
157. Atau kalian —wahai orang-orang musyrik—mengatakan, "Andaikata kepada kami diturunkan sebuah kitab dari langit, sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, tentulah kami lebih istiqamah di atas jalan kebenaran daripada mereka." Sungguh, telah datang kepada kalian kitab dengan bahasa kalian, yaitu bahasa Arab yang jelas. Itu merupakan hujah yang jelas dari Rabb kalian, bimbingan ke jalan kebenaran, dan rahmat bagi umat ini. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim dan lebih melampaui batas dari pada orang yang mendustakan dan berpaling dari hujah-hujah Allah! Orang-orang yang berpaling itu akan Kami hukum dengan hukuman keras di Neraka Jahanam, disebabkan oleh sikap mereka yang berpaling dari ayat-ayat Kami dan perilaku mereka yang merintangi jalan Kami." |
| هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ {١٥٨} |
158. Adakah yang ditunggu oleh orang-orang yang berpaling dan merintangi jalan Allah itu selain kedatangan malaikat maut bersama pembantu-pembantunya untuk mencabut nyawa, kedatangan Rabbmu —wahai Rasul— untuk membuat keputusan di antara hamba-hamba-Nya pada Hari Kiamat, atau kedatangan tanda-tanda yang mengindikasikan terjadinya Kiamat, yaitu terbitnya mata hari dari barat? Ketika tanda-tanda itu datang, seseorang tidak mendapat manfaat dari keimanannya, jika sebelum itu ia tidak beriman; dan jika ia seorang beriman, amal shalih yang dilakukannya ketika itu tidak akan diterima, jika sebelumnya ia tidak melakukannya. Wahai Rasul, katakan kepada mereka,"Tunggulah kedatangan hal itu, agar kalian tahu siapakah yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat, sungguh kami juga menunggunya." |
| إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ {١٥٩} |
159. Sungguh, orang-orang yang memecah-belah din mereka setelah mereka bersatu di atas landasan tauhid dan pengamalan syariat Allah sehingga mereka menjadi berkelompok-kelompok dan bergolongan-golongan, engkau —wahai Rasul— benar-benar berlepas diri dari mereka. Keputusan mereka hanya ada di tangan Allah kemudian Dia akan memberitahu mereka tentang amal mereka, lalu membalas kebaikan siapa yang bertaubat dan berbuat baik serta menghukum kejahatan pelaku kejahatan. |
| مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {١٦٠} |
160. Barang siapa yang berjumpa Rabbnya pada Hari Kiamat dengan membawa kebaikan berupa amal shalih maka ia memperoleh sepuluh kali lipat kebaikan itu, sedangkan barang siapa yang berjumpa Rabbnya dengan satu kejahatan maka ia tidak dihukum kecuali dengan balasan serupa, sedangkan mereka sedikit pun tidak dizhalimi. |
| قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ {١٦١} |
161. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu, "Sungguh, aku telah diberi petunjuk oleh Rabbku ke jalan lurus yang menyampaikan ke surga-Nya, yaitu din Islam yang mengatur urusan dunia dan akhirat, itulah din tauhid, din Ibrahim dan Ibrahim itu tidaklah termasuk orang yang menyekutukan Allah dengan lain-Nya." |
| قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٦٢} |
162. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu, "Sungguh, shalatku dan penyembelihanku hanyalah untuk Allah semata, bukan untuk berhala-berhala, orang-orang mati, jin, dan lain-lain yang karenanya kalian menyembelih untuk selain Allah dan menyembelih tanpa menyebut nama Allah sebagaimana yang kalian lakukan, begitu pun hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam. |
| لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ {١٦٣} |
163. Tiada sekutu bagi-Nya dalam uluhiah dan rububiah-Nya, juga dalam sifat-sifat dan nama-nama-Nya, tauhid yang murni itulah yang diperintahkan kepadaku oleh Rabbku , sedangkan aku di antara umat ini adalah yang pertama beriman dan patuh kepada Allah." |
| قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ {١٦٤} |
164. Wahai Rasul, katakanlah, "Patutkah aku mencari ilah selain Allah, padahal Dia Pencipta, Pemilik, dan Pengelola urusan segala sesuatu? Tidaklah seseorang melaksanakan perbuatan jahat kecuali akan menanggung dosanya. Seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain, kemudian kalian akan kembali kepada Rabb kalian pada Hari Kiamat, lalu memberitahu kalian tentang urusan din yang kalian perselisihkan." |
| وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ {١٦٥} |
165. Allah adalah yang telah menjadikan kalian pengganti orang-orang sebelum kalian di bumi setelah Dia membinasakan mereka. Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi itu agar kalian memakmurkannya sepeninggal mereka dengan ketaatan kepada Rabb. Dia menjadikan sebagian kalian melebihi sebagian lain beberapa derajat dalam hal rezeki dan kekuatan, agar Dia menguji kalian dalam nikmat-nikmat yang Dia berikan kepada kalian, sehingga Dia memperlihatkan di hadapan seluruh manusia, siapakah orang yang bersyukur dan siapa yang tidak. Sungguh, Rabbmu benar-benar cepat dalam menimpakan hukuman kepada siapa yang kafir dan bermaksiat kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Pengampun bagi siapa saja yang beriman kepada-Nya, beramal shalih, dan bertaubat dari amalan-amalan yang membinasakan, lagi Maha Penyayang kepadanya. Sifat Al-Ghafr (Maha Pengampun) dan Ar-Rahirn (Maha Penyayang) merupakan dua nama di antara nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna). |
 |