Sifat Kalam (berfirman)
لقمان
LUQMAN

Makkiyyah
Juz : 21
Surat : 31
Ayat : 27- 27
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {٢٧}
27. Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tafsir Al-Muyassar
27. Andaikata semua pohon yang ada di bumi diruncingi menjadi pena, sedangkan lautan dijadikan tintanya, dan didatangkan lagi tujuh lautan lainnya, dengan semua pena itu kalimat-kalimat Allah ditulis, niscaya semua pena itu rusak dan tinta itu habis, sedangkan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dan tidak bisa diketahui secara sempurna oleh seorang pun itu belum habis. Sungguh, Allah Mahaperkasa dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang yang menyekutukan-Nya, Mahabijaksana dalam mengelola urusan makhluk-Nya. Ayat ini mengandung penetapan sifat kalam, 'berbicara' bagi Allah secara hakiki sesuai dengan kelayakan keagungan dan kesempurnaan-Nya
Al-Qur'an Today @2006