سورةالانفال {٨} 8. AL-ANFAAL
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ {١} 1. Wahai Nabi, sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu tentang bagaimana pembagian ghanimah Perang Badar. Jawablah, "Kewenangannya ada pada Allah dan Rasul-Nya; Rasul yang membagikannya dengan perintah Rabbnya, oleh karena itu hendaklah kalian takut kepada hukuman Allah, jangan berani bermaksiat kepada-Nya, hindari perdebatan dan persengketaan lantaran harta ghanimah ini, perbaikilah hubungan di antara kalian, serta hendaklah kalian selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian orang yang beriman, karena keimanan itu mengajak untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya."
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {٢} 2. Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah ialah mereka yang apabila Allah disebut, hati mereka bergetar; apabila ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, bertambahlah keimanan mereka karena merenungkan makna-maknanya; dan mereka bertawakal hanya kepada Allah sehingga tidak berharap atau takut kepada selain-Nya.
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ {٣} 3. Orang-orang yang senantiasa melaksanakan shalat fardhu dengan tepat waktu dan membelanjakan sebagian harta rezeki dari Kami untuk hal yang Kami perintahkan.
أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ {٤} 4. Orang-orang yang melakukan semua perbuatan itulah yang benar-benar beriman, secara lahir dan batin terhadap apa yang diturunkan kepada mereka, mereka akan memperoleh tempat tinggal-tempat tinggal yang tinggi di sisi Allah, ampunan dosa, dan rezeki mulia, yaitu surga.
كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ {٥} 5. Sebagaimana tatkala kalian bersengketa mengenai harta ghanimah, Allah mencabut harta tersebut dari kalian dan menetapkan pembagiannya menjadi kewenangan-Nya dan Rasul-Nya begitu pula Allah memerintahmu —wahai Nabi— keluar dari Madinah untuk mencegat kafilah dagang Quraisy. Itu berdasarkan wahyu yang dibawa Jibril kepadamu, meskipun ada sebagian orang beriman yang tidak suka keluar.
يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ {٦} 6. Wahai Nabi, sebagian orang beriman itu membantahmu soal peperangan, setelah mengetahui secara jelas bahwa peperangan itu pasti terjadi, seakan-akan mereka digiring menuju kematian yang dilihatnya dengan mata kepala.
وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ {٧} 7. Wahai para pembantah, ingatlah janji Allah untuk memberikan kemenangan kepada kalian terhadap salah satu dari dua kelompok, yaitu kelompok kafilah dagang dengan harta bawaannya atau kelompok pasukan musuh yang dikalahkan melalui peperangan. Kalian lebih suka mendapatkan kelompok kafilah dagang tanpa peperangan, sedangkan Allah hendak mewujudkan kebenaran Islam, memuliakannya dengan memerintahkan perang melawan orang-orang kafir, dan menumpas orang-orang kafir dengan kebinasaan.
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ {٨} 8. Agar Allah memuliakan Islam dan pemeluknya serta menumpas kesyirikan dan penganutnya, sekalipun orang-orang musyrik tidak menyukai hal itu.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ {٩} 9. Ingatlah nikmat Allah kepada kalian pada Perang Badar, ketika kalian memohon kemenangan atas musuh, lalu Allah mengabulkan doa kalian seraya berfirman, "Sungguh, Aku akan membantu kalian dengan seribu malaikat dari langit yang datang silih berganti."
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {١٠} 10. Bantuan yang diberikan Allah itu hanya sebagai kabar gembira bagi kalian mengenai datangnya kemenangan, agar hati kalian tenang dan yakin akan pertolongan Allah. Kemenangan itu datang hanya dari sisi Allah, bukan karena kekuatan kalian. Sungguh, Allah Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya serta Mahabijaksana dalam mengelola urusan dan menetapkan syariat.
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ {١١} 11. Ketika Allah memberi kalian kantuk untuk menentramkan hati dari rasa takut akan dikalahkan musuh serta menurunkan air hujan kepada kalian dari awan untuk mensucikan kalian dari hadats yang tampak dan menghilangkan godaan setan di hati kalian agar menguatkan kesabaran kalian dalam berperang dan meneguhkan kaki orang-orang mukmin dengan menjadikan becek tanah berpasir melalui hujan sehingga telapak kaki tidak mudah tergelincir.
إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ {١٢} 12. Wahai Nabi, ingatlah ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikatyang dijadikan sebagai bala bantuan bagi kaum muslimin di Perang Badar, "Sungguh, Kami bersama kalian akan menolong kalian maka kuatkanlah tekad orang-orang beriman!" Aku akan menimpakan rasa takut yang besar dan kehinaan di hati orang-orang kafir maka —wahai orang-orang beriman— penggallah leher orang-orang kafir dan tebaslah setiap organ dan persendian mereka.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ {١٣} 13. Semua yang menimpa orang-orang kafir itu, yaitu pemenggalan kepala, leher, dan organ-organ tubuh mereka itu terjadi disebabkan mereka melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya maka Allah benar-benar keras siksa-Nya di dunia dan akhirat.
ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ {١٤} 14. Wahai orang-orang kafir yang melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya di dunia, rasakanlah adzab yang Kusegerakan untuk kalian dalam kehidupan dunia itu, sedangkan di akhirat kalian akan mendapat adzab neraka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ {١٥} 15. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika kalian berhadapan dengan orang-orang kafir dalam peperangan dalam jarak dekat. Janganlah berbalik ke belakang melarikan diri, tetapi bertahanlah menghadapi mereka. Sungguh, Allah bersama kalian dan menolong kalian menghadapi mereka.
وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ {١٦} 16. Barang siapa di antara kalian yang melarikan diri pada hari pertempuran itu, kecuali hanya berbelok untuk mengelabui orang-orang kafir atau bergabung dengan pasukan kaum muslimin yang berada di medan pertempuran lain, di mana pun mereka, berarti ia berhak mendapat murka dari Allah, tempat tinggalnya di Neraka Jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali.
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {١٧} 17. Wahai orang-orang yang beriman, bukan kalian yang membunuh orang-orang musyrik di Perang Badar, tetapi Allah yang telah membunuh mereka dengan membantu kalian melakukannya. Wahai Nabi, bukan engkau yang memanah, ketika engkau memanah, tetapi Allah yang telah memanah karena Dialah Yang menepatkan anak panah yang kalian bidikkan itu ke wajah orang-orang kafir. (Allah melakukan hal itu) agar Dia menguji orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menyampaikan mereka ke derajat-derajat tinggi di surga dengan jihad, serta menunjukkan nikmat-Nya kepada mereka sehingga mereka bersyukur kepada-Nya. Sungguh, Allah Maha mendengar doa dan ucapan kalian, baik yang kalian rahasiakan maupun yang kalian nyatakan, serta Maha melihat terhadap hal-hal yang mengandung kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya.
ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ {١٨} 18. Dibunuh dan dipanahnya orang-orang musyrik ketika mereka kalah dan ujian baik berupa kemenangan yang diperoleh orang-orang mukmin terhadap musuh, itu semua karunia Allah untuk orang-orang mukmin. Dan Allah -di masa yang akan datang- benar-benar akan melemahkan dan membatalkan tipu daya orang-orang kafir sehingga mereka tunduk dan patuh kepada kebenaran atau binasa.
إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ {١٩} 19. Wahai orang-orang kafir, jika kalian meminta kepada Allah agar menimpakan adzab terhadap orang-orang yang melampaui batas lagi zhalim maka Dia telah mengabulkan permintaan kalian ketika menimpakan hukuman-Nya yang bisa menjadi pelajaran bagi kalian dan orang-orang bertakwa. Jika kalian -wahai orang-orang kafir berhenti dari kekafiran kepada Allah dan Rasul-Nya serta tindakan memerangi Nabi-Nya maka itu lebih baik bagi kalian di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi, jika kalian kembali memerangi Muhammad dan para pengikutnya yang beriman, Kami akan kembali menimpakan kekalahan kepada kalian sebagaimana yang pernah kalian rasakan pada Perang Badar. Adapun golongan kalian, tidak akan berguna sedikit pun bagi kalian sebagaimana halnya di Perang Badar itu, meski jumlah personil dan perlengkapan kalian banyak, sedangkan jumlah personil dan perlengkapan orang-orang mukmin sedikit. Sungguh, Allah bersama orang-orang mukmin dengan bantuan dan pertolongan-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ {٢٠} 20. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, taatilah Allah dan Rasul-Nya dalam perintah dan larangan-Nya serta janganlah meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sedangkan kalian mendengarkan hujah dan bukti yang dibacakan kepada kalian di dalam Al-Qur'an.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ {٢١} 21. Janganlah kalian -wahai orang-orang yang beriman- menyelisihi Allah dan Rasul-Nya, yaitu Muhammad, sebagaimana halnya orang-orang musyrik dan munafik yang apabila mendengar kitab Allah dibacakan, mereka berkata, "Kami telah mendengar dengan telinga kami," padahal pada hakikatnya mereka tidak memperhatikan dan tidak memikirkan apa yang mereka dengar.
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ {٢٢} 22. Sungguh, makhluk paling buruk bagi Allah di antara seluruh makhluk-Nya yang bergerak di permukaan bumi ialah orang-orang tuli yang tersumbat telinganya dari kebenaran sehingga tidak bisa mendengarkannya dan bisu lidahnya terhadap kebenaran sehingga tidak bisa me-ngatakannya, mereka itu orang-orang yang tidak memahami perintah dan larangan Allah.
وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ {٢٣} 23. Andaikata Allah mengetahui kebaikan pada mereka, tentulah Dia jadikan mereka bisa mendengar nasihat dan pelajaran dari Al-Qur'an sehingga memahami hujah dan bukti dari Allah, tetapi Allah mengetahui bahwa tidak ada kebaikan pada mereka dan bahwa mereka tidak akan beriman. Andaikata -sekadar sebagai pengandaian- Allah menjadikan mereka mendengar, tentulah mereka, dengan sengaja dan keras kepala, tetap menolak beriman setelah memahaminya, dan berpaling darinya. Mereka sama sekali tidak akan menoleh kepada kebenaran.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ {٢٤} 24. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Rabb serta kepada Muhammad sebagai nabi dan rasul, sambutlah Allah dan Rasul dengan ketaatan ketika ia mengajak kalian kepada kebenaran yang memberi kalian kehidupan. Sambutan kepada seruan tersebut mengandung perbaikan terhadap kehidupan kalian di dunia dan akhirat. Ketahuilah -wahai orang-orang yang beriman bahwa Allah adalah Yang Maha mengatur segala sesuatu dan Yang Mahakuasa untuk membuat penghalang antara manusia dengan kehendak hatinya. Dia Yang seyogianya disambut ajakan-Nya, karena di tangan-Nya terletak kekuasaan atas segala sesuatu. Ketahuilah bahwa kalian akan dikumpulkan pada hari yang tiada keraguan mengenainya, lalu setiap orang akan memperoleh balasan yang layak baginya.
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٢٥} 25. Wahai orang-orang yang beriman, berhati-hatilah terhadap bencana yang ditimpakan secara umum kepada pelaku kejahatan maupun lainnya, tidak hanya ditimpakan kepada para pelaku kemaksiatan dan dosa, akan tetapi juga kepada orang-orang shalih, apabila mereka mampu mencegah kemunkaran akan tetapi tidak mencegahnya. Ketahuilah bahwa Allah itu sangat keras siksa-Nya bagi siapa yang menyelisihi perintah dan larangan-Nya.
وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ {٢٦} 26. Wahai orang-orang beriman, ingatlah nikmat-nikmat Allah kepada kalian ketika kalian masih di Mekah berjumlah sedikit dalam keadaan tertindas, kalian takut ditangkap dengan segera oleh orang-orang kafir, lalu Allah menjadikan tempat perlindungan bagi kalian, yaitu Madinah, menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya pada Perang Badar, dan memberi makan kalian dari rezeki-rezeki baik -di antaranya dari ghanimah- agar kalian bersyukur kepada-Nya atas rezeki dan nikmat yang Dia karuniakan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ {٢٧} 27. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jangan mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dengan meninggalkan kewajiban yang Dia tetapkan atau melanggar larangan-Nya. Jangan melalaikan amanah yang dibebankan kepada kalian sedangkan kalian mengetahui bahwa ia merupakan amanah yang wajib kalian tunaikan.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ {٢٨} 28. Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa harta titipan Allah dan anak-anak yang merupakan anugerah-Nya kepada kalian adalah ujian dari-Nya bagi hamba-hamba-Nya, agar Dia mengetahui apakah mereka bersyukur kepada-Nya atas nikmat itu dan menaati-Nya di dalamnya ataukah justru mereka dilalaikan oleh nikmat-nikmat dari-Nya itu? Ketahuilah bahwa Allah memiliki kebaikan dan pahala besar bagi siapa yang bertakwa dan taat kepada-Nya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ {٢٩} 29. ahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika kalian bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, niscaya Dia menjadikan untuk kalian pemisah antara kebenaran dan kebatilan serta menghapuskan dan menutupi dosa-dosa kalian yang telah lalu sehingga tidak Dia jatuhkan hukuman kepada kalian karenanya. Allah adalah Pemiliki karunia yang agung.
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ {٣٠} 30. Wahai Rasul, ingatlah ketika orang-orang musyrik, di antara kaummu di Mekah, membuat tipu muslihat untuk memenjarakan, membunuh, atau mengusirmu dari negerimu.Mereka membuattipu muslihat terhadapmu, sedangkan Allah akan membalikkan tipu muslihat itu kepada mereka sebagai balasan perbuatan mereka. Allah membuat tipu muslihat dan Allah sebaik-baik yang membuat tipu muslihat.
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ {٣١} 31. Jika ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada orang-orang yang kafir kepada Allah itu, niscaya lantaran kebodohan dan penentangan terhadap kebenaran, mereka berkata, "Kami pernah mendengar ini sebelumnya. Jika menghendaki, kami bisa mengatakan yang seperti Al-Qur'an ini. Al-Qur'an yang kaubacakan kepada kami ini, wahai Muhammad, hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ {٣٢} 32. Wahai Rasul, ingatlah ucapan orang-orang musyrik dari kalangan kaummu ketika berdoa kepada Allah, "Jika yang dibawa oleh Muhammad ini merupakan kebenaran dari sisi-Mu maka hujanilah kami bebatuan dari langit atau datangkan kepada kami adzab yang pedih."
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ {٣٣} 33. Wahai Rasul, sekali-kali Allah tidak akan mengadzab orang-orang musyrik itu, sedangkan engkau berada di tengah-tengah mereka. Allah pun sekali-kali tidak akan mengadzab mereka sedangkan mereka memohon ampunan dosa.
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٣٤} 34. Bagaimana mereka tidak berhak ditimpa adzab Allah, sedangkan mereka menghalang-halangi wali-wali-Nya, yaitu orang-orang yang beriman, dari bertawaf di Kakbah dan shalat di Masjidil Haram, padahal mereka bukanlah wali-wali Allah?! Wali-wali Allah hanyalah orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan, tetapi kebanyakan orang kafir itu tidak mengetahui. Karena itulah mereka mengaku berhak terhadap suatu perkara, padahal yang lebih berhak terhadap perkara itu adalah orang lain.
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ {٣٥} 35. Shalat yang mereka lakukan di Masjidil Haram hanya-lah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah adzab pem-bunuhan dan penawanan pada Perang Badar, disebabkan oleh keingkaran dan perbuatan jahat kalian yang tidak mungkin dilakukan selain oleh orang-orang kafir yang mengingkari tauhid Rabb mereka dan risalah nabi mereka.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ {٣٦} 36. Sungguh, orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan bermaksiat kepada Rasul-Nya itu menginfakkan harta kepada orang-orang yang musyrik dan sesat seperti mereka, untuk merintangi jalan Allah dan mencegah orang-orang mukmin beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan menginfakkan harta untuk tujuan itu, yang akan berakibat penyesalan bagi mereka, karena harta mereka habis, namun mereka tidak memperoleh apa yang mereka harapkan, yaitu memadamkan cahaya Allah dan merintangi jalan-Nya. Bahkan, pada akhirnya, mereka akan dikalahkan oleh orang-orang yang beriman. Orang-orang kafir itu akan dikumpulkan, lalu diadzab di Jahanam.
لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {٣٧} 37. Allah akan mengumpulkan dan menghinakan orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka serta menginfakkan harta untuk mencegah manusia dari keimanan kepada Allah dan menghalang-halangi jalan-Nya itu, agar Dia memisahkan antara yang buruk dan yang baik serta menjadikan harta haram yang diinfakkan guna menghalang-halangi dari din Allah itu bertumpuk-tumpuk, lalu dimasukkan ke Neraka Jahanam. Orang-orang kafir itulah yang merugi di dunia dan akhirat.
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ {٣٨} 38. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dari kalangan kaummu bahwa jika mereka berhenti dari kekafiran dan permusuhan kepada Nabi lantas kembali kepada keimanan kepada Allah dan tidak memerangi Rasul beserta orang-orang beriman, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa mereka di masa lalu, karena Islam itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya. Tetapi jika orang-orang musyrik itu kembali memerangimu —wahai Rasul—, setelah bencana yang menimpa mereka di Perang Badar maka telah berlalu jalan orang-orang di masa lalu, yaitu bahwa mereka itu apabila mendustakan dan terus melakukan penentangan, sungguh Kami akan menyegerakan adzab dan hukuman kepada mereka.
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {٣٩} 39. Wahai orang-orang beriman, perangilah orang-orang musyrik itu sehingga tidak ada lagi kesyirikan dan upaya merintangi jalan Allah; sehingga hanya Allah saja yang diibadahi, tiada sekutu bagi-Nya, lalu hilanglah bencana yang menimpa hamba-hamba Allah di bumi; sehingga seluruh din, ketaatan, dan ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata, tidak kepada lain-Nya. Jika mereka berhenti dari menyiksa orang-orang mukmin dan dari menyekutukan Allah, sebaliknya mereka mengikuti dinul haq bersama kalian, niscaya perbuatan mereka meninggalkan kekafiran dan masuk Islam itu tidak tersembunyi dari pengetahuan Allah.
وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ {٤٠} 40. Tetapi jika orang-orang musyrik itu berpaling dari ajakan kalian —wahai orang-orang beriman—, yaitu untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berhenti memerangi kalian, sebaliknya mereka bersikukuh di atas kekafiran dan permusuhan terhadap kalian maka yakinlah bahwa Allah adalah penolong kalian. Dialah sebaik-baik penolong kalian dan penolong wali-wali-Nya dalam menghadapi musuh.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٤١} 41. Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa apa yang kalian peroleh dari musuh dengan jihad fi sabilillah, empat per-limanya merupakan hak para prajurit yang ikut bertempur dalam peperangan, sedangkan yang seperlima (khumus) dibagi menjadi lima bagian: bagian pertama untuk Allah dan Rasul, bagian ini digunakan untuk kepentingan kaum muslimin secara umum; bagian kedua untuk kerabat Rasulullah, yaitu Bani Hasyim dan Bani Muthalib, yang diberikan sebagai pengganti sedekah yang tidak halal bagi mereka; bagian ketiga untuk anak-anak yatim; bagian keempat untuk orang-orang miskin; dan bagian kelima untuk para musafir yang kehabisan bekal; jika kalian mengaku bertauhid dan taat kepada Allah, beriman kepada ayat-ayat dan pertolongan-pertolongan yang diturunkan kepada hamba-Nya, yaitu Muhammad, serta kejayaan yang diberikan pada hari ketika Dia memisahkan antara kebenaran dan kebatilan di Badar, hari ketika dua pasukan, yaitu pasukan orang beriman dan pasukan orang musyrik bertemu. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang luput dari kekuasaan-Nya.
إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ {٤٢} 42. Ingatlah ketika kalian berada di sisi lembah yang lebih dekat ke Madinah, sedangkan musuh turun di sisi lembah yang lebih jauh, sementara kafilah dagang berada di bawah kalian di pantai Laut Merah. Andaikata kalian berusaha menetapkan waktu pertemuan ini, tentu kalian berselisih, akan tetapi Allah mempertemukan kalian tanpa penetapan waktu sebelumnya agar Dia memutuskan perkara yang pasti terjadi, yaitu ketetapan memenangkan para wali-Nya dan membiarkan musuh-musuh-Nya terbunuh dan tertawan. Hal itu supaya siapa yang binasa di antara mereka itu binasa berdasarkan hujah Allah yang nyata, yang disaksikannya, dan yang membantah semua alasannya serta supaya siapa yang hidup itu hidup berdasarkan hujah Allah yang telah nyata dan disaksikannya pula. Sungguh, Allah Maha Mendengar ucapan dua kelompok ini, tidak sedikit pun yang tidak Dia ketahui, serta Dia Mahatahu tentang niat mereka.
إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {٤٣} 43. Wahai Nabi, ingatlah ketika Allah memperlihatkan sedikitnya jumlah musuh kepadamu di dalam mimpi, lalu kauberitahukan hal itu kepada orang-orang yang beriman sehingga hati mereka menjadi kuat dan mereka semakin berani berperang. Andaikata Rabb memperlihatkan banyaknya jumlah mereka kepadamu, niscaya para sahabatmu ragu menghadapi mereka serta kalian menjadi pengecut dan berbeda pendapat mengenai urusan perang. Akan tetapi, Allah menyelamatkan dari kekalahan dan akibat buruk hal tersebut. Sungguh, Dia Mahatahu tentang hal-hal yang tersembunyi di dalam hati dan berbagai karakter kejiwaan.
وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ {٤٤} 44. Ingatlah pula ketika musuh tampil di medan perang, mereka tampaksedikit di mata kalian sehingga kalian berani menghadapi, sebaliknya kalian juga Dia jadikan tampak sedikit di mata mereka sehingga mereka tidak melakukan persiapan untuk memerangi, agar Allah menetapkan perkara yang pasti terjadi, yaitu mewujudkan janji-Nya kepada kalian berupa kemenangan, sehingga kalimat Allah menjadi tinggi sedangkan kalimat orang-orang kafir menjadi rendah. Hanya kepada Allah kembalinya seluruh urusan, Dia membalas setiap orang dengan balasan yang layak diperolehnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {٤٥} 45. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan syariat-Nya, apabila kalian berhadapan dengan sebuah pasukan kafir yang telah bersiaga memerangi maka bertahanlah dan jangan mundur, banyaklah mengingat Allah seraya berdoa dan memohon kepada-Nya agar menurunkan pertolongan kepada kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung.
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ {٤٦} 46. Senantiasa taatlah kepada Allah serta taatlah kepada Rasul-Nya dalam segala keadaan, jangan berselisih sehingga kalimat kalian tercerai-berai dan hati kalian berselisih sehingga kalian menjadi lemah serta kehilangan kekuatan dan kemenangan, juga bersabarlah ketika menghadapi musuh. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang bersabar, dengan pertolongan, bantuan, dan dukungan-Nya, tidak membiarkan mereka.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ {٤٧} 47. Janganlah kalian seperti orang-orang musyrik yang keluar dari negeri mereka karena sombong dan riya' untuk mencegah manusia memasuki din Allah. Pengetahuan Allah meliputi segala perbuatan mereka, tidak ada sedikit pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٤٨} 48. Ingatlah ketika setan menjadikan orang-orang musyrik menganggap indah tujuan keberangkatan mereka dan berkata, "Hari ini kalian tidak akan dikalahkan oleh siapa pun. Sungguh, aku akan menolong kalian!” Namun, ketika kedua golongan itu, yaitu pasukan musyrik yang bersama setan dan pasukan muslim yang bersama para malaikat itu saling bertemu, setan berbalik ke belakang dan berkata kepada orang-orang musyrik, "Sungguh, aku berlepas diri dari kalian. Sungguh, aku melihat apa yang tidak kalian lihat, yaitu para malaikat yang datang sebagai bala bantuan bagi orang-orang muslim. Sungguh, aku takut kepada Allah." la pun pergi dan berlepas diri dari mereka. Allah Mahakeras hukuman-Nya terhadap siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan tidak bertaubat dengan sungguh-sungguh.
إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {٤٩} 49. Ingatlah ketika orang-orang musyrik, munafik, dan yang berpenyakit hati berkata ketika melihat sedikitnya jumlah orang muslim dan banyaknya jumlah musuh, "Orang-orang muslim itu telah tertipu oleh din mereka sehingga terdorong untuk datang ke tempat-tempat pertempuran ini." Orang-orang munafik itu tidak mengetahui bahwa siapa yang bertawakal kepada Allah dan yakin kepada janji-Nya, Allah pasti tidak akan membiarkannya tanpa pertolongan. Sungguh, Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang luput dari kekuasaan-Nya serta Mahabijaksana dalam pengelolaan urusan dan perbuatan-Nya.
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ {٥٠} 50. Wahai Rasul, andaikata engkau melihat keadaan ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir seraya memukul wajah mereka ketika maju dan memukul punggung mereka ketika melarikan diri, sambil berkata,"Rasakanlah adzab yang membakar ini!" tentulah engkau menyaksikan sebuah peristiwa dahsyat. Sekalipun asbabun nuzul ayat ini terkait dengan Perang Badar, akan tetapi maknanya berlaku umum bagi setiap orang kafir.
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ {٥١} 51. Balasan yang menimpa orang-orang musyrik itu, penyebabnya adalah perbuatan jahat mereka selama hidup di dunia. Allah tidak menzhalimi seorang pun dari makhluk-Nya walaupun hanya seberat dzarah, tetapi Dia ada Hakim Yang Mahaadil, yang tidak melakukan kezhaliman.
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٥٢} 52. Bencana yang menimpa orang-orang musyrik pada hari itu merupakan sunatullah yang menghukum para thaghut di kalangan umat terdahulu, seperti Firaun dan orang-orang sebelumnya, ketika mereka mendustakan rasul-rasul Allah serta menyangkal kebenaran ayat-ayat-Nya. Sungguh, Allah menimpakan hukuman kepada mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka. Sungguh, Allah Mahakuat yang tidak terkalahkan, Mahakeras hukuman-Nya bagi siapa yang bermaksiat kepada-Nya dan tidak bertaubat dari dosanya.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ {٥٣} 53. Ditimpakannya balasan buruk itu, dikarenakan apabila Allah telah memberikan nikmat kepada suatu kaum, Dia tidak akan mencabutnya dari mereka sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri dari baik menjadi buruk serta dikarenakan Allah Maha Mendengar ucapan makhluk-Nya, Mahatahu keadaan mereka, lalu memperlakukan mereka sesuai dengan ketetapan-Nya berdasarkan ilmu dan kehendak-Nya.
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ {٥٤} 54. Keadaan orang-orang kafir itu serupa dengan keadaan keluarga Firaun yang mendustakan Musa serta umat-umat di masa lalu yang mendustakan rasul mereka, Allah membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosa dan menenggelamkan keluarga Firaun di lautan. Mereka masing-masing melakukan hal yang tidak diperbolehkan, yaitu mendustakan rasul-rasul Allah, mengingkari ayat-ayat-Nya, dan mempersekutukan-Nya dengan sembahan-sembahan lain dalam beribadah.
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ {٥٥} 55. Sungguh, sejelek-jelek makhluk yang bergerak di permukaan bumi bagi Allah adalah orang-orang kafir yang terus-menerus dalam kekafiran, mereka tidak beriman kepada rasul-rasul Allah, tidak mengakui keesaan-Nya, dan tidak mengikuti syariat-Nya.
الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ {٥٦} 56. Di antara makhluk-makhluk jelek tersebut adalah orang-orang Yahudi yang terikat perjanjian denganmu untuk tidak memerangimu dan tidak membantu seorang pun yang memeranginnu, kemudian mereka melanggar perjanjian berkali-kali tanpa merasa takut kepada Allah.
فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ {٥٧} 57. Jika engkau menghadapi orang-orang yang melanggar perjanjian itu dalam peperangan maka timpakan adzab kepada mereka yang bisa menimbulkan rasa takut di hati orang-orang lain dan memporak-porandakan kesatuan mereka, semoga mereka itu mengambil pelajaran sehingga tidak berani melakukan perbuatan yang pernah dilakukan oleh pendahulu mereka.
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ {٥٨} 58. Wahai Rasul, jika engkau takut suatu kaum akan melakukan pengkhianatan yang telah tampak tanda-tanda-nya maka kembalikan perjanjian itu kepada mereka, agar kedua pihak sama-sama tahu bahwa sejak hari itu tidak ada ikatan perjanjian di antara mereka. Sungguh, Allah tidak mencintai orang-orang yang mengkhianati perjanjian.
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ {٥٩} 59. Jangan sekali-kali orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah itu menyangka bahwa mereka telah lolos dan selamat serta bahwa Allah tidak berkuasa atas mereka. Sungguh, mereka itu tidak akan lepas dari adzab Allah.
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ {٦٠} 60. Wahai kaum muslimin, siapkanlah semua peralatan dan perlengkapan yang bisa kalian siapkan untuk menghadapi musuh, supaya kalian bisa menimbulkan rasa takut di hati musuh Allah dan musuh kalian yang selalu mengintai, serta menggentarkan kaum lain yang sekarang belum terlihat memusuhi kalian, akan tetapi Allah mengetahui mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka. Harta atau apa pun yang kalian korbankan di jalan Allah, sedikit atau banyak, pasti kalian peroleh gantinya di dunia dan simpanan pahala untuk kelak di Hari Kiamat dari Allah, sedangkan kalian sedikit pun tidak akan mendapat pengurangan pahala pengorbanan.
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ {٦١} 61. Jika mereka cenderung tidak berperang dan ingin ber-damai dengan kalian maka hendaklah engkau —wahai Nabi—cenderung kepadanya, serahkan urusanmu kepada Allah, dan yakinlah kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Mendengar ucapan kalian dan Mahatahu tentang niat kalian.
وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ {٦٢} 62. Jika orang-orang yang terikat perjanjian denganmu itu hendak menipumu maka Allah akan melindungimu dari tipu muslihat mereka; sungguh Dialah yang menurunkan pertolongan kepadamu dan menguatkanmu dengan orang-orang yang beriman dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Allah juga menyatukan hati mereka setelah berpecah-belah, andaikata kaugunakan seluruh harta yang ada di dunia ini untuk menyatukan hati mereka, tentu engkau tidak bisa menyatukannya; akan tetapi Allahlah yang menyatukan hati-hati tersebut di atas keimanan sehingga mereka menjadi orang-orang yang bersaudara dan saling mencintai. Sungguh, Dia Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya dan Mahabijaksana dalam perintah dan pengelolaan urusan-Nya.
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {٦٣} 63. Lihat ayat 62
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ {٦٤} 64. Wahai Nabi, sungguh, Allah akan melin-dunginnu dan orang-orang mukmin yang bersamamu dari kejahatan musuh kalian.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ {٦٥} 65. Wahai Nabi, doronglah orang-orang yang beriman kepadamu itu untuk berperang. Jika ada di antara kalian dua puluh orang yang sabar ketika berhadapan dengan musuh, niscaya bisa mengalahkan dua ratus orang musuh. Jika di antara kalian ada seratus mujahid yang sabar, niscaya bisa mengalahkan seribu orang kafir, karena mereka kaum yang tidak memiliki ilmu dan pemahaman tentang apa yang dipersiapkan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, mereka berperang demi memperoleh kebesaran dan berbuat kerusakan di muka bumi.
الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ {٦٦} 66. Wahai orang-orang yang beriman, sekarang Allah memberi kalian keringanan karena kelemahan kalian. Jika di antara kalian ada seratus orang yang sabar maka akan bisa mengalahkan dua ratus orang kafir dan jika di antara kalian ada seribu orang maka akan bisa mengalahkan dua ribu orang kafir, dengan izin Allah. Allah bersama orang-orang yang sabar, dengan du-kungan dan pertolongan-Nya.
مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {٦٧} 67. Tidak sepatutnya seorang nabi memiliki musuh yang ditawannya sebelum ia melancarkan peperangan dahsyat terhadap mereka sehingga bisa memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka dan menguatkan pilar-pilar din. Wahai orang-orang muslim, kalian menginginkan kenikmatan dunia dengan mengambil tebusan dari para tawanan Perang Badar, sedangkan Allah hendak memenangkan din-Nya yang merupakan sarana untuk memperoleh kebahagiaan akhirat. Allah Mahaperkasa yang tidak dikalahkan dan Mahabijaksana dalam syariat-Nya.
لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ {٦٨} 68. Andaikata bukan karena qadha dan takdir Allah yang telah ditetapkan tentang diperbolehkannya ghanimah dan tebusan tawanan bagi umat ini, tentulah kalian ditimpa adzab yang dahsyat karena mengambil ghanimah dan tebusan sebelum diturunkannya syariat mengenai keduanya.
فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٦٩} 69. Oleh karena itu, makanlah harta ghanimah dan tebusan tawanan, ia merupakan harta yang halal dan baik, serta peliharalah hukum dan syariat din Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap para hamba-Nya.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٧٠} 70. Wahai Nabi, katakan kepada para tawanan kalian pada Perang Badar, Jangan bersedih atas tebusan yang telah diambil dari kalian. Jika Allah mengetahui kebaikan di hati kalian, niscaya Dia beri kalian yang lebih baik daripada harta yang telah diambil dari kalian itu, dengan memudahkan kalian memperoleh banyak ke-baikan berkat karunia-Nya -Allah telah nnewu-judkan janji-Nya ini kepada Abbas dan lain-lain- dan mengampuni dosa kalian. Allah Maha Pengampun terhadap dosa para hamba-Nya apabila mereka bertaubat dan Maha Penyayang terhadap mereka."
وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ {٧١} 71. Wahai Nabi, jika para tawanan yang kau bebaskan ingin mengkhianatimu lagi maka jangan berputus asa, karena dahulu mereka pernah mengkhianati Allah dan memerangimu, lalu Allah menolongmu menghadapi mereka. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati lagi Mahabijaksana dalam mengelola urusan para hamba-Nya.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ {٧٢} 72. Sungguh, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, berhijrah ke negeri Islam atau negeri yang memungkinkan mereka menjalankan ibadah kepada Rabb mereka, serta berjihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa, juga orang-orang yang menerima kaum Muhajirin di rumah mereka, memberikan setengah hartanya kepada mereka, dan membela din Allah maka mereka itu sebagian merupakan wali dan penolong bagi sebagian lain. Adapun orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah dari negeri kekafiran maka kalian tidak diwajibkan melindungi dan menolong sebelum mereka berhijrah. Jika mereka dizhalimi oleh orang-orang kafir, lalu meminta pertolongan maka berikanlah pertolongan. Kecuali (jika pertolongan yang di-minta itu) untuk menghadapi kaum yang memiliki ikatan perjanjian dengan kalian, yang tidak mereka langgar. Allah Maha Melihat perbuatan kalian dengan membalas setiap orang sesuai dengan kadar niat dan amalnya.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ {٧٣} 73. Orang-orang kafir itu sebagian merupakan penolong bagi sebagian lain. Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian tidak saling menolong, niscaya di bumi ini akan terjadi fitnah bagi orang-orang mukmin yang menghalangi mereka dari din Allah serta kerusakan luas dengan diha-lang-halanginya jalan Allah dan dikuatkannya pilar-pilar kekafiran.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ {٧٤} 74. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, meninggalkan kampung halamannya menuju negeri Islam atau negeri yang memungkinkan mereka melaksanakan ibadah kepada Rabb mereka, dan berjihad un-tuk meninggikan kalimat Allah serta orang-orang yang membela saudara-saudara mereka yang berhijrah (Muhajirin), melindungi mereka, berbagi harta dengan mereka, dan mendukung mereka, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka mendapatkan ampunan dosa dan rezeki mulia yang luas di surga-surga yang penuh kenikmatan.
وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ {٧٥} 75. Orang-orang sesudah Muhajirin dan Anshar, yang beriman, berhijrah, dan berjihad bersama kalian di jalan Allah, mereka itulah bagian dari kalian -wahai orang-orang yang beriman-, hak dan kewajiban mereka sama dengan kalian. Orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan menurut hukum Allah lebih dekat kepada sesama kerabatnya dalam hal waris-mewarisi dibandingkan kaum muslimin secara umum. Sungguh, Allah Mahatahu tentang segala sesuatu, mengetahui kemaslahatan para hamba-Nya dengan menetapkan hak waris bagi orang-orang yang memiliki hubungan berdasarkan kekerabatan dan nasab, bukan berdasarkan persekutuan atau hubungan lain yang pernah berlaku di awal Islam.
Al-Qur'an Today @2006