0
الزمر
AZ-ZUMAR

Makkiyyah
Juz : 24
Surat : 39
Ayat : 49- 50
فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٤٩}
49. Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {٥٠}
50. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.
Tafsir Al-Muyassar
49. Apabila manusia ditimpa kesulitan dan bahaya, ia memohon jalan keluar kepada Rabb-nya, tetapi apabila Kami hilangkan musibah itu darinya dan Kami berikan nikmat kepadanya, ia kembali kafir kepada Rabbnya dan tidak mengakui anugerah-Nya. la mengatakan: "Aku memperoleh nikmatini karena Allah mengetahui bahwa aku layak dan berhak memperolehnya. " Padahal, sebenarnya itu adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya, agar Dia dapat menilai siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur kepada-Nya, akan tetapi kebanyakan mereka -disebabkan oleh kebodohan, prasangka, dan ucapan buruk mereka- tidak mengetahui sehingga mereka menganggap ujian sebagai anugerah.
50. Ucapan ini pernah diucapkan oleh umat-umat sebelum mereka yang mendustakan, ketika adzab datang kepada mereka di mana harta dan anak-anak yang telah mereka usahakan itu tidak berguna untuk mencegah adzab itu.
Al-Qur'an Today @2006