سورةالاعراف {٧} 7. AL-A´RAAF
المص {١} 1. Alif lam mim shad. Di awal surah Al-Baqarah telah dibahas pembicaraan tentang huruf-huruf muqatha'ah.
كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ {٢} 2. Al-Qur'an ini sebuah kitab agung, yang diturunkan Allah kepadamu —wahai Rasul— maka jangan sampai di dadamu ada keraguan mengenainya. la diturunkan dari sisi Allah, jangan berat hati menyampaikannya dan memberikan peringatan dengannya, Kami telah menurunkannya kepadamu agar engkau menakut-nakuti orang-orang kafir serta memberi peringatan orang-orang yang beriman.
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ {٣} 3. Wahai manusia, ikutilah Al-Qur'an dan As-Sunnah yang diturunkan kepada kalian dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan, janganlah mengikuti para penolong selain Allah, seperti setan serta ulama dan ahli ibadah dari kalangan Yahudi. Sungguh, sedikit sekali kalian mengambil nasihat dan pelajaran yang akan mendorong kalian kembali pada ke-benaran.
وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ {٤} 4. Banyak negeri yang Kami binasakan karena menentang dan mendustakan rasul-rasul Kami, tindakan mereka itu berakibat pada kehinaan di dunia yang berlanjut dengan kehinaan di akhirat, adzab Kami menimpa mereka terkadang ketika mereka tidur di malam hari dan terkadang ketika mereka tidur di siang hari. Allah menyebutkan secara khusus kedua waktu ini karena keduanya merupakan waktu tenang dan istirahat. Kedatangan adzab di kedua waktu itu lebih hebat dan dahsyat.
فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا إِلَّا أَنْ قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ {٥} 5. Tidak ada ucapan apa pun dari mereka pada saat kedatangan adzab kecuali pengakuan dosa dan kejahatan, serta bahwa mereka layak menerima adzab yang menimpa itu.
فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ {٦} 6. Kami pasti akan bertanya kepada umat-umat yang para rasul diutus kepada mereka, "Apa jawaban kalian terhadap ajakan para rasul yang Kami utus kepada kalian?" Sungguh, Kami juga akan bertanya kepada para rasul yang diutus itu apakah mereka telah menyampaikan risalah dari Rabb mereka dan bagaimana jawaban umat mereka terhadapnya.
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ {٧} 7. Sungguh, Kami akan menceritakan kepada semua makhluk tentang amal mereka, berdasarkan pengetahuan Kami tentang pengamalan mereka terhadap perintah dan larangan Kami. Dan Kami sama sekali tidak akan jauh dari mereka dalam keadaan apa pun.
وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {٨} 8. Penimbangan amal manusia pada Hari Kiamat dilakukan dengan timbangan hakiki secara adil, yang tiada kezhaliman di dalamnya. Barang siapa yang timbangan amalnya berat —disebabkan banyaknya amal kebaikan— maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ {٩} 9. Barang siapa yang timbangan amalnya ringan —karena banyaknya kejahatan— maka mereka itulah orang-orang yang telah menyia-nyiakan jatah keberuntungan mereka, yaitu ridha Allah , disebabkan pelanggaran yang mereka lakukan dengan mengingkari dan tidak patuh pada ayat-ayat Allah.
وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ {١٠} 10. Wahai manusia, Kami telah memantapkan kedudukan kalian di bumi, menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi kalian, serta menciptakan makanan dan minuman di sana sebagai sarana hidup, akan tetapi sedikit sekali kalian mensyukuri nikmat-nikmat Allah.
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ {١١} 11. Kami telah memberikan nikmat kepada kalian dengan menciptakan nenek moyang kalian —yaitu Adam dari ketiadaan— kemudian Kami bentuk dirinya sesuai dengan keadaannya yang lebih baik dibandingkan kebanyakan makhluk, kemudian Kami perintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepadanya —untuk menghormati dan menunjukkan kelebihan Adam— maka semua malaikat bersujud, tetapi Iblis yang bersama mereka tidak termasuk yang bersujud kepada Adam karena iri terhadap kemuliaan yang agung ini.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ {١٢} 12. Allah berfirman sebagai celaan terhadap Iblis yang enggan bersujud, "Mengapakah engkau tidak bersujud ketika Kuperintahkan kepadamu?" Iblis menjawab, "Aku lebih baik daripada dia dalam hal penciptaan, karena aku diciptakan dari api, sedangkan dia diciptakan dari tanah." la berpendapat bahwa api itu lebih baik daripada tanah.
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ {١٣} 13. Allah berfirman kepada demikian, turunlah engkau dari surga, tidak boleh engkau menyombongkan diri di dalamnya! Keluarlah dari surga, sungguh engkau termasuk makhluk yang sangat hina!"
قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ {١٤} 14. Iblis berkata kepada Allah setelah putus harapannya untuk mendapatkan rahmat-Nya, "Berilah aku penundaan waktu hingga Hari Kiamat, agar aku bisa menyesatkan anak cucu Adam yang bisa kusesatkan!"
قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ {١٥} 15. Allah berfirman, "Engkau termasuk mereka yang Kutulis dalam daftar mereka yang ditunda ajalnya hingga tiupan sangkakala pertama, karena ketika itu semua makhluk akan mati."
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ {١٦} 16. Iblis la'anahullah berkata, "Karena Engkau telah menetapkanku tersesat maka sungguh aku akan berusaha keras menyesatkan anak cucu Adam dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan menghalangi mereka dari Islam, fitrah yang di atasnya Engkau ciptakan mereka."
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ {١٧} 17. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari segala arah, menghalangi mereka dari kebenaran, menghiasi kebatilan sehingga terlihat indah di mata mereka, serta mendorong mereka untuk cinta dunia dan ragu terhadap akhirat. Engkau tidak akan mendapati keba-nyakan anak cucu Adam bersyukur kepada-Mu atas nikmat-Mu."
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا ۖ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ {١٨} 18. Allah berfirman kepada Iblis, "Keluarlah dari surga dalam keadaan dimurkai dan diusir. Sungguh, Aku akan memenuhi Neraka Jahanam denganmu dan dengan anak cucu Adam yang mengikutimu."
وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ {١٩} 19. (Allah berfirman), "Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga, makanlah sebagian buah-buahannya sesuka kalian, dan jangan memakan buah pohon ini (Allah menetapkan pohon larangan itu bagi keduanya),jika kalian berdua melakukan itu berarti kalian termasuk orang-orang zhalim yang melanggar batas-batas Allah."
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ {٢٠} 20. Setan menggoda Adam dan Hawa untuk dijerumuskan dalam kemaksiatan kepada Allah dengan memakan buah pohon yang dilarang Allah itu, agar terjadilah aki-batnya, yaitu tersingkapnya aurat keduanya. Dalam usaha menipu keduanya, setan berkata, "Rabb kalian tidak melarang kalian memakan buah pohon ini kecuali agar kalian tidak menjadi dua malaikat dan agar kalian tidak kekal dalam kehidupan."
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ {٢١} 21. Setan bersumpah kepada Adam dan Hawa, sungguh dia termasuk orang yang menyampaikan nasihat dengan menyarankan supaya keduanya memakan buah pohon larangan, sedangkan ucapannya itu dusta.
فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ {٢٢} 22. Keduanya didorong berbuat lancang dan ditipu oleh setan, lalu keduanya pun memakan buah pohon yang dilarang oleh Allah untuk didekati itu, setelah itu terbukalah aurat keduanya dan hilanglah penutup yang Allah gunakan untuk menutupinya sebelum melanggar larangan, sehingga keduanya menempelkan dedaunan surga untuk menutup aurat. Rabb keduanya memanggil, "Bukankah Aku telah melarang kalian berdua memakan buah pohon itu dan mengatakan kepada kalian, 'Sungguh, setan adalah musuh yang sangat jelas permusuhannya terhadap kalian berdua?!'" Ayat ini mengandung dalil bahwa terbukanya aurat merupakan persoalan besar dan dari dulu hingga sekarang masih menjadi hal yang secara naluri dirasa menjijikkan dan secara nalar dianggap buruk.
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٢٣} 23. Adam dan Hawa berkata,"Wahai Rabb kami, kami telah menzhalimi diri sendiri dengan memakan buah pohon ini, jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, tentulah kami termasuk mereka yang menyia-nyiakan keberuntungan di dunia dan akhirat." (Ucapan inilah yang diterima Adam dari Rabbnya, lalu ia gunakan sebagai doa, kemudian Allah mengampuninya).
قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ {٢٤} 24. Allah berfirman kepada Adam, Hawa, dan Iblis,"Turunlah kalian dari langit ke bumi, kalian satu sama lain akan menjadi musuh. Di bumi, kalian akan memiliki tempat untuk berdiam dan bersenang-senang hingga tiba ajal kalian."
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ {٢٥} 25. Allah berfirman kepada Adam dan Hawa berikut keturunan keduanya,"Di sana kalian hidup," maksudnya: di bumi kalian menghabiskan masa hidup kalian di dunia," di sana kalian mati, serta dari sana kalian dikeluarkan oleh Rabb kalian dan dikumpulkan dalam keadaan hidup pada Hari Kebangkitan."
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ {٢٦} 26. Wahai anak cucu Adam, Kami telah menjadikan pakai-an sebagai penutup aurat kalian, yaitu pakaian sebagai kebutuhan darurat dan pakaian sebagai perhiasan yang merupakan bagian dari kesempurnaan dan kenikmatan hidup. Adapun "pakaian" ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan merupakan pakaian terbaik bagi seorang mukmin. Semua karunia Allah di atas merupakan bukti tentang rububiah, keesaan, karunia, dan rahmat Allah terhadap hamba-hamba-Nya, supaya kalian mengambil pelajaran dari nikmat-nikmat ini, lantas bersyukur kepada-Nya. Firman Allah di atas menyebut tentang karunia-Nya berupa nikmat-nikmat tersebut kepada hamba-hamba-Nya.
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ {٢٧} 27. Wahai anak cucu Adam, jangan sampai setan menipu kalian, menghias kemaksiatan di mata kalian sebagaimana ia telah menghiasnya di mata nenek moyang kalian, Adam dan Hawa, sehingga berhasil mengeluarkan keduanya dari surga, melepaskan dari keduanya pakaian yang digunakan Allah untuk menutup keduanya sehingga tersingkaplah aurat keduanya. Sungguh, setan, anak cucunya, dan bangsanya bisa melihat kalian sedangkan kalian tidak bisa melihat mereka, karena itu waspadalah terhadap mereka! Sungguh, Kami telah menjadikan setan sebagai wali bagi orang-orang kafir yang tidak menauhidkan Allah, tidak mengimani rasul-Nya, dan tidak mengamalkan petunjuk-Nya.
وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٢٨} 28. Apabila melakukan perbuatan jahat, orang-orang kafir itu beralasan bahwa perbuatan itu merupakan warisan leluhur dan diperintahkan oleh Allah. Wahai Rasul, katakan kepada mereka, "Sungguh, Allah tidak memerintahkan hamba-Nya melakukan perbuatan buruk dan jahat. Apakah kalian —wahai orang-orang musyrik— berbicara dusta atas nama Allah tentang apa yang tidak kalian ketahui?"
قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ {٢٩} 29. Wahai Rasul, katakanlah kepada orang-orang musyrik, "Rabbku memerintahkan keadilan, juga memerintah kalian agar mengikhlaskan ibadah di mana pun dilakukan hanya kepada-Nya, terutama di masjid-masjid, agar berdoa kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan dan ibadah, serta agar beriman pada kebangkitan setelah kematian. Sebagaimana Allah telah mengadakan kalian dari ketiadaan, Dia juga Mahakuasa untuk menghidupkan kalian sekali lagi."
فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ {٣٠} 30. Allah telah membagi hamba-Nya menjadi dua golongan: satu golongan dibimbing-Nya pada hidayah ke jalan yang lurus dan satu golongan lagi telah ditetapkan-Nya tersesat dari jalan yang lurus karena menjadikan setan sebagai wali selain Allah, lalu menaatinya karena bodoh dan menyangka bahwa diri mereka berada di jalan hidayah.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ {٣١} 31. Wahai anak cucu Adam, ketika melaksanakan setiap shalat, hendaklah kalian mengenakan perhiasan yang disyariatkan, yaitu pakaian yang menutup aurat, bersih, suci, dan sebagainya. Makan dan minumlah rezeki-rezeki baik yang dikaruniakan Allah kepada kalian, serta janganlah melampaui batas-batas kewajaran dalam hal itu. Sungguh, Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas dalam makan, minum, dan sebagainya.
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ {٣٢} 32. Wahai Rasul, tanyakanlah kepada orang-orang musyrik yang bodoh itu, "Siapakah yang mengharamkan kepada kalian pakaian indah yang telah dijadikan Allah sebagai perhiasan bagi kalian? Siapa pula yang telah mengharamkan kalian bersenang-senang dengan rezeki Allah yang halal dan baik?" Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu, "Sungguh, pakaian serta makanan dan minuman yang baik-baik yang telah dihalalkan oleh Allah merupakan hak bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia yang juga diterima oleh selain mereka, tetapi pada Hari Kiamat hanya mereka yang menerimanya." Seperti itulah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagi orang-orang yang mengetahui dan memahami penjelasan-Nya.
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٣٣} 33. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu, "Allah hanya mengharamkan perbuatan buruk yang tampak maupun tersembunyi, semua kemaksiatan, dan kemaksiatan terbesar adalah melanggar hak orang lain, yang hal itu bertentangan dengan kebenaran; Dia juga mengharamkan bagi kalian tindakan menyekutukan dengan selain-Nya dalam beribadah kepada Allah, yang Allah tidak menurunkan dalil dan bukti mengenai pembolehannya karena memang tidak ada alasan bagi pelakunya untuk melakukan itu; Dia juga mengharamkan kalian menisbatkan kepada Allah apa yang tidak disyariatkan-Nya dengan dasar kebohongan, seperti anggapan bahwa Allah memiliki anak serta pengharaman pakaian dan makanan halal."
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ {٣٤} 34. Setiap golongan yang bersatu dalam kekafiran kepada Allah dan pendustaan terhadap rasul-rasul-Nya itu mempunyai waktu ditimpakannya hukuman kepada mereka. Jika waktu yang telah ditetapkan oleh Allah untuk membinasakan mereka itu tiba, mereka tidak akan bisa menundanya atau memajukannya sesaat pun.
يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي ۙ فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {٣٥} 35. Wahai anak cucu Adam, jika kelak datang kepada kalian rasul-rasul-Ku dari kalangan kaum kalian, yang membacakan ayat-ayat kitab-Ku dan menjelaskan berbagai bukti kebenaran apa yang mereka bawa maka taatilah mereka. Sebab, barang siapa yang menjauhi murka-Ku dan memperbaiki amal-Nya, mereka tidak akan takut kepada hukuman Allah pada Hari Kiamat dan tidak akan bersedih terhadap bagian-bagian dunia yang luput dari mereka.
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {٣٦} 36. Adapun orang-orang yang mendustakan bukti-bukti tentang tauhid Allah dan enggan menerima bukti-bukti itu karena sombong, mereka itulah para penghuni neraka yang tinggal di dalamnya, tidak keluar darinya selama-lamanya.
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ {٣٧} 37. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim daripada siapa yang menciptakan kedustaan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat yang diturunkan-Nya. Mereka itu akan menerima jatah adzab yang telah ditetapkan bagi mereka di Lauh Mahfuzh. Sehingga ketika Malaikat Maut dan pembantu-pembantunya datang kepada mereka untuk mencabut nyawa, mereka bertanya, "Di manakah semua sekutu, penolong, dan berhala yang dulu kalian ibadahi selain Allah agar mereka menyelamatkan kalian dari penderitaan kalian sekarang?" Mereka menjawab, "Mereka telah pergi meninggalkan kami!" Pada saat itu, mereka mengaku bahwa dulu semasa di dunia mereka mengingkari dan mendustakan keesaan Allah
قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ {٣٨} 38. Allah berfirman kepada orang-orang musyrik yang menciptakan kebohongan itu, "Masuklah ke neraka bersama golongan-golongan yang kekafirannya seperti kalian, baik dari kalangan jin maupun manusia, yang telah masuk terlebih dahulu." Setiap kali ada segolongan penganut sebuah milah masuk ke neraka, mereka melaknat golongan yang serupa dengan mereka, yang karena mengikutinya mereka tersesat. Sehingga ketika orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan berjumpa seluruhnya di neraka, orang-orang belakangan yang mengikuti pemimpin mereka selama di dunia, berkata, "Wahai Rabb kami, mereka itu orang-orang yang telah menyesatkan kami dari kebenaran, berilah mereka adzab yang berlipat ganda di neraka!" Allah berfirman, "Masing-masing, yaitu kalian dan mereka, akan memperoleh adzab yang berlipat ganda di neraka, tetapi kalian -wahai para pengikut- tidak mengetahui adzab dan penderitaan yang menimpa setiap golongan di antara kalian!"
وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ {٣٩} 39. Para pemimpin dan lain-lain yang diikuti berkata kepada pengikut-pengikut mereka,"Kami dan kalian sama-sama dalam penyimpangan, kesesatan, dan perbuatan yang menjadi sebab ditimpakannya adzab. Kalian sedikit pun tidak lebih baik dari kami." Allah berfirman kepada mereka semua, "Rasakanlah adzab ini," yakni, adzab Jahanam, "disebabkan oleh kemaksiatan-kemaksiatan yang telah kalian lakukan!"
إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ {٤٠} 40. Sungguh, orang-orang yang mendustakan dan sombong terhadap ayat-ayat Kami yang merupakan petunjuk tentang keesaan Kami serta enggan mengamalkan syariat Kami karena sombong, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit untuk amal mereka semasa hidup dan untuk arwah mereka ketika mati. Orang-orang kafir itu tidak akan masuk surga kecuali jika ada unta yang bisa masuk ke lubang jarum, dan ini mustahil. Seperti itulah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang banyak berbuat dosa dan melampaui batas.
لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ {٤١} 41. Orang-orang kafir itu kekal di neraka, mereka memiliki kasur di bawah dan penutup di atas mereka dari Neraka Jahanam. Dengan hukuman yang keras seperti ini Allah menghukum orang-orang zhalim yang melampaui batas serta kafir dan bermaksiat kepada-Nya.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {٤٢} 42. Sedangkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih sesuai dengan kemampuan -Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan amalan yang mampu dilakukannya-, mereka itulah para penghuni surga, menetap dan tidak keluar dari sana selama-lamanya.
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٤٣} 43. Allah menghilangkan kedengkian dan kebencian dari dada para penghuni surga. Di antara bentuk kesempurnaan nikmat yang mereka peroleh adalah sungai-sungai yang mengalir dari bawah mereka di surga. Para penghuni surga, ketika memasuki surga, berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kami untuk melaksanakan amal shalih yang membuahkan kenikmatan yang kami rasakan sekarang. Tidaklah kami terbimbing untuk menempuh jalan lurus ini andaikata Allah tidak memberi kami bimbingan ke jalan ini dan mengukuhkan kami di atasnya. Rasul-rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran berupa berita tentang janji yang disediakan bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan ancaman yang disiapkan untuk orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya." Sebagai sambutan dan penghormatan, akan dikatakan kepada mereka, "Itulah surga yang diberikan oleh Allah kepada kalian, berkat rahmat-Nya serta berkat iman dan amal shalih yang telah kalian kerjakan!"
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ {٤٤} 44. Para penduduk surga —setelah masuk surga— berseru kepada para penduduk neraka, "Sungguh, kami telah mendapati janji Rabb kami melalui ucapan para rasul-Nya itu benar, yaitu siapa yang taat kepada-Nya akan memperoleh pahala, apakah kalian mendapati ancaman Rabb kalian melalui para rasul-Nya itu juga benar, yaitu siapa yang bermaksiat kepada-Nya akan mendapat hukuman?" Para penduduk neraka pun menjawab, "Ya, kami telah mendapati ancaman Rabb kami benar." Lalu, seorang penyeru di antara penduduk surga dan penduduk neraka, mengumumkan, "Sungguh laknat Allah bagi orang-orang zhalim yang melanggar batas-batas Allah serta kafir kepada Allah dan rasul-Nya!"
الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ {٤٥} 45. Orang-orang kafir itu, dahulu mereka ber-paling dari jalan Allah yang lurus, menghalang-halangi manusia menempuh jalan itu, dan menginginkan agar jalan itu bengkokdan tidak bisa dikenali oleh seorang pun, sedangkan mereka mengingkari akhirat berikut segala yang ada di dalamnya.
وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ {٤٦} 46. Terdapat pagar pembatas besar yang terletak antara para penduduk surga dan penduduk neraka, yang disebut dengan A'raf. Di atas pagar pembatas ini terdapat orang-orang yang mengenal para penduduk surga dan para penduduk neraka dari tanda-tanda mereka, seperti putihnya wajah penduduk surga dan hitamnya wajah penduduk neraka. Orang-orang yang di atas A'raf adalah yang memiliki kebaikan dan keburukan sama banyak, mereka mengharap rahmat Allah Para penghuni A'raf berseru memberikan ucapan selamat kepada kepada penghuni surga, "Keselamatan bagi kalian!" Saat itu, para penghuni A'raf belum masuk surga, sedangkan mereka sangat ingin memasukinya.
وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٤٧} 47. Jika pandangan para penghuni A'raf dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Wahai Rabb kami, jangan Engkau jadikan kami bersama orang-orang yang zhalim karena kesyirikan dan kekafiran."
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَىٰ عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ {٤٨} 48. Para penghuni A'raf berseru kepada beberapa pimpinan orang-orang kafir yang ada di neraka, yang dikenali berdasarkan tanda-tanda khusus pada mereka, "Tidaklah berguna bagi kalian semua harta dan pengikut yang dulu kalian kumpulkan semasa di dunia! Tidak berguna pula kesombongan yang dulu menjadikan kalian enggan beriman kepada Allah dan menerima kebenaran!
أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ {٤٩} 49. Orang-orang lemah dan miskin itukah yang ketika di dunia dulu kalian bersumpah bahwa Allah tidak akan memberikan rahmat kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan memasukkan mereka ke surga?" (Kemudian dikatakan kepada para penghuni A'raf), "Masuklah ke surga, wahai para penghuni A'raf, sungguh kalian telah diampuni, kalian tidak akan takut kepada adzab Allah dan tidak akan bersedih karena keuntungan-keuntungan dunia yang terluput dari kalian."
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ {٥٠} 50. Para penghuni neraka meminta pertolongan kepada para penghuni surga, meminta agar mereka memberikan sebagian air atau makanan pemberian Allah. Para penghuni surga pun menjawab bahwa Allah telah mengharamkan minuman dan makanan bagi orang-orang yang mengingkari tauhid-Nya dan mendustakan rasul-Nya.
الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ {٥١} 51. Orang-orang yang oleh Allah diharamkan untuk merasakan nikmat akhirat adalah mereka yang telah menjadikan din yang diperintahkan Allah agar diikuti ini sebagai sesuatu yang sia-sia, mereka yang telah ditipu oleh kehidupan dunia dan sibukdengan perhiasannya sehingga lupa beramal untuk akhirat. Pada Hari Kiamat, Allah melupakan mereka dan membiarkan mereka berada di dalam adzab yang pedih, seperti halnya mereka dulu telah melupakan pertemuan dengan hari ini dan dikarenakan mereka mengingkari dalil dan bukti dari Allah, padahal mereka mengetahui bahwa dalil dan bukti itu benar.
وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٥٢} 52. Wahai Rasul, Kami telah memberi orang-orang kafir itu Al-Qur'an yang Kami turunkan kepadamu, yang telah Kami jelaskan dan mengandung ilmu yang agung, sebagai petunjuk dari kesesatan menuju kebenaran dan rahmat bagi orang yang beriman kepada Allah dan mengamalkan syariat-Nya. Allah mengkhususkan mereka, karena merekalah yang mengambil manfaatnya.
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ ۚ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ {٥٣} 53. Adakah yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang kafir itu selain apa yang diancamkan Al-Qur'an kepada mereka, yaitu hukuman yang pada akhirnya akan menimpa mereka? Pada hari ketika perhitungan, pahala, dan hukuman amal di Hari Kiamat itu benar-benar terjadi, orang-orang kafir yang semasa di dunia meninggalkan dan ingkar kepada Al-Qur'an itu berkata, "Sekarang telah kami ketahui dengan jelas bahwa rasul Rabb kami dahulu datang membawa kebenaran dan menasihati kami, apakah kami memiliki teman atau penolong yang memberi syafaat untuk kami di sisi Rabb kami? Atau bisakah kami dikembalikan ke dunia sekali lagi agar di sana kami mengamalkan hal-hal yang membuat Allah ridha kepada kami?" Mereka telah merugikan diri sendiri dengan masuk dan kekal di neraka. Dan lenyaplah dari hadapan mereka para sekutu yang dulu mereka ibadahi selain Allah serta lenyaplah janji-janji setan yang dulu mereka buat-buat di dunia.
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ {٥٤} 54. Wahai manusia,sungguh Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy dengan cara yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya. Dia memasukkan malam pada siang, lalu menyelimutkannya padanya sehingga hilanglah cahayanya; Dia juga memasukkan siang pada malam, lalu menghilangkan kegelapannya; masing-masing dari keduanya memburu yang lain dengan cepat dan terus-menerus. Dia juga Yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang yang ditundukkan dan diatur-Nya sekehendak-Nya, semuanya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang agung. Ketahuilah, seluruh ciptaan adalah ciptaan-Nya dan seluruh urusan berada dalam kewenangan-Nya. Mahasuci dan Mahaagung Allah, Dia bersih dari setiap kekurangan, Rabb seluruh makhluk.
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ {٥٥} 55. Wahai orang-orang yang beriman, berdoalah kepada Rabb kalian dengan tunduk kepada-Nya, secara sembunyi-sembunyi dan rahasia, hendaklah doa yang kalian panjatkan itu disertai kekhusyukan dan jauh dari riya. Sungguh, Allah tidak mencintai orang-orang yang melanggar batas syariat-Nya, sedangkan pelanggaran yang paling besar adalah kesyirikan kepada Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, baik kepada orang mati, berhala, atau lainnya.
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ {٥٦} 56. Janganlah berbuat kerusakan di bumi apa pun jenisnya, setelah Allah memperbaikinya dengan mengutus para rasul dan memakmurkannya dengan ketaatan kepada Allah. Berdoalah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan, karena takut terhadap hukuman-Nya dan berharap pada pahala-Nya. Sungguh, rahmat Allah itu sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.
وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ {٥٧} 57. Allah adalah yang mengirim angin yang baik dan lembut sebagai pemberi kabar gembira tentang kedatangan hujan yang digerakkannya dengan izin-Nya, lalu semua makhluk bergembira mengharapkan rahmat-Nya. Sehingga, ketika angin itu membawa awan yang mengandung hujan, Allah membawanya dengan angin itu untuk menghidupkan suatu negeri yang tandus, yang pepohonan dan tanamannya kering, lalu Allah menurunkan hujan padanya, yang melalui perantara hujan itu Dia menumbuhkan rerumputan, pepohonan, dan tetanaman, sehingga pepohonnya kembali menghasilkan berbagai macam buah-buahan. Sebagaimana Kami menghidupkan negeri yang mati ini dengan hujan, Kami juga akan menghidupkan kembali orang-orang mati dari kubur mereka setelah kebinasaan mereka, agar kalian mengambil pelajaran dan menjadikannya sebagai petunjuk tentang tauhid Allah dan kekuasaan-Nya membangkitkan setelah kematian.
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ {٥٨} 58. Tanah yang subur itu apabila turun hujan padanya, akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan —dengan izin dan kehendak Allah—dengan baik dan mudah. Demikian pula orang mukmin apabila turun kepadanya ayat-ayat Allah, tentu akan mendapat manfaatnya dan akan membuahkan pada dirinya kehidupan yang baik. Adapun tanah rawa yang buruk, tidak bisa menumbuhkan tumbuhan, kecuali dengan susah payah dan kualitas pohon yang buruk, tidak ada manfaatnya, dan tidak menumbuhkan tumbuhan yang baik. Demikianlah orang-orang kafir itu tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat Allah. Dengan berbagai macam penjelasan yang indah itu, Kami juga membuat berbagai macam hujah dan bukti untuk menguatkan kebenaran kepada orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah serta taat kepada-Nya.
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {٥٩} 59. Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, agar mendakwahi mereka pada tauhid Allah dan keikhlasan beribadah kepada-Nya. Nuh berkata, "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah saja, tidak ada ilah bagi kalian yang berhak diibadahi selain-Nya maka murnikanlah ibadah hanya kepada-Nya. Jika tidak demikian dan jika kalian tetap beribadah kepada berhala-berhala maka aku benar-benar takut kalian akan ditimpa adzab pada hari bencana besar menimpa kalian, yaitu Hari Kiamat.
قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٦٠} 60. Para tokoh dan pembesar mereka berkata, "Wahai Nuh, kami sungguh berkeyakinan bahwa engkau benar-benar tersesat dari jalan yang lurus."
قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٦١} 61. Nuh berkata, "Wahai kaumku, aku tidaklah tersesat dalam persoalan apa pun dan dengan alasan apa pun, tetapi aku adalah seoran utusan dari Rabb semesta alam, yaitu Rabbku, Rabb kalian, dan Rabb seluruh manusia.
أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ {٦٢} 62. Aku akan menyampaikan kepada kalian risalah yang diamanatkan oleh Rabbku kepadaku, menasihati kalian, memperingatkan kalian dari adzab Allah, memberikan kabar gembira kepada kalian mengenai pahala-Nya, dan aku mengetahui syariat-Nya yang tidak kalian ketahui.
أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {٦٣} 63. Apakah kalian merasa heran jika Allah menurunkan peringatan kepada kalian, yang mengandung kebaikan bagi kalian, melalui seorang laki-laki di antara kalian yang nasab dan kejujurannya kalian ketahui, agar ia memperingatkan kalian tentang hukuman Allah dan agar kalian menghindari murka-Nya dengan beriman kepada-Nya, dengan harapan kalian meraih rahmat dan pahala yang besar dari-Nya?"
فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ {٦٤} 64. Mereka mendustakan Nuh, lalu Kami menyelamatkannya dan orang-orang yang beriman bersamanya di kapal, sedangkan orang-orang kafir yang mendustakan hujah-hujah Kami yang nyata itu Kami tenggelamkan. Sungguh, dahulu hati mereka buta dari melihat kebenaran.
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ {٦٥} 65. Kami telah mengutus kepada kabilah Ad, saudara mereka, Hud, ketika mereka beribadah kepada berhala selain Allah. Hud pun berkata kepada mereka, "Beribadahlah kalian kepada Allah saja, tidak ada bagi kalian ilah yang berhak diibadahi selain-Nya maka murnikanlah ibadah hanya kepada-Nya, tidakkah kalian takut terhadap adzab dan kemurkaan Allah kepada kalian?"
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ {٦٦} 66. Para pembesar kaum Hud yang kafir berkata, "Sungguh, kami mengetahui bahwa dengan ajakanmu kepada kami untuk meninggalkan ibadah kepada ilah-ilah kami dan untuk beribadah kepada Allah saja itu, engkau adalah orang yang kurang akal. Dan sungguh, kami meyakini bahwa engkau termasuk orang yang berdusta atas nama Allah dalam ucapanmu."
قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٦٧} 67. Hud berkata, "Wahai kaumku, tidak ada kekurangan pada akalku, tetapi aku adalah seorang rasul yang diutus kepada kalian dari Rabb seluruh makhluk.
أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ {٦٨} 68. "Aku sampaikan kepada kalian risalah yang diamanatkan Rabbku kepadaku, sedangkan aku merupakan penasihat bagi kalian —terkait ajakanku kepada kalian untuk menauhidkan Allah dan mengamalkan syariat-Nya— dan seorang pemegang amanat wahyu Allah
أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {٦٩} 69. "Apakah kalian merasa heran, jika Allah menurunkan kepada kalian peringatan yang mengandung kebaikan bagi kalian melalui ucapan seorang laki-laki di antara kalian, yang nasab dan kejujurannya kalian kenal, agar ia memperingatkan kalian tentang ancaman hukuman dari Allah? Ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi yang menggantikan generasi sebelum kalian setelah dibinasakannya kaum Nuh dan memberi kalian kelebihan berupa kuat dan besarnya tubuh kalian. Ingatlah nikmat Allah yang banyak, agar kalian meraih keberuntungan yang besar di dunia dan akhirat."
قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {٧٠} 70. Kaum Ad berkata kepada Hud "Apakah engkau mengajak kami beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan ibadah kepada berhala-berhala yang tradisi ibadah kepadanya telah kami warisi dari leluhur kami? Datangkanlah kepada kami adzab yang telah kauancamkan, jika engkau termasuk orang yang jujur dalam berbicara!"
قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ {٧١} 71. Hud berkata kepada kaumnya, "Sudah pasti kalian akan ditimpa adzab dan kemurkaan dari Rabb kalian Patutkah kalian mendebatku mengenai berhala-berhala yang kalian dan para leluhur kalian menamakannya sebagai ilah ini? Allah tidak menurunkan hujah dan bukti mengenai berhala-berhala itu karena mereka adalah makhluk yang tidak bisa menimpakan mudharat maupun memberikan manfaat. Yang berhak diibadahi hanyalah Allah Sang Pencipta Maka dari itu, tunggulah turunnya adzab kepada kalian karena aku bersama kalian menunggu turunnya!" Ini merupakan ancaman yang sangat keras.
فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ {٧٢} 72. Adzab Allah pun menimpa mereka dengan ditiupkannya angin kencang kepada mereka. Allah menyelamatkan Hud beserta orang-orang beriman yang bersamanya berkat rahmat yang agung dari-Nya. Allah membinasakan dan menghancurkan seluruh kaum Hud yang kafir, mereka bukanlah orang-orang yang beriman karena selain mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka pun enggan beramal shalih.
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٧٣} 73. Kami telah mengutus kepada kabilah Tsamud, saudara mereka, Shalih, ketika mereka beribadah kepada berhala-berhala, selain kepada Allah. Shalih berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah saja, tidak ada ilah bagi kalian yang berhak diibadahi selain Dia Oleh karena itu, murnikanlah ibadah kepada-Nya. Aku telah mendatangkan bukti kepada kalian tentang kebenaran ajakan yang kusampaikan, ketika aku berdoa kepada Allah di hadapan kalian, lalu Allah mengeluarkan seekor unta besar dari sebuah batu besar sebagaimana permintaan kalian. Maka dari itu, biarkanlah unta itu memakan rerumputan di bumi Allah, jangan menimpakan gangguan sedikit pun kepadanya sehingga menyebabkan kalian akan ditimpa adzab yang pedih.
وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ {٧٤} 74. Ingatlah nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kalian, ketika Dia menjadikan kalian sebagai khalifah di bumi yang menggantikan umat sebelum kalian, sesudah kabilah Ad, serta telah memberikan kalian kedudukan yang baik lagi kuat di bumi, kalian tinggal di sana, membangun rumah-rumah besar di datarannya, dan memahat gunung-gunung untuk dijadikan sebagai rumah-rumah pula! Ingatlah nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kalian dan jangan menyebarkan kerusakan di muka bumi!"
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ {٧٥} 75. Para bangsawan dan pembesar yang som-bong dari kalangan kaum Shalih, berkata kepada orang-orang beriman yang dianggap lemah dan hina oleh mereka, "Apakah kalian benar-benar mengetahui bahwa Shalih itu telah diutus Allah kepada kita?" Orang-orang yang beriman menjawab, "Kami memercayai risalah yang diberikan Allah kepadanya dan kami mengikuti syariat-Nya!"
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ {٧٦} 76. Orang-orang sombong itu berkata, "Sungguh, Kami mengingkari serta tidak percaya pada kenabian Shalih!"
فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ {٧٧} 77. Mereka menyembelih unta karena menganggap remeh ancaman yang disampaikan oleh Shalih dan enggan melaksanakan perintah Rabb mereka. Dengan nada mencemooh dan menganggap mustahil kedatangan adzab, mereka berkata, "Wahai Shalih, datangkanlah kepada kami adzab yang telah kau ancamkan, jika engkau adalah seorang rasul Allah!"
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ {٧٨} 78. Lalu, orang-orang kafir ditimpa bencana gempa dahsyat yang mencabut jantung mereka, sehingga pada pagi harinya mereka mati di negeri mereka dengan lutut dan muka menempel tanah, tidak seorang pun di antara mereka yang lolos.
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ {٧٩} 79. Shalih pun meninggalkan kaumnya —ketika mereka menyembelih unta dan ditimpa bencana— dan berkata kepada mereka,"Wahai kaumku, aku telah menyampaikan kepada kalian perintah dan larangan Rabbku yang aku telah diperintahkan agar menyampaikannya, aku juga telah berusaha keras untuk menyampaikan kabar gembira, ancaman, dan nasihat kepada kalian, akan tetapi kalian tidak menyukai para pemberi nasihat, kalian menolak ucapanku dan menaati setiap ucapan setan yang terkutuk."
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ {٨٠} 80. Wahai Rasul, ingatlah juga Luth ketika berkata kepada kaumnya, "Apakah kalian melakukan perbuatan munkar yang sangat buruk ini, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang makhluk pun sebelum kalian?
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ {٨١} 81. Kalian benar-benar menyanggamai laki-laki di dubur mereka karena kalian bernafsu melakukannya, tidak peduli pada keburukannya, dan membiarkan istri-istri kalian yang telah dihalalkan Allah bagi kalian. Bahkan, kalian adalah kaum yang keterlaluan dalam melanggar batas-batas Allah." Perilaku homoseksual dan keengganan berjimak dengan istri adalah perbuatan keji yang pertama-tama dilakukan oleh kaum Luth, tidak ada seorang pun yang pernah melakukan perbuatan ini sebelum mereka.
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ {٨٢} 82. Tiada jawaban yang dikemukakan oleh kaum Luth, ketika perbuatan kotor mereka dicela oleh Luth, kecuali sebagian mereka berkata kepada sebagian lain: "Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian, sungguh dia dan pengikut-pengikutnya itu merasa diri mereka suci karena tidak mau menyanggamai dubur laki-laki dan perempuan."
فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ {٨٣} 83. Allah pun menyelamatkan Luth dan keluarganya dari adzab dengan memerintahkannya agar meninggalkan negeri itu, kecuali istrinya karena ia termasuk orang-orang yang binasa dan ditimpa adzab Allah.
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ {٨٤} 84. Allah mengadzab kaum Luth yang kafir dengan menghujani mereka bebatuan, membalik negeri mereka, dan menjadikan bagian bawahnya berada di atas. Maka perhatikan wahai Rasul, bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang lancang bermaksiat kepada Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya.
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {٨٥} 85. Kami telah mengutus kepada kabilah Madyan, saudara mereka, Syuaib yang berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, tidak ada bagi kalian ilah yang berhak diibadahi selain-Nya maka murnikanlah ibadah kepada-Nya! Telah datang kepada kalian bukti dari Rabb kalian mengenai kebenaran ajakanku maka tunaikanlah hak orang lain dengan memenuhi takaran dan timbangan, jangan mengurangi hak mereka, dengan kata lain kalian menzhalimi mereka, dan jangan membuat kerusakan di bumi —dengan kekafiran dan kezhaliman— setelah diperbaiki dengan syariat-syariat para nabi terdahulu Ajakan yang kusampaikan kepada kalian itu lebih baik bagi kalian dalam urusan dunia dan akhirat kalian, jika kalian memercayai dakwah yang kusampaikan dan mengamalkan syariat Allah.
وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ {٨٦} 86. Jangan duduk di setiap jalan untuk me-neror manusia dengan pembunuhan, jika mereka tidak memberikan harta mereka kepada kalian, kalian menghalangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah yang lurus dan amal shalih, kalian menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok, serta kalian menyimpangkan jalan Allah itu karena mengikuti hawa nafsu dan berusaha menjauhkan manusia darinya! ingatlah nikmat Allah kepada kalian, ketika jumlah kalian sedikit lalu Dia jadikan banyak sehingga kalian menjadi kuat! Perhatikanlah bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi serta kebinasaan dan kehancuran yang menimpa mereka!
وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ {٨٧} 87. Apabila segolongan dari kalian beriman pada risalah Allah yang diamanahkan kepadaku, sedangkan segolongan lain tidak beriman kepadanya; tunggulah —wahai orang-orang yang mendustakan— keputusan Allah terhadap perselisihan antara kami dan kalian ketika kalian ditimpa adzab-Nya yang telah kuperingatkan kalian mengenainya; dan Allah sebaik-baik pembuat keputusan terhadap perselisihan di antara hamba-hamba-Nya."
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ {٨٨} 88. Para pembesar kaum Syu'aib yang som-bong lagi enggan beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, yaitu Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib, sungguh kami akan mengusirmu beserta orang-orang mukmin pengikutmu dari negeri kami, kecuali jika kalian kembali mengikuti din kami." Syu'aib berkata dengan nada menyangkal dan heran terhadap ucapan mereka, "Akankah kami mengikuti din batil kalian, sedangkan kami membencinya karena mengetahui kebatilannya?"
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ {٨٩} 89. Syu'aib membantah kaumnya,"Kami berarti telah menciptakan kebohongan atas nama Allah, jika kami kembali kepada din kalian setelah diselamatkan oleh Allah darinya. Kami tidak berhak meninggalkan din Rabb kami ini, kecuali jika Rabb kami menghendaki. Rabb kami telah meliputi segala sesuatu dengan ilmu-Nya, Dia mengetahui kemaslahatan para hamba. Kami bergantung hanya kepada Allah dalam mengharap petunjuk dan pertolongan. Wahai Rabb kami, buatlah keputusan antara kami dan kaum kami dengan kebenaran, sedangkan Engkau sebaik-baik pembuat keputusan."
وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ {٩٠} 90. Para pembesar yang mendustakan dan menolak dakwah tauhid itu terus melampaui batas, membangkang, dan mengingatkan bahaya mengikuti Syu'aib dengan mengatakan, "Jika mengikuti Syu'aib kalian benar-benar akan binasa!"
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ {٩١} 91. Kaum Syu'aib ditimpa gempa yang hebat sehingga tersungkur tewas di rumah-rumah mereka.
الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ {٩٢} 92. Orang-orang yang mendustakan Syu'aib itu seakan-akan tidak pernah tinggal dan bersenang-senang di rumah mereka, mereka telah dimusnahkan hingga tidak meninggalkan bekas sama sekali dan mereka ditimpa kerugian serta kebinasaan di dunia dan akhirat.
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ {٩٣} 93. Setelah yakin tentang kepastian datangnya adzab yang menimpa kaumnya, Syu'aib meninggalkan mereka dan berkata, "Wahai kaumku, aku telah menyampaikan risalah Rabbku dan menasihati kalian agar masuk ke dalam din Allah serta meninggalkan din kalian saat ini, tetapi kalian tidak mau mendengar dan taat. Bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum yang menyangkal keesaan Allah dan mendustakan rasul-rasul-Nya?"
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ {٩٤} 94. Tiada seorang nabi pun yang Kami utus di suatu negeri, yang mendakwahi penduduknya supaya beribadah kepada Allah dan melarang perbuatan syirik, lalu ia didustakan oleh kaumnya, kecuali Kami pasti menim-pakan bencana berupa kesusahan dan penderitaan kepada mereka, dengan menimpakan penyakit pada badan dan kemiskinan pada harta, dengan harapan mereka menyerahkan diri serta kembali kepada Allah dan kebenaran.
ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ {٩٥} 95. Kemudian, Kami mengganti kondisi buruk itu dengan kondisi baik sebagaimana semula sehingga badan mereka kembali sehat dan harta mereka kembali lapang sebagai kesempatan tambahan agar mereka bersyukur, tetapi semua itu tidak berguna. Mereka tidak mengambil pelajaran dan tidak berhenti melakukan kesalahan. Mereka berkata, "Ini hanya kebiasaan masa terhadap orang-orang yang menjalaninya, ada hari baik dan hari buruk, itulah yang terjadi pada nenek moyang kita dulu." Kami pun menghukum mereka dengan adzab secara tiba-tiba ketika mereka merasa aman, tidak terdetik di pikiran mereka bahwa mereka akan dibinasakan.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {٩٦} 96. Andaikata penduduk negeri-negeri itu mengimani dan mengikuti para rasul serta menjauhi larangan Allah, tentulah Allah membukakan pintu-pintu kebaikan bagi mereka dari segala penjuru, tetapi mereka mendustakan maka Allah pun menghukum mereka dengan adzab yang membinasakan disebabkan oleh kekafiran dan kemaksiatan mereka.
أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ {٩٧} 97. Apakah penduduk negeri-negeri itu menyangka bahwa mereka akan selamat dan aman dari adzab Allah yang mungkin datang pada malam hari ketika mereka tidur?
أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ {٩٨} 98. Ataukah penduduk negeri-negeri itu merasa aman, dari datangnya adzab Allah kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka lengah dan sibuk dengan urusan dunia? Allah secara khusus menyebut kedua waktu ini, karena di kedua waktu tersebut manusia sedang di puncak kelalaian maka kedatangan adzab pada waktu-waktu tersebut lebih dahsyat.
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {٩٩} 99. Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman terhadap tipu daya Allah serta penambahan kesempatan sebagai jebakan bagi mereka dengan nikmat yang mereka terima dalam urusan dunia, sebagai hukuman atas tipu daya yang mereka lakukan? Tidak ada yang merasa aman dari tipu daya Allah kecuali orang-orang yang binasa.
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ {١٠٠} 100. Orang-orang yang tinggal di bumi setelah penduduk terdahulunya dibinasakan karena kemaksiatan, lalu meniru perilaku mereka, apakah mereka belum mengetahui bahwa jika berkehendak Kami pasti telah menimpakan bencana kepada mereka disebabkan oleh dosa sebagaimana yang pernah Kami lakukan terhadap orang-orang sebelum mereka? Kami menutup hati mereka sehingga tidak bisa dimasuki oleh kebenaran dan mereka pun tidak bisa mendengar nasihat dan peringatan.
تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ {١٠١} 101. Wahai Rasul, negeri-negeri yang telah disebutkan itu, yaitu negeri kaum Nuh, Hud, Shalih, Luth, dan Syu'aib, Kami kisahkan kepadamu berita-beritanya berikut keadaan para rasul yang Kuutus kepada mereka sehingga bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran dan peringatan bagi orang-orang yang zhalim. Para rasul Kami telah datang kepada penduduk berbagai negeri dengan membawa hujah dan keterangan mengenai kebenaran mereka, akan tetapi tidak mungkin mereka beriman kepada apa yang dibawa oleh para rasul itu, disebabkan sikap melampaui batas dan pendustaan mereka terhadap kebenaran. Sebagaimana Allah menutup hati orang-orang kafir tersebut, Allah juga menutup hati orang-orang yang kafir kepada Muhammad
وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ {١٠٢} 102. Kami tidak menemukan sifat amanah dan setia janji pada umat-umat terdahulu. Kami tidak mendapati kebanyakan mereka selain orang-orang fasik yang melanggar ketaatan kepada Allah dan kepatuhan kepada perintah-Nya.
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ {١٠٣} 103. Kemudian, setelah para rasul tersebut, Kami utus Musa bin Imran dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami yang nyata kepada Firaun dan kaumnya. Lalu, mereka ingkar dan kafir terhadap mukjizat-mukjizat itu lantaran zhalim dan keras kepala. Wahai Rasul, perhatikan dengan baik bagaimana Kami memperlakukan mereka dan menenggelamkan mereka semua dengan disaksikan oleh Musa dan kaumnya? Itulah akibat yang akan dialami oleh orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ {١٠٤} 104. Musa berdialog dan menyampaikan dakwah kepada Firaun, "Sungguh, aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah Pencipta seluruh makhluk serta Pengatur seluruh keadaan dan nasib mereka.
حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ {١٠٥} 105. Sepatutnya aku tidak berbicara atas nama Allah selain kebenaran dan seyogianya aku selalu berpegang pada kebenaran itu. Aku telah datang kepada kalian dengan membawa bukti dan hujah nyata dari Rabb kalian tentang kebenaran apa yang kusampaikan. Oleh karena itu, wahai Firaun, bebaskanlah Bani Israil dari tawanan dan penindasanmu agar mereka bersamaku beribadah kepada Allah."
قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ {١٠٦} 106. Firaun berkata kepada Musa,lika engkau membawa mukjizat, sebagaimana pengakuanmu, datangkanlah mukjizat itu kepadaku dan hadirkan di hadapanku, agar pengakuanmu dan kejujuranmu terbukti, jika memang pengakuanmu bahwa engkau seorang rasul dari Rabb semesta alam itu benar."
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ {١٠٧} 107. Musa melemparkan tongkatnya, lalu berubahlah ia menjadi seekor ular besar yang tampak nyata.
وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ {١٠٨} 108. Ia juga menariktangan dari kerah baju atau dari ketiaknya, tiba-tiba ia berubah menjadi putih seperti susu, bukan putih penyakit belang, sebagai mukjizat bagi Firaun. Ketika tangan itu dikembalikannya, warnanya kembali seperti semula seperti seluruh badannya.
قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ {١٠٩} 109. Para pembesar kaum Firaun berkata, "Sungguh, Musa adalah seorang penyihir yang memengaruhi pandangan manusia dengan trik dan tipu muslihat sehingga tongkat itu terlihat seakan-akan seekor ular dan sesuatu terlihat berbeda dari yang sebenarnya. la berpengetahuan luas dan ahli dalam sihir.
يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ {١١٠} 110. la ingin membawa kalian semua keluar dari negeri kalian." Firaun berkata, "Apa saran kalian kepadaku mengenai persoalan Musa, wahai para pembesar?"
قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ {١١١} 111. Para pembesar dan bangsawan kaum Firaun yang hadir dalam dialog dengan Musa itu berkata, "Beri tangguhlah Musa dan saudaranya, yaitu Harun, serta utuslah bala tentara ke berbagai kota dan wilayah Mesir.
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ {١١٢} 112. Agar mereka mengumpulkan semua tukang sihir yang memiliki pengetahuan luas tentang sihir."
وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ {١١٣} 113. Para Tukang sihir itu datang kepada Firaun, mereka bertanya, "Apakah kami benar-benar akan memperoleh hadiah dan harta, jika bisa mengalahkan Musa?"
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ {١١٤} 114. Firaun menjawab, "Ya, kalian akan memperoleh upah dan kedekatan denganku, jika kalian bisa mengalahkannya."
قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ {١١٥} 115. Para penyihir Firaun berkata kepada Musa dengan nada sombong dan meremehkan, "Wahai Musa, pilihlah, apakah engkau yang lebih dulu melemparkan tongkat ataukah kami yang melemparkan lebih dulu?"
قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ {١١٦} 116. Musa berkata kepada para penyihir, "Silakan kalian melemparkan dulu!" Begitu mereka melemparkan tali dan tongkat, mereka menyihir mata manusia sehingga semua mata melihat bahwa sihir yang mereka lakukan itu nyata, padahal hanya trik dan tipuan sihir, mereka berhasil menimbulkan ketakutan hebat kepada orang-orang. Mereka telah mendatangkan sihir yang kuat lagi banyak.
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ {١١٧} 117. Allah mewahyukan kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu Musa dalam peristiwa agung yang dengannya Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Allah memerintahnya untuk melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya. la pun melemparkan tongkat itu sehingga tiba-tiba menelan semua yang dilemparkan dan diperlihatkan oleh tukang sihir sebagai suatu kebenaran dalam pandangan manusia, padahal ia tidak benar-benar ada.
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١١٨} 118. Menjadi nyatalah kebenaran tentang Musa bahwa ia seorang rasul Allah yang mengajak kepada kebenaran, bagi siapa yang menyaksikan dan menghadirinya, adapun kebohongan yang dilakukan oleh Firaun dan kaumnya gagal.
فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ {١١٩} 119. Semua tukang sihir itu dikalahkan di tempat pertemuan mereka, sedangkan Firaun dan kaumnya pergi meninggalkan tempat dalam keadaan hina dan kalah.
وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ {١٢٠} 120. Para tukang sihir pun tersungkur bersujud kepada Allah Rabb semesta alam, menyaksikan keagungan kekuasaan Allah.
قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ {١٢١} 121. Mereka berkata, "Kami beriman kepada Rabb semesta alam."
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ {١٢٢} 122. Yaitu Rabb Musa dan Harun, kepada-Nya saja ibadah harus ditujukan, bukan kepada selain-Nya."
قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ {١٢٣} 123. Firaun berkata kepada para penyihir, "Apakah kalian beriman kepada Allah sebelum kuizinkan? Keimanan kepada Allah, kepercayaan kepada Musa, dan pengakuan kalian terhadap kenabiannya itu hanya tipu muslihat yang telah kalian rancang bersama Musa untuk mengeluarkan penduduk kota, sehingga kalian akan menguasai kekayaan-kekayaannya. Kalian pasti tahu —wahai para tukang sihir— siksa dan hukuman yang akan menimpa kalian.
لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ {١٢٤} 124. Wahai para tukang sihir, aku akan memotong tangan dan kaki kalian secara bersilang, dengan memotong tangan kanan dan kaki kiri atau tangan kiri dan kaki kanan, kemudian aku benar-benar akan menyalib kalian di pelepah kurma sebagai hukuman bagi kalian dan untuk menakut-nakuti orang lain."
قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ {١٢٥} 125. Para penyihir Firaun berkata,"Kami telah yakin bahwa kami akan kembali kepada Allah dan siksa-Nya lebih dahsyat daripada siksamu maka kami akan benar-benar bersabar manjalani siksamu hari ini agar pada Hari Kiamat kelak kami selamat dari adzab Allah.
وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ {١٢٦} 126. Wahai Firaun, engkau tidak bisa mencela atau menyalahkan kami kecuali karena keimanan dan kepercayaan kami kepada hujah dan bukti dari Rabb kami yang dibawa oleh Musa, sedangkan engkau dan siapa pun, selain Allah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak kuasa mendatangkan hujah dan bukti yang serupa dengan itu. Wahai Rabb kami, curahkanlah kesabaran yang besar dan keteguhan hati kepada kami serta wafatkan kami dalam keadaan patuh pada perintahmu dan mengikuti Rasul-Mu."
وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ {١٢٧} 127. Para bangsawan dan pembesar kaum Firaun berkata, "Akankah kaubiarkan Musa dan kaumnya dari kalangan Bani Israil merusak masyarakat di bumi Mesir dengan mengubah din mereka melalui ibadah kepada Allah saja, tanpa sekutu bagi-Nya serta meninggalkan ibadah kepadamu dan kepada ilah-ilahmu?" Firaun berkata, "Kita akan membunuh anak-anak laki-laki Bani Israil dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka untuk menjadi pelayan, kita bisa memaksa mereka dengan kekuasaan."
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ {١٢٨} 128. Musa berkata kepada kaumnya dari kalangan Bani Israil,"Mintalah pertolongan kepada Allah dalam menghadapi Firaun dan kaumnya serta bersabarlah terhadap penderitaan yang ditimpakan Firaun kepada kalian menyangkut diri dan anak-anak kalian. Sungguh, seluruh bumi ini milik Allah, akan diwariskan kepada siapa di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, sedangkan akhir yang terpuji akan diperoleh orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya."
قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {١٢٩} 129. Kaum Musa dari kalangan Bani Israil mengadu kepada Musa, nabi mereka, "Kami disiksa dan disakiti oleh Firaun dan kaumnya dengan pembunuhan anak-anak laki-laki kami dan pembiaran hidup anak-anak perempuan kami, sebelum dan sesudah kedatanganmu kepada kami." Musa menjawab, "Semoga Rabb kalian membinasakan musuh kalian, Firaun dan kaumnya, serta menjadikan kalian sebagai khalifah yang berkuasa di bumi sesudah kebinasaan mereka, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian akan beramal, apakah kalian bersyukur ataukah kufur?"
وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ {١٣٠} 130. Kami telah menguji Firaun dan kaumnya dengan kekeringan dan paceklik serta berkurangnya buah-buahan dan hasil bumi agar mereka mengambil pelajaran, berhenti dari kesesatan, dan kembali dengan bertaubat kepada Rabb mereka.
فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {١٣١} 131. Jika kesuburan dan rezeki datang kepada Firaun dan kaumnya, mereka berkata, "Kami memperoleh ini karena kami berhak," tetapi jika ditimpa paceklik dan kekeringan, mereka meyakini adanya kesialan dan berkata, "Ini disebabkan oleh Musa dan para pengikutnya." Ketahuilah, paceklik dan kekeringan yang menimpa mereka itu terjadi hanya dengan ketetapan dan takdir Allah disebabkan oleh dosa-dosa dan kekafiran mereka, akan tetapi kebanyakan kaum Firaun tidak mengetahui hal itu karena mereka tenggelam dalam kebodohan dan kesesatan.
وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ {١٣٢} 132. Kaum Firaun berkata kepada Musa, "Mukjizat apa pun yang kaudatangkan kepada kami serta bukti dan hujah apa pun yang kau-sampaikan mengenai din Firaun yang menjadi pegangan dan keyakinan kami saat ini, kami tidak akan memercayaimu."
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ {١٣٣} 133. Kami pun mengirimkan banjir bandang kepada mereka yang menenggelamkan tanaman dan buah-buahan; Kami kirim belalang yang memakan tanaman, buah, pintu, atap rumah, dan pakaian mereka; Kami kirim kutu yang merusak buah-buahan serta membunuh hewan dan tumbuhan; Kami kirim katak yang memenuhi bejana, makanan, dan tempat tidur mereka; serta Kami kirim darah sehingga air sungai dan sumur mereka berubah menjadi darah dan mereka tidak menemukan air yang layak untuk diminum, semua ini merupakan mukjizat-mukjizat Allah, tidak ada yang berkuasa mengirimnya selain Dia, masing-masing terpisah satu sama lain, meskipun demikian kaum Firaun merasa sombong sehingga enggan beriman kepada Allah, mereka adalah orang-orang yang melanggar larangan Allah dengan melakukan kemaksiatan dan kefasikan, lantaran sikap yang melampaui batas dan membangkang.
وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوا يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۖ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ {١٣٤} 134. Ketika adzab turun menimpa Firaun dan kaumnya, mereka datang kepada Musa dan berkata, "Wahai Musa, doakan kami kepada Rabbmu berdasarkan wahyu-Nya kepadamu yang menyatakan dihilangkannya adzab dengan taubat. Jika adzab yang menimpa ini dihilangkan, kami pasti memercayai apa yang kaubawa, mengikuti ajakanmu, serta membebaskan Bani Israil bersamamu dan kami tidak akan melarang mereka pergi ke mana pun mereka mau."
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ إِلَىٰ أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ {١٣٥} 135. Ketika Allah menghilangkan adzab-Nya untuk sementara, hingga waktu yang telah ditentukan (mereka sampai kepadanya) dan yang tak terelakkan lagi ditimpakannya adzab kepada mereka; penangguhan dan dihilangkannya adzab untuk sementara waktu itu tidak berguna sama sekali; tiba-tiba mereka membatalkan janji yang mereka ucapkan kepada Rabb mereka dan Musa, serta bersikukuh di atas kekafiran dan kesesatan.
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ {١٣٦} 136. Kami pun menghukum mereka setelah tibanya waktu yang ditentukan untuk membinasakan mereka, dengan menimpakan hukuman Kami, yaitu ditenggelamkannya mereka di lautan disebabkan oleh pendustakan terhadap mukjizat-mukjizat nyata yang dibawa oleh Musa, sedangkan mereka lalai terhadap mukjizat-mukjizat ini. Kelalaian itulah yang menyebabkan mereka mendustakan.
وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ {١٣٧} 137. Bani Israil yang dulu dihinakan sebagai pelayan, Kami jadikan sebagai pewaris kawasan di sebelah timur dan barat bumi, yaitu negeri Syam yang telah Kami berkati dengan tumbuhnya tanaman dan buah-buahan serta mengalirnya sungai-sungai. Wahai Rasul, telah sempurna kalimat Rabbmu yang menetapkan bahwa kebaikan akan diraih oleh Bani Israil dengan kekuasaan di bumi disebabkan oleh kesabaran mereka menghadapi Firaun dan kaumnya serta Kami hancurkan bangunan-bangunan yang didirikan dan tanaman-tanaman yang ditanam oleh Firaun dan kaumnya serta istana-istana dan lain-lain yang mereka bangun.
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ {١٣٨} 138. Bani Israil Kami seberangkan laut, mereka lalu lewat di hadapan kaum yang tekun beribadah kepada berhala-berhala. Bani Israil berkata, "Wahai Musa, buatkan kami berhala yang kami ibadahi dan kami jadikan sebagai ilah, sebagaimana orang-orang itu memiliki berhala-berhala yang mereka ibadahi." Musa berkata kepada mereka, "Kalian adalah orang-orang yang bodoh tentang keagungan Allah dan tidak mengetahui bahwa ibadah itu tidak sepatutnya dilakukan kecuali kepada Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa."
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٣٩} 139. Musa berkata kepada kaumnya, "Sungguh, orang-orang yang beribadah kepada berhala-berhala ini, kesyirikan mereka akan dihancurkan dan perbuatan ibadah mereka kepada berhala-berhala itu akan sia-sia, tidak bisa mencegah adzab Allah apabila menimpa mereka."
قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ {١٤٠} 140. Musa berkata kepada kaumnya, "Patutkah aku mencarikan sembahan yang kalian ibadahi selain Allah, sedangkan Allah Yang telah menciptakan dan melebihkan kalian atas semua umatdi zaman kalian dengan banyaknya nabi di tengah kalian, dibinasakannya musuh kalian, dan berbagai mukjizat yang Dia berikan khusus untuk kalian?"
وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ {١٤١} 141. Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-nikmat Kami kepada kalian, ketika Kami menyelamatkan kalian dari tawanan Firaun dan keluarganya, serta dari kehinaan yang kalian alami, yaitu disembelihnya anak-anak laki-laki dan dibiarkannya hidup anak-anak perempuan kalian sebagai pelayan. Ditimpakannya adzab yang sangat buruk dan diselamatkannya kalian itu mengandung ujian dari Allah dan nikmat yang besar bagi kalian."
وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ {١٤٢} 142. Allah menjanjikan kepada Musa untuk bermunajat dengan Rabbnya dalam tiga puluh malam, lalu Dia menambah jangka waktu bermunajat itu sepuluh malam sehingga waktu yang Dia tetapkan bagi Musa untuk berbicara dengan-Nya lengkap menjadi empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun —ketika hendak berangkat bermunajat kepada Rabbnya—, "Jadilah penggantiku di tengah-tengah kaumku hingga aku kembali, ajaklah mereka taat dan beribadah kepada Allah, dan jangan kau ikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi."
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ {١٤٣} 143. Ketika Musa datang dalam waktu yang ditentukan, yaitu lengkap selama empat puluh malam, Rabbnya telah berbicara langsung kepadanya dengan pembicaraan yang berisi wahyu, perintah, dan larangan, ia sangat ingin melihat Allah sehingga meminta agar bisa melihat-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Engkau tidak akan bisa melihat-Ku." Maksudnya, engkau tidak akan mampu melihat-Ku di dunia. "Tetapi perhatikanlah gunung itu, jika ia tetap di tempatnya ketika Aku menampakkan diri padanya tentu engkau bisa melihat-Ku." Ketika Rabb-nya menampakkan diri pada gunung itu, Dia jadikan gunung itu hancur rata dengan tanah dan Musa jatuh pingsan. Ketika siuman dari pingsannya, ia berkata, "Mahasuci Engkau, ya Rabbi dari apa yang tidak layak bagi keagungan-Mu. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu karena telah meminta kepada-Mu untuk melihat-Mu di kehidupan dunia ini, sedangkan aku orang pertama di antara kaumku yang beriman kepada-Mu."
قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ {١٤٤} 144. Allah berfirman kepada Musa, "Sungguh, Aku telah memilihmu untuk menyampaikan risalah-Ku kepada masyarakat yang kepada mereka Aku mengutusmu, dengan firman-Ku kepadamu tanpa perantara. Oleh karena itu, pegang teguh dan laksanakanlah perintah dan larangan-Ku itu; jadilah salah seorang yang bersyukur kepada Allah atas risalah-Nya dan pembicaraan-Nya secara khusus kepadamu."
وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ {١٤٥} 145. Kami tuliskan untuk Musa, di dalam Taurat, setiap hukum din yang dia butuhkan sebagai nasihat yang mencegah dan memberikan pelajaran serta sebagai penjelasan terperinci tentang halal dan haram, perintah dan larangan, kisah-kisah, akidah, berita-berita, dan hal-hal gaib. Allah berfirman kepadanya, "Ambillah ia dengan kekuatan!" Maksudnya, ambillah Taurat dengan kesungguhan. "Dan perintahkan kaummu agar mengamalkan syariat yang ditetapkan Allah di dalamnya! Karena siapa pun, di antara mereka maupun orang lain, yang melakukan kesyirikan maka akan Kuperlihatkan kepadanya di akhirat kelak negeri tempat tinggal orang-orang fasik!" Yaitu neraka Allah yang telah Dia siapkan bagi musuh-musuh-Nya yang keluar dari ketaatan kepada-Nya.
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ {١٤٦} 146. Akan Kupalingkan hati orang-orang yang enggan taat kepada-Ku dan sombong kepada sesama manusia secara tidak benar itu dari pemahaman terhadap hujah dan bukti keagungan-Ku, syariat-Ku, dan hukum-hukum-Ku sehingga mereka enggan mengikuti dan mendengarkan ucapan nabi dengan saksama. Jika melihat setiap ayat, orang-orang sombong yang enggan beriman itu tidak beriman kepadanya karena berpaling dan memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika melihat jalan kebaikan, mereka tidak menjadikannya sebagai jalan. Jika melihat jalan kesesatan, yaitu kekafiran, mereka menjadikannya sebagai jalan dan din. Semua itu disebabkan oleh pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kelalaian mereka dari memperhatikannya dan memikirkan petunjuk-petunjuknya.
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٤٧} 147. Sia-sialah amal orang-orang yang mendustakan ayat-ayat dan hujah-hujah Allah serta perjumpaan dengan-Nya di akhirat, karena tidak memenuhi syarat keimanan kepada Allah serta keyakinan terhadap balasan-Nya. Mereka tidak menerima balasan di akhirat kecuali atas kekafiran dan kemaksiatan yang dulu mereka lakukan di dunia, berupa keabadian di neraka.
وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا أَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ اتَّخَذُوهُ وَكَانُوا ظَالِمِينَ {١٤٨} 148. Setelah ditinggal Musa bermunajat kepada Rabbnya, kaum Musa membuat sembahan dari emas berbentuk patung anak sapi tanpa nyawa. Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa patung itu tidak bisa berbicara dan tidak bisa membimbing mereka ke jalan kebaikan? Mereka melakukan hal buruk itu, sedangkan mereka menzhalimi diri sendiri serta meletakkan sesuatu bukan pada tem-patnya.
وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ {١٤٩} 149. Sekembalinya Musa, orang-orang yang beribadah kepada patung anak sapi itu menyesal serta sadar telah tersesat dari jalan lurus dan meninggalkan din Allah, mereka mulai menyatakan ibadah dan istighfar kepada Allah, dengan mengatakan, "Jika Rabb kami tidak menyayangi kami dengan menerima taubat dan menghapuskan dosa kami, tentu kami menjadi orang-orang binasa yang amalannya sia-sia."
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {١٥٠} 150. Ketika kembali kepada kaumnya, yaitu Bani Israil, dalam keadaan marah dan sedih karena diberitahu oleh Allah bahwa kaumnya itutelah disesatkan oleh Samiri, Musa berkata, "Betapa buruk perbuatan kalian sepeninggalku, apakah kalian ingin mempercepat perintah Rabb kalian?" Maksudnya, kalian ingin mempercepat kedatanganku kepada kalian, padahal hal itu ditetapkan oleh Allah Musa melemparkan kepingan-kepingan Taurat karena marah kepada kaumnya yang beribadah kepada patung anak sapi dan marah kepada saudaranya, yaitu Harun. Dipegang dan ditariknya kepala saudaranya. Harun pun berkata dengan memelas, "Wahai putra ibuku, sungguh orang-orang merendahkanku, menganggapku lemah, dan hampir saja membunuhku. Janganlah menyenangkan musuh dengan tindakan yang kaulakukan terhadapku dan jangan kaujadikan aku sasaran kemarahanmu bersama orang-orang yang melanggar perintahmu dan beribadah kepada patung anak sapi."
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ {١٥١} 151. Setelah mengetahui alasan saudaranya dan bahwa saudaranya itu tidak melalaikan perintah Allah yang menjadi kewajibannya, Musa berkata, "Rabbi, ampunilah aku karena kemarahanku, ampuni saudaraku karena perlakuannya terhadap Bani israil, dan masukkan kami ke dalam kasih sayang-Mu yang luas, karena Engkau benar-benar lebih penyayang terhadap kami daripada setiap penyayang."
إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ {١٥٢} 152. Sungguh, orang-orang yang menjadikan patung anak sapi sebagai ilah, akan tertimpa murka besar dari Rabb mereka dan kehinaan di kehidupan dunia karena kekafiran kepada Rabb mereka. Sebagaimana perlakukan Kami terhadap mereka, Kami pun memberikan per-lakuan yang sama terhadap orang-orang yang mengada-ada dan membuat bid'ah dalam din Allah, semua pelaku bid'ah itu hina.
وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ {١٥٣} 153. Adapun orang-orang yang melakukan perbuatan buruk seperti kekafiran dan kemaksiatan, kemudian kembali beriman dan beramal shalih, sungguh setelah taubat yang tulus itu, Rabbmu benar-benar Maha Pengampun terhadap perbuatan mereka, tidak membongkar aib mereka, serta Maha Penyayang terhadap mereka dan terhadap siapa di antara mereka yang bertaubat.
وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَ ۖ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ {١٥٤} 154. Setelah kemarahannya mereda, Musa mengambil kepingan-kepingan Taurat yang telah dilemparkannya ke tanah, sedangkan di dalamnya terdapat penjelasan tentang kebenaran serta rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan hukuman-Nya.
وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ {١٥٥} 155. Musa memilih tujuh puluh laki-laki terbaik dari kaumnya dan membawa mereka berangkat ke Gunung Sinai (Tursina) pada waktu yang telah dijanjikan oleh Allah untuk menjumpai-Nya guna bertaubat dari perbuatan orang-orang bodoh Bani Israil yang beribadah kepada patung anak sapi. Ketika sampai di tempat itu, mereka berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu, wahai Musa, sehingga kami melihat Allah secara nyata; karena engkau telah berbicara dengan-Nya maka tunjukkan Dia kepada kami!" Mereka pun diguncang gempa bumi yang keras, lalu mati. Musa pun berdoa kepada Allah dengan ucapan, "Rabbi, apa yang akan kukatakan kepada Bani israil kalau aku datang kepada mereka, sedangkan Engkau telah membinasakan orang-orang terbaik mereka? Andai menghendaki, Engkau telah binasakan mereka semua sebelum ini, ketika aku masih bersama mereka dan itu lebih ringan bagiku. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang bodoh kami? Perbuatan kaumku ini, yaitu ibadah kepada patung anak sapi, hanyalah ujian, dengannya Kausesatkan siapa di antara makhluk-Mu yang Kaukehendaki dan Kauberi petunjuk siapa yang Kaukehendaki. Engkau adalah Wali dan Penolong kami maka ampunilah dosa-dosa kami dan sayangilah kami dengan rahmat-Mu, sedangkan Engkau sebaik-baik yang memaafkan kesalahan dan menutup dosa.
وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ {١٥٦} 156. Jadikan kami termasuk orang yang Engkau tetapkan beramal shalih di dunia dan di akhirat, sungguh kami kembali bertaubat kepada-Mu." Allah berfirman, "Adzab-Ku akan Kutimpakan kepada siapa saja dari makhluk-Ku yang Kukehendaki, sebagaimana telah Kutimpakan kepada sebagian kaummu, sedangkan rahmat-Ku meliputi seluruh makhluk. Rahmat-Ku akan Kutetapkan bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan hukuman-Nya, menjalankan kewajiban yang Dia tetapkan, menjauhi kemaksiatan kepada-Nya, serta orang-orang yang memercayai petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti tauhid.
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {١٥٧} 157. Rahmat ini akan Kutetapkan bagi orang-orang yang takut kepada Allah, menjauhi kemaksiatan kepada-Nya, serta mengikuti Rasul, seorang nabi ummi yang tidak bisa mem-baca dan menulis, yaitu Muhammad yang sifat dan keadaannya mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka; yang memerintah mereka bertauhid, taat, dan melakukan segala hal yang diketahui kebaikannya serta melarang mereka dari kesyirikan, kemaksiatan, dan segala hal yang diketahui keburukannya; menghalalkan semua makanan, minuman, dan pernikahan yang halal dan baik serta mengharamkan semua yang buruk, seperti daging babi serta makanan dan minuman yang mereka halalkan padahal telah diharamkan oleh Allah; juga menghilangkan beban kewajiban yang memberatkan, seperti memotong bagian pakaian yang terkena najis, membakar kambing, dan hukuman qisas bagi orang yang membunuh tanpa membedakan antara pembunuhan yang disengaja dan yang tidak disengaja. Orang-orang yang percaya kepada Nabi yang ummi, yaitu Muhammad mengakui kenabiannya, menghormatinya, mengagungkannya, dan membelanya, mengikuti Al-Qur'an yang diturunkan kepa-danya, dan mengamalkan sunnahnya maka mereka itulah orang-orang yang sukses meraih janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ {١٥٨} 158. Wahai Rasul, katakanlah kepada seluruh manusia, "Sungguh, aku Rasul yang diutus oleh Allah kepada kalian semua, bukan kepada sebagian dari kalian saja; Yang milik-Nya kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, tidak sepatutnya uluhiah dan ibadah diberikan kepada selain-Nya Yang Mahaagung pujian-Nya, Yang berkuasa menciptakan, membinasakan, dan membangkitkan makhluk. Oleh karena itu, berimanlah kepada Allah dan akuilah keesaan-Nya serta berimanlah kepada Rasul-Nya, yaitu Muhammad, seorang nabi ummi yang beriman kepada Allah, kepada apa yang di-turunkan kepadanya dari Rabbnya, dan apa yang di-turunkan kepada para nabi sebelumnya; ikutilah Rasul ini dan konsistenlah mengamalkan ketaatan kepada Allah sebagaimana yang diperintahkannya, semoga kalian mendapat taufik ke jalan yang lurus."
وَمِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ {١٥٩} 159. Di antara Bani Israil yaitu kaum Musa, terdapat satu golongan yang senantiasa istiqamah di atas kebenaran, memberikan petunjuk kepada manusia dengannya, dan menetapkan hukum secara adil dengannya pula dalam berbagai persoalan.
وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {١٦٠} 160. Kami membagi-bagi Bani israil, yaitu kaum Musa, menjadi dua belas kabilah —sesuai jumlah anak-anak Ya'qub— masing-masing kabilah dikenali dari pemimpinnya. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya saat kehausan di Padang Tih, "Pukullah batu ini dengan tongkatmu!" la pun memukulnya, lalu memancarlah dua belas mata air darinya, kedua belas kabilah tersebut telah mengetahui tempat minumnya masing-masing, satu kabilah tidak akan keliru minum dari mata air kabilah lain. Kami juga menaungkan awan kepada mereka dan menurunkan manna —yaitu sejenis lilin yang rasanya seperti madu— dan salwa —yaitu sejenis burung puyuh—. Kami berfirman kepada mereka, "Makanlah rezeki-rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kalian." Akan tetapi, mereka bosan dan tidak suka kepadanya karena terlalu lama memakan satu jenis makanan saja. Mereka berkata, "Kami tidak bisa bersabar dengan satu jenis makanan sajarMereka meminta makanan yang lebih rendah nilainya sebagai pengganti dari yang lebih baik. Mereka tidak menzhalimi Kami ketika tidak bersyukur kepada Allah dan tidak melaksanakan kewajiban yang Dia tetapkan, akan tetapi mereka menzhalimi diri sendiri karena menghindarkannya dari kebaikan serta menjerumuskannya kepada ke-burukan dan hukuman.
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ {١٦١} 161. Wahai Rasul, ingatlah kemaksiatan Bani Israil kepada Rabb mereka dan kepada nabi mereka yaitu Musa tindakan mereka mengubah ucapan yang diperintahkan agar mereka ucapkan, ketika Allah berfirman, "Tinggallah kalian di Baitulmaqdis, makanlah buah-buahan, biji-bijian, dan pepohonannya di mana dan kapan pun kalian mau, ucapkanlah, 'Ampunilah dosa-dosa kami (hiththah): dan masukilah pintu gerbangnya dalam keadaan tunduk kepada Allah, niscaya Kami ampuni kesalahan kalian sehingga Kami tidak akan menghukum kalian serta Kami akan menambahkan kebaikan dunia dan akhirat kepada orang-orang yang berbuat baik."
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ {١٦٢} 162. Orang-orang yang kafir kepada Allah di antara mereka ada yang mengubah perintah Allah itu, memasuki pintu dengan cara merangkak dan berkata, "Kami minta biji barli (hinthah)!" Lalu, Kami kirimkan adzab dari langit yang membinasakan mereka, disebabkan oleh kezhaliman dan kemaksiatan mereka.
وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ {١٦٣} 163. Wahai Rasul, tanyakan kepada orang-orang Yahudi itu kabar tentang penduduk negeri di dekat laut, ketika para penduduknya melanggar larangan Allah di Hari Sabtu, Allah memerintahkan mereka untuk mengagungkan Hari Sabtu dan tidak menangkap ikan di hari itu. Allah pun menguji mereka, ikan-ikan mereka justru muncul mengapung-apung di permukaan laut pada Hari Sabtu, sedangkan setelah Hari Sabtu berlalu, ikan-ikan itu menghilang ke dalam laut dan tidak terlihat oleh me-reka sama sekali. Mereka pun melakukan trik untuk me-merangkap ikan dengan kolam-kolam di Hari Sabtu, kemudian menangkapnya keesokan hari. Sebagaimana telah Kami jelaskan kepada kalian tentang ujian tersebut, dengan menampakkan ikan di permukaan air di hari yang diharamkan menangkapnya, dan menyembunyikannya di hari yang dihalalkan menangkapnya, begitu pula Kami menguji mereka karena kefasikan dan pelanggaran mereka terhadap perintah Allah.
وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ {١٦٤} 164. Wahai Rasul, ingatlah ketika sekelompok orang di antara mereka berkata kepada kelompok lain yang biasa menasihati para pelanggar di Hari Sabtu dan mencegah mereka supaya tidak bermaksiat kepada Allah, "Mengapa kalian menasihati kaum yang dibinasakan oleh Allah di dunia disebabkan oleh kemaksiatan kepada-Nya atau Dia adzab oleh-Nya dengan adzab yang keras di akhirat?" Orang-orang yang biasa mencegah dari perbuatan maksiat kepada Allah itu berkata, "Kami menasihati dan melarang mereka agar kami memiliki alasan mengenai mereka dan menjalankan kewajiban amar makruf nahi munkar yang ditetapkan oleh Allah terhadap kami, dengan harapan mereka akan bertakwa dan takut kepada Allah serta bertaubat dari kemaksiatan kepada Rabb mereka dan dari pelanggaran terhadap apa yang diharamkan oleh Allah kepada mereka.
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ {١٦٥} 165. Ketika golongan yang melanggar di Hari Sabtu itu mengabaikan peringatan yang disampaikan, melanjutkan pelanggarannya, dan tidak mengindahkan nasihat yang disampaikan oleh para pemberi nasihat, Allah menyelamatkan para pencegah kemaksiatan itu dan menghukum para pelanggar di Hari Sabtu dengan adzab yang keras disebabkan pelanggaran terhadap perintah dan keengganan taat kepada Allah.
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ {١٦٦} 166. Setelah golongan tersebut melanggar larangan Allah menangkap ikan di Hari Sabtu, Allah berfirman kepada mereka, Jadilah kalian kera-kera hina yang terjauhkan dari setiap kebaikan!" maka jadilah mereka seperti itu.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ {١٦٧} 167. Wahai Rasul, ingatlah ketika Allah memper-maklumkan hal itu dengan menyatakan bahwa Dia benar-benar akan mengirimkan seorang yang akan menimpakan, kepada orang-orang Yahudi, adzab yang buruk dan menghinakan mereka hingga Hari Kiamat. Wahai Rasul, Rabbmu benar-benar cepat dalam menghukum siapa yang berhak menerimanya disebabkan oleh kekafiran dan kemaksiatan dan sungguh Dia Maha Pengampun terhadap dosa orang-orang yang bertaubat serta Maha Peyayang terhadap mereka.
وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {١٦٨} 168. Kami pisahkan Bani Israil menjadi beberapa kelompok di bumi, sebagian dari mereka menunaikan hak-hak Allah dan hamba-hamba-Nya, sedangkan sebagian lainnya lalai dan menzhalimi diri sendiri. Kami menguji mereka dengan kesenangan hidup dan kelapangan rezeki, sebagaimana menguji mereka pula dengan kesusahan hidup dan musibah, agar mereka kembali kepada ketaatan dan bertaubat dari kemaksiatan.
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {١٦٩} 169. Setelah orang-orang yang Kami kisahkan itu, datang generasi pengganti yang buruk yang mengambil kitab dari para pendahulu, membaca dan mengetahuinya, tetapi melanggar hukumnya; yang mengambil kesenangan dunia yang ditawarkan dari sumber penghasilan tercela, seperti suap dan lain-lain; hal itu disebabkan oleh ketamakan mereka. Meski demikian, mereka berkata, "Allah akan mengampuni dosa-dosa kita," sebagai angan-angan batil kepada Allah. Jika didatangi kesenangan fana dari jenis harta-harta haram, orang-orang Yahudi itu akan mengambil dan menghalalkannya. Mereka terus melakukan dosa dan memakan harta haram. Apakah mereka belum diambil janji agar menegakkan dan mengamalkan kandungan Taurat, tidak mengatakan atas nama Allah kecuali kebenaran, dan tidak berdusta atas nama-Nya? Mereka mengetahui kandungan Al-Kitab, tetapi mengabaikannya, enggan mengamalkannya, serta menyelisihi perjanjian dengan Allah mengenai hal itu? Negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Tidakkah orang-orang yang mengambil sumber penghasilan tercela itu berpikir bahwa apa yang di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang bertakwa?
وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ {١٧٠} 170. Orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Kitab, melaksanakan akidah dan hukum yang dikandungnya, serta memelihara shalat sesuai batas-batasnya dan tidak menyia-nyiakan waktu-waktunya maka Allah akan membalas amal shalih mereka dan tidak menyia-nyiakannya.
وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {١٧١} 171. Wahai Rasul, ingatlah ketika Kami mengangkat gunung seakan awan yang menaungi Bani Israil, mereka telah merasa yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka, jika mereka tidak menerima hukum-hukum Taurat, dan Kami berfirman kepada mereka, "Laksanakan apa yang Kami berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan ingatlah perjanjian-perjanjian dalam Al-Kitab yang telah Kami tetapkan harus kalian amalkan kandungannya, supaya kalian bertakwa kepada Rabb kalian dan selamat dari hukuman-Nya."
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ {١٧٢} 172. Wahai Nabi, ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan anak cucu Adam dari sulbi ayah mereka dan menegaskan kepada mereka tentang tauhid-Nya berdasarkan fitrah, bahwa Dia adalah Rabb, Pencipta, dan Pemilik mereka, lalu mereka mengakui hal itu; agar mereka tidak menyangkal sedikit pun mengenai hal itu pada Hari Kiamat serta mengaku bahwa hujah Allah belum ditegakkan kepada mereka dan bahwa mereka tidak mengetahuinya.
أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ {١٧٣} 173. Atau mereka mengatakan, "Para leluhur kami da-hulu telah melakukan kesyirikan dan membatalkan janji, selanjutnya kami pun mengikuti mereka, apakah Engkau mengadzab kami karena perbuatan orang-orang yang membatalkan amal dengan kesyirikan ibadah kepada Allah?
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {١٧٤} 174. Wahai Rasul, sebagaimana Kami telah menjelaskan ayat-ayat dan menerangkan perlakuan Kami terhadap umat-umat terdahulu, demikian pula Kami menjelaskan ayat-ayat itu kepada kaummu agar mereka kembali dari kesyirikan kepada Rabb mereka.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ {١٧٥} 175. Wahai Rasul, kisahkan kepada umatmu berita tentang seorang laki-laki Bani Israil yang telah Kami beri hujah dan bukti, ia pun mempelajarinya, lalu kafir kepadanya dan mencampakkannya ke belakang punggung, ia pun dikuasai oleh setan dan termasuk orang yang tersesat dan binasa karena menyelisihi perintah Rabbnya dan menaati setan.
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ {١٧٦} 176. ndaikata Kami berkehendakmengangkat kedudukannya dengan ayat-ayat yang telah Kami berikan itu, tentulah Kami kuasa melakukannya, tetapi ia cenderung kepada dunia, mengikuti hawa nafsu, mengutamakan kesenangan dan syahwat daripada akhirat, serta enggan taat kepada Allah dan menyelisihi perintah-Nya. Perumpamaan laki-laki ini seperti anjing, baik kauusir atau pun kau biarkan, ia tetap menjulurkan lidah. Demikianlah orang yang meninggalkan ayat-ayat Allah, tetap berada dalam kekafiran baik engkau berusaha mendakwahinya dengan sungguh-sungguh atau membiarkannya. Wahai Rasul, itulah gambaran orang-orang yang tersesat sebelum datangnya petunjukdan risalah kepada mereka. Wahai Rasul, kisahkanlah berita-berita tentang umat-umat di masa lalu, pemberitahuanmu itu merupakan mukjizat yang sangat besar, barangkali kaummu merenungkan apa yang kaubawakan kepada mereka, lalu beriman kepadamu.
سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ {١٧٧} 177. Sungguh buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan hujah dan bukti dari Allah, mereka membantahnya dan dalam keadaan menzhalimi diri sendiri karena pendustaan terhadap hujah dan bukti ini.
مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {١٧٨} 178. Barang siapa yang mendapat taufik dari Allah untuk beriman dan taat kepada-Nya maka dialah orang yang benar-benar mendapat taufik, sedangkan siapa yang Dia biarkan, tidak Dia beri taufik maka dialah orang yang rugi dan binasa. Hanya Allah yang bisa memberikan petunjuk dan menyesatkan.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ {١٧٩} 179. Kami telah menciptakan untuk neraka sekian banyak jin dan manusia -yang di dalamnya Allah mengadzab siapa yang berhak menerimanya di akhirat- mereka memiliki hati tetapi tidak digunakan untuk memahami, tidak mengharapkan pahala dan tidak takut akan adzab; mereka memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat ayat dan bukti dari Allah; mereka memiliki telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Kitabullah, lalu memikirkannya; mereka itu seperti binatang ternak yang tidak memahami perkataan yang diucapkan kepada mereka, tidak memahami apa yang dilihatnya, serta tidak dapat mencerna sehingga membedakan antara kebaikan dan keburukan; bahkan, mereka itu lebih sesat daripada binatang ternak, karena binatang ternak masih bisa melihat hal-hal yang bermanfaat dan membahayakan dirinya, serta menurut kepada penggembalanya, sedangkan mereka tidak demikian; mereka itulah orang-orang yang lalai dari keimanan dan ketaatan kepada Allah.
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {١٨٠} 180. Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama indah) yang menunjukkan keagungan-Nya yang sempurna. Seluruh nama-Nya indah maka berdoa-lah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang kauinginkan. Biarkan orang-orang yang meng-ubah nama-nama-Nya dengan menambah, mengurangi, atau menyimpangkan maknanya, misalnya menggunakan nama-nama tersebut untuk menamai siapa yang tidak berhak menyandangnya, seperti orang-orang musyrik yang menamai ilah-ilah mereka dengannya atau memaknainya dengan makna yang tidak dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya; mereka itu pasti mendapat balasan perbuatan buruk yang telah mereka lakukan di dunia, berupa kekafiran kepada Allah, pengingkaran terhadap nama-nama-Nya, dan pendustaan kepada Rasul-Nya.
وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ {١٨١} 181. Di antara orang-orang yang telah Kami cipta-kan, terdapat segolongan orang mulia yang meng-ikuti petunjuk kebenaran, mendakwahkannya, serta memutuskan perkara dan menegakkan keadilan di tengah-tengah manusia dengannya. Mereka itulah para "pemimpin dalam petunjuk" yang dikaruniai oleh Allah kenikmatan berupa keimanan dan amal shalih.
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ {١٨٢} 182. Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mengingkarinya, dan tidak mengambil pelajaran darinya maka akan Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu rezeki dan jalan-jalan kehidupan di dunia sebagai jebakan bagi mereka, agar mereka tertipu oleh keadaan mereka dan menyangka bahwa mereka dalam kebenaran, kemudian Kami hukum mereka secara tiba-tiba tanpa mereka sadari. Inilah hukuman Allah atas pendustaan mereka terhadap hujah-hujah dan ayat-ayat Allah.
وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ {١٨٣} 183. Dan Kami beri tangguh orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami sehingga mengira bahwa mereka tidak akan dihukum, lalu semakin bertambah kekafiran dan penyimpangan mereka, dengan demikian adzab akan dilipatgandakan bagi mereka. Sungguh, tipu daya-Ku sangat kuat lagi keras, tidak mungkin bisa dicegah dengan kekuatan maupun tipu muslihat.
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا ۗ مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ {١٨٤} 184. Tidakkah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu berfikir dan mengetahui bahwa Muhammad itu tidak gila? la hanyalah seorang pemberi peringatan bagi mereka dari hukuman Allah atas kekafiran mereka kepada-Nya, jika mereka tidak beriman, serta pemberi nasihat yang menjelaskan.
أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ {١٨٥} 185. Tidakkah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah itu memperhatikan kerajaan Allah yang agung dan kekuasaan-Nya yang hebat di langit dan di bumi serta semua ciptaan Allah yang ada pada keduanya, lalu merenungkan dan mengambil pelajaran dari hal itu; memperhatikan ajal mereka yang mungkin sudah dekat, sehingga mungkin mereka mati dalam keadaan kafir dan terkena adzab dan hukuman Allah yang pedih? Setelah Al-Qur'an, peringatan apakah yang mereka percaya dan mengerti?
مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ {١٨٦} 186. Barang siapa yang disesatkan oleh Allah dari jalan petunjuk maka tiada yang bisa memberikan petunjuk kepadanya dan akan dibiarkan-Nya mereka itu kebingungan dan terombang-ambing dalam kekafiran.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ {١٨٧} 187. Wahai Rasul, orang-orang kafir Mekah bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat, kapan terjadinya? Katakan kepada mereka, "Pengetahuan tentang terjadinya Kiamat hanya Allah yang memiliki, tidak ada yang bisa memberitahukannya kecuali Dia. Sungguh berat untuk mengetahuinya, para penduduk langit dan bumi tidak tahu, malaikat yang didekatkan dan para nabi yang diutus pun tidak tahu. Kiamat itu tidak terjadi kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu mengenainya, seakan-akan engkau sangat ingin mengetahuinya, menguasai pertanyaan mengenainya. Katakan kepada mereka, "Pengetahuan mengenainya ada di sisi Allah yang mengetahui hal gaib di langit dan bumi, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa hal itu hanya diketahui oleh Allah."
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {١٨٨} 188. Wahai Rasul, katakanlah, "Aku tidak mampu mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri atau mencegah keburukan yang menimpanya, kecuali jika Allah menghendaki. Andaikata aku mengetahui hal gaib, tentu telah kulakukan sebab-sebab yang kuketahui akan membawa kepada banyak kemaslahatan dan kemanfaatan serta menghindari sebab-sebab yang membawa kepada keburukan sebelum terjadinya. Aku hanyalah rasul Allah yang diutus kepada kalian. Kusampaikan peringatan tentang kengerian hukuman-Nya dan kusampaikan kabar gembira tentang pahala-Nya kepada orang-orang yang percaya bahwa aku seorang rasul Allah serta mengamalkan syariat-Nya.
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ {١٨٩} 189. Wahai manusia, Dialah yang menciptakan kalian dari satu jiwa, yaitu Adam lalu dari satu jiwa itu Dia ciptakan istrinya, yaitu Hawa, agar ia merasakan ketentraman bersamanya. Setelah disetubuhinya -maksudnya hubungan suami-istri yang dilakukan oleh keturunan Adam-, ia mengandung kandungan air yang ringan, masih bisa dengan mudah berdiri dan duduk dengan kandungan itu, dan kandungannya pun berproses sempurna. Ketika mendekati masa persalinan, kedua suami istri itu berdoa kepada Rabb mereka, "Jika Eng-kau anugerahkan kepada kami seorang anak yang sempurna lagi shalih, kami sungguh akan menjadi sebagian orang yang bersyukur kepada-Mu atas anugerah anak shalih yang Kauberikan kepada kami."
فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا ۚ فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ {١٩٠} 190. Ketika suami-istri itu mendapat anugerah se-orang anak shalih, ternyata keduanya menyekutukan Allah dalam hal anak yang diciptakan hanya oleh Allah serta menjadikannya beribadah kepada selain Allah. Mahasuci Allah dari setiap persekutuan.
أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ {١٩١} 191. Bagaimana mungkin orang-orang musyrik itu mempersekutukan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya dalam ibadah, padahal mereka tidak mampu menciptakan sesuatu, bahkan mereka diciptakan?
وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ {١٩٢} 192. Mereka juga tidak mampu membela orang-orang yang beribadah kepada mereka atau mencegah keburukan dari diri mereka sendiri? Jika mereka itu tidak menciptakan apa pun, bahkan diciptakan, serta tidak mampu mencegah keburukan dari orang yang beribadah kepada mereka maupun dari diri mereka sendiri, bagaimana mereka dijadikan sebagai ilah-ilah yang dipersekutukan dengan Allah? Ini benar-benar kezhaliman dan kebodohan yang paling buruk.
وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ {١٩٣} 193. ahai orang-orang musyrik, jika kalian menyeru berhala-berhala yang kalian ibadahi bersama Allah itu kepada petunjuk, mereka tidak bisa mendengar seruan itu dan tidak mengikuti kalian, sama saja apakah kalian berseru atau diam kepada mereka, karena mereka tidak bisa mendengar, melihat, memberi petunjuk, dan diberi petunjuk.
إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ {١٩٤} 194. Wahai orang-orang musyrik, ilah-ilah yang kalian ibadahi selain Allah itu dimiliki oleh Rabb mereka, sebagaimana kalian juga dimiliki oleh Rabb kalian. Jika kalian benar bahwa mereka berhak diibadahi maka serulah mereka, supaya mereka menyambut seruan kalian, jika mereka bisa menyambut seruan dan mewujudkan permintaan. Jika tidak, jelaslah bahwa kalian itu dusta dan membuat kebohongan yang paling besar atas nama Allah.
أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ {١٩٥} 195. Apakah ilah-ilah dan berhala-berhala ini memiliki kaki untuk menemani kalian berjalan menuju kebutuhan-kebutuhan kalian? Ataukah mereka memiliki tangan untuk membela dan membantu kalian dalam menghadapi orang-orang yang ingin menimpakan keburukan terhadap kalian? Apakah mereka memiliki mata untuk melihat sehingga bisa memberitahu kalian tentang apa yang mereka lihat, tetapi tidak terlihat oleh kalian? Apakah mereka memiliki telinga untukmendengarsehingga bisa memberitahu kalian apa yang belum pernah kalian dengar? Jika ilah-ilah yang kalian ibadahi itu tidak memiliki semua ini, lantas apakah alasan kalian beribadah kepada mereka, sedangkan mereka tidak memiliki apa pun sarana untuk mendatangkan manfaat dan mencegah mudharat?Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik penyembah berhala, "Serulah ilah-ilah yang kalian jadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah, kemudian berkumpullah untuk menimpakan keburukan terhadapku, jangan menunda-nunda,tetapi segeralah melakukan hal itu, aku tidak peduli terhadap ilah-ilah kalian, karena aku berserah diri kepada penjagaan Allah saja.
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ {١٩٦} 196. Sungguh, waliku adalah Allah yang mengurus, menjaga, dan menolongku, Dialah yang menurunkan Al-Qur'an kepadaku dengan kebenaran dan Dialah yang mengurusi hamba-hamba-Nya yang shalih, membela mereka menghadapi musuh dan tidak membiarkan mereka.
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ {١٩٧} 197. Ilah-ilah selain Allah yang kalian ibadahi itu tidak mampu membela kalian dan tidak kuasa menolong diri mereka sendiri.
وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ {١٩٨} 198. Wahai orang-orang musyrik, jika kalian menyeru ilah-ilah kalian agar berada di atas kebenaran, mereka tidak mendengar seruan kalian. Wahai Rasul, kaulihat ilah-ilah para penyembah berhala yang musyrik itu berhada-pan denganmu seakan-akan memandangmu, akan tetapi mereka tidak melihat, karena mereka tidak memiliki indera penglihatan dan tidak memiliki pemahaman.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ {١٩٩} 199. Wahai Nabi, terimalah keutamaan akhlak dan perbuatan manusia, jangan menuntut mereka hal yang memberatkan sehingga mereka lari, perintahkan setiap ucapan dan perbuatan yang baik, serta jangan bertengkar dengan orang-orang bodoh atau menyerupai orang-orang yang dungu.
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {٢٠٠} 200. Wahai Nabi, jika setan menjadikanmu marah, kaurasakan ia menggodamu atau melemahkan semangatmu dalam beramal baik, atau mendorong melakukan kejahatan maka berlindunglah kepada Allah, sungguh Dia Maha Mendengar setiap ucapan lagi menge-tahui setiap perbuatan.
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ {٢٠١} 201. Sungguh, orang-orang yang bertakwa kepada Allah, dalam arti takut kepada hukuman-Nya dengan menjalankan kewajiban yang Dia tetapkan dan menjauhi larangan-Nya, jika ditimpa apa pun dari gangguan setan, mereka itu teringat kepada perintah Allah untuk taat dan bertaubat kepada-Nya maka seketika mereka berhenti dari maksiat kepada Allah itu dengan kesadaran, melaksanakan perintah Allah, dan menentang ajakan setan.
وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ {٢٠٢} 202. Saudara-saudara para setan itu, yaitu manusia-manusia sesat pendosa, mendapat dukungan dari setan-setan jin dalam kesesatan dan penyimpangan. Setan-setan jin itu tidak kurang-kurangnya membantu setan-setan manusia dalam kesesatan, sebaliknya setan-setan manusia juga tidak kurang-kurang dalam melaksanakan bisikan setan-setan jin.
وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ مِنْ رَبِّي ۚ هَٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٢٠٣} 203. Wahai Rasul, jika engkau tidak membawa satu ayat kepada orang-orang musyrik itu, mereka berkata, "Mengapa engkau tidak membuat ayat sendiri?" Katakan, wahai Rasul, "Ini bukan kewenanganku, aku tidak boleh melakukannya karena Allah memerintahku agar mengikuti wahyu yang Dia turunkan kepadaku dari sisi-Nya, yaitu Al-Qur'an yang kubacakan kepada kalian sebagai hujah dan bukti dari Rabb kalian, penjelasan yang memberi petunjuk orang-orang mukmin ke jalan yang benar, serta sebagai kasih-sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman."
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ {٢٠٤} 204. Jika Al-Qur'an dibacakan maka dengarkan dan perhatikan baik-baik, wahai manusia, agar kalian memaha-minya supaya Allah merahmati kalian dengannya.
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ {٢٠٥} 205. Wahai Rasul, ingatlah Rabbmu di dalam hati dengan kekhusyukan dan ketawadhuan serta dengan hati takut dan khawatir kepada-Nya; berdoalah kepada-Nya dengan suara pertengahan antara keras dan pelan di pagi hari dan sore hari, janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai dari dzikir kepada Allah dan melupakan-Nya sepanjang waktu.
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ ۩ {٢٠٦} 206. Para malaikat yang di sisi Rabbmu itu tidak sombong untuk beribadah kepada Allah, sebaliknya mereka itu selalu taat kepada perintah-Nya, bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, memahasucikan-Nya dari hal yang tidak layak bagi-Nya, serta bersujud hanya kepada-Nya, tiada sekutu bagi-Nya.
Al-Qur'an Today @2006